Laurine berdiri lagi untuk kedua kalinya. Ia membungkuk dan memberi hormat kepada kedua sang empunya mansion ini, "Maaf om dan tante, mungkin saya harus bertanya lagi dengan Maam Raina."
"Oh tidak apa-apa, sayang. Kau bisa memberi tauku atau David saja karena besok kalian akan bertemu kembali. Bersikap santai saja Laurine, kami tidak akan memaksamu jika tidak mau." ucap Cindy layaknya seorang ibu menasihati putrinya.
Laurine hanya tersenyum lalu duduk kembali dan melanjutkan makanannya.
✨✨✨
Laurine diajak mereka untuk berkumpul bersama seperti yang dilakukan oleh keluarga Steinferd.
Cindy terus menceritakan hal tentang David ketika masih kecil. Laurine mendengarnya dengan cermat yang diikuti tawaan kecil sedangkan David, dia merasa malu karena Cindy terus membuka aibnya.
Tiba-tiba dari arah pintu ruang utama, seorang wanita berparas cantik berlari kecil menghampiri mereka.
Rambutnya yang panjang dan berwarna pirang, hidung yang mancung, tubuh yang bak model, matanya yang berwarna cokelat. Cantik sekali.
"David baby, I miss you so much." ucap wanita itu lalu duduk di pangkuan David.
Laurine terkejut melihat tingkah wanita itu. Wajahnya yang cantik ternyata tidak seiras dengan perilakunya. Sungguh tidak sopan. Bukannya datang menghampiri kedua sang empunya rumah, wanita itu dengan blak-blakan berteriak seenaknya.
"Samara berhentilah, aku bukan pacarmu jangan panggil aku dengan sebutan baby lagi." ucap David dengan tegas. Laurine tidak pernah melihat David segalak ini biasanya lelaki itu sangat pendiam dan arogan.
David mendorong Samara dari pangkuannya. Samara berdecak kesal lalu beralih duduk di sebelah David. Sekilas ia melihat juga seorang wanita di samping David.
"Kau terlihat galak Dave. Oh siapa ini? Pelayan baru di mansion ini? Dia tidak pantas berkumpul dengan kalian." ucap Samara dengan lancang. Kali ini ia telah berdiri menghadap Laurine dan berkacak pinggang.
Seluruh orang yang berada di ruang tersebut semakin kesal dengan tingkah Samara yang semakin berulah. Para pelayan hanya bisa menggeleng kepala melihat putri keluarga Maxime tersebut.
"Samara! Berhenti berbicara seenaknya. Dia Laurine, sekretaris David. Tahun depan mereka akan menikah." ucap Cindy dengan nada yang penuh marah. Bukan hanya Samara yang terkejut namun seisi ruangan tersebut juga begitu, terlebih David dan Laurine.
"What? Dia menikah dengan David? Oh my God, dia tidak pantas sama sekali jika bersanding dengan David, hanya aku yang cocok bersanding dengannya. "
Laurine benar-benar tidak bisa membiarkan wanita itu terus menginjaknya. Oh habis sudah kesabarannya, mungkin sejak kecil dia selalu menjadi korban bully. Namun kali ini ia tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi lagi.
"Dear, Ms. Whatever your name, I don't want to know. Kau bukan siapa-siapa untuk menilaiku atau menghakimiku. Dan ku perjelas sekali lagi, saya sekretaris David bukan pelayan di mansion ini, lebih tepatnya sekarang aku kekasihnya!" ucap Laurine dengan nada yang tinggi. Dia tidak tau bagaimana bisa kalimat tersebut terungkap sendirinya. Oh habis ini dia pasti akan diledek oleh David.
Awalnya David terkejut namun ia merasa gejolak bahagia saat wanita yang ia cintai mengatakan dia adalah kekasihnya. Jane dan kedua orang tuanya yang tidak mengetahui apa-apa pun mengira hal tersebut adalah fakta. Terlebih lagi David berdiri dan merangkul pinggang Laurine dengan mesra.
Samara semakin tidak bisa berkata-kata dan amarahnya semakin tinggi, "Oh lancang sekali, kau pikir kau siapa? Hah?"
Laurine hanya tersenyum miring melihat reaksi Samara yang menurutnya sangat berlebihan namun dia senang ia bisa mengalahkan wanita seperti itu.
"Sudah Samara, sebaiknya kau tinggalkan mansionku ini. " ucap Jack sang kepala keluarga.
Samara membelalakkan matanya. Dia tidak percaya ia akan diusir. Meski sejak awal mereka tidak menyukai kehadirannya tapi setidaknya mereka tidak pernah mengusirnya.
"What? Om mengusirku demi dia? "
"Kau memang pantas diusir Samara, pergi dan jangan ganggu kakakku lagi. Dasar perusak persahabatan orang." ucap Jane dengan nada yang penuh dengan sindiran. Kali ini mereka membiarkan si putri kecil yang berbicara.
Samara mengepal tangannya dengan erat lalu ia mengambil tasnya dan berjalan keluar tanpa mengucap sepatah kata pun.
Jack dan Cindy menggeleng kepala mereka.
Lalu Cindy mengangkat pembicaraan dengan Laurine, "Maafkan ku sayang, tadi aku terpaksa mengatakan hal tersebut. Ku harap kau tidak marah."
Laurine baru saja ingin menjawab namun David sudah terlebih dahulu mengangkat suara, "Tidak apa-apa, Mom. Aku rasa Laurine juga bahagia mendengarkan itu, lagipula kami telah menjalin kasih, iyakan sayang?"
David mempererat rangkulannya dan memberi senyuman yang penuh dengan banyak arti. Oh, Laurine benar-benar ingin meruntuki diri sendirinya akibat perkataan tersebut sekarang David bertingkah seolah semuanya benar. Mau tidak mau Laurine harus mengikuti permainan yang telah ia buat dengan tidak sengaja. Ia tidak ingin menyakiti wanita paruh baya tersebut yang sudah baik kepadanya.
"Oh iya tante."
"Sungguh? Kalau begitu aku harus mencari gaun untuk ku pakai nanti di hari pernikahan kalian nanti." ucap Cindy dengan riang.
Dan benar saja, Cindy benar-benar senang akan hal tersebut. Sehabis ini dia harus membicarakannya dengan Dave. Semua bukan hanya salah Laurine, jika Dave tidak mengatakan hal tadi mungkin Cindy akan memaklumi namun jika semua sudah seperti ini, sudahlah ia tidak tau harus berkata apalagi.
.
.
.
.
.
.
.
Sekian dulu yak, semoga suka❤
Jadi gimana gengs? Samara udah muncul tuh sesuai yang aku bilang wkwkwkwk. Maaf ya penggemar Samara kalau sifatnya gitu. Tapi dibalik itu semua nanti ada fakta yang bisa-bisa bikin kalian terkejut loh.
Jadi jangan lupa ya tambahan cerita THE POSSESSIVE BILLIONAIRE di library kalian atau di reading list kalian. Karena cerita ini bakalan penuh dengan kejutan dan misteri, hehehhee.
Oh iya, karena aku uda libur sekolah mungkin jadwal update nya bakalan aku bikin 2 hari sekali. Author butuh waktu juga untuk berpikir imajinasi😴😴
Bagi yang mau kasih saran boleh kok di comment atau mau secara privasi bisa di dm ig aku : lennychandra_
Jangan lupa kasih bintang 🌟 dan comment nya yakk. Meski cuman satu tapi bakalan bikin aku bahagia loh <3
Have a nice day ✨💙