[Judul lengkap :Sebuah kegemparan melawan keberuntungan absolute]
Terlihat Anna tersenyum dengan wajah yang berseri, sambil melemparkan cross bow berwarna merahnya ia berjalan dengan senyum lebar diwajahnya, disampingnya sosok berambut hitam dengan mata merah terus mengikutinya dengan tergesa-gesa seolah sedang dikejar anjing penjaga.
''Anna-Sama tunggu saya."
Seolah tak memedulikan kondisi bawahan barunya ini dengan santainya, yah Ariel kali harus melayani anak majikannya yang dulu dilayaninya Anna Grimorilion komanda baru dari 72 devisi yang dibuat Saiba sendiri. Salah satu dari 22 komandan kesatria jiwa no 3 [The Empress] yang baru. Dengan bangganya ia bergerak dengan angguhnya.
''Ayolah Ariel lebih cepat lagi, ada berita yang mengembarkan sekarang ini tentang Si Beruntung itu."
''Maksudmu tentang No 10 [The Wheel of Fortune]." Tanya Ariel dengan tanda tanya besar dikepalanya.
Anna membuka pintu pertemuaan tersebut setelah tampa memakai topeng, yah biasanya saat memasuki ruangan rapat ini para ke-22 komandan kesatria jiwa akan memakai topeng untuk menyembunyikan identitas mereka, tapi kali ini ia masuk dengan seolah tak memedulikan para komandan yang lainnya.
''Halo semuanya apa kalian dengar tentang [Fortune]." Ucap Anna dengan suara yang sangat keras setelah membanting pintu.
Dalam hati Shinji yang duduk disana dengan topeng tengkorak ia hanya bisa menghela nafasnya, ia tahu bahwa [Emperor] dan [Justice] telah membuat kelompok yang telah membunuh 4 anggota termasuk [Priest] yang baru saja dibunuh beberapa waktu yang lalu. Tapi tetap saja ini terlalu gegabah untuk untuk menunjukan siapa [Empress] yang baru setelah kematiaan [Priest].
''Benar-Benar [Empress] yang unik sekali." Ucap [Strange] dengan nada menyindir
Dari suaranya aku sebagai pengamat sepertinya pernah mendengarnya entah dari mana, terlihat sekali bahwa dia adalah wanita yang cukup berwibawa tapi siapanya. Dan dari tinggi badannya ia sepertinya masih anak sekolahan sama seperti Anna.
''Jadi apa yang kau mau sampaikan kesini dengan memanggil kami." Tanya [Sun] dengan tegasnya.
''woy jangan bertingkah bermusuhan seperti itu apa kaliaan sadar ada yang tak hadir dirapat kali ini."
Ya benar kata Anna, seharusnya ada 16 orang yang berkumpul disini. Jika [Temperance] yang mana pemiliknya sudah meninggal akibat serangan jantung, seharusnya ada salah satu dari mereka yang menduduki kursi no 10 [The Wheel of Fortune] harusnya hadir.
''Kalian mungkin heran kenapa ia tak ada disini, lalu lihatlah diatas layar diatas kalian."
Sebuah layar besar muncul didepan komandan-komandan tersebut terlihat sosok berambut kuning, dengan tangan ramping serta hidung mancung tengah berhadapan dengan pria yang memakai penutup mata bermata hitam, yang memegang perisai bundar berkarat dan pedang yang berkarat dengan ujung yang telah patah.
''dialah salah satu dari 22 Komandan Kesatria No 10 [The Wheel of Fortune] Spongebob Squerpant."
Seisi ruangan terkejut terutama [Strange] yang langsung berdiri. Ya ialah salah satu dari ke-22 Komandan kesatria jiwa No 10 [The Wheel of Fortune] Spongebob Squerpant. Namanya memang terdengar seperti tokoh kartu tapi dia adalah salah satu murid diAcademy Lifer Tokyo. Sosok yang memandu pertandingan Musim gugur.
''Ya mari kita buat taruhan, Pria berpedang itu melawan [Fortune] kira-kira siapa yang akan menang." Ucap Anna sambil memegang sebuah bidak catur raja ditangan kanannya sambil tersenyum.
