Istri Solehah [Completed]

By inisalma_

833K 32.3K 895

Seorang Iqbaal Dhiafakhri yang terjerumus dalam dunia hitam karena merasa bersalah atas kebodohannya di masa... More

1.Perkenalan
2
3. Iqbaal tidak Mabuk?
4
5
6
7. Bantuin Bang Kiki
8
9
10. Yeeyy Liburan
11
12
13. Masa lalu?
14. Falshback
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
-
28
29
30
31
32
34
35
Minta Pendapat
36. Gila?
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46.lebaran
Extra Part
Saran
Squel
LOH KOK LANJUT?

33

11.5K 572 6
By inisalma_

Maaf ya tadi ada kesalahan teknis.. Salah publish, tadi aku ga sengaja ngepublish part 34

Oke langsung aja yaa..
Happy Reading




Flashback

(Nk) menuruni anak tangga satu persatu untuk menuju dapur, baru jam tiga pagi tapi ia sudah bangun karena kerongkongannya yang terasa kering. Dan ia memutuskan untuk ke dapur untuk minum, meninggalkan Iqbaal yang masih tertidur pulas di ranjang mereka

Keluar dari dapur sambil membawa gelas yang berisi air putih yang tinggal setengah ke ruang tamu. Lalu ia mendudukkan bokong nya ke sofa

Samar samar, ia mendengar ketukan pintu dari luar, ia tak terlalu yakin karena suaranya sangat pelan bahkan ia hampir menganggap bahwa itu hanya halusinasi. Namun tetap saja itu masih terdengar walau tidak jelas

Akhirnya ia menghampiri pintu utama untuk memastikannya. Ketika sudah membuka kuncinya ia memegang kenop pintu untuk membukanya

Kepalanya tak henti hentinya menengok ke kanan ke kiri, karena sedari ia membuka pintu ia tidak mendapati siapapun. Mungkin benar itu hanya halusinasinya saja, sampai ia sedikit menyenggol sesuatu di bawah dengan kakinya yang memang ia gerakan untuk maju satu langkah keluar hanya untuk memastikan

Ia menurunkan pandangannya dan melihat kotak besar di depan pintu, namun kotak itu tak sepenuhnya tertutup membuat (Nk) penasaran ingin membuka dan melihat isinya

Ia berjongkok lalu meraih benda itu, bau bau amis tercium di indera penciumannya. Dengan masih berjongkok ia membuka tutup kotak itu dengan hati hati

"Astaghfirullah" Pekik (Nk) dan dengan refleks ia melempar kotak itu ketika melihat isinya. Dadanya naik turun dengan degub jantung yang bergemuruh, nafasnya tersenggal senggal

Dengan ragu ia menghampiri kotak itu lagi dan melihatnya lagi untuk memastikan. Ia membuka nya dengan hati-hati dan bersiap melihat kenyataannya "Astaghfirullah. Siapa yang tega ngelakuin ini?" Lirihnya sambil membekap mulutnya sendiri

Sekilas ia melihat isi kotak itu ada selembar kertas yang terselip. Lalu ia meraih kertas itu dengan rasa jijik yang menyertai

Jangan seneng dulu. Lo pikir gue bakal nyerah gitu aja?. Haha engga, sayang. Gue cuma istirahat dulu buat sementara waktu. Dan sekarang gue kembali lagi, Lo udah liat kan? Yang ada di dalam kotak itu? Nasib Lo bakal lebih buruk dari itu. Mungkin akan sangat tragis. Tenang, ini baru pemanasan, belum apa apa kok. Jadi persiapin diri lo cantik

By: bitch nya Iqbaal

Kira kira seperti itu lah tulisan yang ada di kertas itu membuat (Nk) bergidik ngeri di tambah tulisan itu menggunakan darah sebagai pena nya. Darah yang terlihat masih segar. Ia kembali menatap kotak itu. Miris, pikirnya

Bagaimana tidak? Di kotak itu terdapat bangkai kucing yang di lumuri darah dan sayatan sayatan di sekujur tubuhnya. Kepalanya hampir lepas dari badannya, sebagian organ tubuhnya keluar. Sepertinya kucing ini baru saja di sembelih, dan darahnya di gunakan untuk menulis di kertas yang sedang (Nk) pegang. Sungguh tidak berperasaan orang yang sudah membunuh makhluk kecintaan nabi Muhammad SAW ini. (Nk) menitikan air mata, karena ia takut akan ancaman yang ada pada kertas tadi sekaligus kasihan pada makhluk tak berdosa yang terbaring tak berdaya itu

