Ice Cream [ Tzuyu x Mingyu ]

By Wuufan88

14.4K 1K 108

One-shoot unfaedah pasangan Mingyu dan Tzuyu 🌝 Maaf kalau cerita mengecewakan, yah namanya juga manusia :") More

Singgasana Cinta
Lights Out
Star
Love You
That XX
Boss
Daisy
A Thousand Years
Because Of You
Missing You
Heaven
A Day without You
Oppaya!
Babies
Heaven
First Love

Ramalan

465 43 5
By Wuufan88

"Jadi kau mau membuat lelaki incaran mu menyukai dirimu, begitu?"

Tzuyu mengangguk semangat dengan ujung sedotan yang masih berada di mulutnya. Matanya berbinar bahagia dengan senyuman tak pernah lepas semenjak bokongnya menduduki kursi cafe siang ini. Bayang-bayang dirinya bergelayut manja di lengan kekar milik Oh Sehun sudah tergambar jelas di kepalanya. Hanya tinggal satu langkah lagi untuk menggapai keinginannya itu, dan kini merupakan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Sekarang ia tengah berhadapan dengan seorang lelaki berparas imut layaknya anak kecil dengan mata bulat yang terlihat sedikit mengintimidasi, Kyungsoo namanya. Ia terkenal dengan sebutan 'cenayang' karena asal-usul keluarganya yang memang memiliki kekuatan magis tersebut. Tak heran jika Kyungsoo banyak dimintai tolong untuk melancarkan segala urusan teman-temannya, baik itu dalam kehidupan sehari-hari ataupun masalah percintaan seperti sekarang.

Sedangkan Tzuyu sendiri, seorang wanita berusia hampir 23 tahun yang tengah dirundung rasa berbunga ketika hatinya menemukan tambatan yang sempurna. Dia Oh Sehun, lelaki dengan penggemar dari kaum hawa terbanyak di fakultas kedokteran. Bagaimana tidak, dia kaya, pintar, tinggi dan tentu saja sangat tampan. Tak ada yang bisa menampik masalah ketampanan yang terlihat sempurna dari wajah seorang Sehun.

"Sebutkan siapa dia, biar aku bisa sedikit melihat apakah kalian cocok atau tidak"

Tzuyu menggelengkan kepalanya dengan tangan bersedekap. Kyungsoo yang mengetahui gelagat temannya yang akan mengeluarkan titah-titah tak masuk akal hanya mampu menatapnya tanpa minat, ia tak ingin merusak kebahagiaan dari wanita yang sebenarnya tak pernah merasakan hangatnya status 'berpacaran' selama 23 tahun hidupnya.

"Tidak usah Kyungsoo, sebentar lagi ia akan datang. Aku yakin jika memang benar dirinya adalah untukku, takdirku. Kita bagaikan kunci dan gembok. Jadi, lakukan ketika ku beritahu jika ia memasuki cafe ini. Biasanya tak lama lagi, karena sekarang sudah pukul 2"

"Ya, terserah. Yang penting aku hanya melihat siapa diantara banyaknya lelaki yang memiliki satu frekuensi takdir dengan dirimu, begitu kan"

"Iya! Kau cerdas sekali Kyungsoo, tidak heran jika Sohyun menerimamu sebagai kekasihnya!"

Tzuyu tersenyum dengan lebar dan kembali meminum minumannya. Ia tak akan beranjak dari kursinya karena sebentar lagi pasti Sehun dan juga teman-temannya akan datang.

Inilah kehebatan Tzuyu. Ia memang tak memiliki teman yang menonjol ataupun terkenal di kampusnya. Ia hanya mahasiswi biasa yang suka sekali bermain layaknya dewasa awal pada umumnya. Tapi jangan heran jika Tzuyu sekarang memiliki mata-mata yang selalu update masalah Oh Sehun. Lagipula, lelaki incaran Tzuyu ini terkenal, jadi tak susah menemukan informasi tentangnya.

Tak selang berapa lama, 3 orang pria tinggi berjalan memasuki cafe tempat Tzuyu dan Kyungsoo berbincang. Visual ke tiga pria itu tak bisa dianggap candaan karena ketika mereka masuk seluruh pasang mata memperhatikan disertai bisikan penuh kekaguman. Dari sekian banyaknya pasang mata, Tzuyu termasuk dari jejeran manusia itu.

Ia menepuk tangan Kyungsoo yang tengah terpaku dengan minuman dingin miliknya. Tak menggubris lirikan tajam Kyungsoo yang saat ini merasa sangat terganggu dengan aktivitas yang dilakukan oleh Tzuyu; menepuk tangannya yang terlipat diatas meja.

