"Akan ada saatnya dimana percayamu dikecewakan, lalu hatimu dengan sengaja dipatahkan dan saat itu kamu tau apa maksud dari keikhlasan"
~Kimberly~
Sorry for typo and
Happy reading ! 💛
🌈🌈🌈
Selama dimobil Rani terus saja mengomel tentang Brandon, Kim terkekeh geli melihat Rani yang tiada henti-hentinya mengoceh sebangai bentuk kekesalannya pada Brandon.
"Apa-apaan sih itu orang ?apa maksudnya coba ngebaperin habis itu ninggalin" omel Rani seraya berdecak kesal namun pandangannya sesekali pada jalan dan sesekali pada Kim.
"Udah lah Ran, biarin aja gue nggak papa kok" ujar Kim berusaha menenangkan Rani, perasaan yang dibuat kecewa itu Kim deh, kok Rani yang ngomel-ngomel.
"Nggak papa gimana Kim ?lo nggak bisa bohong sama gue, gue tau lo.. Udah mulai suka sama Brandon kan ?" ujar Rani sepelan mungkin karna takut sahabatnya tersinggung.
"Eh- nggak kok" ujar Kim gelagapan sendiri.
"Kim jangan bohong, please jujur ke gue, walaupun baru kenal 1 bulan tapi gue udah amggep lo bukan sahabat, tapi kayak saudara buat gue" ujar Rani sambil tersenyum tulus.
"Gimana ya Ran ?gue emang udah terlanjur baper sama Brandon, tapi--" ujar Kim mengaku, belum sempat habis berkata-kata Rani langsung menerobos memotong perkataan Kim.
"Nahh kan !apa gue bilang !lo pasti udah terlanjur suka sama Brandon, emang ya itu cowok nggak bertanggung jawab banget pengen gue panggil berantem deh sama dia" ujar Rani melanjutkan omelannya.
"Ihh dengerin dulu belum selesai ngomong nih" ujar Kim kesal karna Rani terus saja memotong perkataannya.
"Hehe iya lanjutin mba silahkan" ujar Rani sambil tertawa kecil.
"Kalo menurut persen sih Ran, gue baru 50% baper sama dia" ujar Kim melanjuti perkataannya.
"Haa ?50% lo suka sama dia ?" beo Rani tak percaya, mungkin kalau dia yang jadi Kim mungkin sudah jatuh cinta bukan lagi masih baper.
"Iya kenapa emang ?jangan terlalu baper makanya biar hati lo nggak bakal hancur kayak wafer" ujar Kim sambil tertawa.
"Ehm, lo beneran masih baper belum ke tahap suka ?" ujar Rani.
"Suka ?" ulang Kim dengan nada ragu, memang Kim tidak pernah merasakan jatuh cinta tapi menurut artikel remaja yang sering ia baca bisa jadi ciri-ciri naksir seseorang, berlaku pada Kim.
"Gak tau Ran, males gue mikir" ujar Kim final sambil menyandarkan punggungnya.
Setelah itu mereka tidak lagi membahas Brandon, melainkan bercerita hal-hal yang konyol sehingga mereka tertawa bersama.
"Gue seneng lihat lo bahagia gini Kim, jangan sedih terus ya gue bakal selalu ada buat lo" batin Rani sambil tersenyum kecil menatap Kim yang tengah tertawa karna lawakan garing milik Rani.
🍃🍃🍃
kim memasuki kamarnya dengan wajah datar, ketika ditanyai tadi oleh mamanya kenapa Kim hanya menjawab ada banyak tugas disekolah. Gadis itu langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuknya.
"Kenapa hati gue sakit ya waktu Brandon jujur tentang yang sebenarnya ?gue nggak suka sama dia dan nggak akan pernah! Tapi kenapa gue bisa nangis ?!" ujar Kim frustasi, meskipun dia mengatakan bahwa dia tidak menyukai Brandon, tapi hatinya malah berkata lain.
