Five Sides of You

By Kooroko

71.1K 9.6K 531

Jung Yunho adalah salah satu dalam jajaran Presiden Direktur muda. Kaya, tampan dan berkharisma namun dibalik... More

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20 (END)
PROMO (BUKAN UPDATE)

Chapter 14

2.8K 436 12
By Kooroko

“Begitu dokter. Dia bahkan berani memaki Changmin yang notabene tangan kanan Jung sajangnim. Aku tidak tau apa yang ada dipikirannya namun yang aku simpulkan dia gila,” ucap BoA menggebu gebu menjelaskan kelakuan Karam beberapa hari yang lalu.

Kini BoA tengah bersama Jaejoong diruangannya. Setelah melakukan sesi konsultasi mengenai kesehatan psikis kini mereka melanjutkan sesi ‘bergosip’.

“Lalu, apa dia memaki kau dan Ahra juga?” tanya Jaejoong.

“Ya tentu saja, dia tidak pandang bulu dalam hal memaki padahal kami yeoja. Bukankah itu tindak tidak menyenangkan apalagi dia namja,” jawab BoA.

“Astaga itu keterlaluan. Apa kalian melaporkannya pada Yunho?”

“Tidak, Changmin bisa mengatasinya dan mengusir namja gila itu,” jawab BoA.

Pikiran Jaejoong kini kacau. Di satu sisi kecil ia merasa sedikit cemburu karena ada orang lain yang mengejar Yunho-nya namun ada satu sisi besar cukup berbahaya mengancam Yunho. Ia harus sesegera mungkin menemukan solusi alter ego Yunho sebelum Karam atau bahkan kolega lain Yunho mengetahuinya.

“Dokter Kim… haloo… Oppa!” BoA mengibaskan tangannya ke wajah Jaejoong membuat namja cantik itu tersentak.

“Aih kau mengejutkanku BoA yah.”

“Kau melamun dokter,” ucap BoA.

“Maaf aku hanya memikirkan sesuatu,” jawab Jaejoong. Pikirannya berkecamuk memikirkan kemungkinan kemungkinan yang bisa saja terjadi dan mencoba mencari solusi dari kemungkinan tersebut. Semacam plan yang harus ia buat untuk berjaga jaga. Tak lama BoA pamit untuk pergi dan Jaejoong mengantar BoA sampai luar pintu ruangannya untuk sopan santun belaka.

BoA melambai pada Jaejoong dan Jaejoong pun membalasnya. Tanpa Jaejoong sadari ada empat rekannya yang menatapnya dengan tatapan curiga.

“Apa dia kekasihmu hyung?”-Jongin

“Dia tampak pintar.”-Sehun

“Dia juga cantik.”-Yoochun

“Tapi kelihatan sekali kalau dia centil dan mata keranjang.”-Junsu

Ucapan demi ucapan terlontar dari masing masing mulut rekannya yang membuat Jaejoong terkejut, bahkan ia hampir saja mengeluarkan sumpah serapahnya. Dilihatnya keempat rekannya yang menatapnya dengan pandangan menyelidik.

“Kalian sejak kapan disini?” tanya Jaejoong sewot.

“Sejak hyung melambaikan tangan pada yeoja itu,” jawab Jongin.

“Siapa dia hyung, tidak mungkin pasien bukan. Dia cantik,” tanya Yoochun dan mendapat sikutan dari Junsu yang merupakan kekasihnya.

“Dia pasienku, puas kalian? Dan juga kalau cantik pun Yoona juga cantik,” sahut Jaejoong kesal lalu masuk keruangannya.
.
.
Yunho sedang mengerjakan rutinitasnya. Pandangannya fokus pada lembaran lembaran bernilai ratusan juta dollar tengah ia pelajari. Kaca mata baca bertengger manis dihidung mancungnya yang menawan menambah sisi maskulin dari diri Yunho.

Sebuah gebrakan di pintu membuat fokus Yunho pecah. Disana, namja yang sangat ia benci berdiri menatapnya dengan tatapan murka yang sangat terlihat. Yunho tidak mau ambil pusing dan memilih mengabaikan orang itu. Orang itupun tidak terima diabaikan pun berjalan menuju meja Yunho dengan emosi yang tak berkurang. Menggebrak mejanya dengan keras membuat Yunho menghela napas dan menatap orang itu dengan pandangan datar. Ia lihat disana ada Changmin yang berusaha menahan orang itu untuk keluar dari ruangan itu namun gagal karena Changmin mengutamakan kesopanan pada tamu.

“Lepaskan saja, aku akan mengurusnya,” perintah Yunho dan Changmin mengangguk lalu membungkuk untuk ijin keluar ruangan.

