Cast: Jeon Jungkook
Park Jimin
Park Shinyoung (OC)
Choi Hyeonji (OC)
Genre: Drama
Ratre : T
We have meet, talk and make a promise..
Can we make it work? Or have we to throw it?
Hyeonji pov
"Bagaimana kehidupanmu di Los Angeles?"
Gadis dihadapanku ini banyak berubah. Selain fisiknya tentu saja. Hell, kami tidak bertemu selama 10 tahun. Ya.. walaupun kami masih cukup berkomunikasi sesekali.
"Entahlah~. Los Angeles memang hebat Shinyoung-ah tapi aku tidak punya sahabat disana dan ya kau tau aku tidak cocok dengan gaya hidup disana. Aku juga merasa mimpiku akan terhambat jika disana,well aku lebih suka Korea ditambah orang tuaku ingin aku meneruskan bisnis mereka, kau sendiri?"
Aku tidak tahu kenapa, tapi dia hanya menghela nafas dan tersenyum, aku tidak yakin itu bisa disebut sebuah senyuman.
"Impianku adalah musik tapi orang tuaku ingin aku menjadi dokter jadi ya beginilah..hhh aku mendapat kontrak dengan salah satu CEO untuk menjadi dokter pribadi keluarganya."
"Kau.. ingat lelaki Busan dulu?"
"Ya... aku ingat"
Busan? Hhhaahh, bagaiman kabar kalian?
Aku berkutat dengan semua fikiranku tentang Busan, tentang anak -oh- sekarang dia bukan anak-anak lagi. Tentang pria yang berjanji mengajakku bermain dan seorang pria yang menyukai temanku, Shinyoung dengan sangat.
Maafkan aku, Jungkook... kau masih mengingatku?
Flashback
"Jungkook-a.. kalau kau sembuh nanti kau akan pergi dari rumah sakit ini dan melupakanku juga Shinyoung"
"Tidak. Tidak akan. Aku akan mengajakmu dan Shinyoung bermain. Kita berempat akan bermain bersama, aku akan membelikan es krim untukmu Hyeonji-ya"
Mereka berempat tersenyum di taman rumah sakit. Dua orang gadis manis dengan dres selutut berwarna pastel dan seorang pria yang terduduk dikursi roda dengan pria lain yang berdiri dibelakangnya.
"Shinyoung-ah.. kau tau? Jimin sangat menyukaimu, iyakan Jimin?"
Hyeonji mengerling pada Jimin sedangkan anak itu sekarang menatap Shinyoung dan menunduk karena malu.
"Terima kasih.. aku harap kita bisa bertemu lagi saat dewasa nanti, ayahku akan mengirimku bersama ibu ke Jerman, aku akan kembali dan bermain dengan kalian"
Gadis itu tersenyum menatap Jimin dan Jungkook juga Hyeonji bergantian.
Mereka masih anak - anak dengan segudang pengalaman sulit.
Jimin pov
Aku sekarang sedang meminum kopi menikmati suasana Seoul di senja hari bersama teman terbaikku. Ya.. kami selalu bersama sejak kecil dan menyaksikan kisah hidup masing - masing.
"Jadi kenapa kau belum menjawab perjodohanmu Jungkook? Kau masih mengingatnya?"
"Ne Hyung.. kau juga kan? Saat itu aku baru berusia 12 tahun, tapi aku menyukai sejak itu.. aku harap aku bisa bertemu dengannya dan temannya sekali lagi, mereka pasti selalu bersama seperti kita.."
Aku menghela nafas, menyetujui perkataannya karena itupun hal yang sangat aku harapkan dalam sepuluh tahun ini.
Ya, hingga saat ini kami belum membuka hati untuk gadis manapun hanya karena bertekad untuk menemui gadis kecil kami sekali lagi, ya.. setidaknya sekali. Meskipun jika Tuhan berbaik hati kepada kami, kami ingin menemui mereka SELAMANYA.
"Kau sudah bertemu dengan investor barumu, Hyung?"
"Besok aku menemuinya, Jungkook.. aku tidak tahu apa dia orang yang sama atau bukan tapi-"
Aku terdiam, menimbang apa sebaiknya aku beritahu atau tidak. Nama itu terlalu sakral untuk Jungkook.
"Hyung? Ish! Lanjutkan bicaramu"
"Investor itu dari Amerika dan namanya.. Choi Hyeonji.."
Tepat. Dia akan bereaksi seperti ini. Mata membulat dan bibir terbuka memamerkan gigi kelincinya. Ck sekarang dia lucu tapi tidak jika mengingat kekuatan ototnya.
Drrrrtttt...
Ponsel Jungkook berhasil membuyarkan pemikirannya dan menarik jiwanya kembali kehadapanku,menyatu dengan raganya lagi.
"Ya, sekretaris Han?"
"..."
"Baik, aku akan mengeceknya sekarang"
Dia menutup sambungan telefonnya dan entah apa yang dia lihat karena sekarang matanya dua kali lipat lebih besar daripada tadi.
"Kya! Kau lihat apa?"
"P-Park Shin.. Park Shinyoung-"
Damn it !
Bernafas Jungkook... bernafas. Didunia ini ada ribuan orang yang mungkin bernama sama. Tapi wajahnya 99% mirip. Apa mungkin dia semacam kembaran dengan orang tua yang berbeda?
Author pov
10.00am KST
Jalanan mulai memadat dengan orang - orang yang berjalan bergegas hilir - mudik mengejar waktu, mengejar impian, mengejar harapan dan menantang dunia. Seperti gadis bernama Shinyoung yang kini tengah duduk diruangan perusahaan menunggu CEO yang akan mengontraknya sebagai dokter pribadi keluarganya.