Saat sedang asik melamun gadis itu memperhatikan seluk beluk kamarnya matanya menangkap Serafina yang sedang tertidur di lantai samping meja belajarnya, Kim tersenyum miring lalu berjalan menuju kucingnya itu yang sedang tertidur lelap. Dengan jahil Kim mengubah posisi Serafina menjadi bersandar pada dinding di sampingnya lalu memotretnya. Gadis itu cekikian sendiri melihat hasil jepretannya lalu dia mengembalikan posisi Serafina ke semula.
🍃🍃🍃
Malam hari pun tiba Kim duduk termenung di meja belajarnya setelah mengerjakan PR Fisikanya.
"Kenapa gue kepikiran ?nggak ada urusannya sama gue, tapi kenapa gue yang sakit ?, heart please be careful this time !" ujar gadis itu sambil berbicara sendiri dengan senyum getir gadis itu melangkah menuju kasurnya dan membaringkan tubuhnya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu itu membuat Kim membuka kembali matanya, Evan masuk sambil membawa nampan berisi makan malam Kim.
"Kim kenapa tadi nggak turun makan ?" tanya Evan setelah sampai dihadapan Kim dan duduk di ujung kasur Kim.
"Ehm, Kim nggak lapar ka, capek banget tadi disekolah" ujar Kim dengan senyum tulusnya. Evan menatap Kim curiga, biasanya sepulang sekolah Kim tidak pernah seperti ini, seperti ada sesuatu yang disenbunyikan.
"Kim kamu kenapa ? Cerita sama kaka" ujar Evan dengan senyumnya dan mengusap pucuk kepala Kim setelah menaruh nampan berisi Nasi goreng dengan tambahan telur mata sapi setengah matang, dan dengan hiasan sosis yang telah dibentuk bunga, tomat, sayuran dll. Makanan kesukaan Kim, tapi gadis itu tidak berniat memakannya.
"Kim nggak papa kok kak" ujar Kim masih dengan senyumnya sambil menggemnggam tangan Evan yang tadi mengusap kepalanya. Evan menghela napas kasar mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk Kim bercerita. Evan tidak ingin merusak mood adiknya itu dengan memaksa menjawab pertanyaannya.
"Yaudah makan dulu ya, kasian tadi mama sama papa udah manggil kamu tapi nggak dijawab karna khawatir mama sama papa suruh cek kamu dikamar sekalian bawa makanannya." ujar Evan sambil tersenyum lebar dan menyerahkan piring berisi nasi goreng kepada Kim.
"Suapin" ujar Kim seperti anak kecil dengan senyum lebar miliknya, Evan tertawa kecil melihat tingkah adiknya lalu dengan gaya pesawat terbang Evan memasukan sesendok nasi goreng kemulut Kim.
"Enak ?" tanya Evan sambil menatap Kim yang kini mulutnya penuh dengan nasi karna porsi yang disuapi Evan 1 sendok penuh. Dengan anggukan dan senyum Kim menjawab pertanyaan Evan karna mulutnya masih sibuk mengunyah makanannya. Setelah makanan yang dimulut Kim ditelannya, Evan langsung menyuapkan lagi, lagi sampai nasi itu tandas lalu mereka bercanda bersama Kim tertawa terbahak-bahak mendengar curhatan kakanya yang mengatakan kalo doinya tidak peka padahal kode yang diberikan oleh Evan terbilang keras.
Evan tersenyum manis melihat Kim yang masih tertawa didepannya, dalam hatinya dia mengucap janji.
"Gue akan jagain adek gue semampu yang gue bisa siapapun yang berani buat dia sakit, bakal gue buat babak belur, Kim adik yang paling gue sayang gak ada satu pun orang yang boleh sakitin dia" ujar Evan dalam hatinya dengan nada tegas.
