I D O L ✔

By babyilsan_

498K 38.4K 2.7K

Berawal dari salah masuk konser membuat Bae Nara kembali bertemu dengan mantan pacarnya, Kim Taehyung. Nara... More

1| Prologue:: TERPAKSA
3| Drunk
4| Flashback
5| Terror
06| Sick
7| Obat
8| Triangle Love
9| Stay
10| Answer
11| Insiden
12| TERLUPAKAN
❗BACA INI SEBELUM BACA CHAPTER SELANJUTNYA❗
#13 FLASHBACK (Kim Namjoon)
#14 PANGGILAN
#15 KONTRAK
#16 HIM
#17 BREAK
#18 BIRTHDAY
#19 FIRST SNOW
#20 HER
#21 AGAIN
#22 WHO IS SHE?
#23 FEARS
#24 DISPATCH
#25 180 DERAJAT
#26 HANYA MENEBAK
#27 TEMAN LAMA
#28 DATANG LAGI
#29 JEBAKAN
#30 WHO IS HE?
#31 RAHASIA UNTUK KEBAIKAN
#32 HILANG
#33 JIKA RINDU MENANG
#34 TAWARAN GILA
#35 HAMPIR GILA
#36 'KAU AMAN'
#37 CURHAT
#38 Ending: 'Jangan Merindukanku' (-)
#39 Ending: 'Cause You are The Reason' (+)
#40 Apple Of My Eye [Bonus Chapter]

2| Meet Again

29.7K 2.1K 160
By babyilsan_

'Terkadang pertahanan yang kubuat bisa runtuh hanya dengan satu kata yang kau ucapkan.'

-s.a-

_______________


"Kenapa kau melakukan itu? Kau harus membayar ganti rugi untuk itu." Nara sudah berada di dalam mobil saat ini. Duduk di seat penumpang mobil seorang pria. Mobil Kim Taehyung.

Taehyung menyuruh Nara untuk ikut bersamanya setelah insiden kejar-kejaran beberapa menit yang lalu. Bukan Nara yang meminta, melainkan Taehyung memaksanya gadis itu untuk ikut.

Taehyung mendecih.  "Aku menyelamatkanmu dan kau yang minta ganti rugi?" Sedikit lucu mendengar tuntutan gadis yang duduk di seat mobil sebelahnya saat ini.

"Kenapa kau menyelamatkanku? Aku bisa membayar ganti rugi tiket itu jika tertangkap." Nara tidak mau kalah. Harga dirinya benar-benar hancur di depan mantan pacarnya sendiri.

"Kau kira berapa harganya? Para fans berlomba-lomba untuk mendapatkan tiket dan kau seenaknya mengambil punya orang begitu saja. Kau mau bayar dengan apa? Dengan gaji part timemu?" ceroscos Taehyung.

"Dari mana kau tau?" Nara menatap Taehyung meminta penjelasan.

Darimana Taehyung tau bahwa Nara mengambil kerja part time?

"Hanya tau," jawab Taehyung singkat.

"Wanita itu masih menghubungimu? Ibuku?" tanya Nara. Kini pandangan Gadis Bae itu tak teralihkan lagi. Nara menatap Taehyung, menunggu jawaban pria tersebut.

Nara benar-benar tak menyangka jika Taehyung akan menjawab dengan anggukan.

"Pulanglah, kau memiliki segalanya tapi kau malah kabur dari rumah dan memilih bekerja part time?" Taehyung tidak mengalihkan pandangannya dari arah jalanan di depan.

Mobil yang dikendarai Taehyung melaju membelah langit malam Kota Seoul.

"Jangan hiraukan ibuku lagi, aku akan menjelaskan semuanya bahwa kita sudah putus sejak lama."

"Setidaknya pulanglah. Ibumu khawatir."

"Tidak akan. Aku tersiksa bersama saudara tiriku."

Nara terdahulu adalah seorang anak dari CEO perusahaan besar di Korea Selatan, namun semenjak ayahnya bangkrut, kehidupan Nara benar-benar berubah.

Mirisnya, ibu gadis itu menceraikan ayahnya dan memilih menikah lagi. Saat ini Nara benar-benar tidak tau dimana ayahnya berada. Kebencian Nara terhadap ibunya membuat Nara menutup mata dan hati untuk saudara tirinya. Nara tidak suka dengan saudara tirinya, gadis itu selalu merasa tersiksa jika satu rumah dengan saudara tirinya.

