•Selamat Membaca•
"How is everything, darling?"
Clara memutar leher nya, "Not bad. Aku baru saja selesai dari tour international ku yang melelahkan. Aku dalam perjalanan pulang ke bandara. And you?"
"Fine. We can't wait to see you, sweetie."
"Ugh, Mom. I'm not a kid anymore! Don't call me like that."
"But you still my lil' princess."
"Whatever. Aku sudah sampai dan akan segera terbang. See you."
"Take care!"
Clara turun dari mobilnya dengan disambut banyak paparazzi yang mengikutinya. Ia berlindung di belakang badan badan kekar bodyguard nya untuk menghindari ancaman ancaman tak terduga. Sesekali ia merasakan rambut nya dijambak oleh tangan tangan nakal yang berhasil lolos menyelinap diantara bodyguard nya. Sebenarnya ini bagian yang ia benci.
Setelah melewati 'rintangan' tadi, Clara mengistirahatkan tubuhnya di dalam sebuah pesawat jet pribadi yang bertuliskan 'Davidson' di bagian sayap nya. Ia menghembuskan nafas kasarnya dan memesan secangkir teh hangat. Clara menurunkan kacamata hitam nya dan memandang keluar jendela. "Hari yang melelahkan."
...
Manhattan
18.32
Sepasang kaki jenjang dan mulus menapak di depan sebuah mansion. Melenggangg masuk dengan anggun disambut puluhan maid yang membungkukkan tubuh dihadapannya.
"Clara!" Teriak seorang gadis kecil dari kejauhan. Kedua tangannya telah naik diudara seolah menunggu pelukan dari pemilik nama yang ia panggil.
"Oh, Melly. Come here. I miss you sooo much!" Clara menggendong adik nya dan mencium pipi nya seolah telah menahan rindu selama setengah abad lamanya. Sedangkan Melly hanya menjawabnya dengan tawa kecil menggemaskan yang menggambarkan rasa senang.
Sementara di sudut ruangan, ada seseorang yang memandang aktivitas mereka. Ia ingin mengintrupsi tapi terlalu malu dan takut. Yang hanya bisa ia lakukan adalah memandang kakak nya dari jauh dan tersenyum.
Tapi, ternyata Clara mengetahui kehadiran adik laki laki kecil nya itu. Ia segera menghampiri nya. Clara menekuk lutut nya agar wajah nya sejajar dengan wajah kecil adik nya. "Lihatlah Billy si pemalu ini. Kau tidak rindu aku, huh?" Ucap Clara seraya menyentuh hidung kecil Billy.
Namun tiba-tiba, bibir Billy mengkerut kebawah dan matanya berlinang. Membuat Clara terkejut dan panik. Billy memang sangat pemalu sejak dulu. Ia lebih memilih untuk diam dibanding dengan mengutarakan perasaannya.
"I miss you so much." Ucap Billy dan langsung memeluk leher kakak perempuannya. Clara membalas nya dan menepuk punggung kecil adiknya. Sungguh ia merindukan adik laki laki yang sangat menggemaskan ini.
"Hey, stop crying. Kau membuatku ingin menangis." Mendengar ucapan tersebut, Billy melepaskan pelukannya lalu membersihkan mata dan hidungnya menggunakan punggung tangan. Ia lalu mengelus wajah Clara menggunakan seluruh jemari kecil nya.
"Sorry. Kau tak boleh menangis. Nanti make-up mu luntur. Akan sangat sayang sekali karena kau terlihat cantik, Clara." Clara langsung tersenyum dan mencubit pelan hidung Billy. Ia lalu mengecup kening nya. "Aku harus bertemu Mom and Dad terlebih dahulu. Dimana mereka?"
"Mereka berada di ruang kerja."
"Ugh. As always." Clara berlalu dan menghampiri ruang kerja kedua orang tua nya.
Ia mengetuk pintu berwarna hitam itu dan membuka pintu nya setelah mereka berkata 'Come in' . Kedua orang tua nya bahkan belum memalingkan wajah dan terus berkutat di depan laptop mereka. Mereka tak menyadari jika putri sulung kesayangan mereka telah tiba. Akhirnya Clara memutuskan berdehem dengan sedikit keras untuk mendapat perhatian.
"Oh, dear. Kapan kamu sampai?" Ucap sang ibu seraya menghampiri dan memeluknya. Disusul sang ayah tentu saja.
"Uhm... mungkin beberapa menit yang lalu saat kalian sibuk dengan pekerjaan kalian yang tak ada henti nya."
"Sorry, Clara. Akhir akhir ini pekerjaan kami sedang sangat padat."
"It's okay, Dad. Aku sudah terbiasa." Mereka duduk di sebuah coffe table dan bercengkrama. Membicarkan banyak hal. Dari mulai pekerjaan hingga aktivitas yang dilakukan Clara selama mengunjungi beberapa negara untuk memenuhi pekerjaannya sebagai penyanyi.
"Ah, tak terasa sebentar lagi waktunya makan malam. Clara, maaf aku lupa memberi tahu mu kalau hari ini kita ada undangan makan malam di luar." Ujar sang ibu.
"Where?"
"Kau akan tahu nanti." Ucap sang ibu dengan mengulaskan senyuman yang hangat.
...
Tbc
Jangan lupa votement<3
-MayNutCracker