Just Be Friends

By deceastre

4.4K 1K 1.6K

Cinta, persahabatan, dan luka yang tak terlihat-semua bertemu dalam satu kisah. Tristan tidak pernah mengira... More

2: Begitu, Ya. Alethea?
3: Hujan
4: Mendengarnya
5: Jealousy
6: Kota Indah, Sejuk, Nyaman
7: Thamrin-Baranangsiang
8: Benang Merah
9: Berita Kehilangan
10: Mereka Tahu
11: War
12: Resultan
13: Kenapa, Selena?
14: Pelajaran di Kota Pelajar (1/3)
15: Pelajaran di Kota Pelajar (2/3)
16: Pelajaran di Kota Pelajar (3/3)
17: SO LI DA RI TAS
18: Mungkin Esok Kita Sampai
19: Dan Bandung
Extra Part: Perayaan Ulang Tahun
20: Akhir/Akhir?

1: Pertemuan

892 97 107
By deceastre

Bogor, 15 September 2017

Siang itu, Tristan sedang berjalan menuju kelas-kelas untuk membagikan brosur lomba debat bahasa Inggris. Sebagai ketua Klub Inggris SMA Raksanegara, memang sudah menjadi tugasnya untuk membagikan brosur lomba berbasis bahasa Inggris tiap kali sekolahnya diundang untuk ikut mengambil peran.

"Lu sekretarisnya, kan?" Tanya Tristan setelah melangkahkan kaki di kelas XII MIPA 4 kepada seorang gadis yang sedang melakukan tugasnya sebagai sekretaris kelas, yaitu mengisi agenda kelas di meja guru.

"Iya, ada apa?" Balas gadis bertubuh mungil itu dingin.

"Nih, brosur lomba buat kelas lu. Nanti kalau ada yang daftar, formulirnya langsung kasih ke gua aja. Gua tunggu di sekretariat EC," kata Tristan sembari memberikan brosur lomba tersebut.

"Iya, nanti ketua kelas gua yang ngasih," balas si gadis, mengambil brosur tersebut dan melanjutkan kegiatannya yaitu mengisi agenda kelas.

"Si Rey, ya?" Tanya Tristan.

Gadis itu mengangguk kecil, tak menghiraukan Tristan. 

"Btw, nama lo siapa? Gue Tris-" Tristan berusaha memperkenalkan diri tapi terpotong karena gadis tersebut langsung kembali ke mejanya tanpa merespon Tristan sama sekali.

Merasa dirinya terjebak di situasi canggung, Tristan pergi keluar kelas XII MIPA 4 dan melanjutkan tugasnya membagikan brosur lomba.

"Buset. Cakep banget cewek tadi, tapi... jutek banget!" Ucap Tristan dalam hati.

Tepat setelah Tristan selesai membagikan brosur lomba debat bahasa Inggris, Tristan bergegas pergi ke kantin untuk menjawab raungan dari perut kosongnya.

_________________________________________

Sesampainya di kantin, Tristan langsung bertemu dengan Astro, teman satu organisasi yang selalu update soal semua informasi di SMA Raksanegara.

"To, makan apa kita hari ini?" Sapa Tristan yang melihat Astro tak jauh di depannya.

"Biasa lah, nasi kuning si Umi aja," balas Astro.

Astro dan Tristan langsung memesan nasi kuning dan menempati meja kantin yang dekat dengan warung-warung. Bisa dibilang tempat itu adalah landmark mereka di kantin untuk makan sambil bercanda gurau.

"Btw To, gua tadi kan ke kelas IPA 4, bagiin brosur lomba kek biasa. Terus ketemu sekretaris kelasnya, lo tau gak nama doi siapa?" Tanya Tristan meluapkan rasa penasarannya.

"Oh dia. Namanya Alethea Nazla Sandhyakala. Pilihan lu boleh juga, Tan! Apakah status jomblo pria berumur 17 tahun ini akhirnya akan segera berakhir?" Balas Astro dengan nada mengejek.

"Apaan, sih? Hahaha, gua cuma kepo aja. Tapi emang boljug sih," balas Tristan menertawakan perkataan Astro.

"Denger-denger dia jutek banget anaknya," tambah Astro untuk memenuhi rasa ingin tahu kawannya.

"Gua akuin kalau soal jutek, tadi gua mau bagiin brosur aja respon dia cuek banget," ucap Tristan.

"Walau begitu, yang deketin doi gak sedikit. Tapi ya... semua gagal mendapatkan hati ratu es kita ini. Kecuali satu orang, si Vikal, ketos kita," sahut Astro.