Shinji mengelengkan kepalanya ia. Tahu secara garis keturunan [Empress] akan mengantikan posisi Saiba atau [Priest] tapi dia benar-benar aneh untuk anak seumurnya dan bagaimana ia bisa tahu siapa [Fortune] yang sebenarnya ini juga merupakan sedikit misteri.
''Apa yang kau inginkan [Empress], dan apa yang menjadi taruhannya." Ucap [Chariot] sambil memegang dagunya
''yang kuinginkan adalah kartu yang kosong sampai sekarang No 14 [The Temprence], dan yang kutaruhkan adalah diriku serta seluruh devisiku artinya jika aku kalah kaliaan ber-15 bebas menyuruhku apapun serta devisiku." Ucap Anna dengan senyum diwajahnya.
Seluruh yang hadir dirapat itu langsung kaget, terutama Shinji yang duduk dikursi yang ke-13 ia tak menyangka bahwa gadis ini senekad itu. Artinya jika ia kalah dia akan dijadikan barang semua orang yang ada disana menjadi budak dari 16 jika Spongebob yang tak hadir dihitung disini dan tak hanya dia seluruh devisinya juga artinya ini sesuatu pertaruhan yang jelas sekali tak adil yang mana apa yang ingin dikejar gadis ini dengan yang dipertaruhkan tak sebanding.
''Apa Permainannya." Ucap [Tower] dengan nada mesum dibalik topengnya.
''antara Pria itu melawan [Fortune] siapa yang akan menang dan aku akan memegang pria itu." Ucapnya sambil menaruh bidak raja itu ditengah meja.
Dia sudah Gila pikir Shinji dan semua orang disana Salah satu dari 22 komandan kesatria jiwa [The Wheel of Fortune] adalah kartu terkuat setelah [The World] dan [The Judgement] bahkan kedua yang teratas itu tak bisa mengalahkannya. Karena kemampuan kuno dari kartu itu [Great Lucky] yang akan meningkatkan nasip baik dan menghalau semua nasib buruk artinya saat ia bertarung keburuntungan akan membuatnya selalu menang, misalkan : Lawannya yang tiba-tiba kena serangan jantung, tertimpa material, jatuh sampai mati dan lainnya.
''Kalau begitu bersiaplah untuk telanjang dan lari keliling negeri ini Bitch, akan kupastikan kau akan menyesal [Empress] kami terima taruhan ini." Ucap [Tower] dengan nada mesumnya.
''Baiklah mungkin agak tak sopan mengambil adegannya [Fortune] Tapi, Mari mulai gamenya." Ucap Anna dengan senyum diwajahnya.
Tak ada yang tahu apa yang direncanakan gadis berambut merah bermata kuning ini, apakah ia tahu siapa yang menyerang [Fortune]. Wajahnya seolah menyembunyikan sebuah rencana mengerikan Ariel yang berada disebelahnya hanya bisa berdoa supaya nasibnya dan devisi tak akan sengsara saat menjadi budak nanti.
₩
Spongebob seperti biasa sedang belajar dikelas tak ada yang tahu, mungkin hanya dia yang tahu bahwa dirinya adalah salah satu dari 22 komandan kesatria jiwa no 11 [The Wheel of Fortune] Spongebob Squerpant itu bukanlah nama sesungguhnya tak ada yang tahu memang dirinya ini adalah Kuhaku [Tanpa nama] seorang mata-mata yang mengamati pergerakan akademi yang dipimpin oleh kepala sekolah yang baru.
''Ya begitulah Spongebob-kun kau tahu setelah kejadian penyerang itu. Dikabarkan ayah dari Putri Lucil meninggal dunia."
Disampingnya adalah teman wanitanya Sonogami Rikki, Yah sudah 2 tahun sejak ia bergabung disini namun sebuah keberuntungan tak ada yang mencurigai bahwa nama itu hanyalah imitasi belaka, benar-benar kekuatan yang hebat dari [The Wheel of Fortune] [Great Lucky]. Sesuatu yang mengerikan dan cocok untuk mata-mata sepertinyakan.