♡♡♡♡

"Kau tinggal di sini?" Taehyung bertanya dengan pandangan mengitari setiap inci rumah yang baru saja pria itu pijaki.

Bukan apartemen, lebih seperti rumah untuk satu orang.

"Aku hanya punya ini." Nara kembali dari dapur membawa piring berisikan kimbap.

"Wahh yang biasanya dimasakan oleh ibumu dulu." Manik Taehyung berbinar, pria itu sudah benar-benar lapar hanya dengan melihat makanan yang Nara bawakan.

"Berhentilah menyebut wanita itu ibuku." Terdengar helaan nafas kasar dari arah Nara.

Nara mengambil posisi duduk di hadapan Taehyung.

"Kau tidak makan?" tanya Taehyung mengalihkan pembicaraan.

Nara menggeleng.

"Oppa."

Taehyung terdiam. Pria Kim itu terkejut. Entah sudah berapa lama Taehyung tak mendengar kata 'oppa' keluar dari mulut gadis bermarga Bae di hadapannya saat ini.

"Setelah ini jangan lagi campuri urusanku dan jangan merespon apapun jika ibuku menghubungimu. Kita sudah putus sejak lama," ucap Nara sebelum beranjak dari duduknya.

Buru-buru Taehyung menahan lengan gadis itu agar tidak menjauh darinya.

"Tidak bisakah kita kembali seperti dahulu lagi?"

Nara terdiam.

Nara sudah biasa mendengar kata-kata itu. Telinganya sudah benar-benar kebal.

"Pulanglah setelah menyelesaikan makanmu, aku lelah. Agensimu pasti sedang mencarimu." Nara melepaskan tangannya yang tertahan,  namun Taehyung kembali menarik lengan gadis itu.

"Kenapa kau memutuskan hubungan tanpa sebab? Aku sama sekali tidak mengerti denganmu." Taehyung mencoba tetap sabar.

"Aku sudah melupakanmu, bahkan melupakan semuanya. Ingatlah kau sudah terkenal saat ini, kau bisa mencari yang lebih baik dariku."

Taehyung mematung, dadanya mendadak sesak, bak benda tajam menusuknya secara tiba-tiba. Tanpa pemberitahuan.

"Lupakan aku, aku bisa menjaga diriku sendiri. Lupakan bahwa kita pernah bertemu, lupakan bahwa kita pernah tinggal bersama. Jangan membuat hidupku bertambah rumit." Nara berlalu begitu saja, masuk ke dalam kamarnya. Taehyung tak bisa lagi menahan gadis itu.

Taehyung masih pada tempatnya, masih mencerna kata-kata gadis itu. Dadanya semakin sesak.

"Baiklah," katanya menunduk sambil tersenyum miris.

♡♡♡♡♡

Di sisi lain Nara terisak di dalam kamarnya. Jika boleh jujur dadanya terasa begitu sakit, semua yang gadis itu ucapkan pada Taehyung tidak benar adanya. Itu sebuah kepalsuan.

Ciuman yang tempo waktu lalu Taehyung berikan secara tiba-tiba adalah ciuman yang selama ini gadis itu rindukan. Masih sama, tidak ada yang berubah dari pria itu.

Tidak pernah terpikir oleh Nara. Orang yang selama ini mati-matian gadis itu lupakan, kini muncul begitu saja. Membuat pertahan yang selama ini Nara bangun hancur dalam waktu seperkian detik. Ini tidak adil.

♡♡♡♡♡

"Jadi gadis yang kemarin dikatakan penipu itu adalah mantan kekasihmu?" tanya Jimin setelah Taehyung menceritakan kejadian kemarin malam yang dialami Taehyung.

Taehyung hanya bisa mencurahkan semua isi hatinya kepada Jimin seorang. Contohnya seperti insiden kemarin malam.

"Kenapa kau tidak bisa melupakannya?" Jimin kembali bertanya.

"Bagaimana aku bisa melupakannya? Aku pernah dititip oleh ibuku selama tiga tahun tinggal bersamanya," balas Taehyung.
"Waktu itu keluargaku berada pada titik yang paling rendah sampai-sampai tidak bisa membiayai pendidikanku. Yang mendaftarkanku ikut audisi agensi juga adalah ibunya. Aku tidak akan seperti saat ini jika tidak bertemu dengan mereka," perjelas Taehyung.