🍃🍃🍃
Pagi harinya Kim berjalan di koridor menuju kelasnya dalam perjalannya mata Kim tak sengaja menangkap sosok Brandon yang tengah bercanda bersama teman-temanya, sadar sedang diperhatikan Brandon balas menatap Kim, cowok itu hanya tersenyum tipis kearah Kim dan kembali bercanda bersama teman-temannya. Kim melongo tak percaya biasanya jika Brandon bertemu Kim pasti langsung menyapa dan menganggu Kim tapi kali ini dia tidak melakukannya. Kim mencoba untuk tidak peduli jauh dalam lubuk hatinya gadis itu tersenyum kecut. Tidak untuk hari ini, mungkin besok ?, atau tidak seterusnya.
Kim memasuki kelasnya dengan wajah tanpai ekspresi dan langsung duduk disampi Rani yang tengah bermain Racing in car sambil berteriak heboh. Sepertinya hobi bermain game mobil-mobilan Rendy tertular pada Rani.
"Kenapa lo Kim ?pagi-pagi udah cemberut aja, yang semangat dong kayak gue nih!" ujar Rani sambil tersenyum bahagia, Kim menatap Rani dengan tatapan curiga, kenapa sahabatnya yang gila ini jadi tambah gila ?
"Lo kenapa ?bahagia banget ?" tanya Kim curiga mencoba menghilangkan gejolak aneh dalam hatinya saat melihat sifat Brandon.
"Gue udah jadian sama Rendy!!" ujar Rani sambil memekik girang sambil mengguncang-guncang bahu Kim. Kim membulatkan matanya mendengar perkataan Rani.
"Ha ?kok bisa ?kapan dia nembak lo ?wahh lo nggak cerita-cerita sama gue" ujar Kim dengan nada pura-pura merajuk.
"Ini mau cerita Kim, kemarin tuh Rendy ajakin gue jalan ke mall nah trus pas di mall itu kayak ada band gitu kan yang nyani dan setelah band itu nyanyi dibilang sama MCnya kalo siapa yang mau nyambangin lagu dipersilahkan. Nah Rendy langsung buru-buru datang ke panggung itu terus mulai bicara di mikrofon gini" ujar Rani
Flashback on
"Selamat malam semua, gue mau nyumbangin lagu buat kalian semua terutama cewek yang disana" ujar Rendy sambil menatap Rani yang ingin segera pulang dari sana karna pipinya yang memerah menahan malu karna ditatap oleh banyak orang yang menyaksikan.
"AAAA GANTENG BANGETTTT"
"PUNYA GUE ITUUU"
"SUARANYAAAA"
"KENAPA DIA HARUS UDAH ADA DOI SIHH !"
"KAK LUPAIN AJA DOI KAKAK, ADA AKU DISINI!!"
"AAAAA UDAH ADA CACAR DIAAA!"
"CACAR ?APAAN TUH ?"
"CALON PACAR HEHE".
Rani yang mendengar teriakan demi teriakan histers itu ingin rasanya dia menyumpal mulut gadis-gadis itu dengan sepatu flatshoes yang dikenakannya tapi dia urungkan karna rasa malunya mengalahkan itu semua. Rani hanya diam menunduk menahan malu ditempatnya tanpa berani menatap Rendy yang sedang menyanyikan lagu Virgoun yang berjudul Bukti.
Setelah menyanyi Rendy kembali bersuara "gue pengen ngomong sesuatu sama dia, dan kalian yang jadi saksi" ujar Rendy sambil tersenyum seluruh mata para pengunjung disitu hanya mampu menganga, histeris sambil memperhatikan Rendy yang turun dari panggung dan berjalan menuju kearah Rani yang masih menunduk dan saat ini ingin lenyap dari bumi.
"Ran, will you be my girlfriend ?" ujar Rendy sambil memegang kedua tangan Rani dan menatap Rani yang ada dihadapannya itu. Rani menahan napasnya dan mengangkat kepalanya menatap Rendy yang kini tersenyum manis padanya. Seluruh orang-orang yang mengunjung mall tersebut langsung menarik diri untuk melihat apa yang terjadi.
