Dirga benci rumah sakit, tapi dia malah terbaring diatas kasur rumah sakit.
"Dok, gimana keadaan sahabat saya?"
"Tuan Dirga masih dalam masa kritis. Lengannya yang patah sudah di tangani. Tapi tulang rusuknya---Kalau begini terus, tulang rusuknya yang patah tidak akan bisa di operasi karena bisa fatal akibatnya. Tapi akan saya usahakan operasinya berlangsung malam ini"
Dari tadi malam sampai sore ini Taehyung setia tunggu Dirga yang masuk ICU. Sahabatnya itu jadi korban tabrak lari, untungnya pas kejadian itu ada Siyeon yang langsung hubungi Taehyung.
"O-oh, nggak ada gejala amnesia seperti di sinetron gitu kan, Dok?"
"Tidak ada kok. Beruntung Tuan Dirga pakai helm. Saya permisi dulu, Tuan. Ada pasien yang harus saya cek. Permisi"
Sekarang tinggal Taehyung sendirian di depan ruang ICU. Dari pembatas kaca, dia bisa lihat sahabatnya terbaring diatas kasur dengan macam-macam alat yang menembus kulit.
"Dirga....lo kok bisa gini sih?"
Taehyung sempat lirik hpnya yang ada di tangan kiri, dari kemarin malam sampai sekarang Ayah, Ibu, Athala, sama Trio toa terus telpon dia, tapi nggak ada yang di jawab satu pun sama Taehyung.
Dia belum berani bilang.
Sampai akhirnya salah satu panggilan masuk ke hpnya dan tanpa pikir panjang dia langsung jawab panggilan itu.
Mama
"Halo, Ma?"
'Syah, kamu dimana? Mama dengar dari ibunya Dirga dia belum pulang. Kamu lagi bareng sama dia nggak?'
"Iya, kita di rumah sakit dekat rumah. Tapi, Ma. Dirga....."
'Kenapa, Syah? Dirga lagi bareng kamu kan?'
"Ma, Dirga kecelakaan"
Begitu Taehyung jawab, panggilannya langsung di putus sepihak sama Mama. Dan Taehyung tau, habis ini pasti dia bakal di serbu.
Sepuluh menit selanjutnya, Taehyung bisa dengar langkah kaki beberapa orang yang udah pasti itu orangtua dan gengnya.
"Alfansyah,"
"O-om Kris..."
"Cerita, Nak. Om nggak akan marah"
Betul aja, ada Ayah, Ibu, dan anak Sianeda yang datang--kecuali Aditya dan Rasyid ya.
Mau nggak mau, Taehyung ceritain soal Dirga yang datang ke rumahnya sampe kecelakaan yang terjadi.
|
Operasi selesai dan untungnya berjalan lancar. Untungnya lagi, Dirga sudah lewati masa krisisnya dan sekarang sudah ada di ruang rawat inap. Om Kris sama Istrinya udah pulang, tinggal Taehyung sama anak Sianeda yang lain yang ada di ruangan.
"Bang Dirga, bangun, Bang"
"Bang, Jeno janji deh nggak minta jajanin lagi asal abang bangun"
"Bang, Dewi sama Jeno baikan deh sama Echan asalkan abang bangun"
Btw, dari waktu itu trio toa belum baikan lho.
Tau? Trio toa ngerengek di samping kasur Dirga udah kayak anak tk yang di tinggal Mamanya ke pasar buat belanja.
"Udah, jangan merengek terus. Kalian makan dulu ke cafe di bawah. Siapa tau pas kalian balik, Dirganya bangun"
Ketika Bapak lider berbicara, nggak ada yang berani membantah.
"Tapi, gua nggak bawa duit bang"
Kalo sama Dirga pasti udah di katain kere :(
"Nih, pake duit gua dulu. Kembaliannya ambil aja" tangan Taehyung terulur kearah Jeno, kasih 3 lembar uang berwarna merah muda.
Holkay beda cuy.
Jadilah trio toa yang tadinya berantem itu baikan lagi dan pergi menuju cafetaria rumah sakit.
"Thala, gua minta maaf. Seandainya dia nggak dateng ke rumah.."
"Nggak apa, bukan salah Kakak kok. Mungkin Kak Dirga sendiri juga udah tau kalau dia bakal gini"
Serius, Taehyung merasa bersalah.
|
Sekitar jam 7, dokter datang untuk periksa kondisi Dirga. Mau nggak mau mereka semua keluar dulu dari ruangan dan duduk di kursi tunggu. Begitu dokternya keluar pun mereka masih tetap di luar.
"Syah, itu bukannya Aditya?"
"Mana?"
Chandra yang duduk di sebelah Taehyung tunjuk sosok putih mungil yang jalan terburu-buru bareng cowok.
"Mau kesini kali ya?"
"Au lah, pusing kepala gua, Bang"
Dan ternyata benar, di hadapannya sekarang sudah ada Aditya dan laki-laki yang Taehyung nggak kenal.
"Syah, Dirga ada di dalam?"
"Mau ngapain?"
"Mau....liat Dirga, boleh?"