"Kau masih menyukainya?"

Taehyung terdiam sejenak, tak langsung menjawab. Tentu, tentu saja lelaki itu masih menyukai gadis bermarga Bae itu.

"Tentu, dia sangat berbeda dari gadis lainnya." Pandangan Taehyung menerawang. Nada suaranya mendadK berubah.

"Ini semua salahmu, tidak mungkin Nara memutuskanmu tanpa alasan. Pabo!" Jimin bangkit dari ranjang dan meninggalkan Taehyung sendirian. (Bodoh)

"Ya! Park Jimin! Kau sungguh tid—."

Ucapan Taehyung terpotong ketika melihat Jimin kembali muncul dari pintu dengan dua kaleng soda di tangannya.

"Apa? Lanjutkan perkataanmu barusan." Jimin melempar satu kaleng soda, Taehyung menangkapnya dengan mulus.

Taehyung hanya memperlihatkan senyum kotaknya.

♡♡♡♡

"Hey jangan melamun, cepat bersihkan meja-meja dan tata dengan rapi," ucap Hyunsik menyadarkan Nara dari lamuan.

Hyunsik adalah salah satu pegawai di restoran tempat Nara bekerja. Hyunsik sudah lebih dulu bekerja di restoran tersebut dibandingkan Nara. Nara bekerja di restoran yang lumayan populer di Seoul. 'Daedo Sikdang'.

Setelah membersihkan semuanya Nara pergi ke ruang pegawai untuk mengambil tasnya berencana pulang.

"Kau mau kemana?" Hyunsik menahan gadis itu.

"Mau kemana lagi? Aku ingin pulang. Bukannya semua sudah selesai?"

"Kau tidak melihat diskusi grup? Sekarang kita lembur, ada yang menyewa restoran tepat jam sebelas malam nanti," jelas Hyunsik.

"Haruskah? Tidak bolehkah aku pulang saja? Aku sangat lelah." Nara menghentakkan kakinya kesal. Menghela nafas gusar.

"Katanya tempat ini disewa untuk shooting, tapi bos tidak ingin memberitahu siapa yang menyewanya."

Tringning~

Lonceng pintu berbunyi, tanda seseorang masuk ke dalam restoran. Pegawai restoran yang lainnya segera menyambut orang-orang yang berdatangan.

"Bukankah mereka BTS?"
"Wahh tampan sekali!"
"Mereka shooting untuk Run BTS, bukan?"
"Itu Taehyung. Wah! tampan sekali!"

Mendengar itu Nara langsung melihat ke arah yang dimaksud. Benar saja, Kim Taehyung salah satu dari kerumunan itu. Nara segera berbalik menuju ruang pegawai yang ada disebelah toilet.

Kenapa harus bertemu lagi?

♡♡♡♡

Nara POV.

"Bagaimana ini?"

Hari ini aku merasa kesialan menimpaku bertubi-tubi. Mengapa harus bertemu dengan Taehyung lagi?

Mau tidak mau aku harus melayani mereka karena memang itu kewajibanku. Hanya ada dua pelayan yang berjaga malam ini, aku dan Hyunsik oppa. Jika aku tidak bekerja maka Hyunsik oppa akan bekerja sendiri.

"Mari kita mulai Bae Nara, mereka bukanlah apa-apa. Kau bisa melewati ini semua. Ini yang terakhir. Kau tak akan pernah bertemu lagi dengan dia." Aku meyakinkan diriku sendiri sambil mengatur nafas beberapa kali.

"Bae Nara-ssi, kau di dalam?" Suara Hyunsik oppa terdengar dari luar ruangan.

"Ne, aku sedang berganti pakaianku. Sebentar lagi aku menyusul," jawab Nara.

Aku memposisikan diri di depan kaca yang ada di dalam ruangan. Menatap ke dalam bayanganku di depan sana.

"Kau bisa. Segalanya akan baik-baik saja," monologku dengan bayanganku.

♡♡♡♡

Ini saatnya aku membawa nampan penuh pesanan ke meja para member.

Mataku dan Taehyung sempat bertemu, Taehyung terlihat kaget, aku bisa lihat perubahan ekspresinya. Aku segera mengalihkan pandangan. Bersikap seperti biasa dan tidak hiraukan pria itu.

