Triple S 2 [The END]

Por Sxcaa1401

44K 1.7K 84

Lanjutan cerita dari Triple S, bagi yang belum baca Triple S di sarankan baca terlebih dahulu. Bahasa non ba... Más

kebahagiaan sederhana
Jatuh Cinta?
Mood~
Masa Lalu
Phobia
Livin A Lie
Sebuah Kebingungan dan Kehangatan
Masa Lalu Joe
Tidak Di Anggap
Sick Tapi Tak Berblood
Pindah Ke Jerman?
Nay dan Dimas
Nah dan Harry
Stresnya Kumat
Hangout Rame-Rame?
Hangout Rame-Rame
Pertemuan Tak Terduga
Triple S
Syok
Finally
Miss them?
Miss Them? Nay part
Miss Them? Nah part
Duka

Penyesalan

1.5K 75 7
Por Sxcaa1401

"Emm, bang?" Harry menoleh.

"Kamu fikir saya tukang bakso kamu panggil bang?" Lexha menghela nafasnya.

"Kenapa kemari?" Harry memang berada di ruangan Lexha.

"Ini kantor saya, suka-suka saya" Lexha berjalan kearah meja dan mengambil tas untuk segera pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

"Ga pulang?" Harry bangkit.

"Bareng, saya ga bawa mobil" Lexha terdiam, dia tidak mau abangnya risih karena Harry akan satu mobil dengannya.

"Ni abang bawa aja, Lexha biar pulang naik taxi. Lexha ga mau abang risih karena satu mobil bareng Lexha, Lexha juga paham. Abang sebenernya ga mau kan pulang bareng Lexha, karena abang ga ada pilihan akhirnya abang nugguin Lexha" Lexha menaruh kunci mobilnya di meja.

"Lexha taruh di meja kuncinya, Lexha takut abang ga mau nyentuh Lexha. Dan satu lagi, Lexha ga akan marah kalo mobil Lexha lecet. Asal jangan abang yang lecet, Lexha ga mau itu. Kalo gitu Lexha duluan ya bang, takut ga ada mobil"setelah itu Lexha berlalu, sedangkan Harry? Dia hanya mematung.

"Cih, dasar bocah! Kalo tau begini lebih baik gue yang pulang naik taxi" Harry mengambil kunci mobil Lexha di meja dan bergegas menyusul Lexha.

"Gila tuh bocah kemana si? Perasaan jalannya cepet amat" Harry mencari Lexha ke halte depan kantor, namun dia tidak menemukannya.

"Apa dia udah naik taxi? Akh dia ga pernah berubah! Selalu bikin gue khawatir!" Harry menemukan Lexha di sebrang jalan sambil menunduk, setelah itu ia kembali ke basement untuk mengambil mobil.

"Gue pulang naik apa? Mau nelfon Joe tapi handphone gue low, gue pulang naik apa ya allah" Lexha menyebrangi jalan sambil melamun, dan...

Brak!!!

Tubuh Lexha terpental jauh karena di hantam oleh sebuah truk, dan Lexha menjadi korban tabrak lari.

"Lah tu bocah kemana? Perasaan tadi ada di situ, btw itu apaan dah rame banget" Harry turun dari mobilnya dan menghampiri kerumunan warga.

"Permisi pak ada apa ya?" Harry menepuk punggung bapak-bapak.

"Ini ada korban tabrak lari, saya sih tidak kenal siapa orangnya. Tapi banyak yang bilang dia salah satu karyawan yang kerja di Leon company"

Karyawan? Siapa? -Harry.

Harry segera masuk ke kerumunan orang-orang, dan lututnya seketika melemas saat tahu siapa yang terbaring lemah sambil terbujur darah.

"DEK BANGUN DEK! INI ABANG DEK KAMU BANGUN DONG!!! TOLONG PANGGIL AMBULANCE" Harry memangku kepala Lexha.

***

"Udah dapet info bun?" bunda menggeleng.

"Bunda udah nanya sama Andre cuma dia bilang, Lexha tadi pagi langsung pulang. Ga ngasi dia kabar dulu, jadi dia ga tau Lexha sama Harry kenapa" Nah dan Nay membuang nafasnya kasar.

"Dimas ga jemput kamu?" Nay menggeleng.

"Dimas belum pulang bun, dia bilang pulang jam 10. Berarti satu jam lagi" bunda mengangguk.

"Bundaaaaaaa, Lee udah selesai belajar" Lee masuk sambil berlari.

"Duh anak bunda jangan lari-lari nanti jatoh" Lee hanya menampilkan deretan gigi putihnya.

"Eh ada kaka Nay, hallo kaka" Lee melambaikan tanggan ke arah Nay. Karena memang tadi pas Lee pulang sekolah, Nay lagi di kamar Nah jadi Lee ga tau kalo Nay dateng.

"Hallo sayang" Lee tersenyum, namun dia seperti mencari sesuatu.

"Kamu nyari apa dek?" Lee menatap Nah.

"Lee nyari kaka, semalem Lee lihat kaka berantem sama abang. Terus abang mukul pipi kaka, abis itu kaka nangis. Lee takut sama abang, abang nakal mukul kaka. Lee ga suka!" bunda, Nay, dan Nah saling berpandangan.