''Ya setidaknya semua ini sudah berakhir."
Untung saja Spongebob saat itu dia berhasil selamat diantara pepuingan bersama Tio-sensei, tunggu memang itu kemampuan dari salah satu kekuatan kuno sebagai salah satu dari 22 Komandan kesatria jiwa No 10 [The Wheel of Fortune].
''Yang aku heran cuman satu kenapa keberuntungan selalu berpihak padamu."
Yah Spongebob mulai berharap ada situasi yang membuatnya keluar dari topik, bukan pasti hal itu akan terjadi mengingat kemampuan [Great Lucky] miliknya yang membuatnya selalu beruntung disetiap keadaan seperti saat ini pasti akan ada situasi yang membuatnya keluar dari sini.
''Ketemu."
Tiba-tiba ia merasakan hawa membunuh yang sangat kuat ia segera mengeluarkan [Alma] miliknya sebuah rantai berwarna emas, membuat sebuah bola rantai menutupi dirinya dan juga Rikki dari sebuah ayunan pedang penuh dengan nafsu membunuh yang sangat kuat tersebut. Pengalamannya sebelum menjadi [Fortune] benar-benar telah panjang ia telah melewati sebuah gugusan niat membunuh sehingga hal ini sudah biasa untuknya.
Blaaaarrr
Namun kekuatan yang diayunkan oleh sosok tersebut sangat kuat hingga membuat bola rantai itu keluar menembus bangunan-bangunan perpustakaan mengirimnya keluar menuju halaman luas didepan asrama, ini sudah malam jadi dapat dipastikan bahwa tak akan ada murid yang menyadari akan ada pertarungan disini.
''Rikki larilah secepat yang kau bisa dan jangan melihat kebelakang."
''Tapi kau bagaimana...."
''Aku akan menahannya."
Sebuah adegan Mainstream dimana Spongebob akan mengunakan tubuhnya untuk membuat temannya ini, Sonogami Rikki selamat dari insiden berlahan gadis ini mengangguk dan memberi sebuah ciuman pada pemuda dengan rambut kekuningan tersebut, didetik berikutnya rantai-rantai mulai terbuka dari Rikki mulai berlari.
''percepat aku dengan anugerahmu Accelaration." Ucap Sosok Misterius itu dengan dingin.
Didetik berikut sosok itu bergerak dengan cepat kesamping Rikki dan dengan gerakan cepat ia menarik pedang berkarat dari sarungnya, dan sebuah kepala seorang gadis telah terpotong dengan tebasan yang begitu rapi, tubuh yang kehilangaan kepala itu terjatuh ditanah dengan kepalanya yang terkejut tak mempercayai apa yang terjadi.
''Tak kusangka kau akan membantuku, Pria aneh." Ucap Spongebob dengan nada datar kepada pria didepannya.
''Sword namaku Sword." Jawab Sword sambil menyarungkan pedang berkaratnya lagi kedalam sarung pedangnya.
Rantai-rantai emas mulai keluar dari dalam tanah, memang jika dibanding dengan si no 1 diakademy Arsi Pendragon dia bukan apa-apa, tapi berkat kekuatan dari Kartu no 10 [The Wheel of Fortune] yaitu [Great Lucky] dapat dipastikan bahwa gadis itu akan berteguk lutut dihadapannya, jadi bagaimana mungkin pria aneh dengan pedang berkarat akan mengalahkannya.
''Sword senang mengenalmu Mari mulai game kali ini, dan matilah."
Rantai-rantai dengan ujung tajam itu mulai meluncur kearah Sword dengan kecepat maksimal, dengan keberuntungan yang mendekati sempurna dapat dipastikan bahwa setiap rantai tidak akan meleset dari targetnya termasuk Sword.
Tapi dengan lincah meski matanya tertutup dengan mudahnya ia bisa menghindar, lalu dengan kecepatan tak kasat mata ia bisa dengan mudah bergerak mendekati Spongebob dan bersiap menebas lehernya, namun sangat disayangnya serangannya telah meleset dan hanya menyobek baju pemuda ini bahkan setelah ia menarik pedangnya.
''[Great Lucky] memang kemampuan merepotkan, tapi bukan berarti tak ada kelemahannya."
Jika ia tak bisa bermain dengan jujur karena dapat dipastikan maka ia harus bermain curang terhadap pemain yang selalu menang dalam perjudiaan yang mengandalkan keberuntungan. Oleh karena ia harus menunjukan trick yang akan memukau semuanya. sebagai kartu yang terbuang.
Kembali dengan gerakan kaki yang telah dipercepat oleh sihir [Accelaration] Sword kembali menyerang, hujanan Rantai [Enkidu] mulai meluncur yang akurasinya 100 % itu kearah tubuhnya, namun dengan mudahnya ia menghindari seranggan monoton tersebut dan berada didepan Spongebob untuk kedua kalinya, berbeda dengan seranggan yang lainnya kali ini tebasannya berhasil melukai perutnya.
''Ugghhh bagaimana bisa ini terjadi." Ucap Spongebob dengan memegang perutnya yang mengeluarkan darah.
''[Great Lucky] tak hanya memberi nasip baik padamu melainkan, memberi nasib sial kepada Musuhnya. Sebuah Trick mudah untuk mengatasinya aku tak mengincarmu melainkan pakaiaanmu."
Spongebob terkejut yang inilah salah satu dari rahasia kemampuan [Great Lucky] yaitu selain membuat pemilik kartu arkana no 10 [The Wheel of Fortune] menerima keberutungan ia juga membuat nasip sial setiap musuhnya, artinya setiap niat buruk yang dilancarkan musuhnya akan gagal dengan memanfaatkan hal itu Sword tak berniat menebas Spongebob melainkan berniat untuk memotong sabuknya dan membuatnya dipermalukan, [Great Lucky] menganggalkan rencana itu sehingga serangan itu melesat dari sabuk, karena kemampuan ini tak merubah kenyataan sehingga seranggan meleset langsung menuju perut.
''Sialan Sialan Sialan, Bagaimana ia bisa tahu, bagaimana bagaimana bagaimana."
Sponsbob mengumpat mengutuk pria didepannya, selama menjadi salah satu dari 22 Komandan kesatria No 10 [The Wheel of Fortune] ia tak pernah terluka bahkan saat melawan Si bajingan [World], seharusnya kemampuannya adalah kemampuan yang paling sempurna mengingat keberuntungannya mendekati absolute tak ada nasib sial yang akan menghampirinya apapun yang terjadi.
''Keberuntunganmu hanyalah Sampah untukku yang telah melalui segala bentuk kesialan." Ucap Sword dengan santainya sambil menangkis rantai-rantai emas dengan perisai bundarnya.
''Aku tak terkalahkan apapun yang terjadi mode II: Lord Of Heaven"
Rantai-rantai mulai mengelilingi tubuh Spongebob melilit seluruh tubuhnya tangan, perut, dada, kepalanya seolah tubuhnya telah terpenuhi oleh sebuah zirah emas yang terbuat dari rantai-rantai, ditangan kanannya terpegang sebuah pedang berwarna emas hampir mirip dengan [Excalibur] milik Arsi tapi jelas sekali itu bukanlah pedang yang sama.
''Begitulah kau tahu tak akan menang, dengan [Great Lucky] jadi kau putuskan untuk menutupi tubuhmu agar tak tertebaskan ?."
Kata-kata Sword begitu dingin ia memang tak bisa melihat betapa indahnya wujud sosok berlumur emas, tapi dengan aura yang ia rasakan dikulitnya ia tahu hal itu, memang 22 komandan kesatria jiwa memang hebat-hebat ia dapat merasakan luapan energinya, dirinya serasa bergetar dengan kekuatan ini.
''Makan ini [Heaven Garden]."
Sebuah rantai-rantai emas muncul dari dalam tanah, mengikat dan menusuk tubuh Sword dengan ujung runcing rantai tersebut, membuat tubuhnya tertahan disana serta terluka, didetik berikutnya Spongebob melompat dan mencoba menebas pria tersebut dengan pedang berwarna emas miliknya tersebut....namun.