Seketika tubuhnya menegang ketika mendengar keresak kerusuk dari arah samping rumahnya, di situ ia melihat jubah hitam yang membuatnya merinding sekaligus katakutan. Buru buru ia membuang kotak beserta isinya ke tong sampah, lalu ia lari terbirit-birit ke rumahnya tak lupa ia juga mengunci pintu sebelum masuk ke kamarnya

Sesampainya di kamar, ia menyenderkan punggungnya ke dauh pintu, menetralkan degub jantung dan nafasnya yang memburu. Setelah di rasa lebih baik ia menghampiri ranjang tempat dimana suaminya tertidur, lalu ia berbaring di sebelah Iqbaal dan menjadikan dada bidang Iqbaal sebagai bantalan dan memeluk lelaki itu dengan sangat erat, mencari kehangatan dan kenyamanan karena ketakutan yang terus menyelimuti dirinya

Iqbaal yang sedang tertidur pulas pun menggerakkan badannya merasa tak nyaman dan membalas pelukan istrinya membuat (Nk) merasakan ketenangan ketika itu juga

Flashback Off

"(Nam)? Kok bengong lagi? Kamu nyembunyiin sesuatu dari aku ya?" (Nk) kembali tersentak ketika telapak tangan Iqbaal menepuk nepuk halus pipinya

"Eh- Iya mas? Kenapa?" Sahut (Nk)

"Kamu kenapa sih, hmm? Coba kamu cerita sama aku" Pinta Iqbaal

"Kenapa (Nam)?" Kali ini Caitlin yang bertanya

"Ada yang ganggu pikiran Lo?" Tanya Aldi

"Cerita aja (Nam), daripada nanti Lo kepikiran terus" Bujuk Karel

"Iya (Nam). Kalo ada masalah jangan jadiin itu beban Lo sendiri, sharing sama kita. Siapa tau kita bisa bantu, kalo Lo kaya gini. Percuma aja kita ada buat Lo" Kata Kiki menambahkan

(Nk) menundukkan kepalanya rasa takut itu muncul lagi, kekhawatirannya semakin menjadi "(Nk)? Kamu nangis? Hey? Sayang? Kamu kenapa?" Iqbaal kaget saat mendapati wanitanya itu menangis dalam diam. Terlihat jelas bahwa (Nk) sedang ketakutan, terbukti dengan tangannya yang bergetar ketika Iqbaal genggam. Lalu Iqbaal memberi isyarat pada Caitlin untuk bertukar tempat duduk

Iqbaal duduk di samping (Nk) yang tadi di tempati oleh Caitlin. Lalu ia memeluk tubuh (Nk), mendekapnya dengan sangat erat seperti ia merasa bersalah, ia merasa telah menyakiti wanita yang ia cintai. Air mata (Nk), setiap tetesnya memberikan Iqbaal rasa perih yang menjalar ke tubuhnya. Entahlah, itu yang Iqbaal rasakan, hati nya merasa di koyak karena merasa gagal untuk membahagiakan wanita yang sedang dalam dekapannya itu

Tak hentinya Iqbaal mengecup puncak kepala (Nk). Kecupan terakhir terjadi begitu lama, hingga beberapa detik "Maaf (Namakamu)" Kata itu terlontar begitu saja dari mulut Iqbaal, membuat (Nk) yang mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat lalu mendongak

"Aku takut mas" Lirih (Nk)

"Takut kenapa? Cerita sama aku" Ucap Iqbaal lembut. Karel, Caitlin, Aldi dan Kiki yang melihat mereka hanya bisa menautkan alisnya sambil menunggu penjelasan dari (Nk) apa yang sebenarnya terjadi

"Kejadian dua Minggu yang lalu mas" Ucap (Nk)

"Gausah pikirin sayang. Semua nya bakal baik baik aja. Kamu harus percaya, ada aku di sini"

"Tapi---"

Drrtt drrrttt ddrrrttt
Tak sebuah lagu dari the chainsmokers - Closer mengalun dari sebuah telpon genggam milik Karel
"Sorry sorry" Ucap Karel tak enak hati, lalu ia meraih hapenya dan melihat siapa orang yang tengah menelponnya itu

"Siapa Rel?" Tanya Caitlin kepo

"Echa" Jawab Karel

"Vanesha?" Tanya Caitlin lagi untuk memastikan dan di angguki oleh Karel

"Angkat jangan?" Tanya Karel pada semuanya

"Angkat aja Rel" Ucap Babas yang baru saja datang sehabis mengantar Bela berbelanja