Yunho bangkit dari duduknya dan menghampiri namja itu. Menatap namja itu seolah bertanya tujuannya kemari.

PLAKKK

Bukan jawaban atau makian yang biasanya namja itu lontarkan namun sebuah tamparan mendarat di pipi tirus Yunho. Tak menunjukkan ekspresi keterkejutan atau apapun, masih dengan pandangan datar tanpa menyadari darah yang sedikit merembes disudut bibirnya.

“Dasar anak tidak tau diuntung. Berani beraninya kau melakukan ini pada orang yang sudah susah susah membesarkan dirimu huh! Kau pikir kau siapa?!” marah orang itu atau Mr Choi, ayah kandung Yunho.

“Berani beraninya kau membuka lagi kejadian 11 tahun lalu. Kau pikir dengan membuka kasus itu harabojimu akan hidup kembali? Dasar bodoh, dimana otakmu!”

“Saya tidak tau apa yang anda maksudkan. Tidak perlu berbicara omong kosong dengan saya disaat saya sedang sibuk,” jawab Yunho.

“Cih. Tidak perlu berlagak bodoh kau Jung Yunho. Kau pasti orang yang membuka kasus kematian Jung Kyungho dan mulai mengirimkan terror bukti itu padaku. Tanpa banyak bicarapun aku tau kau pasti yang melakukannya,” ucap Mr Choi.

“Bukankah seharusnya memang begitu? Itu kasus besar namun kenapa bisa tidak ada penyelidikan sama sekali, bukankah itu sangat mencurigakan dan tanda tanya besar bagi masyarakat?” tanya Yunho balik.

“Dasar sialan! Cabut semua penyelidikan itu atau kau akan tau akibatnya,” desis Mr Choi.

“Bagaimana kalau bukan aku yang melakukannya tapi orang lain? Apa kau tidak berpikir berapa banyak perusahaan yang kau tipu?” sergah Yunho.

“Omong kosong--”

“Lagi pula saya tidak punya banyak waktu untuk pembicaraan konyol ini, silahkan pergi,” usir Yunho.

“Dasar namja tidak berhati dan tidak tau terima kasih!” hardik Mr Choi yang sama sekali tidak Yunho gubris dan malah menelpon keamanan perusahaan.

“Tolong antar tuan Choi keluar,” ucapnya di telepon.

“Dasar kau bajingan!” umpat Mr Choi lalu memukul rahang Yunho hingga memar dan sudut bibirnya kembali mengeluarkan darah. Kembali Mr Choi memukul Yunho namun kini Yunho dengan mudahnya menghalau pukulan Mr Choi. Yunho hanya menangkis pukulan pukulan Mr Choi tanpa membalasnya sedikitpun hingga team keamanan datang.

“Maaf kami sedikit terlambat,” ucap salah seorang keamanan setelah mengamankan Mr Choi yang masih ingin menghajar sang bos.

“Tak apa, antar dia keluar,” perintah Yunho dan dipatuhi kedua keamanan yang datang.

“Awas saja kau Jung!” geram Mr Choi hingga benar benar keluar dari ruangan Presiden Direktur.

Yunho menghela napas, menyeka darah yang mengalir pada sudut bibirnya dan meringis nyeri. Ia baru saja menyadari luka itu saat Mr Choi keluar dan ketiga sekretarisnya menatapnya dengan pandangan terkejut dan khawatir.

“Astaga sajangnim, luka anda,” ucap Ahra.

“Akan saya ambilkan P3K,” ucap BoA lalu segera berlari menuju tempat P3K tersimpan.

Sedangkan Changmin, menatap luka itu dengan pandangan tak dapat diartikan. Seolah marah pada seseorang yang menciptakan luka itu.

BoA datang dengan P3K ditangannya dan memberikannya pada tangan Changmin yang sudah terbuka untuk menerima obat obatan itu dan dimengerti oleh BoA. Dengan tatapannya Changmin meminta kedua rekannya untuk kembali dan dimengerti keduanya.

Kini Changmin masuk ke ruangan Yunho lalu menutup pintunya. “Kenapa hyung tidak melawannya?”

Kini mereka duduk disofa dengan Changmin yang mulai membuka kotak P3K. “Melawan yang bagaimana? Aku harus apa? Kalau aku membuatnya babak belur ia bisa melaporkannya pada pihak berwajib. Kau tau dia seperti apa  bukan?” jawab Yunho.

“Yah, pengadu yang tidak tau diri. Lalu apa yang dia lakukan disini, kulihat dia sangat marah,” tanya Changmin sambil membersihkan luka Yunho.