"Itu Kyungsoo, mereka datang!" Pekik Tzuyu dengan kegiatan yang belum berhenti sedari tadi. Kyungsoo mengikuti arah pandang Tzuyu dan menemukan 3 sosok pria dengan wajah tampan memikat para jajaran kaum hawa.

Kyungsoo kenal dengan ke tiga pria itu.

Park Chanyeol, Kim Mingyu dan Oh Sehun.

Seharusnya ada satu lagi, tapi sepertinya ia tidak ikut karena ada urusan. Dan Kyungsoo tak peduli sebenarnya.

"Jadi, salah satu dari mereka yang memiliki frekuensi takdir yang sama harus dibuat jatuh cinta padamu, begitu saja kan?"

Tzuyu mengangguk dengan semangat. Ia menatap salah satu dari ketiga pemuda itu lamat-lamat, seperti hendak menelannya sekarang juga. Beda Tzuyu, beda juga Kyungsoo. Ia menajamkan pandangan magisnya dengan melihat bagaimana frekuensi takdir yang dimiliki ketiga pemuda yang kini tengah duduk melingkar didekat jendela.

Dan memang benar, salah satu dari mereka memiliki frekuensi takdir yang sama dengan Tzuyu. Begitu kuat hingga Kyungsoo bisa melihat jika kedua frekuensi itu saling tarik-menarik demi menyambungkan ikatan mereka.

"Kau benar, ada salah satu dari mereka memiliki frekuensi takdir yang sama denganmu. Dan itu begitu kuat"

Tzuyu sudah terlihat bahagia di bangkunya. Ia sangat yakin jika itu Sehun, karena ia merasakan adanya chemistry diantara mereka berdua.

"Baiklah, ini tak akan memakan waktu yang lama. Hanya tinggal kau tunggu 3 hari, maka lelaki yang merupakan takdirmu itu akan datang ke rumah mu dan mengajakmu makan malam bersama"

Tzuyu tertawa bahagia setelah Kyungsoo mengatakan hal tersebut. Ia akan dengan senang hati menerima ajakan itu karena ia sudah sangat lama memendam perasaan ini untuk Sehun. Kyungsoo memang dapat diandalkan.

"Terimakasih Kyung! Aku akan membayar minumannya hari ini sebagai bayaran, tenang saja, setelah aku menjadi kekasihnya, maka aku akan mentraktirmu jjampong di tempat langganan kita!"

"Ya ya.. terserah saja"

-TzuMin-

Seperti kata Kyungsoo, sekarang tepat 3 hari setelah pertemuan mereka di cafe. Tzuyu sudah berdandan dengan make up tipis yang membuat dirinya terlihat begitu mempesona. Dress yang ia kenakan terlihat sangat pas di tubuh tingginya, dan ia juga mengenakan parfum yang baru saja ia beli khusus untuk hari ini.

Sekarang tanggal 24 Maret, tepat di hari kamis, dan sekarang sudah pukul 7 malam. Kalau tidak salah, Sehun akan mengajaknya makan malam hari ini karena itu yang di katakan Kyungsoo. Tzuyu sudah sangat yakin jika Sehun yang akan mengajaknya pergi makan malam. Karena entah keajaiban darimana, dua hari yang lalu, tepat ketika ia selesai bertemu Kyungsoo, Sehun meminta bantuannya untuk membawakan buku ke perpustakaan. Sebuah alasan yang begitu klise bagi Tzuyu untuk tahap pertama pendekatan. Tapi ia senang, sangat senang malah.

Mereka sudah bertukar id Line, saling follow di akun SNS lain dan yang terpenting, sudah tercipta sebuah percakapan singkat hingga penghujung waktu tidur mereka berdua. Dengan akhiran di setiap pesan adalah harapan untuk bermimpi indah satu sama lain.

Gila. Kyungsoo benar-benar mujarab.

Ting!

Satu pesan di ponsel Tzuyu membuat wanita itu melebarkan senyumannya. Ia meraih benda persegi yang tergeletak diatas tempat tidur dan membaca sebuah pesan dari sang pujaan hati. Siapa lagi kalau bukan Sehun.

19.05 KST

From : Sehun Oh.

"Tzuyu-ya, apa hari ini kau sibuk? Ehm.. lebih tepatnya sekarang, saat ini juga?"