"Tanya Athala, jangan tanya gua"
Aditya langsung diam. Dia nggak tau harus bilang apa ke Athala, rasanya...nggak berani.
"Bang, ini siapa?" celetuk Chandra yang dari tadi udah penasaran sama laki-laki yang di bawa Aditya.
"Gua mau bilang sesuatu,"
"Bilang aja sih, kek bukan lo aja kalau mau ngomong pake izin dulu" balas Seokjin yang kebetulan duduk di samping Chandra.
"I-ini Wonho, d-dia yang nabrak----Fansyah!"
"Woi itu Fansyahnya di tahan anjir!"
"Jeno, bantuin gua nahan Fansyah tai!"
Tanpa di lanjutkan pun pasti tau apa yang bakal di bilang Aditya dan Taehyung yang sudah tau langsung layangkan kepalan tangannya ke arah si Wonho Wonho itu.
"ANJING! BERANI BANGET LO NABRAK SAHABAT GUA, BANGSAT!"
"DIRGA SALAH APA SAMA ELU, ANJING?!"
"BAJINGAN! GUA BUNUH JUGA LO!"
Namjoon, Chandra, sama Jeno mati-matian nahan Taehtung yang berontak. Sementara itu Aditya bantu Wonho untuk berdiri.
"KAU JUGA ADITYA! BISA PULA KAU TINGGALKAN DIRGA CUMA DEMI COWOK KEK GITU. OTAK KAU SESENDOK YA?!"
"SALAH APA DIRGA SAMA KAU? HAH?!"
"SELAMA KITA PACARAN DULU AKU UDAH MAKAN HATI AJA SAMA KAU. KU KIRA KAU BAKAL BERUBAH BEGITU PACARAN SAMA DIRGA. TAUNYA SAMA AJA, ANJING!"
"Bang, udah. Nanti security dateng loh"
Nafas Taehyung habis cuma gara gara teriaki Aditya. Nggak nyangka kalau Aditya tinggalkan Dirga demi cowok modelan Wonho. Taehyung kira Aditya dapet cowok yang lebih dari Dirga.
"Kak Fansyah, Kak Dirga udah sadar"
Athala yang tadi diam-diam masuk ke dalam ruangan harus keluar lagi untuk kasih tau kalau Dirga sudah sadar.
|
"Dir, mana yang sakit? Kepala? Tangan? Kaki?"
"Kek ibu aja lo, Syah. Untung sayang deh gua"
Baru sadar, tetep aja ngeselin ya si Dirgantara ini.
"Untung kau lagi sakit ya, kalo nggak udah ku tempeleng kepala kau"
"Ututu~ masa depanku galak"
Ewh :(
"Bang Dirga, ada Bang Adit diluar. Mau bicara katanya"
"Suruh masuk aja, Dew"
Setelahnya Aditya masuk sendirian, nggak sama Wonho.
"H-hai, lo baik, Ga?"
Raut wajah Dirga berubah datar, "Rusuk sama lengan gua patah bisa di bilang baik, ya?"
"Ma-maaf. Gua bener-bener minta maaf"
"Ck, Kakak sendiri baik?"
"H-ha?"
"Kakak di mobil itu kan? Pas nabrak aku kalian berdua ada di dalam mobil"
Iya, jadi sebelum ngegas motornya kemarin, Dirga memang sempat lihat mobil yang di bawa Wonho, mana kaca mobilnya nggak di gelapin--keliatan di dalam mobil itu ada Aditya sama Wonho.
"Ga, maaf. Gua nyesel, seharusnya gua nggak pergi waktu itu"
"Udah telat untuk nyesal, Kak"
"Tapi---"
"Kamu yang mulai. Kenapa malah nyesel dan lampiaskan ke aku?"
Aditya tertunduk, suasana di ruangan itu mendadak hening.
"Maaf. Tapi kesempatan kedua nggak akan pernah datang lagi, Kak. Kakak sudah ulangi dua kali, aku bukan superhero marvel yang punya hati baja, Kak"
Dirga lirik Athala, semacam kasih kode yang untungnya langsung di pahami sama Athala.
Dirga terima sesuatu dari Athala dengan tangan kanannya, kemudian berikan ke Aditya. "Aku maafin, Kakak. Kakak yang paling tau itu. Oh, aku harap kakak bakal datang"
Setelah terima sesuatu dari Dirga, Aditya langsung peluk Dirga dengan perasaan menyesal.
"Dirga, maaf"
"Gaga maafin kok"
Tangan kanan Dirga terangkat untuk usap sayang rambut hitam halus mantan pacarnya itu, gimanapun ceritanya dulu Aditya pernah temani Dirga selama 3 tahun.
Dibalik bahu Dirga, Aditya remas kuat-kuat sesuatu yang di berikan Dirga dengan perasaan bersalah dan tidak rela.
With great joy,
you are invited to celebrate the marriage of ;
Jimin Dirgantara
and
Jihoon Athala I.
Sunday, the third of June
two thousand eighteen
at 10.00 a.m
'Sampai jumpa, Dirga. Lain kali aku pasti pesan yang manis'
------
Kolom untuk mengumpat👉
Kolom untuk menyumpahi ale👉
Kabur dulu ahhh!!!