"Duh gue lupa lagi" jessy menepuk dahinya dan segera berbalik lagi.
Istirahat ke dua ini dia tadi niatnya akan pergi ke kantin untuk sekedar membeli Air mineral ketika dirasa tenggorokannya sangat kering. Namun niatnya diurungkan karena teringat akan sesuatu. Ya, dia teringat bahwa tadi sebelum istirahat guru Olahraga tidak masuk dan hanya menyampaikan tugas lalu dikumpulkan. Guru itu menyuruh jessy untuk mengantarkan tugasnya di meja kantor Guru Olahraga tsb, lantas jessy cepat cepat mengantarkannya ketika ia sudah mengambil tumpukan buku tulis di kelasnya untuk segera dihantarkan ke Ruang Guru.
Namun, ketika Dijalan menuju Ruang Guru jessy tak sadar bahwa ada benda yang akan meluncur ke arahnya. Pria diseberang sana sudah meneriakinya namun saking fokusnya jessy ke jalan dia tidak mendengarnya.
"Woii!! Awass!" Teriak orang itu yang berada dilapangan, belum sempat orang itu berteriak lagi untuk memperingati jessy untuk kesekian kalinya, namun sesuatu terjadi padanya dan...
DUK
Yak.. kena, jessy sekarang kehilangan kesadarannya karena ada sebuah Bola basket mengenai kepalanya cukup keras, pria yang tadi meneriakinya lantas berlari cepat untuk ke sisi lapangan bersama temannya yang lain untuk melihat keadaan jessy.
"Duh, lagian diteriakin dari tadi kaga nyaut nyaut sih" ucap pria tsb.
"Cantik cantik budek"
"Jadi kena kan?"
"Duh kalo udah gini mah siapa coba yang repot?"
"Ya gue pasti, haduh ada ada aja nih cewek"
Begitulah kira kira gerutu pria itu, dia sangat cerewet, lantas tanpa ba bi bu lagi pria itu berjongkok untuk melihat siapa gadis tsb, karena sisi wajahnya sedikit tertutup oleh rambutnya yang tak terikat rapih atau sengaja diikat seperti itu.
Pria itu langsung melotot kala itu, ketika dia tau gadis yang didepannya ini. Dia sangat sangat Shock.
"Astaga ya tuhan" dia sedikit mengacak rambutnya frustasi
"Ngapa fer?" Tanya salah satu temannya.
Dia yang tak menghiraukan pertanyaan temannya lantas langsung saja berniat untuk membawa jessy ke UKS.
"Gue mau bawa gadis ini ke UKS dan kalian tolong antarkan buku buku itu ke ruang guru, dan jan lupa liat mata pelajaraan apa itu?" Perintahnya kesalah satu temannya.
"Oke fer lo atiati" ucap salah satu temannya
"Sip" jawabnya singkat karena dia sudah mulai membopong jessy didepannya ala bridal style
Dijalan, pria ini terus saja mengomel tak jelas. Entah apa manfaatnya, apakah dengan cara dia mengomel jessy akan sadar? Huff memang aneh pria ini
"Duh udah dua kali ini gue berurusan sama lo"
"Dan kalo misalkan lo tau? Gimana dong?"
"Yah elo sih pake acara lewat sisi lapangan, kan jadi kena"
"Eh tapi itu kan arah ke Ruang Guru ya hehe dan lo mau anterin buku ya?"
