Bayangin aja Jihyo itu Sehira yaah heheh
Angga!!!!
Kak Andika
Amanda Putri
* * *
Oh iya guys kalau mau tau fandom aku Carat sama Once wkwk. Biasnya Mingyu dan Jihyo, bolehlah 16 September nobar konser Seventeen..
* * *
Budayakan Vote Sebelum Membaca yah :)
* * *
Hari ini adalah hari minggu, sehira berjanji akan mengajari Putri beberapa hal yang belum Putri mengerti, karena memang mereka satu jurusan. Sehira dengan senang hati akan membantunya.
"Sese, aku kerumah kamu jam setengah 10 yah se, sekarang aku lagi sibuk banget hehe gak apa apa kan?"
"Yah Put"
Kemudian dering ponselnya pun berbunyi kembali kali ini bunyi line di hpnya. Sengaja notifikasi di hp nya dibedakan karena agar ia bisa membedakan mana line, wa,dan instagram.
"Se.."
"Angga?" ia terkejut mendapati angga menghubunginya lebih dahulu, padahal biasanya ia yang menghubungi angga duluan.
"Iya ga?"
2 menit kemudian
"Gue mau minta ajarin, kan lo bilang mau ngajarin gue"
"Sekarang?"
"Iyah, gue kerumah lo yah sekarang"
"eh jangan jangan, nanti aja deh jam 1 an ga" 5 menit,10 menit hingga 30 menit tidak ada balasan apapun dari dirinya. Sehira merasa tidak enak kepada putri karena ia sudah janji duluan padanya untuk mengajari dirinya. Sehira ingin menelfon putri tapi, ternyata pulsanya abis "Aduh gue lupa sekarang kan tanggal tua, si bunda juga belum ngirim uang malah asik liburan di maldives, nasib gue udah kayak anak kos an kalau gini caranya"
Setelah menunggu lama, terdengar suara motor yang tepat berhenti di depan rumahnya, dan dilihatnya dari balik jendela ternyata itu Angga. Ia seketika terkejut dan salah tingkah, ia benar benar tak menyangka bahwa Angga benar benar mendatangi rumah Sehira.
Suara bel berbunyi, pertanda bahwa angga sudah berada didepan pintu, sehira segera membenarkan mini dress nya dan rambut yang tergerai panjang. Kali ini ia memakai kacamata vintage, membuatnya terlihat lebih elegan dan dewasa.
"Eh angga hehe, kangen gue yah?"
dia tak menjawab sepatah katapun dan langsung masuk kedalam rumah itu "Bunda sama papah lo mana?"
"Eu.. dia.. lagi liburan ke maldives, kenapa? Kok lo kangennya sama si bunda papah sih, bukan gue? Hehe"
"Ngapain gue kangen lo, ketemu setiap hari aja bosen" katanya datar, lalu ia duduk di kursi tamu dan mengeluarkan beberapa buku pelajarannya. Ia mengeluarkan laptop dan menyuruh sehira untuk segera duduk bersamanya "Lo yakin gak mau nyuguhin gue makanan? Minimal minuman gitu?"
"Eh! Iya lupa hehe sebentar yah.." sehira segera pergi kedapur dan menyiapkan minuman serta roti coklat kacang kesukaan angga. Sehira segera menelfon putri setelah dikirimi pulsa oleh bibinya namun tak diangkat juga. Mau tidak mau, ia harus kembali duduk disamping Angga dan mengajarinya.
Sehira mengajari beberapa mata kuliah yang memang dia mengerti saja, selebihnya ia tidak mengerti karena memang mereka berbeda jurusan. Tapi sedari tadi sehira mengoceh, Angga tidak memdengarnya dan memahami, dia hanya memperhatikan sehira berbicara, lipmatte berwarna nude menghiasi bibir kecilnya yang terlihat lembut, bulu mata yang lentik dan wajahnya yang terlihat sangat lembut mengalihkan semuanya.
"Cantik"
"Apa?"
"Eh.. eu. I-tu-gu-e, ah.. gak apa apa" jawabnya gelagapan.
