Asrama Di Lian

By cici_nomaden

66.7K 1.1K 71

Cerita ini mengenai kehidupan Cita, yang menjadi yatim piatu di umur 13 tahun ketika ia menyaksikan ayahnya d... More

Asrama Di Lian
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Epilogue

Chapter 11

2K 35 5
By cici_nomaden

“Lo tau gak kira-kira bar XYZ ada dimana?” tanya Aziz.

“Hmm, gue gak tinggal daerah sini, ini aja baru kali kedua gue ke kota,” jawab Rizky.

“Gue juga gak dari sini,” kata Aziz. “Eh tapi elo kan seumur idup tinggal daerah ini, Vit. Lo masa gak tau?”

“Hmm...gue gak pernah dibawa ayah gue kesini. Kalo seluk beluk hutan Chesne, gue tau.”

“Ah lo pada payah semua! Gue tau, ikutin aja gue.”

Aziz menggaruk-garuk kepalanya yang gak gatal, karena selama dua minggu mereka tinggal bareng, Yayank gak pernah mau ikut turun ke kota Lian bersamanya dan Rizky. Bahkan sebelum kedatangan Cita, mereka hampir tak pernah tahu apa pun tentang Yayank yang menjaga segala informasi pribadinya.

Mereka pun beriringan mengikuti Yayank yang bersepeda di depan. Vito yang selama hidupnya berkisar antara hutan Chesne dan halaman luas pak Besar, terkagum-kagum atas keramaian kota Lian.

Kota Lian tak termasuk kota yang terlalu besar. Ia terasa hangat dengan toko-toko kecilnya di sepanjang jalan, dan orang-orang yang berlalu lalang menyapa satu sama lain. Saat itu waktu makan siang, banyak orang-orang yang keluar masuk restoran sekeluarga, berpasang-pasangan, atau bergerombolan dengan teman. Jalan-jalannya tak terlalu besar, hanya bisa dilewati dua mobil berpapasan, ditambah satu barisan mobil parkir satu arah saja. Cita telah mencopot sepasang roller bladenya dan menggantungkannya di kursi goncengan Rizky. Ia kini berjalan dengan sendal jepitnya yang tadi ia jepitkan disana. Setelah berbelok-belok mengikuti Yayank, kini mereka melewati jalan yang sepanjangnya adalah bar-bar kecil yang belum buka, karena mereka hanya buka mulai di sore hari.

“Tuh dia!” tunjuk Yayank ke pertengahan jalan yang bernama jalan Roberto Coelho, penulis terkenal yang datang dari kota Lian. Bar XYZ tak terlihat jauh berbeda dengan urutan bar-bar disana. Mereka mendekati bar tersebut dan memandangnya dari bagian depannya.  Sama sekali belum terliat ada kegiatan sekarang.

“Mau ngapain nih sekarang?” tanya Rizky. “Belum buka, mau tunggu ampe sore apa gimana?”

“Hmm, mau tunggu dimana ya?” cetus Cita. Pertanyaan untuk dirinya sekaligus sahabat-sahabatnya.

“Tapi sampai kapan kita mau nunggunya? Kan kita udah harus balik sebelum jam 7?” tanya Aziz.

“Bar buka jam 6 sore, kita masih punya waktu sebelum gerbang ditutup dan kita terkunci di luar. Sebelum itu kita bisa makan di rumahku, ayo.” Yayank dengan tenang menggiring sepedanya ke arah gang beberapa pintu bar dari situ. Ia kemudian membuka pintu dan terlihat tangga ke bawah tanah. Ternyata di bagian bawah bar-bar adalah apartemen-apartemen kecil yang kumuh.

Untuk beberapa saat tiga sahabat yang lain hanya termangu mengikuti Yayank dan tak berkata apa-apa. Sebagian besar dari murid 3V memang anak-anak orang kaya, tetapi ada beberapa persen dari mereka adalah anak-anak yang mendapatkan beasiswa penuh dari sekolah. Yayank tidak pernah sekali pun memberi tahu bahwa ia salah satu dari anak-anak beasiswa tersebut.

Yayank kemudian membuka salah satu dari dua pintu di bawah.

“Hallo, ada orang di rumah gak?”

“Waah, bang Yayank! Ibuu, ada abang!”

Yayank masuk dan mengusap kepala adik lelakinya. Adik Yayank ada dua, keduanya laki-laki. Yang menyambutnya tadi adalah adik bungsunya yang berusia 8 tahun, adik satunya lagi, sekitar 10 tahun, hanya menatap tersenyum dari luar kamarnya.

Ruang rumah itu amat kecil, hampir lebih kecil daripada rumah Cita dan ayahnya. Terkesan kumuh karena jendela yang ada hanya menghadap ke dinding di sebelah, sehingga matahari tak bisa masuk. Satu-satunya cahaya hanyalah dari jendela-jendela kecil yang menghadap ke atas jalan. Seringnya jendela-jendela itu tertutup oleh ban mobil yang parkir di hadapan gedung.

Yayank berjalan menuju dapur dan mencari ibunya. “Bu, ada makanan apa? Aku ada teman-teman disini, dan mereka kelaperan. Bu?”