"Jadi lu harus hati-hati banget kalau mau deketin dia, Tan!" Tambah Astro dengan nada mengejek, lagi.

"Dih, enggak bakalan gua deketin juga, kepo aja sih," sangkal Tristan.

"Ah mosok...." balas Astro sambil menyenggol bahu Tristan.

Pria itu terkekeh, karena dia memang tidak ada niatan untuk mendekati gadis yang baru ia temui itu. Mereka pun melanjutkan waktu istirahat dengan menghabiskan makanan sambil membicarakan topik lain.

Tak terasa bel tanda istirahat telah berakhir. Waktunya mereka berpisah menuju kelas masing-masing.

"To, gua duluan ya, sekarang kelasnya Bu Ijah, tau sendiri lah gimana seremnya dia." kata Tristan sembari membereskan bekas makannya.

"Haha, awas lu telat! Kelar udeh kalau kejadian!" Balas Astro.

"Yaudah duluan ya, bye," Tristan pamit.

Tristan bergegas kembali ke kelas, mengejar waktu agar tidak terlambat masuk.

_________________________________________

Sementara itu, setelah Ale sampai ke kelas setelah pergi dari toilet, ejekan teman-teman soal hubungannya dengan mantan pacarnya, Vikal, menyeruak masuk ke telinganya.

"Ale... siapa nih..." ejek seorang temannya sambil menunjukkan foto dirinya dengan mantan pacarnya, Vikal.

Alethea sedang duduk sendiri di kelas karena dua sahabatnya masih menghabiskan makanan mereka di area kantin. Ale diam, tak menghiraukan tiap ejekan yang tertuju padanya. Ale lanjut mengerjakan tugas agar tidak menyebabkan masalah ketika guru datang.

Guru pun bergantian memasuki ruang kelas XII MIPA 4. Sampai akhirnya jam pelajaran terakhir yang merupakan jam kosong Ale gunakan bercerita kepada dua sahabatnya, yaitu Maharani Kirana dan Adeeva Afshen tentang hubungannya dengan mantannya, bagaimana mereka bisa berpisah.

"Parah banget sih, emang paling bener putusin aja, Le," seru Rani sambil berusaha menenangkan sahabatnya tersebut.

"Udah gua putusin, gak kuat banget asli batin gua," balas Ale sambil mengusap air matanya usai bercerita.

"Sabar ya Le, dari awal juga gua udah perhatiin dia. Songong banget mentang-mentang kepilih jadi ketos," balas Deva sambil mengusap punggung Ale, berusaha menenangkannya.

"Iya, rasa sedih gua lama-lama berubah jadi ilfeel dan takut juga. Soalnya dia berusaha ngontak gua terus," balas Ale sambil merogoh saku rok nya untuk mengambil ponselnya.

"Blok aja semua kontaknya Le, daripada lu diteror," balas Rani dengan muka yang muak akan perbuatan Vikal kepada sahabat nya

"Gua udah hapus kontak WA-nya, eh dia ngontak gua lewat IG. Pake fake account pula," Ale menunjukkan ponselnya.

"Private aja akun lu untuk sementara, terus ubah pengaturan DM lu," kata Rani dengan nada yang meyakinkan Ale.

"Bener tuh, kalau udah gitu gak bakal deh dia kontak-kontak lo lagi!" Tambah Deva menyemangati Ale.

"Oke, gua coba," jawab Ale melakukan apa yang disarankan kedua sahabatnya kepada dirinya.

"Btw, lu gak mau coba deketin si Tristan, Le?" Sahut Rani yang merubah topik agar sahabatnya dapat sedikit terhibur.

"Hah? Tristan temennya Rey?" Balas Ale kebingungan dengan apa yang dimaksud Rani.

"Iyee... Ketua EC yang tadi bagiin brosur," kata Rani mencoba menghasut Ale.

"Sabi tuh, anaknya kalem, humble, lumayan populer juga. Keliatannya sih gitu ya..." tambah Deva yang ikut menghasut Ale.

"Apaan banget sih lu pada?! Gua baru putus beberapa hari lalu, anjing," balas Ale dengan nada kesal karena dia mulai paham maksud terselubung dari perkataan kedua sahabatnya tersebut.

"Siapa tau ini bisa jadi jalan supaya lu lepas dari terornya Vikal," sahut Deva.

"Hmm, gak dulu deh," balas Ale ketus.

"Iya weh aing mah..." balas Rani dengan nada yang mengejek jawaban dari Ale.