"Ish. Semua orang terus berkata dia tampan. Setampan apa dia sampai berani membuatku menunggu selama ini, astaga!"
Shinyoung terus saja menggerutu karena dia sudah duduk disana selama hampir lebih dari 30 menit.
Dia masih sibuk berdecak kesal saat mendengar pintu terbuka diiringi ketukan sepatu yang sangat meyakinkan.
"Park Shinyoung-ssi?"
Akhirnya..
Shinyoung sontak berdiri dan membalikkan tubuhnya dengan senyum terbaiknya juga menundukkan kepalanya.
Jungkook pov
For God shake ! Dia benar - benar Park Shinyoung!
Hyuuunnnnggg... gadis impian mu ada dihadapanku sekarang! Kau dengar Park Jimin-ssi?
Dia menundukkan kepalanya dan menjulurkan tangannya.
"Ne. Saya Park Shinyoung"
Mata abu - abu gelapnya menatapku dan dia sukses melongo menyadariku.
Ah.. dia masih mengingatku juga rupanya..
"Tuan? Anda baik - baik saja?"
"Ne?"
"Tuan sedari tadi sepertinya melamun, apa ada yang aneh dengan saya?"
Tunggu. Apa dia bilang? Astaga! Dia tidak mengingatku. Sungguh?
"Shinyoung-ah kau tidak mengingatku?"
"Ne? Uhmm..."
Gadis itu menatapku lamat - lamat. Alisnya berkerut. Cantik.
Hhaahh.. Hyeonji juga pasti sangat cantik sekarang. Lebih cantik.
"Emm.. saya rasa saya pernah bertemu anda tapi.. saya tidak yakin. Anda mirip seorang teman saya sewaktu kecil. Apa kita pernah bertemu? Ah.. maaf saya tidak ingat"
Heol! Baiklah dia menyebalkan. Seperti Hyeonji.. atau aku? Siapa sebenernya yang meninggalkan siapa? Dan siapa yang lebih pantas melupakan siapa?
"Yasudah"
Sudahlah. Biarkan seperti ini dulu. Apa mungkin Hyeonji juga tidak mengingatku dengan benar? Atau dia mengalami semacam amnesia?
Sudah Jungkook. Hentikan. Fokus pada pekerjaanmu sekarang.
Author pov
Sama halnya dengan Jungkook. Kali ini Jimin juga melakukan hal yang sama pada Hyeonji. Menanyainya banyak hal, lebih seperti wawancara mungkin. Bedanya adalah Hyeonji mengingatnya, mengingatnya dengan sangat baik tapi ketika pertanyaan itu muncul, Jimin tidak tahu harus mengatakan apa.
"Bagaimana dengan Jungkook? Apa dia juga di Seoul? Apa dia punya kekasih?"
Apa yang Jimin harus katakan? Hyeonji belum tentu menyukai Jungkook juga kan?
"Mwo... ya, dia juga disini. Dia... dia masih mengingatmu"
Hyeonji menunduk dan menarik garis senyum diwajahnya. Tapi tunggu.
"Oppa, kau belum menjawab pertanyaan terakhirku? Apa dia punya kekasih?"
"A-ah itu, sebenarnya tidak tapi.. yah kau akan tahu nanti. Dia sekarang seorang CEO, JK Corp. Perusahaan terbesar di Korea."
Hyeonji hampir saja tersedak bahkan dengan air liurnya sendiri dan menatap Jimin tidak percaya.
Bagaimana tidak seperti itu, Shinyoung mengatakan CEO JK Corp yang akan mengontraknya sebagai dokter pribadi dan perusahaan itu salah satu line up untuk tempatnya berinvestasi.
Apa dia harus bahagia? Tapi perkataan Jimin.. seperti menyembunyikan sesuatu.
"Hey.. hati - hati. Uhm.. Hyeonji-ya aku ingin menanyakan-"
"Shinyoung?"
Jimin tertohok dengan nama itu. Meskipun memang dia akan menanyakannya tapi rasanya ada gelenyar aneh ketika nama itu muncul. Dan Jimin hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan Hyeonji.
"Dia juga disini, dia akan bekerja sama dengan perusahaan JK Corp tapi... dia tidak begitu meningat tentang Busan dulu, bahkan dia baru mengingatku setelah aku menceritakan banyak hal. Kau masih menyukainya?"
Jimin mengalihkan pandangan. Entah kenapa hatinya menghangat mengetahui gadis kecilnya -kembali-.
"Mungkin... kau kira kenapa aku dan Jungkook belum memiliki kekasih hingga saat ini?"
Hyeonji menarik sudut bibirnya. Rupanya Dua lelaki itu masih menyimpan nama mereka sebagai gadis kecilnya. Tapi bisakah mereka mewujudkan hal - hal yang dulu mereka ucapkan? Apa mereka benar - benar memiliki perasaan lebih? Atau hanya sebatas teman? Dan.. kalaupun memang perasaan itu ada, apa mungkin mereka bisa? Keadaannya berbeda. Hidup mereka berbeda. Banyak tekanan yang dipegang Hyeonji dan Shinyoung. Mereka yang meninggalkan Jimin dan Jungkook dulu.
Apa mereka pantas?
.......
Halloo~~ ini pertama kalinya aku nulis ㅋㅋㅋ mohon kritik dan saran yang membangun agar part berikutnya bisa improve 😁
Thankkssss sudah bersedia baca 😊
See youuu ~
Mohon maaf yaaa kalo cerita, diksi dan lainnya aneh ㅋㅋ