''[Berserker Soul]."
Tiba-tiba aura gelap melumuri sword membentuk semacam Touki {Modelnya kayak goku pas Super Saiya kan ada chinya yang bentuk kayak api yah kayak gitu maksudnya}, dalam hitungan detik rantai-rantai [Enkidu] berhasil dipotong dengan pedang berkarat tersebut serta dengan perisai bundar berkaratnya yang terpasang dilengan kiri ia menahan pedang Sponsbob.
''[Ryuu Kiri]."
Didetik berikutnya tangan kiri Spongebob telah terlepas dari tubuhnya, ia segera mundur kebelakang lalu mengerang kesakitan akibat rasa sakit yang diterima ini. Ia tahu bahwa jika terlarut dengan rasa sakit maka lawannya akan memaafkannya dengan mudah dan membunuhnya, jadi ia harus mengunakan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk seranggan terakhir ini.
''berkahi ilhammu pada anakmu wahai dewi kerajinan yang tekun Halavhelev."
Rantai-rantai berkeliling lalu menyatu dengan pedang emas yang dipegang oleh Spongebob, membentuk pedang emas yang besar berkilau layaknya harta paling mahal yang dipunyai oleh seorang raja, Spongebob mengangkat pedang besat tersebut dengan tangan kanannya, ini pertaruhan yang paling menentukannya pedang Sword dapat memotong armor yang dibuatnya tadi, jadi jika jurus ini gagal maka ia mati tapi semoga [Great Lucky] menang untuk pertaruhan adu kekuatan ini.
''Ha ha ha ha kau kira akan mengadu kekuatanku ya."
Sword menghindari seranggan Spongebob dengan melompat kekiri lalu dengan kecepatan penuh ia menuju kearahnya, tentu pria ini tak sebodoh memulai sebuah pertaruhan yang tak dapat dimenangkannya karena [Great Lucky] jadi lebih baik ia menghindar dan menyerang dengan kecepatannya.
''Matilah kau [Todokiri]."
Dengan pedangnya Sword menebas Spongebob ia mengincar tubuhnya namun karena [Great Lucky] seranggan itu meleset dari tempat seharusnya, dan menyerang menuju kekartu arkana no 10 [The Wheel of Fortune] yang berada disakunya dan menghancurkannya namun dengan tenaga yang cukup hebat tubuh Spongebob ikut terbelah menjadi 2 bagian memotongnya dari pinggang kebahu.
''Tak mungkin aku [The Wheel of Fortune] yang terkalahkan terbunuh disini." Ucap Sponsbob dengan nada yang Syok.
Tak sampai disitu Sword memegang leher Spongebob yang masih hidup tersebut, mengarahkan pedang berkarat miliknya keleher tersebut, dan bersiap untuk memegal kepalanya, dalam pikir pemuda ini hanya satu sebelum pedang berkarat itu memotong lehernya ini dengan kekuatan yang keras.
Apakah keberuntungan dapat menyelamatkanmu dari kematiaan ?.
Itulah akhir dari salah satu dari 22 komandan kesatria jiwa no 10 [The Wheel of Fortune] Spongebob Squerpants yang memiliki nama julukan lain yaitu [Sang Rantai Surgawi] telah mati dimalam ini, setelah memegal kepala pemuda ini Sword menendang kepala buntung itu kearah sebuah kamera yang mematai pertarungan keduanya dari tadi.
₩
Ditengah ruang Anna tertawa, terlihat semua orang yang berada disana berkeringat dingin melihat bagaimana salah satu dari mereka dikalahkan, bahkan tanpa mengunakan sihir atau mode II oleh pemuda tersebut, terlihat [Strange] mengepalkan tangannya sambil melihat pertandingan tersebut, yah telah mengetarkan semuanya.
''Siapa dia sebenarnya, jelas sekali kelompok milik [Justice] tak seberutal itu." Ucap [Hanged] dengan memegang dagunya sendiri.
''Arkana Slayer, sebuah kelompok baru yang lebih mengerikan dari Night Days."