Mereka pun kembali berbincang ria, menghabiskan sisa waktu free class.

_________________________________________

Bel pulang berbunyi, pertanda semua murid dapat segera pulang setelah belajar dari pagi hingga sore hari.

"Gua cabut duluan, ya! Kudu ngumpulin daftar nama dulu gara-gara ketua kelas lu hilang lagi," pamit Ale kepada Deva dan Rani.

"Hahaha, hati-hati!"

Ale pergi meninggalkan kelas, segera menuju sekretariat EC untuk mengumpulkan nama-nama calon peserta dari kelasnya yang ingin mengikuti lomba debat bahasa Inggris.

"Lah, Ale? Gua kira si Rey yang bakal ngumpulin," tanya Tristan yang heran karena yang menghampirinya dari kelas XII MIPA 4 adalah Ale, bukan Rey yang merupakan ketua kelas.

"Orang nya gak ada, jadi gua yang ngasih," jawab Ale sambil memberikan daftar teman kelas nya yang mengikuti lomba tersebut.

"Gak heran sih... btw nanti lu kasih tau ke orang-orang ini, hari Rabu siang kumpul di aula. Mereka bak-" ucap Tristan yang sedang memberi informasi lanjut pada Ale tentang lomba, tapi dipotong oleh Ale yang sedang buru-buru.

"Ini ID Line gua. Gua buru-buru, sorry," potong Ale sembari menulis ID Line-nya di kertas yang berada diatas meja Tristan.

"Oke... Tapi kenapa buru-buru banget?" Tanya Tristan yang heran dengan sikap aneh dari Ale.

"Gapapa," jawab Ale yang langsung memalingkan badan dan segera meninggalkan sekretariat EC.

Ale bergegas pulang, meninggalkan Tristan yang mematung.

"Gak nyangka dia yang kesini hahaha, dunia ini aneh kadang-kadang," kata Tristan dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.

Tristan kembali mengerjakan urusannya di sekretariat, setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, ia bergegas merapikan barangnya. Sisa tugasnya pun telah ia serahkan kepada si sekretaris, Selena.

"Sel, gua duluan ya. Semangat!" Ucap Tristan sambil mengambil tasnya dan meninggalkan ruangan tersebut.

"Oh, iya Tan, tiati!" Balas Selena yang sedang sibuk mendata para murid yang mendaftar sebagai peserta lomba.

_________________________________________

Usai meninggalkan sekretariat, Tristan langsung menghampiri Rey dan Brian, mereka lalu pergi ke warung kopi tempat tiga sahabat itu biasanya nongkrong. Tempat itu bernama "Warung Jesul".

"Selesai juga orang tersibuk ini, lama amat lu bos! Kemane aje?" Tanya Rey sambil menepuk bahu Tristan dan merangkulnya.

"Biasa, urusan lomba. Sekretaris kelas lu tadi ribet pake buru-buru segala. Lu juga malah ngilang... tapi lumayan sih, jadi dapet ID-nya, hehe," jawab Tristan dengan senyuman lebar di wajahnya.

"Ya maap, biasa lah urusan tongkrongan," balas Rey sambil melepaskan rangkulannya dari Tristan.

"Btw, buruan lah, asem mulut gua," sahut Brian yang sudah tidak bisa bersabar dan menunggu lebih lama lagi.

Mereka bertiga pun bergegas pergi, namun karena ucapan Tristan tadi, Rey terdiam selama perjalanan mereka menuju Warung Jesul.

"Nah... sampe deh di warung yang tidak akan terlupakan oleh waktu, Warung Jesul!" Teriak Brian dengan sepenuh tenaga karena perutnya yang tak sabar menyantap Indomie sterofoam khas Jesul.

"Woy, kok lu tiba-tiba diem? Kesurupan?" Tanya Tristan yang menyadari keheningan secara tiba-tiba dari seorang Rey yang biasanya paling pecicilan di antara mereka.

"Orang kesurupan gak bakal bilang kesurupan Tan, ngotak dikit dong. Langsung bawa ke masjid depan aja kali ya?" Timpal Brian yang sudah siap menggendong Rey.

"Mari kita coba~" balas Tristan sambil terkekeh.

"Ngaco lu berdua. Enggak kenapa-kenapa, gua tiba-tiba keinget belum ngumpulin tugas si Ijah samsek, hehe," balas Rey setelah sadar dari lamunannya.

"Ternyata seorang Rey bisa mikir tentang tugas, kawan-kawan! Hahahaha!" Ejek Tristan yang menertawakan perkataan Rey.

"Hahaha, bangsat lu Tan!" Balas Rey sambil sedikit mendorong Tristan.

"Yaudah, sekarang mah kita makan, nongkrong, nyebat sebentar abis itu cus pulang," ujar Brian yang tidak ingin bertele-tele.

Tristan pun memesan Indomie sterofoam dan es teh manis seperti biasa, tak lupa membeli sebungkus filter kretek yang sudah menjadi favorit mereka.

"Eh besok kan weekend nih, mau nongki gak?" Tristan bertanya dengan raut wajah yang tampak menyembunyikan sesuatu sembari membagikan sebatang rokok kepada Rey dan Brian.

"Tumben lu, biasanya sibuk mulu kalo weekend. Ada apa gerangan?" Balas Brian heran dengan perkataan tak biasa dari Tristan.

"Kebetulan besok rumah gua kosong, paling cuma ada adek gua. Nginep kuy lah! Ada 'Si Cantik' sama 'Si Montok' , ada 'Jamu' juga kalo lu mau," jawab Tristan penuh semangat.

Rey dan Brian tahu apa yang dimaksud Tristan. Tapi sayangnya mereka berdua punya kesibukkan masing-masing.

"Yailah... kenapa harus besok, sih? Gua mau pergi sama keluarga ke Bandung," jawab Brian dengan nada kecewa karena jadwal mereka yang bertabrakan.

"Sorry ya Tan, nyokap lagi ribet parah sampe besok lusa!" Balas Rey yang juga sama kecewanya dengan Brian.

"Yailah guys, kesepian dong gue... Yaudah besok me time aja kali ye," ucap Tristan dengan nada kecewa karena ia tidak mendapatkan jawaban yang di harapkan.

"Gua sih family time, hehe..." sahut Brian berusaha mencairkan suasana.

"Heem," Tristan menjawab dengan ketus.

_________________________________________

Indomie sterofoam, menu langganan mereka sejak SMP sudah siap disantap. Tanpa berbasa-basi, mereka langsung menyantap Indomie sterofoam tersebut.

Setelah mengisi perut, mereka nongkrong sebentar sembari menghabiskan sebatang filter kretek seperti biasanya, sebelum mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

"Buset udah buka Line aja nih si jomblo!" Sindir Brian melihat Tristan yang nampak sedang menambahkan kontak Line Alethea melalui pencarian ID Line.

"Riweuh sia! Sesama jomblo kok ngatain?" Balas Tristan kesal diejek Brian yang bernasib sama dengannya.

"Galak banget sih, bang! Hati-hati, bego. Ale kan pacaran sama Vikal," Brian yang memiliki ingatan samar akan hubungan Vikal dan Alethea mencoba memperingati sahabatnya.

Tristan baru akan membalas Brian bahwa dirinya tidak ada niatan untuk mendekati Ale, tapi dipotong oleh Rey yang membalas, "Udah putus dia."

"Wih, gas kali, Tan!" Mendengar jawaban Reynord, Brian pun segera menyemangati Tristan.

Tristan hanya tersenyum kecil sembari melemparkan puntung rokoknya yang sudah padam ke arah Brian karena Brian masih saja mengompori dirinya untuk mendekati Alethea. Ketiga sahabat itu lantas segera membayar semua pesanan mereka dan bersiap pulang ke rumah masing-masing.

Di perjalanan pulang, terjadi perdebatan dalam kepala Reynord.

"Segampang itu anjir dapetin ID Line Ale?" Batin Rey memulai perdebatan di dalam kepalanya.

"Ah sudahlah, harusnya Ale aman," suara hati Rey yang lain menimpal.

Rey melanjutkan perjalanan nya, tak mau terjadi hal yang tak diinginkan akibat pikirannya yang dia anggap berlebihan.

Bersambung di Bab 2

Continue Reading

You'll Also Like

158K 11.6K 41
Highest Rank #118 In Teen Fiction (25/03/17) [CERITA SUDAH LENGKAP/COMPLETED] BLURB : Cinta, keluarga, sahabat, kisah masa sekolah, semua tercantum...
28K 1K 38
[SEQUEL :: ❤️ Cinta & Benci 1 & 2 ❤️] Unforgettable Love (END) Sinopsis :: Kisah 4 orang remaja yang terlibat dalam hubungan cinta yang rumit. Cinta...
4.6K 1.4K 27
Olimpiade Sains Nasional. Sebuah uji kompetensi seluruh siswa dan siswi Indonesia. Namun, tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini...
Wattpad App - Unlock exclusive features