Tuh kan. Magis Kyungsoo benar-benar mujarab untuknya. Sekarang sudah terbukti jika keluarga Do memang terbaik dalam hal ini.

Dengan cepat, Tzuyu segera membalas pesan itu. Hatinya berbunga-bunga. Bahkan hanya dengan membayangkan betapa tampannya Sehun nanti didepannya dan meminta dirinya menjadi kekasih hatinya sudah membuat Tzuyu ingin melompat dari lantai dua. Didalam pikirannya, sudah bersarang berbagai macam cara Sehun untuk mengungkapkan perasaannya nanti.

Seperti, "Tzuyu, kau tahu, aku memang populer dan banyak sekali wanita yang ingin bersama denganku. Tapi entah mengapa hatiku berkata jika hanya dirimu yang tepat untuk diriku yang memiliki segala kekuarangan ini"

Atau seperti, "aku sudah memperhatikan mu sejak lama, dan sekarang kurasa waktu yang tepat untuk mengatakannya. Ah.. bahkan menatap matamu saja membuatku sebahagia ini. Tzuyu, aku menyukaimu"

Atau bahkan langsung seperti ini, "aku merasa jika menjadi sepasang kekasih terlalu kekanakan di usia kita yang cukup matang ini. Aku sudah bisa mencari kerja sehabis kuliah, dan yang aku butuhkan hanya pendamping saja. Jadi, apakah kau bersedia menjadi pendampingku, Chou Tzuyu?"

Oh ya tuhan, Tzuyu rasanya mau pingsan saja jika hal yang terakhir benar-benar akan terjadi sekarang.

Ponselnya yang bergetar menandakan ada pesan masuk disana. Dengan hati berdebar, ia membaca pesan itu dengan teliti dan setelahnya ia langsung pergi keluar kamar, berjalan dengan sedikit cepat kearah pintu karena Sehun bilang jika ia menjemputnya sekarang.

Bisakah Sehun sedikit berpikir mengapa Tzuyu sudah bersiap disaat ia mengajaknya tepat 5 menit yang lalu?

Dan benar saja, ketika Tzuyu membuka pintu, sosok tinggi dengan wajah tampannya tengah tersenyum disana. Tatanan rambut berwarna pirang itu membuat Tzuyu hampir saja memekik girang tak tertahankan. Sehun benar-benar tampan. Darah Spanyol yang ia miliki dari tuan Oh mengalir dengan hebatnya di dalam tubuh pemuda itu. Meski Tzuyu mengetahui jika warna rambut asli Sehun adalah hitam, tapi ia tetap menawan dengan rambut pirangnya sekarang.

"Hai.." sapa Tzuyu sedikit kikuk. Bagaimana tidak kikuk? Ia menyukai pemuda didepannya ini sejak lama dan sebentar lagi mereka akan menjadi sepasang kekasih.

"Hai, kau cantik sekali malam ini"

Oh, ingatkan Tzuyu untuk berpegangan karena sepertinya jiwanya sudah keluar dari raganya menuju langit ke tujuh.

"Ayo kita berangkat, Mingyu sudah menunggumu"

Senyuman Tzuyu yang tadi merekah langsung menghilang begitu saja. Digantikan dengan pandangan bingung disertai heran yang membuat Sehun gemas sendiri.

Mingyu katanya? Apa hubungannya dengan kencan makan malam mereka kali ini?

"Mingyu? Ada apa dengan Mingyu?"

"Loh, kau tidak membaca pesanku?"

Tzuyu mengerutkan dahinya dan segera meraih ponsel pintar yang tadi ia masukan kedalam tas jinjing kecil miliknya. Mata bulatnya itu membaca setiap huruf yang tertera di pesan Sehun beberapa menit yang lalu. Ia membaca dengan begitu teliti hingga matanya menangkap sesuatu yang janggal disana.

Shit! Bagaimana bisa ia melewatkan kalimat terakhir di pesan itu?!

"Yah.. kau tahu, temanku yang satu itu memang agak pemalu. Jadi ia meminta bantuan ku untuk menjemput dirimu. Ah, kau tenang saja, kita tidak akan berdua didalam mobil, kebetulan Irene ikut bersamaku"

"I-irene?"

Sehun mengangguk dengan semangat dan menunjukan senyuman tampan yang membuat Tzuyu mau tidak mau terlarut kedalam pesonanya. Hatinya berdebar menunggu perkataan Sehun selanjutnya yang sesungguhnya membuat mood Tzuyu langsung drop saat itu juga.