"Ya udah iya iya gue minta maaf dah, sekalian minta maafnya dua kali ama yang waktu kemaren"
"Yeh gak dijawab"
"Duh fer lo bego banget sih, ini cewek kan pingsan"
"Malah lo ajak ngobrol"
Begitulah cerocos pria itu, jessy tak kunjung sadar ketika dirinya sudah direbahkan ke ranjang UKS. Disitu ada petugas PMR yang akan keluar ruangan
"Eh eh bentar dulu. Mau kemana lo?" Tanya pria ini kepada petugas PMR yang akan keluar ruangan
"Mau kembali ke kelas ka" jawabnya
"Yeih kembali? Mantan lo aja belum tentu mau diajak kembali sama lo" ucapnya mulai ngaco. "Eh eh duh salah sorry, maksud gue tolong periksain nih cewek, lo jan dulu keluar napa. Lo kan petugas PMR nya" lanjutnya
"Ya kan waktu gue udah abis ka, jadi mau balik nih bentar lagi mau masuk" ujar petugas itu, iya tau jika dihadapannya ini adalah kaka kelasnya karena disisi baju lengan atasnya tertera kls 12. Maka dari itu petugas tadi menyebutnya 'ka'
"Ya lo gk kasian apa? Ini cewek pingsan dan harus diperiksa" cerocos pria ini
"Emang dia siapa lo dan lo siapa nya" tanya petugas itu
"Emm anu dia,, dia pacar gue lah. Cepet periksa dia takut kebablasan pingsannya" ya pria ini mulai beralibi
Lantas petugas PMR itu yg tak lain adalah seorang gadis seketika memincingkan matanya dan mendekat kearah pria tadi lebih tepatnya ke arah Jessy untuk memeriksanya sebentar
"Lo gak lagi bohong kan ka?" Tanyanya
"Bohong apaan sih? Dia beneran pingsan woy" jawab pria ini
"Bukan. Maksud gue dia bukan pacar lo kan?" Desak gadis ini yaitu petugas UKS
"Emm sok tau lu, dia pacar gue. Udah lo cepetan periksa dia, terus kalo udah lo pergi dan kembali ke kelas" ucap pria ini berusaha mengalihkan pembicaraan
Gadis ini sangat telaten memeriksa jessy. "Dia gak papa kok kak, dia cuma butuh istirahat karena kepalanya sedikit terbentur keras oleh benda jadi dia pingsan, kalo udh sadar tolong kasih obat ini ya, gue ke kelas dulu" jelas petugas itu sembari memberikan obat kepada pria ini
"Oh oke thanks ya udah mau meriksa pacar gue" alibinya
"Iya" jawab petugas itu dan langsung melenggang keluar dari ruang UKS
¤¤¤
Entah sudah berapa jam pria ini duduk dikursi samping ranjang yang ditiduri oleh jessy, namun jessy tak kunjung sadarkan diri.
Separah itukah? Batin pria ini
"Ck! Cepet bangun dong heh, gue cape nih, bosen. Udah sepi, sunyi, hampa lagi maklum jomblo hehe" pria ini memang tak waras berbicara dgn orang yang tak sadarkan diri
"Mmm nanti kalo lo udh sadar bilang ya, gue mau tidur dulu" ucapnya
Seketika itu juga pria ini menopangkan kepalanya diatas ranjang yang ditiduri oleh jessy.
Beberapa menit setelah pria itu tertidur, jessy tersadarkan diri lantas ia langsung menengadahkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan dan matanya terkunci disalah satu objek yang berada disampingnya
"Dia siapa? Dan Gue dimana?" Gumam jessy dengan sedikit menahan rasa nyeri dikepalanya
"Apa dia dari tadi nungguin gue?" Tanyanya pada diri sendiri
"Ya ampun, udah mau pulang, ini setengah jam lagi bel bunyi" gerutu jessy
"Emm eh, bangun" Ucap jessy sedikit mengguncangkan bahu pria itu yg sedang tertidur pulas. Lantas pria itu bergeliat untuk menyadarkan dirinya
"Engmm.. hoam" pria itu mengucek matanya untuk menghilangkan ngantuknya
Jessy yang melihatnya lantas menautkan alisnya. Dia seperti tau pria didepannya? Namun karena wajah pria itu masih sedikit tertutupi oleh tangannya jadi jessy masih penasaran apakah benar atau tidak dan..
"LO!" jessy tersentak ketika melihat wajah pria itu seutuhnya, dia masih tak percaya ternyata pria ini adalah pria yang sama yang akan menabraknya malam itu.
"Hay" balas pria itu sembari melambaikan tangannya kearah jessy
"Ngapain lo disini" fix itu pertanyaan konyol jessy. Sudah jelas pria itu sedang menunggunya
"Eh, gue disini nungguin lo ya, gue yang bawa lo pingsan ditepi lapangan karena kena lemparan bola basket yang gue lempar." jalas pria ini sedikit menjinjing kerah bajunya untuk membanggakan diri
"Oh jadi lo yang bikin gue pingsan kaya gini?" Sinis jessy
"Ya.. ya iya tapi gue gak sengaja seriusan" balas pria itu sambil ngacungkan jari tengah dan telunjuk membentuk huruf V.