"Silahkan nikmati hidangannya," kataku sambil membungkuk sopan.

Aku sama sekali tidak ingin melihat ke arah Kim Taehyung. Masa bodoh, aku mengaggapnya tidak ada. Itu akan lebih baik.

"Changkkaman!" Suara salah satu member membuat langkahku terhenti. Suaranya agak cempreng, aku tidak tau nama pria itu. (tunggu sebentar)

"Bisakah kau membantu memotongkan daging untuk kami?" lanjutnya ketika aku akan berbalik.

Aku mengagguk memperlihatkan senyum ramahku. Benar-benar bersikap seperti bagaimana biasanya aku melayani seorang pelanggan yang datang.

"Ya! Jimin-ah, kenapa kau menyuruhnya? Aku bisa melakukannya." Tiba-tiba salah satu dari mereka merebut penjepit daging itu. Lagi-lagi aku tidak mengetahui nama pria itu, yang pasti dia paling tinggi di antara yang lain. Dia lumayan.

"Bisakah kau membawakan beberapa piring daging lagi untuk kami?" Kembali pria lainnya berucap dan lagi-lagi aku tidak mengetahui nama pria yang menyuruhku saat ini. Ekpresinya selalu datar dan sepertinya dia paling putih diantara member yang lain. Kulitnya lebih pucat dari member lainnya.

Aku melakukan suruhannya. Membawa daging lagi ke meja para member.

"Namjoon-ah, ambil," Kata pria yang kubilang berkulit pucat tadi.

Pria yang berperawakan tinggi ternyata bernama Namjoon. Dia mengambil daging dariku dan saat itu juga penjepit daging yang pria itu genggam mengenai lenganku.

"Akh!" teriaku, aku merasakan panas yang bukan main di sekitar lenganku. Sungguh, kulitku terasa perih dan tersengat secara bersamaan.

Seorang langsung menarik tanganku. Itu Taehyung. Aku sempat menatap wajahnya sebentar. Taehyung terlihat panik.

Aku segera menarik kembali tanganku kasar dan menutupnya menggunakan lap.

"Oh mianhae. Aku bodoh sekali, aku benar-benar tidak sengaja," kata Namjoon. Pria itu ikut panik sampai-sampai beranjak dari duduknya.

"Gwaenchana, ini tidak sakit. Nikmati saja hidangannya." Aku membungkuk lalu berlari ke toilet segera membasuh tanganku. Perih yang kurasakan semakin menjadi-jadi. (Tidak apa-apa)

♡♡♡♡

Ini perih dan sakit, serius aku tidak bohong.

"Kau tidak apa-apa?" Suara berat seseorang menyapu pendengaranku dari balik tubuh.

Aku sempat menengok dan dugaanku tak salah lagi. Siapa lagi kalau bukan Taehyung?

"Aku baik-baik saja Taehyung-ssi, kembalilah dan jangan pedulikan aku." Aku masih sibuk membasuh tanganku dengan air mengalir.

Tiba-tiba lenganku di tarik paksa olehnya.

"Bisakah kau tidak kasar?!" Aku sampai-sampai berteriak karena sikap tidak sopannya.

"Jika dengan cara halus kau tidak akan menghiraukanku, maka ini satu-satunya cara agar kau mendengarku," katanya balik menatapku tajam.

Aku tak bisa lagi melawan ketika Taehyung membantu mengobati lukaku.

"Luka bakarnya lumayan dalam dan kau bilang masih bisa mengatakan ini tidak apa-apa?" Taehyung berucap sambil mengoleskan salep ke lukaku. Nadanya terdengar marah.

Sekarang aku dan Taehyung sudah ada dalam ruang pegawai.

"Kembalilah Taehyung-ssi. Yang lain akan curiga." Entah sudah berapa kali aku memohon agar dia pergi.

"Shootingnya dimulai setengah jam lagi," sahutnya sambil meniup lukaku.

Dia masih sama seperti Taehyung yang dulu, sangat penyayang dan perhatian,  namun juga sangat keras kepala.

"Oppa," panggilku.

Dia menatapku. Menghentikan aktifitasnya.

"Berhentilah khawatir padaku." Aku serius saat ini.

"Perasaanku masih sama, sampai kapanpun itu."

Aku menarik nafas dalam, Taehyung sangatlah keras kepala. Tak bisa berbohong jika aku merasakan sensasi aneh di dadaku ketika mendengarnya berucap.