Ibunya Yayank sedang memasak kentang, makanan paling umum dan paling mudah tumbuh di daerah kami, tapi kami tahu sopan santun. Walaupun keluarga Cita miskin, tapi karena lahan asrama yang besar, mereka dapat bercocok tanam apa pun, dan kalau daging, mereka selalu dapat berburu ke hutan Chesne. Mereka miskin, tapi tak pernah kekurangan. Dengan lahap keempat sahabat dan adik-adiknya Yayank memakan kentang yang hanya dibakar tanpa tambahan mentega, hanya ditemani garam dan lada hitam.

Tak lama sesudah selesai makan siang, mereka pun memakai waktu yang tersisa untuk mengelilingi downtown Lian. Mereka mampir ke toko Caritas seperti yang diminta Aziz dan berkenalan dengan beberapa anak perempuan dari asrama Teratai. Satu dari mereka, anak perempuan kelas 2 yang bernama Lia menarik perhatian Aziz. Sementara Yayank dan Aziz berkenalan dengan sekelompok anak perempuan, Cita dan Rizky hanya memandang tersenyum-senyum dari jauh.

“Udah kenalannya?” goda Cita ke Aziz.

“Hehehe, udah doongg. Kok lo gak ikutan?”

“Ngapain? Gue gak tertarik ama sesama soalnya, Jis” balas Cita.

“Lah elo ngapain ngeliatin doang, Ky?” tanya Yayank.

“Hmm, biasanya kalo cowok cool itu gak usah ngejar-ngejar soalnya Yank, kita yang dikejar” tawa Rizky.

“Huah, oh iya, gue lupa ada yang satu tuh nanya nama lo siapa,” sahut Aziz.

“Tuh kaan, gue gak perlu ngejar duluan, udah dikejaar” 

“Eh tapi ada juga yang nanyain Vito, bukan?” cetus Yayank.

“Oh iya, Vit. Elo juga ditanyain tuh namanya siapa.”

“Huahahahaha, gue udah tau kalo tu cewek-cewek buta semua!” Rizky tertawa ngakak.

“Ah udah ah, udah waktunya kita balik ke arah bar XYZ nih!” seru Cita.

Di bar XYZ

“Siapa yang bisa masuk nih?” tanya Aziz di depan pintu bar. “Kita semua kan dibawah umur?”

“Tenang, gue bisa ajak lo pada masuk,” jawab Yayank penuh percaya diri. “Tapi kita nyari apaan?”

“Gue juga gak tau nyari apaan, tapi pembunuh ayah gue ada hubungannya ama bar ini,” jawab Cita.

“Ya udah, kita masuk aja dulu,” usul Rizky.

Di hadapan penjaga pintu bar, Yayank hanya perlu tersenyum dan berkata, “Pak Edi, apa kabar?”

“Eh Yayank, udah lama gak ngeliat. Bawa siapa?”

“Aku sama teman-teman sekolah. Mau ngeliatin tempat ini sebentar, gak papa ya? Kita gak pesan macem-macem kok.”

“Iya, masuk deh.”

Ketiga sahabat hanya saling memandang kebingungan. Yayank mendorong mereka dari belakang.

Mereka memilih tempat di sudut, jauh dari pengunjung-pengunjung lain.

“Yank, kok lo ampe tau penjaga bar ini?” Aziz bertanya.

“Oh, penjaga bar ini udah bertahun-tahun kerja disini, jadi gue kenal.”

Tak lama terdengar suara merdu penyanyi wanita dari dekat piano yang dimainkan merdu. Wanita itu terlihat amat cantik dan berpakaian sexy.

“Loh, itu bukannya ibu lo, Yank?” tanya Cita dengan terkejut.

Yayank hanya tersenyum.

“Oh iya, bener! Itu ibunda kan, Yank? Wuih! Cantik banget!” seru Aziz

*Geplak!*

“Adowww!” Aziz mengelus kepalanya yang kesakitan dipukul Yayank dari belakang.

“Iya, itu ibu gue. Udah puluhan tahun ibu gue kerja disini. Gue besar di lingkungan bar. Bokap gue udah lama ninggalin kita, tepatnya waktu bunda hamil sama adek bungsu gue.”

“Bokap lo udah meninggal, Yank?” tanya Rizky.

“Nggak, bokap gue ninggalin nyokap, gue, dan adek-adek gue. Gak tau kemana,” jawab Yayank pendek dan tanpa ekspresi.

Untuk beberapa saat tiga sahabat itu tak dapat berkata apa-apa.

Continue Reading

You'll Also Like

488 60 9
Berawal dari pertemuan yang tidak biasa. Beberapa gadis yang memiliki sifat, paras wajah,dan hobby, bahkan hal-hal kesukaannya pun yang sangat berbed...
2.8K 186 43
πŸ“– π—¦π—Άπ—»π—Όπ—½π˜€π—Άπ˜€ Satu kecelakaan... Lima sahabat... Dan sebuah rahasia yang seharusnya terkubur selamanya. Citra meninggal tragis dalam kecelakaan...
23.5K 1.9K 33
Pernyataan kelima siswa yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan peringkat satu paralel membuat penyelesaian kasus menjadi makin rumit. Pasalnya, mer...
STM Punya Cerita By

Teen Fiction

727 42 18
[SLOW UPDATE] Wattpad, banyak cerita cinta fiksi remaja. Anak sekolah, teenfiction, romance, horror, comedi dan lain masih banyak lagi. Tapi jarang a...
Wattpad App - Unlock exclusive features