"Dan lo gak minta maaf sama sekali hah?! Dari malam itu lo bikin salah sama gue" jessy kesal kpd pria itu karena sulit meminta maaf, baginya apa salahnya sih meminta maaf pada seseorang. Apalagi orang itu memiliki salah padanya
"Eh eh bentar dulu napa, dengerin nih ya. Tadi pas gue bopong lo dari sana sampai sini gue udah minta maaf kèles, dua kali malah mintanya" ujar pria tadi
"Jadi?"
"Ya.. jadi gue gak usah minta maaf lagi lah, kan gue udah minta maaf dan lo nya aja yang belum maafin gue" ujarnya lagi
"Jadi?! Lo pikir ketika lo minta maaf sama gue yang pas itu lagi pingsan terus gue melek dan menjawab 'iya gue maafin' Gitu maksud lo hah?!" Fix jessy tak bisa menahan emosinya melihat pria konyol didepannya ini. Apa maksudnya? Dia meminta maaf padanya ketika kesadarannya hilang? Sudah gila kah pria ini? Sampai gajah bisa terbang pun mana mungkin jessy menjawab kala dia masih tak sadarkan diri
"Ya kan gue fikir lo bakal denger dan mau maafin gue dalem hati" lirihnya karena merasa takut pada jessy
"Ya lo mikir dong. Lo kira gue bisa telepati bicara dari hati ke hati" ucap jessy berusaha menahan emosinya
"Nah cocok. Kan soswet tuh kalo pakenya hati ya nggak" ucap pria itu sambil menaik turunkan kedua alisnya berulang kali.
"Dih setres" balas jessy
"Iya iya deh gue minta maaf. Eneng cantik abang minta maaf ya, dua kali eh tiga kali, satu pas mau nabrak eneng, dua pas tadi udah bikin neng pingsan dan yang ke tiga karena tadi abang bikin kesalahan lagi sama eneng. Tolong maafin ya ya ya" ucap pria itu dengan menyatukan kedua tangannya didepan muka jessy dan sesekali menampakan pupy eyes nya.
jessy yang melihatnya bergidik ngeri atas perlakuan pria didepanya
"Oke gue maafin" balas jessy
"Serius?" Tanya pria itu dengan mata berbinar
"Hmm" jawab jessy
"Makasiiiiihhh cantikkk" ujar pria itu dan reflex memeluk jessy
Jessy yang mendapatkan serangan mendadak itu seketika bungkam dan terkejut, pandangan mereka bertemu ketika pria itu menengadahkan wajahnya, cukup lama mereka bertatapan dan pria itu tersenyum manis padanya
Apa ini?
"Eh maaf gue kelepasan" ucap pria itu sembari menyengir kuda memperlihatkan deretan giginya
"Gk papa" jawab jessy
"Eh sebelum lo dan gue pisah, maksud gue berpisah disini. Kan lo nanti mau pulang tuh, nah sebelum itu ijin kan gue memperkenalkan diri" ucapnya sedikit menundukan kepalanya. Lebay memang.
"Hmm"
"Oke, nama gue Fero Maxmilan panggil saja fero, gue kelas 12 IPA 3. Gue anak basket lebih tepatnya kapten basket sih tapi gue gak mau sombong sebenernya hehe dan hobby gue olahraga, bernyanyi, dengerin musik dan apa lagi ya?" ujar pria yang bernama fero itu sambil sesekali berfikir.