Semua diruangan tersebut membelalakan mata mendengar perkataan Anna bagaimanapun dia adalah [Empress], itulah kelompok baru yang berniat untuk membantai ke-22 kesatria jiwa. Dan menciptakan dunia dibawah tirani mereka. Menunjukan 4 pemimpin mereka yang kejam dan brutal salah satunya adalah Sword.
''Apa kau menciptakan mereka [Empress] Jika iya maka ini akan dianggap pengkhianatan." Ucap [Lover] dengan tatapan curiga.
''Kalau aku tak mau menjawabnya." Ucap Anna dengan senyum diwajahnya.
Didetik berikutnya [Chariot] yang memakai topeng kuda, yang dari tadi terduduk mulai berdiri dan dalam sekejap mata telah meluncur ke Anna dengan sebuah belati ia bersiap untuk mengores gadis berambut merah ini dengan kecepatannya.
''Ariel."
''baik [invers :slow down]."
Ariel dengan pedang hitamnya [Gemini] berdiri didepan Anna dan menggunakan kemampuaannya yaitu meniru dan membuat copy kemampuan kelemahan lawannya, yang artinya jika kecepatan [Chariot] adalah kecepatanya, maka dia akan mengeluarkan memperlambatnya, setelah [Chariot] melambat dengan mengunakan punggung pedangnya ia memukul [Chariot] meluncur menghantam tembok.
''Jangan remehkan kami [Chariot] dihadapannya wakilku ini kau tak bisa apa-apa."
Ya itulah Ariel, dengan kemampuannya [Invers power] ia bisa mengalahkan beberapa dari 22 komandan kesatria jiwa termasuk [Chariot], tapi karena sumpah setia sebagai keluarga kesatria yang melayani keluarga Grimorilion, ia tak berencana menjadi 22 komandan kesatria jiwa yang mewarisi serpihan kekuatan tuhan, ia adalah kartu terkuat keluarga Grimorilion yang bahkan sosok Saiba Grimorilion takuti dan tak berani menghamilinya karena kekuatan mengerikannya tersebut.
Anna berjalan mendekati tempat mantan [Temprence] yang sudah lama mati karena usia, dan pemyakit. Yah sekuat apa pria tua botak tersebut ia tetap tak akan bisa melawan kematiaan itu sendiri, benar-benar lucunya bahwa akhirnya posisi komanda kesatria jiwa no: 14 [The Temprence] akan semudah ini didapatkan.
''Huh baiklah perjanjian tetaplah perjanjian." Ucap [World] dengan nada sinis.
Bisa saja semua komandan yang berada disini menyerang Ariel dan Anna secara bersamaan mengingat disini masih ada [Death] dan [Devil] namun bagaimanapun ia tak ingin. Berita tentang hubungan panas kursi komandan kesatria jiwa terjadi atau akan ada konflik dengan para rakyat yang harusnya dimonopoli secara sembunyi-sembunyi.
''Ah keputusan yang bijak [World], kalau begitu kami berdua undur diri ya." Ucap Anna sambil berjalan keluar dan menutup pintu besar ruang rapat tersebut.
Hening Shinji hanya bisa menghela nafas tak disangka [Empress] lebih merepotkan dari pada [Priest] tapi untuknya sepertinya ia tak akan berkhianat mengingat seperti ayahnya, ia hanya sosok yang benar-benar berbahaya namun tak mengancam keutuhan organisasi. Lagi pula jika ia macam-macam maka Shinji akan dengan mudah membunuhnya.
''Bagaimana [World] apa aku harus membunuh [Empress]." Ucap Shinji sambil menatap [World] dari balik topengnya.
''Jangan, sepertinya ia hanya tahu tentang Arkana Slayer bukan yang membuatnya, lebih baik kita biarkan dia bebas untuk sementara." Ucap [World] sambil menatap arah pintu keluar ruangan tersebut.