"Gue pengen lenyap aja dari bumi saat ini, mamaaa tolong!" ujar Rani berteriak histeris dalam hatinya. Rani mulai mengangguk-anggukan kepalanya perlahan karna saking gugupnya tak mampu berbicara. Seluruh sorakan riuh dan tepuk tangan langsung menyambut jawaban Rani. Rendy tersenyum manis, ingin memeluk gadis itu, tapi dia urungkan karna wajah Rani yang merah padam itu, (takut wajah Rani kebakar kali wkwk 😂).
"Terimakasih semua!" ujar Rendy dengan senyum kecilnya dan menggenggam tangan kanan Rani lalu melangkah pergi dari sana.
Flashback off
Kim terperangah mendengar cerita Rani yang dengan semangatnya bercerita, antara kagum dan tidak percaya muncul di benak Kim.
"Lo serius ?gila aksinya itu lhoo Ran, anti mainstream, pokoknya lo harus traktir gue!" ujar Kim takjub sementara Rani ingin rasanya gadis itu berteriak sekeras mungkin namun ia urungkan karna agama, oleh Pak. Yusuf.
Sebenarnya Kim ingin menceritakan kejadian tadi, tapi dia urungkan karna tidak mau membuat sahabatnya khawatir.
🍃🍃🍃
Jam istirahat pun tiba Kim dan Rani yamg masih dikelasnya ingin keluar menuju kantin, namun diurungkan karna sosok Rendy muncul berjalan kearah mereka, lebih tepatnya kearah Rani. Kim tersenyum tipis melihat keduanya, yang satu cerewet yang satu kadang bijak kadang juga gila.
"Kekantin yuk Ran" ujar Rendy sambil tersenyum menatap Rani. Rani menatap Kim sebentar yang sedang tersemyum kearah mereka berdua. Rani tidak enak jika harus meninggalkan Kim.
"Ehm, gak deh Ren aku sama Kim aja" ujar Rani tersenyum menatap Rendy, Kim membulatkan matanya.
"Eh, apaan sih Ran ?nggak usah gue sendiri aja nggak papa kok, lo sama Rendy aja kekantinnya" ujar Kim sambil berusaha meyakinkan Rani. Tanpa menggubris omongan Kim, Rani kembali meyakinkan Rendy. Inilah yang Rani takuti jika di sudah punya pacar, Kim akan merasa tidak enak jika mengganggu waktu Rani dengan Rendy.
"Ren, kamu duluan ya kekantinnya aku sama Kim aja, nanti ketemu di kantin" ujar Rani sambil tersenyum. Pandangan Rendy kini beralih pada Kim, Rendy menatap Kim sebentar lalu mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ok, nanti ketemu dikantin ya" ujar Rendy sambil menepuk pelan pucuk kepala Rani dan berlalu dari sana.
"Ih Ran! Apa-apaan sih ? Gue nggak papa kok kekantin sendiri, nggak enak sama Rendy dia udah nyamperin lo masa lo nolak" omel Kim seraya menatap Rani.
"Kim, gue nggak mungkin ninggalin sahabat gue yang butuh gue, gue tau lo pengen cerita sesuatu sama gue kan ?" ujar Rani sambil tersenyum tulus. Kim yang mendengarnya langsung Speechless ditempatnya.
"Ehm, maaf Ran gue ngerepotin lo terus" ujar Kim dengan rasa bersalah sambil menundukan kepalanya.
"Apaan sih Kim ?! kita kan sahabat jadi lo nggak boleh ngerasa nggak enak oke ?pokoknya kalo lo ada masalah cerita ke gue jangan ditutup-tutupin, apa gunanya gue disini sebagai sahabat lo ?" ujar Rani panjang lebar.
"Iya makasih Ran, yuk kekantin nanti gue cerita" ujar Kim berjalan keluar kelas diikuti oleh Rani.
❤💙💚💛💜
Hayy semua ?gimana part ini ?maaf ya kalau panjang dan buat kalian bosen bacanya hehe..
Jangan lupa di VOMMENT ya, makasih...
Salam,
Gracia