Yunho sedikit meringis nyeri pada sudut bibirnya, “dia bilang ada yang mulai menerornya dengan bukti pembunuhan harabojiku 11 tahun lalu. Dia memintaku untuk mencabut penyelidikan ini,”

“Aku tidak tau UKnow sudah sejauh ini melangkah, apa kau tidak menemukan apapun Min?” tanya Yunho.

Changmin terdiam sebentar sembari menatap langit langit seraya mengingat ingat.

“Pernah. Ah sialan aku baru ingat sekarang. Sekali saat aku pulang dari mengantar pulang Jaejoong hyung aku melihatmu berlawanan arah denganku. Dan lawan arahku adalah jalan menuju rumahmu dan saat aku berbalik untuk mengejarmu aku kehilangan mobilmu,” jelas Changmin.

“Kenapa dia kerumah?” gumam Yunho namun Changmin masih dapat mendengarnya.

“Aku juga tidak tau hyung. Saat itu aku memilih kembali dan mencari tau pada maid di rumahmu,” jawab Changmin.

“Lalu, apa yang mereka katakan?”

“Awalnya aku menanyakan apakah kau pulang pada Mr Lee, satpam rumahmu dan beliau menjawab iya dengan alasan kau hanya mengambil beberapa barang untuk kau letakkan di apartemenmu,” jelas Changmin.

Yunho memang memilih tinggal di apartemen, karena rumah terlalu luas untuk ia tinggali sendirian. Menatap Changmin meminta penjelasan lebih.

“Lalu aku masuk dan bertemu bibi Song dan menanyakan tujuanmu pulang. Beliau berpikir aku tau apa tujuanmu pulang lalu beliau menjelaskan alasannya. Awalnya bibi Song curiga kenapa aku tidak tau tujuanmu pulang dan aku beralasan aku melupakan itu dan untungnya bibi Song percaya,”

“Dan alasan ia ingin mengambil berkas, sudah jelas bukan kalau itu UKnow. Tidak mungkin Hyunno, Christian atau bahkan Yeremi,” ucap Changmin dan diangguki Yunho.

“Hanya itu yang kudapatkan, tidak ada lagi. Berkas itu yang seharusnya kita cari, ada sesuatu dalam berkas itu,” jelas Changmin.

Yunho memikirkan ucapan Changmin yang ada benarnya, namun ia sama sekali tidak pernah menyimpan berkas di rumahnya. Atau jangan jangan UKnow bekerja dengan komputer yang ada dirumahnya, bisa jadi. Lalu dimana UKnow meletakkan berkas itu? Dan berkas apa yang UKnow bawa dari rumahnya?

“Apa kau pikir itu berkas yang penting Min?” tanya Yunho meminta saran pada sahabatnya.

“Bisa jadi iya bisa jadi hanya jebakan, mengingat betapa liciknya UKnow dalam hal ini. Namun ada amannya kita juga mencari berkas itu. Dari yang salah satu maid katakan, kau kembali dengan membawa map berwarna hitam dan tidak terlalu tebal,” jelas Changmin.

“Aku akan coba cari diapartemenku, kali saja dia meninggalkannya disuatu tempat di sana,” ucap Yunho dan diangguki Changmin.

Perang antara UKnow dan Yunho akan segera mulai. Yunho sudah mulai mencari kebenaran akan tindakan UKnow dan mencegahnya untuk tidak melakukan rencana kejinya. Memang ia ingin meluruskan kasus meninggalnya sang haraboji namun tidak menyingkirkan terdakwa dengan membunuhnya seperti rencana UKnow.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
War is coming. UKnow ngapain nih penasaran gaa? Ditunggu vote commentnya loh. Klik bintang okei. See you 😘

Continue Reading

You'll Also Like

72K 8.2K 16
A YunJae FanFiction Warn : Yaoi, boyxboy, boyslove Jung Yunho, Jenderal Perang kebanggan Joseon tidak pernah tahu kalau seorang Pangeran bisa menjad...
31.4K 2.7K 14
Perusahaan Kim tengah mengalami goncangan. Jaejoong sebagai cucu satu-satunya mencoba mencari jalan keluar. Saat itulah dia bertemu dengan Jung Yunho...
81.4K 11K 37
Apakah aku tak pantas untuk bahagia? apakah hanya kesedihan yang aku dapatkan? semua kebahagianku kau ambil. lalu apa yang tersisa untukku? Terinspir...
35.4K 3.1K 12
*Narasi* Jung Yun Ho adalah profesor bedah umum yang memiliki gelar berlipat dan dapat melakukan tindakan operasi apa saja selain orthopedi. Kim Jae...
Wattpad App - Unlock exclusive features