"Yaudah coba lo kerjain nomor itu" ia pun menunjuk keselembar kertas LKS dimejanya.
"Gue.."
"Alah, gue tau, dari tadi lo tuh merhatiin gue doang kan? Coba kalau gue lagi ngejelasin, lo tuh denger terus pahamin"
"Gue paham kok"
"Paham apaan coba? Merhatiin aja enggak"
"Paham lo cantik"
"Hah?!" pipi sehira merona, ia salah tingkah saat angga mengeluarkan kata kata itu. Kali ini mereka bertatapan, angga menyunginggkan senyum nya dengan tanda mengejek.
"Angga...!" suara lembut itu memecahkan kehengingan diantara mereka, suara lembut itu terdengar samar dan sangat sehira kenali. Merekapun bangkit dari kursi itu dan membalikkan badannya. Betapa terkejutnya sehira mendapati Putri sudah berada di depan pintunya, bukan karena terkejut ia datang melainkan ia mengenal Angga,orang yang sangat Sehira cintai. Apakah selama diluar negeri mereka saling mengenal satu sama lain? Atau..
Putri yang tadi mematung mengeluarkan air matanya lalu berlari kearah lelaki yang sangat sehira cintai itu.
"Angga!!!" lirihnya sambil menangis, tangisannya semakin lama semakin keras, air matanya turun dengan deras membasahi dada angga yang membidang. Angga yang kaget melihat itu semua, hanya dapat berdiam diri,tanpa membalas pelukan itu.
Sehira bingung apa yang terjadi kepada mereka berdua, apa hubungan mereka? Sehira bingung. Kalaupun mereka punya hubungan selama angga diluar negeri, lalu kenapa angga gak menceritakan semuanya kepada sehira? Sehira berhak tau akan hal itu.
"Angga gue kangen lo ga, kangen" katanya lagi belum melepaskan pelukan itu, malahan pelukannya semakin erat.
Setelah beberapa menit kemudian angga melepaskan pelukan itu "Lo siapa?" tanya nya bingung. Sehira hanya menonton nya, rasanya ia sedang menonton film dibioskop. Dimana mereka bedua adalah pemeran utamanya.
"Angga, lo sama sekali gak inget gue ga? Kenapa ga?" tanya putri padanya sambil mengusap air mata yang sudah mengair begitu saja. Tatapan angga padanya terlihat bingung sekali.
"gu-e.. takut salah ngira.." katanya datar.
"Gue orang yang lo sayang angga..." serunya sambil menangis, sehira yang mendengar itu benar benar syok. Ia mematung seketika, hatinya hancur seperti kaca yang jatuh dari ketinggian, berkeping keping, bahkan ketika di satukan kembali itu tidak akan sesempurna sebelumnya.
Angga memeluk putri dengan erat, ia pun menangis, sehira benar benar kaget sekali melihat itu semua,melihat sikap angga pada putri. Ini semakin membingungkannya, apa hubungan mereka?
"jadi yang mau Ratu tunjukin kegue itu... lo?" tanya nya masih sambil memeluk putri dengan suara lebih kecil tapi masih terdengar oleh sehira, "Ratu? Kenapa? Apa maksud ratu dengan semua ini?" cibirnya dalam hati.
"Gue kangen lo angga"
Angga melepaskan pelukan itu lalu menghapus air mata putri begitu saja, membelai rambut panjang putri "Gue juga kangen lo.. Amanda.."
"Amanda?" tanya sehira dalam hati, ia benar benar terkejut, bagaimana tidak? Angga pernah bercerita bahwa Amanda sudah lama meninggal dunia. Amanda menghilang dari kehidupan angga. Tapi kenapa dia sekarang ada dihadapan angga?
"Gue yang bawa putri ke indonesia se" seru Ratu didepan pintu rumahnya.
"Maksud lo?"
"Kita duduk dulu yu biar nyaman" seru ratu kemudian mereka duduk berhadapan, putri mengenggam tangan angga begitu erat, dan angga terlihat tidak bermasalah dengan keadaan seperti itu. Apa angga tidak memperhatikan bahwa sehira sakit hati?
"Jadi, gue waktu itu mau kasih tau lo, kalau gue sebenernya sahabat baik Amanda, gue kenal dia waktu gue SMP di luar, dia gadis kecil yang mengidap kanker, tapi ternyata dia kuat. Gue sempet mau kasih tau lo waktu di kelas saat SMA dan waktu lo nangis terpuruk gara gara ketemu angga waktu itu, selebihnya biar Putri yang cerita yah.."
Mereka semua melirik putri,eh amanda maksudnya. Termasuk angga, ia tersenyum kepada Amanda dan melepaskan genggaman amanda, digantikan dengan tepukan dijari jari kecil amanda. Pertanda memberikan semangat kepadanya.
"..Gu-e.. sebelumnya minta maaf karena gue gak pernah kasih tau lo ataupun angga. Gue gak tau, karena gue tau saat itu kalian pacaran. Dan soal meninggal gue, gue sengaja bohong, gue gak mau angga mikirin gue terus yang sakit sakitan tak berdaya.." ia menangis dan melanjutkan nya dengan berat hati ".. gue minta maaf ga sama lo, gue Cuma gak mau kalau lo terbebani akan kehadiran gue ga, gue Cuma pengen lo bisa bahagia tanpa adanya gue, dan semenjak gue kenal sama Ratu, dia pindah ke Indonesia dan bertemu kalian, dia menceritakan semua kegue, kalau kalian pacaran. Gue sempet mau ke Indonesia buat ketemu lo angga setelah gue sembuh kayak sekarang. Tapi.. gue akan ngerasa bersalah jadi orang yang ngerebut kebahagiaan lo Se.." iapun melirik sehira "Gue gak pengen jadi orang ketiga, jadi pelakor di hubungan kalian gue gak pengen, gue Cuma pengen lo bahagia ga, gak lebih dari itu juga gak apa apa buat gue, i'm fine."
"Lo salah Manda, gue gak pernah merasa terbebani akan penyakit lo itu, walaupun saat itu gue masih kecil dan gak ngerti apa apa tapi gue bisa ngasih lo semangat biar lo bisa cepet sembuh dan main lagi sama gue, gue kan pernah janji sama lo, yang harus bikin bahagia itu gue bukan lo, karena ketika lo bahagia gue juga bahagia amanda.."
Kata kata itu benar benar melukai sehira, tapi sehira harus bertahan untuk menahan air matanya terjatuh dihadapan mereka semua. Sehira gak mau kalau ia terlihat seperti orang bodoh didepan Angga maupun Amanda.
"Dan juga.. novel She's Mine itu, gue buat untuk hadiah lo Se. Karena lo udah bikin Angga bahagia.." amanda pun mengenggam tangan angga dan tersenyum padanya tanpa melirik sehira yang menajadi lawan bicaranya. Dan sehira hanya diam seperti orang bodoh. Angga? Sama sekali tak keberatan ketika manda menggenggam erat tangannya. Apakah mungkin rasa yang telah hilang kini kembali?
".. maaf" lirih sehira memecah keheningan, "maaf gue gak tau kalau lo ada dan masih hidup, maaf juga gara gara gue, lo jadi gak bisa buat ketemu sama cinta sejati lo hehe" sehira pun menundukkan kepalanya, Ratu mengenggam erat lengannya dan membisikkan "Lo kuat Se.."
"Gue butuh istirahat, boleh kalian pulang?" pintanya,lalu ia bangkit dari kursinya dan meninggalkan mereka semua disana. Ia pergikekamar menutup pintu dan merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia menangis tanpabersuara sedikitpun, sakit memang ketika mengetahui semua ini. Terlebihkedatangan amanda yang tiba tiba, apa angga akan kembali bersamanya? Atau..kenapa juga dia datang disaat angga dan sehira kembali menjalin hubungan yangbaru? Apa maksud semua ini? Apa iya Sehira harus merelakan Angga pergi kembali?Untuk kedua kali? Terlalu berat, jangan dilakukan itu sulit.