"Lee tadi bilang, abang Harry mukul kaka Lexha? Emang Lee lihat? Semalem kan Lee tidur sama bunda" Lee mengangguk.

"Lee lihat! Semalem Lee haus, terus Lee lihat abang mukul kaka, semalem Lee ngumpet. Pas abang naik ke atas Lee nyamperin kaka yang lagi nangis, terus bibir kaka berdarah"

Harry sialan! Maunya apa si tuh orang? Ga mikir Lexha kan adiknya? -Nah.

Berarti semalem ada pertunjukan antara bang Harry dan Lexha?  -Nay.

Ini adak dua kenapa coba? Pada kurang obat kali ya? -bunda.

"Bunda! Lee nanya kaka kemana?" bunda langsung mentap Lee.

"Kaka pergi ke kantor" Lee mengangguk.

"Sama abang?" kali ini bunda yang mengangguk.

"Ih bunda jangan! Nanti kaka nangis lagi. Lee ga mau kaka nangis" bunda menggaruk kepalanya.

"Lee dengerin kaka Nay ya, abang itu ga nakal, semalem abang sama kaka lagi bercanda. Jadi Lee ga usah takut sama abang ya?" Lee mengangguk.

"Assalamualaikum" ayah datang sambil melonggarkan dasinya.

"Waalaikumsalam" bunda, Nay, Nah, dan Lee mencium punggug tangan ayah.

"Lexha sama Harry belum pulang?" semuanya menggeleng kecuali ayah dan Lee.

"Lee sayang, kamu ke kamar dulu ya sama bibi Karin. Minum susu terus kamu tidur ya? Biar besok ga kesiangan, ok?" Lee mengangguk.

"Oke, dadah" Lee beranjak ke dapur untuk memanggil bibi Karin, lalu masuk ke kamarnya.

"Yah" ayah melipat lengan kemejanya.

"Hmm?" ayah masih sibuk dengan kemejanya.

"Tadi Lee cerita, katanya semalem dia ngeliat Harry sama Lexha berantem" ayah menghentikan aktivitasnya.

"Berantem? Pantesan tadi mereka ga saling negor" bunda menghela nafasnya.

"Iya yah teru--" Nah menyikut lengan Nay.

"Aduh Nah sakit tau! Nah mah kasar, Nay bilangin Dimas loh nanti" Nah menjulurkan lidahnya.

"Ih kok Nah ngeselin sih! Bundaaaaaa! Ayahhhhh! Nah ngeselin tuh" bunda dan ayah menggelengkan kepalanya.

"Terus mana mereka? Belum pulang? Meeting udah selesai dari tadi. Seharusnya mereka udah pulang!" Ayah membuka ponselnya dan menelfon Harry.

"Hallo kamu di mana?"

"Maafin Harry, maaf, Harry sama Lexha ada di rumah sakit"

"Kamu kenapa? Siapa yang sak-"

Tuuut.

"Kita ke rumah sakit sekarang! Kalian berdua di sini aja jagain Lee, nanti kalo ada apa-apa baru kalian boleh ke sana" Nah dan Nay mengangguk, padahal mereka resah. Di otaknya terus berputar Pertanyaan siapa yang sakit?

"Buruan bun! Ga usah bawa apa-apa lagi! Ayah bawa dompet" bunda dan ayah segera keluar.

"Siapa yang sakit Nah?" Nah menggeleng. Dalam hatinya dia terus berdoa semoga Harry dan Lexha tidak apa-apa.

"Doain aja semoga Lexha sama Harry ga papa" Nay mengangguk.

***

"OM... OM... OM WILLIAM!!!" Harry menggendong Lexha yang masih terbalut darah.

"Kenapa adik kamu?" om William datang dengan beberapa suster yang membawa brankar.

"Ga tau om, cepet om cepet. Aku ga mau kehilangan Lexha untuk kedua kalinya" setelah sampai di ruang oprasi, Harry di larang masuk.

"Tunggu di luar, om akan usahakan yang terbaik" Harry mengangguk.

Bodoh, seharusnya gue ga marah sama dia. Seharusnya gue ga kelewatan, arrrggghhh -Harry.

Ponsel Harry bergetar tanda ada panggilan masuk.

Ayah muda, kesayangannya Lexha
Incoming call

"Hallo kamu di mana?"

"Maafin Harry, maaf, Harry sama Lexha ada di rumah sakit"

"Kamu kenapa? Siapa yang sak-"

Tuuut.

Harry tidak kuat menjelaskannya kepada ayahnya, dan dia memutuskan untuk segera memutuskan sambungan teleponnya.

Tbc...

Salam author aka istrinya Kai

Seguir leyendo

También te gustarán

84.2K 1.7K 28
Warning LGBT Area 🔞⚠️ mohon jangan dibawa ke dunia nyata karena cerita ini adalah cerita fiksi mohon kebijakan dari readers semua
79.7K 4K 24
🎖#1 in ceritasekolah 🎖#1 in wattpadpastel Maaf, kalau ceritanya ngalur ngidul dan penulisan kosa kata yang belum tepat. Enjoy!^^
217K 15.7K 35
🚫 FOLLOW DULU BARU DI BACA!!! 🚫 🚫 Mohon baca judul, jangan salah lapak, ini GS! 🚫 ••• Hidup bergelimang harta dan juga kekayaan sejak lahir, memi...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas