Raisela POV
Rumah
Sudah dua hari aku tidak masuk sekolah karena sakit dan sekarang aku kembali masuk sekolah.
"Ma Rai berangkat dulu ya" pamitku pada mama
"Yaudah hati-hati" ucap mama
Aku pun mencium kedua pipi mama dan berlalu pergi.
Baru beberapa meter aku berjalan, suara deru motor vespa membuatku menoleh.
"Pagi" sapa Aston
"Pagi, kok bisa tau kalo gue masuk hari ini?" Tanyaku
"Kata Lesya lo masuk hari ini yaudah gue jemput deh" jawab Aston yang beroh ria
"Nih" timpal Aston sambil memberikan helm padaku
Aku pun menerimanya dan menaiki motornya.
Sekolah
Sesampai di sekolah, kebetulan Lesya dan Vanoz juga baru datang.
"Hai, kak Rai" sapa Lesya yang langsung menghampiriku
"Hai" sapaku juga
"Udah sehat lo?" Tanya Vanoz
"Ya udah lah, buktinya udah masuk" jawab Aston bukan aku
"Gue tanya Rai bukan lo" ucap Vanoz
"Tapi gue denger yaudah gue jawab" ucap Aston
"Kak kita masuk yuk" ucap Lesya yang berbisik padaku
Aku dan Lesya pun meninggalkan Aston dan Vanoz.
"Tuh kan gue ditinggal, gara-gara lo sih" ucap Aston yang masih bisa ku dengar
Aku dan Lesya pun tertawa.
Kelas
Sekarang pelajaran dimulai. Bertepatan sekarang pelajaran olahraga.
"Lo mau ikut pelajaran olahraga?" Tanya Aston padaku
"Iya" jawabku
"Lo baru sehat, masa mau olahraga. Mau sakit lagi?' Tanya Aston
"Ya enggak tapi kalo gak ikut nanti kena marah" jawabku
"Biar gue yang ijinin" ucap Aston yang berlalu pergi
"Udah lah Rai, yang di bilang Aston ada benernya juga. Lo gak usah ikut ya" ucap Dresia yang ku balas anggukan
Selama pelajaran olahraga aku hanya duduk sendirian di pinggir lapangan. Hingga Queen and the gang datang menghampiriku.
"Eh kok pak Nino gak adil banget sih, biasanya kan semua murid harus ikut kok dia enggak?" Tanya teman Queen yang ku tau namanya Tira
"Ya paling dia pakai rayuannya buat ngerayu pak Nino biar gak marahin dia" jawab Queen
Aku hanya diam saja, karena yang dia katakan itu tidak benar.
"Iya sih, pantes dia duduk manis dengan wajah sok cantiknya" ucap Selly yang juga teman Queen
"Gue yang nyuruh Rai gak ikut olahraga hari ini, kenapa?" Tanya Aston yang datang menghampiriku
"Ya gak adil lah, dia gak ikut olahraga kayak kita" jawab Queen dengan nada sinisnya
"Gue udah ijin ke pak Nino dan dia ijinin jadi apa urusannya sama lo" ucap Aston
"Iiih!" Kesal Queen yang berlalu pergi disusul oelh temannya
"Lo harusnya lawan jangan diem aja" ucap Aston
"Gue udah bilang gue gak mau nambah masalah, karena masalah gue udah banyak" ucapku yang berlalu pergi
"Loh Rai!" Panggil Dresia namun tidak ku hiraukan
Kelas
Aku berlalu ke kelas, memutuskan membaca novel.
Hingga semuanya kembali, aku masih setia membaca novel.
"Lo gak mau ke kantin?" Tanya Dresia
"Gak deh, lagi males" jawabku
"Yaudah gue duluan ya, mau nitip gak?" Tanya Dresia yang ku balas anggukan
Setelah Dresia berlalu pergi, aku masih tetap pada aktifitas membacaku.
Hingga sebotol minuman dan satu roti menjulur di hadapanku.
"Nih, makan" ucap Aston
"Gak makasih" ucapku yang hendak kembali membaca. Namun, buku tersebut di rebut oleh Aston
"Eh, kok diambil sih?" Protesku
"Gue balikin kalo lo mau makan itu roti" ucap Aston
"Gue gak mau" ucap ku yang tetap tidak mau memakan roti itu
"Lo keras kepala banget ya" ucap Aston
"Bodo" ucapku sambil menatap ke arah lain
"Lo marah karena tadi?" Tanya Aston yang tidak ku jawab
"Kalo iya, gue minta maaf. Gue cuma gak mau lo di hina gitu. Lo itu bener jadi, gak sepatutnya lo diem" timpal Aston
"Terkadang gak semua bisa dijelasin dengan kata-kata kan" ucapku
"Diam itu bukan segalanya, setiap orang punya pemikiran sendiri tentang arti diam. Ada yang beranggapan diam itu karena iya dan diam itu karena enggak. Tapi dalam arti sekarang diam itu iya" jelas Aston yang membuatku mulai menatapnya
"Gue cuma mau jaga lo karena itu gue gak suka ada orang yang hina atau nindas lo. Apalagi itu didepan gue" timpal Aston yang membuatku menatapnya
"Yaudah nih makan" ucap Aston sambil mengulurkan roti padaku
Aku pun memakannya.
Hingga bel masuk, Aston kembali ke tempat duduknya.
"Maka..." Ucapku yang langsung Aston potong
"Gak ada ucapan makasih lagi" ucap Aston
Aku pun tersenyum dan mulai mengikuti pelajaran yang akan di mulai.
Rumah
Sepulang sekolah tadi, aku langsung pulang dengan angkot. Sebenarnya, Aston mau mengantarku tapi dia ada latihan basket, jadi dia tidak bisa.
"Ma Rai pulang" ucapku smabil mencium pipi mama
"Yaudah sana ganti baju terus makan siang" ucap mama
"Siap, big boss" ucapku yang berlalu pergi ke kamar
Kamar
Di kamar aku langsung menganti bajuku dan turun untuk makan siang.
Meja makan
"Nih mama masak ke sukaan kamu" ucap mama sambil mengambilkanku makanan
"Ehmm pasti enak" ucapku
Aku pun mulai makan hingga baru beberapa suap, suara ketukan pintu mengalihkan perhatianku.
"Biar mama yang buka" ucap mama yang berlalu pergi
Aku pun melanjutkan makanku. Hingga aku melihat mama datang dengan menangis.
"Loh mama kenapa?" Tanyaku
"Eehh ambilin minum" ucap seorang pria
Aku pun melihatnya dan ternyata pria itu lagi. Namun, dia tidak sendiri. Dia membawa seorang wanita muda.
"Eh Rai buatin pacar papa minum" ucap pria itu
"Gak, buat apa saya kasih minum buat jalang kayak dia" ucapku sambil menatap marah wanita itu
"Apa kamu bilang? Hah? Jalang? Dia bukan jalang, dia pacar papa dan akan jadi mama kamu" ucap pria itu
"Dia jalang dan saya gak amu punya mama baru apalagi kalo dia seorang pelakor" jawabku dengan penuh emosi
"Udah gak papa, jangan di terusin" ucap mama menahanku
"Ini udah kelewatan ma, dia harus tau kesalahan dia" ucapku
Pria itu mulai menghampiriku dengan sempoyongan.
"Berani kamu bilang dia jalang, hah. Dia wanita baik-baik" ucap pria itu dihadapanku
"Oh ya, kalo dia wanita baik-baik mana ada wanita baik-baik merusak rumah tangga orang lain" ucapku
"Udah nak jangan" ucap mama yang sudah menangis
"Dia jalang dan emang itu kodratnya" ucapku yang langsung mendapat tamparan
Plaakk
Aku pun memegang pipiku dan mulai menangis.
"Stop, jangan tampar dia. Dia anak kamu" ucap mama
"Anak gak tau di untung, kamu harusnya sadar. Kalo papa gak membiayai kamu, kamu akan jadi gelandangan. Bisanya cuma nyusain mau sok-sok an ngelawan" ucap pria itu
"Tampar aja terus asal anda gak biarin wanita itu ada di sini" ucapku
"Berani kamu!" Ucap pria itu dengan marah
"Semuanya udah melebihi batas kesabaran. saya masih bisa nerima kalo anda nyakitin saya tapi sekarang anda buat mama saya nangis karena melihat anda dengan jalang itu" ucapku
"Jaga perilakumu, apa seperti ini mamamu mendidikmu" ucap pria itu
"Jangan salahkan mama sayang, anda yang buat perilaku saya seperti ini. Bukan mama saya" ucapku sambil menatapnya dengan marah
Plaaakkk
Lagi-lagi aku mendapat tamparan. Aku pun menangis dan berlari menuju kamar.
Holaaa 🤗🤗🤗🤗
Don't forget to Comments and Vote 💞💞💞💞💞