Jessy yang melihatnya hanya tersentum simpul melihat kelakuan fero, dia membiarkan pria ini berkicau sesukanya dan jessy sangat suka itu. Ya, entah kenapa jessy sangat suka mendengarkan pria cerewet didepannya padahal mereka tak saling kenal sebelumnya
"Dan apa ya? Ya pokoknya gitu lah, kalo lo mau tau dan kenal gue lebih, kita bisa kok menjadi teman atau lebih" dan diakhir kalimatnya fero memberikan senyum jahilnya dipadui dengan menaik turunkan kedua alisnya
"Cukup teman" jawab jessy
"Beneran? Jadi.. jadi lo sama gue berteman? Betreman?" Tanya fero terkejut
"Hmmm"
"Uhh makasih .. emm siapa nama lo?" Tanya fero
"JESSY ALEXANDER" jawab jessy
"Uhh makasih jessy Alexander.. uh panjang juga ya? terus gue manggil lo dgn nama panjang lo?"
"Jessy aja"
"Oke. Emm kelas?"
"12 IPA 1"
"Wahh kelas kita tetanggaan dong? Cuma terhalang satu kelas sih" ujar fero
"Hmm"
"Lo dari organisasi apa? Kok gue gak pernah liat sih? Wah jangan jangan lo kuper ya?"
"Enak aja lo. Gue anak baru disini" jawab jessy
"Ohh kapan masuk?"
"Waktu hari rabu"
"Ohh emm hobby lo apa?" Tanya fero
"Lo kan udah jadi temen gue? Jadi lo bisa tau hobby gue dari keseharian gue. Gak perlu lo tanyain lagi" jelas jessy
"Ah iya oke oke" jawab fero
Kriiinggggg..
Bel pulang sekolah berbunyi waktunya seluruh siswa untuk pulang. Termasuk jessy dan fero yang akan keluar dari UKS dan jessy dibantu jalan oleh fero..
"JESSY.. JESSY LO GAK PAPA KAN JES? YA AMPUN JES LO KENAPA SIH BISA KEK GINI. LO MAH ADA ADA AJ--" ucapan prisila terpotong oleh jessy
"Nanti gue jelasin" singkat padat jelas . Itulah jawaban jessy.
"Ini temen lo jes?" Tunjuk fero ke arah prisila
"Gak!" Jawab jessy. Prisila yang mendengarnya lantas melototkan matanya kearah jessy untuk meminta penjelasan lebih. "Lebih tepatnya SAHABAT baru gue" lanjutnya membuat prisila terkejut namun terkejut karena bahagia.
"Ohh.. kok lo mau sih sahabatan sama kaleng rombeng kek dia" tunjuk fero menggunakan dagunya kearah prisila
"Enak aja lo kalo ngomong!" lantas prisila yang dikatakan seperti itu tak terima
"Lah fakta kali" ucap fero
"Dihh apaan lo, kenal gue aja nggak"
"Heh gue emang gak kenal lo tapi suara kaleng lo itu yang bikin semua orang tau termasuk jurusan IPA" jawab fero
"Hah? Masa sih? Kok bisa?" Gumam prisila masih didengar oleh jessy dan fero
"Ya bisa lah, lo gak inget? Waktu kelas 11 lo pernah ribut kan? Adu mulut sama anak kelas gue yang namanya Fauzan? Lebih tepatnya sih lo pernah ribut sama sohib gue, dan itu kan mengundang perhatian seluruh siswa yang ngeliat" jelas fero
"Oh iya gue inget. Ah bodo lah, temen lo aja yg cari masalah ama gue" elak prisila
"Dasar kaleng rombeng" umpat fero
"Heh kok lo malah ngledek gue sih"
"Apa? Mau teriakin gue? Mau katain gue? Apa? Gue gak takut" tantang fero
"Jessy.. dia nakal" prisila memeluk lengan jessy dan menundukan kepalanya pada bahu jessy. Percayalah prisila hanya mencari pembelaan
"Udah ah ngapa pada ribut gini sih? Udah sil kita pulang yuk" ucap jessy menenangkan prisila. "Fer gue duluan ya. Makasih udah nolongin gue" lanjutnya
"Sip jes. Tiati lo" ucap fero sedikit berteriak karena jessy sudah melenggang jauh namun prisila yang ikut melenggang pun memutar kepalanya untuk melihat fero dan menjulur kan lidahnya. Fero yang melihat lantas mendelikan matanya.
"Gila tuh cewek, pantes aja ozan benci banget sama dia. Orang nyebelin gitu" gumam fero
¤¤¤
Taraaa update lagi.. yeyy..
Like dan koment ya😊