"Aku tidak menyukaimu, aku sudah melupakanmu. Segala tentangmu. Bisakah kau menjauh dariku agar pertahananku tidak runtuh? Kau tau seberapa sakitnya aku menahan ini sendirian? Kau membuat hidupku semakin berliku, oppa."

Berbicara terus terang seperti itu sudah biasa buatku. Sudah berapa tetes air mata yang aku habiskan untuk menangisi pria yang kini duduk di sisiku?

Aku tau itu akan menyakiti perasaannya, namun bagaimana dengan perasaanku? Hatiku tak kalah rapuhnya karena dusta yang terus terucap dari bibirku ketika menyuruhnya pergi menjauh dariku.

"Arasso, jika itu yang kau mau." Taehyung beranjak, kemudian keluar dari ruangan begitu saja. Ada tatapan kecewa jelas tergambar di matanya. (Aku mengerti)

Setelah dia pergi air mata yang kubendung sedari tadi langsung lolos begitu saja jatuh ke pipiku. Aku terisak.

♡♡♡♡

Author POV.

"Gomapseumnida!"

Shooting selesai tepat pukul satu pagi, semua member membungkuk mengucapkan terimakasi.

"Bukankah itu RM?"
"Mana-mana?"
"Heol, kenapa dia mendekat kemari?"

Para pegawai wanita di restoran itu berbisik saat Namjoon mendekat ke arah mereka.

"Chogiyo, aku sedang mencari orang yang melayani meja kami barusan. Apakah kalian tau dimana dia?" tanya Namjoon sopan. (Permisi)

"A-ah, Hyunsik? Itu dia." Wanita kasir menunjuk ke arah Hyunsik yang sedang membereskan meja.

"Ani, dia seorang gadis." Namjoon mengangkat tangannya membuat postur 'bukan dia'.

"Ah, Bae Nara? Dia baru saja meninggalkan restoran. Dia permisi pulang duluan."

"Oh, begitukah? Terimakasi." Namjoon segera menjauh dari tempat itu.

"Namjoon hyung! Kau mau kemana?" tanya Jimin melihat namjoon bergegas memakai hoodienya.

"Aku ada urusan sebentar, jangan tunggu aku. Kembalilah duluan." Namjoon melangkah kearah pintu keluar restoran.

"Jangan pulang malam, ingat besok kita ada latihan!" Jimin mengingatkan.

"Aku tau," Namjoon agak berteriak karena jaraknya sudah agak jauh dari Jimin.


________________

Revisi ke-2: 31.5.2020

Ini work pertama aku, jadi masih banyak banget kekurangan. Kosa kata dan penulisan masih banyak salah. Di work berikutnya aku ngerasa semakin bisa memperbaiki. Jangan lupa mampir ke work aku yang lain♥

Please be kind, leave some comment n don't forget to vote : )

Aku pengen nyoba buat nulis series. Jangan lupa mampir dan vote sebagai tanda kalian nunggu updatean dari aku♥

Untuk chocolate series akan aku up saat followers aku 1K. Bentar lagi. Sebagai perayaan

Jangan lupa vote. Bukan untuk tulisan aku aja, tapi untuk semua tulisan yang kalian baca. Jadikan itu sebagai tanda apresiasi kalian kepada penulis



Wattpad Ig: kthayuyu30
Personal Ig: ayusukma.28

Continue Reading

You'll Also Like

42.2K 5.1K 33
Tidak pernah terfikirkan oleh Bae Joohyun jika dia akan jatuh cinta kepada seseoorang, apa yang harus dilakukannya jika keadaan tidak sesuai dengan a...
696 40 9
Sebelumnya, gue post tulisan ini di aplikasi Amino. Dan disini, gue mau post ulang di wattpad. Enjoy reading😊 maaf klo cringe 😁
6.1K 139 30
Peringatan! ❌Bahasa baku Cast : - Park Jimin - Kim Taehyung -Jeon Jungkook -Kim Namjoon -Min Yoongi -Jung Hoseok -Jeon Yoora -Bae Chundae -Sung Haji...
8.5K 1.5K 19
"Jimin, Choi Jimin" Ucapku sembari menepuk cepat meja mengisyaratkan segera. "Sudah dikamar VIP, lantai 5 nomor 1564" Aku mengangguk dan berlari menu...
Wattpad App - Unlock exclusive features