Semua Komandan yang berada disana berdiri, terlihat [Hierophant] mengendong [Chariot] yang tak sadarkan diri tersebut keluar dari ruang tersebut, namun dari sisa komandan tersebut salah seorang berjalan dan menatap datar dari balik topengnya seolah tak peduli dengan situasi yang berada disana, Kursi komandan kesatria jiwa no :0 [The Fool] mengumamkan sebuah kata yang tanpa ada pendengarnya.
₩
Sword menyarungkan pedangnya dihadapan kedua jasad tanpa kepala tersebut, terlihat penutup matanya yang berwarna hitam itu berkibar terbawa angin malam hari tersebut, namun didetik berikutnya ia mengarahkan pedangnya kesebuah tiang yang berada disana.
''Siapapun kau keluarlah sekarang aku tahu kau disana."
Sial bagaimana bagi pemuda berambut hitam dan bermata ultramarine itu, ia awalnya berniat untuk latihan malamnya tapi, karena mendengar suara ledakan ia segera menuju ketempat ledakan tersebut dan melihat ironi tragis yang menimpa salah satu dari 22 komandan kesatria jiwa no:10 [The Wheel of Fortune].
''tak mau keluar ya, Percepat aku dengan anugerahmu Accelaration."
''[Moon Cleaver]."
Pedang berkarat dengan pisau dapur tersebut saling beradu untung saja Luka telah mengunakan [Sense Delete] dan meningkatkan kemampuaan penglihatannya, sehingga dengan mudah ia bisa menangkis pedang penuh karat tersebut dengan mudah.
''Sial, siapa kau sebenarnya Sword."
Sword hanya tersenyum dan mencoba menendang perut Luka dengan kakinya, tapi sayangnya dia bisa menghindar kebelakang sambil memegang kakinya dan mencoba membanting Sword dengan gaya aikido, tapi sayangnya dengan kelincahannya ia menghantamkan perisai bundar kemuka Luka.
''Teknik memotong daging no 6 :Chop."
Luka berlari mencoba mengayunkan [Moon Cleaver] langsung menuju jantung Sword, tapi dia telah mengetahui serangan tersebut dan mencoba menahannya dengan perisai bundarnya kedepan, tapi Luka melangkah dengan langkah ringan kebelakang Sword dan menebas punggungnya.
Memang Sword tak bisa menghindari seranggan tersebut namun dengan refleknya ia mengayunkan pedangnya langsung kearah Luka, memang dia bisa menghindarinya tapi tetap saja tebasan itu melukai perutnya karena kecepatannya yang kurang mengimbangi reflek tersebut.
''Namaku Sword salah satu dari Arkana Slayer siapa namamu wahai Pemuda."
''Luka Fimda satu dari Night Days."
Awalnya Luka tak ingin menunjukan identitasnya namun sayangnya karena kode etik kesatria ia harus ia harus menjawab salam perkenalan tersebut, memang agak heran kenapa namanya Sword karena itu terdengar lebih seperti kode bukanlah sebuah nama yang diberikan oleh orang tuamu.
Luka tak tahu harus bagaimana, Lucil sedang tertidur sekarang dan anggota lainnya sedang menyelasaikan kegiatan mereka jadi tak akan ada yang akan membantunya sekarang, Sword menghilang lalu muncul didepan Luka kembali menyebetkan pedangnya membentuk / yang terbukti sukses walau tak dalam karena reflek pemuda ini untuk mundur benar-benar tepat.
''[Unlimited Sense]."
Mata Luka mulai menangis darah, sial untuknya karena kondisinya masih memburuk sebenarnya jurus ini dilarang digunakan untuk sementara karena efeknya. Tapi Luka tahu ia tak akan bermain seri melawan Sword karena terlihat bagaimana ia bergerak dan seranggan jelas sekali ia bahwa Assassin yang lebih profesional dibanding dengan Luka.
Gerakan kedua Sword berhasil ditahan oleh Luka dengan luka tebasan yang membentuk garis miring dibahunya, untuk saja dia sering mengalami tebasan dan luka fisik sehingga ia bisa menahan rasa sakit ini untuk sementara meski begitu rasa sakit itu benar-benar mengurangi kosentarinya.
''Baiklah kau lumayan hebat, tapi aku tak punya banyak waktu. Jadi Berserker Soul."