"Iya, Bae Joo Hyun, atau Irene, dia tunanganku. Kau baru tahu ya?"

Sial, Tzuyu tidak mengetahui hal itu sama sekali.

Jadi, Sehun sudah memiliki tunangan? Dan apa yang sebenarnya ia lakukan selama ini? Menunggu tunangan orang lain untuk peka terhadap dirinya? Lalu bagaimana dengan ramalan Kyungsoo yang bilang jika hari ini ia akan diajak makan malam oleh pria yang memiliki frekuensi takdir yang sama dengan dirinya?

"Ayo kita berangkat, sebelum hari semakin malam"

Dan Tzuyu hanya mampu berjalan pasrah dibelakang tubuh Sehun. Segala angannya yang akan menjalani kehidupan bersama Sehun musnah tak tersisa hanya dalam waktu persekian detik saja.

Memang, Tzuyu tak bisa mempercayai instingnya untuk kali ini.

'Do Kyungsoo, lihat saja besok. Aku akan buat perhitungan denganmu'

19.09 KST.

From : Sehun Oh.

"Syukur lah jika kau ada waktu. Kebetulan aku sudah ada didepan rumahmu, maaf sekali jika terlalu cepat. Bisakah kau turun kebawah?

Jangan terkejut jika bukan Mingyu yang menjemput ya, dia sedikit pemalu kkk~..."

-TzuMin-

Kedatangan Ketiga pria itu begitu memikat setiap mata yang melihat. Kyungsoo masih menajamkan pengelihatan magisnya hingga menemukan frekuensi ketiga pria tampan yang kini tengah asyik bercengkrama satu sama lain.

Ia bisa melihat frekuensi milik Park Chanyeol yang terlihat masih buram, menandakan jika ia masih jauh dari jodohnya. Mungkin, sekitar 2 hingga 3 tahun lagi frekuensi itu akan terlihat.

Lalu disebelahnya ada Oh Sehun. Frekuensi pemuda itu terlihat lembut. Disertai aura berwarna cerah yang membuat Kyungsoo berspekulasi jika pemuda itu sudah bahagia dengan pilihannya. Atau lebih tepatnya, frekuensi takdir milik pemuda pucat tersebut telah menemukan pasangannya.

Dan yang terakhir, ada Kim Mingyu. Frekuensi takdirnya memang tidak terlalu jelas diawal. Namun lama kelamaan, frekuensi itu meningkat dan membuat frekuensi lainnya ikut meningkat pula. Kyungsoo melihat itu dengan seksama, dan akhirnya ia mengetahui jika frekuensi takdir Kim Mingyu adalah pasangan dari frekuensi takdir milik Tzuyu. Wanita ini memang hebat, pikirnya. Bisa-bisanya ia menebak jika salah satu diantara ketiga pria itu memiliki ikatan kuat terhadapnya.

"Kau benar, ada salah satu dari mereka memiliki frekuensi takdir yang sama denganmu. Dan itu begitu kuat"

Semoga saja memang benar pikiran Kyungsoo, jika kedua orang ini saling mencintai satu sama lain dan akan memiliki akhir bahagia, seperti frekuensi takdir yang mereka miliki.

Setidaknya, itu yang dipikirkan oleh Kyungsoo saat ini.

-TzuMin-

Intinya sih, Si Kyungsoo salah perkiraan 😂😂

Untuk kali ini ngga ada rekomendasi lagu, cuman ya dengerin aja yang romantis-romantis gitu. Dan.. tidak ada percakapan Tzuyu sama Mingyu untuk chapter ini 😂

Kenapa? Karena Wuu fokus sama kesalahan Kyungsoo yang ngeramal masalah percintaan Tzuyu

Mian kalau ngga jelas, ide laknat ini tercetus begitu saja, daripada ditahan, mending dilepaskan saja(?) 😂😂😂

Last, Voment juseyo? :3

Continue Reading

You'll Also Like

5.7K 505 22
Kumpulan Cerpen / oneshoot yang divisualisasikan oleh kim taehyung dan chou Tzuyu. Update cerita tidak teratur
4K 232 8
manis, asin, asam, pahit 😂 Hanya sekumpulan cerita drable, oneshoot tentang kyusung Nikmatin dengan bahagia ya Update suka-suka 💕💞
52.5K 4.3K 29
Ini bukan hanya kisah perjodohan biasa... Seorang wanita bertemu seorang pria dan mulai mengenal... Tapi ini jauh lebih luar biasa dimana Tzuyu harus...
Wattpad App - Unlock exclusive features