"Bas? Bela mana?" Tanya Aldi heran

"Dia nanti naik taksi aja katanya. Maksa gue buat pergi" Jawab Babas jujur "Angkat Rel" Perintahnya pada Karel

Karel mengangguk lalu menekan tombol hijau dan menggeserkannya ke kanan

"Rel. Loadspeaker" Cicit Aldi dan langsung di turuti oleh Karel

"Halo" Sapa Karel

"Halo? Rel kamu ada dimana? Kita ketemu yuk" Ajak Vanesha

"Hah? Emang mau ngapain?" Bodohnya Karel bertanya seperti itu hingga mendapat tatapan tajam dari Babas

"Ih kok nanya nya gitu sih? Kan aku kangen sama kamu Rel. Kita udah dua Minggu jadian tapi ga pernah jalan sama sekali, bahkan terakhir ketemu aja pas hari jadian kita. Kamu mau kan Rel? Pas hari jadian kita aja kan kamu yang ngajak ketemuan karena kamu kangen sama aku. Sekarang aku yang kangen sama kamu, emang aku ga boleh kangen ya sama kamu? Aku ga boleh ketemu sama pacar aku sendiri? Kamu nganggep aku si Rel? Kamu sayang ga sih sama aku? Kamu sekarang ada dimana?"

"Kereta melintas" Celetuk Aldi dengan suara pelan namun masih dapat di dengar oleh semuanya kecuali Vanesha

"Hmmm, iya juga sih Cha. Tapi gimana ya? Aku sekarang lagi dirumah nih, abis boker. Perut aku sakit banget daritadi, udah beberapa kali aku bolak balik kamar mandi, ini udah lemes banget soalnya. Sorry banget Cha, bukan gue ga mau ketemu sama Lo, bukan gue ga kangen sama Lo. Tapi gue beneran lemes Cha" Aldi, Kiki dan Babas menahan tawanya mendengar jawaban yang di lontarkan oleh Karel. Boker? Tidak ada alasan lain kah? Sungguh memalukan. Sedangkan Caitlin? Ia sedang menahan kekesalannya yang sudah siap tempur. (Nk) dan Iqbaal? Mereka sedang berpelukan, dengan Iqbaal yang berusaha menenangkan Istrinya

"Ih kamu jorok. Bisa kan bilang nya BAB atau apa ke ish. Yaudah kalo gitu aku ke rumah kamu aja, kasih aku alamatnya ya lewat chatt"

"Eh jangan Cha" Dengan cepat Karel mencegah "Gue udah bilang kan, gue lemes. Gue mau istirahat, jadi gue ga mau di ganggu" Lanjutnya

"Ganggu? Jadi kamu nganggep aku cuma pengganggu gitu?"

"Engga Cha. Ya ampun, Lo salah paham"

"Bahkan kamu aja masih pake 'gue-elo'. Kamu ga peka banget sih Rel, dari tadi aku udah pake 'aku-kamu' tapi kamu ga peka peka"

Karel mengacak ngacak rambutnya sendiri karena Frustasi "Duuuuhhhh. Yaudah si, pusing nih gue. Udah gue bilang kan gue lagi sakit! Manja banget sih Lo, pacarnya sakit bukannya di do'ain supaya cepet sembuh malah ngomel ngomel ga jelas. Bunuh diri gue lama lama" Caitlin yang mendengar itu matanya langsung melotot seperti meminta untuk meloncat keluar

Dengan kesal, Karel mematikan sambungan telponnya secara sepihak "Setan!" Umpat Karel yang sudah sangat kesal

Continue Reading

You'll Also Like

3.5K 271 63
Ini cerita tentang anak sma.tentang seorang kaka kelas dan adik kelas yang saling membenci.jika mereka bertemu maka akan terjadi perang dunia. dan ke...
372K 25.6K 19
(Namakamu) Andini Putri. Mengidolakan seorang 'Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan' yang malah melukai hati nya. Tetapi, dia tetap tegar dan sampai akhir nya...
8.2K 1.3K 21
Singkat, kisah ini menceritakan tentang seorang anak yang ditolak kehadirannya oleh sang keluarga, dipermainkan oleh pacarnya dan dikhianati oleh sah...
2.6M 138K 64
END. "Gimana kalau kita kasih pelajaran dengan cara bawa ke bar? Kita kerjain, ajak minum, bawa kehotel, trus kita gilir disana?" - "Kak Arkan, gue h...
Wattpad App - Unlock exclusive features