''[Shoyu Shite ita]."
Keduanya melafalkan kartu as milik mereka secara bersamaan, mata pemuda ini berwarna merah dengan melumuri wajahnya dengan darahnya sendiri dari luka yang ditimbulkan dari tebasan Sword yang membentuk garis /.
Tang tang tang tang.
Pedang berlumuran aura hitam itu terus berhadapan dengan Phychopath kita ini, mengulang lagi pertempuran pedang antara si Kurogane Ikki dari rakudai kishi, gerakan keduanya begitu cepat hingga hanya meninggalkan percikan api diudara akibat interaksi antara pedang dan pisau dapur tersebut.
''Aku ingin meminum darahmu Sword."
''Aku ingin membunuhmu Luka."
Tawa keduanya menggema mengisi sepi malamnya dari segi serangan ataupun kecepatan keduanya seimbang, serta kondisi mereka juga sama Sword yang habis melawan Spongebob pasti sedangkan kelelahan, sedangkan kondisi tubuh Luka belum pulih seluruhnya karena mengunakan Mode II dari [Moon Cleaver].
''[Todokiri]."
Luka berhasil menghindari tebasan Sword tersebut kesamping, ia tahu bahwa jurus itu adalah jurus menebas yang dapat memotong apapun terbukti dari bagaimana dia bisa menembus pertahanan [Enkidu] milik Spongebob.
''teknik memotong sayuran no 3 : macedoine."
Luka memposisikan dan mulai mengayunkan pedangnya dengan cepat mencoba merobahkan pertahanan milik Sword dengan membentuk tebasan berulang-berulang membentuk jaring-jaring yang yang tak terbatas dan begitu kuat memotong pedang berkarat itu.
''Aku akan kuakhiri."
''Matilah heh heh he."
Sword membanting pedangnya lalu mencoba menebas Luka dengan pedang berkarat begitu juga Lawannya yang sudah bersiap untuk menebas lehernya, tapi sayangnya seperti nasib Rival lainnya dalam anime keduanya terjatuh ditanah.
Tang........
Keduanya saling terbaring berhadapan, lalu sosok berjubah hitam dengan membawa sebuah tongkat sihir ditangan kanannya muncul dari dalam kegelapan, sosok itu mendekati Sword lalu membopongnya dipundaknya dengan kasarnya.
''Wand turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri."
Wand tak memudilkan itu kata-kata pemberontakan dari Sword dan masih terus membawanya berjalan hingga menjauh lalu mengarahkan tongkatnya keatas dan mulai membaca mantra.
''dengan kelembutan sebarkan biji kehidupan, dengan kekerasan rusaklah segala bentuk kehidupan, Tornado."
Sebuh tornado mulai menerjang kearah Luka dengan cepat, Sword berteriak supaya memantalkan sihirnya karena bagaimanapun itu adalah mangsanya, tapi yang benar saja sebuah dinding es terbentuk disekitar Luka bersamaan dengan seorang gadis berambut biru membawa Rapier dengan tangan lentiknya.
''Goshujin-sama bukannya sudah dibilang oleh Yume bahwa jangan mengunakan [Shoyu shite ita] ataupun [Unlimited Sense]."
Lucil berdiri didepan Luka dengan wajahnya ia menatap Wand dan juga Sword dengan mata kuningnya tersebut bersiaga untuk menyerang keduanya jika mereka menyerang, jelas sekali akan seimbang jika mereka bertarung karena Sword dan Luka sudah tak sanggup pertarung lagi jadi tersisa hanya Wand melawan Lucil.
''Sepertinya kita harus pergi dari sini Sword." Ucap Wand sambil mengeluarkan mantra Teleport.
''Kita akan bertemu lagi Luka." Ucap Sword sambil menyarungkan pedang berkaratnya disarungnya.
Melihat kedua orang itu pergi seketika, Lucil membantu Luka berdiri membopongnya menuju kesehatan sambil melaporkan penyerangaan ini 5 sudah mati tinggal 15 orang yang harus dibunuh ditambah 4 kartu Sword, Wand, Pentagles dan Cup.