Air dan Minyak

By The_Pooh1301

1.7K 391 428

High rank : 3 - #air [30-07-2018] , 13 - #sliceoflife [31-07-2018], 1 - #minyak [20-03-2019] Semua yang dicip... More

Prolog
Chapter 1 : Rumah besar ditengah desa
Chapter 2 : Seorang yang baru ia temui
Chapter 3 : Pertemuan dengan orang tuanya.
Chapter 4 : Pertanyaan.
Chapter 5 : Hal indah yang buruk.
Karakter (Bagian 1).
Chapter 6 : Keganjalan.
Chapter 7 : Maaf.
Chapter 8 : Perpisahan dan Pertemuan.
Karakter (Bagian 2)
Chapter 9 : Hal yang tidak dimengerti.
Chapter 10 : Akan di Mulainya Sebuah Hal.
Chapter 11 : Rindu.
Chapter 12 : Sial.
Chapter 13 : Answer In Your Heart.
Chapter 15 : Good Day or Bad Day ?.
Chapter 16 : Waktu Terus Berlalu.
Chapter 17 : Kita Bertemu Kembali.
Chapter 18 : Taman Bermain.
Chapter 19 : Aku Tak Peduli
Chapter 20 : Aku Cinta Kamu
Chapter 21 : Pengorbanan
Chapter 22 : Senyum yang Dirindukan.
Chapter 23 : Wait Me
Chapter 24 : Hari Sebelum Kelulusan.
Chapter 25 : Hari Kelulusan.
Chapter 26 : Pra.
Chapter 27 : "Akhir Mereka."

Chapter 14 : Aku Butuh Kamu.

43 11 8
By The_Pooh1301

Senin, 1 February 2010.

Pagi hari yang cerah, hari senin tanggal 1 memulai minggu di bulan februari.
Tak ada yang peduli dengan tanggal itu, lagi pula memang tak ada hal istimewa. Seorang remaja pria yang hendak memulai jam sekolahnya sedang bersandarkan bangku sekolah. Disinari cahaya matahari pagi yang melewati kaca jendela sekolah, suasana dan hal-hal itulah yang akan dirindukan nanti setelah lulus sekolah.

"Humm, Ridia?" Gumam Dinka.

"Bagaimana projectmu?" Tanya seorang perempuan berseragam rapih putih abu-abu bertanya kepada Dinka yang sedang melamunkan seseorang yang ia rindukan.

"Humm?" Gumam Dinka menatap perempuan tersebut.

"Ehh? Maaf sudah mengagetkanmu." Ucap perempuan tersebut dan tertulis sehuah nama di saku bajunya, "Amizah Arani".

"Gak apa zah, ada apa?" Tanya Dinka.

"Oumm, bagaimana projectmu?" Tanya Amizah.

"Sudah dikumpulkan, kan memang sudah lewat deadline." Jawab Dinka.

"Tapi, punyaku belum selesai. Gimana ya?" Tanya Amizah.

"Bukankah seharusnya kau bertanya ke Pak Dino?" Tanya Dinka.

"Sudah, tapi aku disuruh menyelesaikan secepatnya. Kalau tidak...." ucap Amizah bingung.

"Yasudah, aku tahu maksudmu." Ucap Dinka.

"Benarkah?" Tanya Amizah terkesima.

"Tapi aku tak bisa, mungkin temanku bisa dan pas sekali kalian sama-sama perempuan." Ucap Dinka.

"Eh?" Bingung Amizah

"Mana alamat rumahmu? Aku saja yang ketempatmu." Ucap Dinka.

"Iya, ini." Ucap Amizah sembari memberikan kartu pelajarnya.

"Yasudah nanti ku kembalikan." Ucap Dinka.

Terlihat jelas alamat Amizah, dan alamat itu sangat dekat dengan rumah seseorang yang sangat Dinka kenal, rumah Ridia.

.........

Pukul 16.30 sore,

"Sangat jarang sekali kau membutuhkanku," ledek Aniria ke Dinka yang selalu diam dari rumah.

"Dia yang membutuhkanmu, bukan aku," jawab Dinka. "jadi ini ya rumahnya?" tanya Dinka yang mengecek kartu pelajar milih Amizah di tangannya.

"Selamat datang," ucap Amizah yang ada didepan gerbang rumahnya.

"Ternyata benar ya?" gumam Dinka.

"Silahkan masuk!" Ucap Amizah.

"Rumahnya sudah kosong ya? Dia memang tidak akan kembali lagi." Pikir Dinka memperhatikan rumah Ridia yang berada tepat disebelah rumah Amizah.

"Hei!" Teriak Aniria di telinga Dinka.

"Iya iya," respon Dinka.

Mereka pun masuk keruma Amizah dan duduk di ruang tamu yang sudah dipersiapkan oleh Amizah.

"Kita kemungkinan hingga malam," ucap Dinka.

"Tak apa kok," jawab Amizah. "yasudah aku kedalam dulu sebentar ya? Kalian duduk saja di sofa dulu!" Ucap Amizah.

"Iya," jawab Dinka dan Aniria.

...........

Mereka pun mengobrol bersama, bercengkrama layaknya sahabat. Aniria yang mengajarkan pemograman-pemograman yang ingin diketahui oleh Amizah. Namun ada sebuah hal yang ganjil, dimana Dinka seperti melihat foto yang sangat tak asing baginya.

"Apa aku boleh bertanya?" tanya Dinka.

"Silahkan," jawab Amizah.

"Apa kau mengenal Ridia?" tanya Dinka.

"Iya aku kenal, dia sepupuku dan rumahnya tepat disampingku." jawab Amizah, "namun saat setelah tahun baru dia pindah ke Jepang." keluh Amizah.

"Dinka?" tanya Aniria yang sangat mengerti perasaan Dinka.

"Ouh begitu, yasudah." ucap Dinka sembari tersenyum.

"Kenapa memangnya?" tanya Amizah.

"Tidak, aku hanya bertanya saja." jawab Dinka tidak menghilangkan senyumnya.

"Ayo selesaikan tugasnya," ucap Dinka seperti berusaha tersenyum.

Jam pun dengan cepat sudah menunjukan jam 11.00 malam.

"Terima kasih ya," ucap Amizah sembari tersenyum mengantarkan 2 tamunya pulang hingga gerbang.

Dinka pun menatap rumah Ridia lagi, rumah yang pernah ia datangi saat tanggal 31 Desember.

"Sudah malam loh," ucap Aniria menyadarkan lamunan Dinka.

"Eh-eh iya, ayo pulang!" ucap Dinka dengan suara tak biasanya.

Mereka berdua pun berjalan menyusuri malam di jalanan desa yang masih sangat gelap karena lampu jalanan yang tidak terlalu banyak, walau banyak orang kaya di desa tapi mereka tidak terlalu peduli dengan fasilitas umum.

"Jam berapa sekarang?," tanya Dinka dengan wajah lemas.

"Jam setengah 12," jawab Aniria.

"Masih jauh kah rumah kita," keluh Dinka seperti kelelahan.

"Kau kenapa?," tanya Aniria yang sudah yakin pasti ada hal ganjil.

"Cuma kelelahan," jawab Dinka.

Tapp! Aniria berhenti berjalan dan memegang tangan Dinka sehingga membuat Dinka berhenti berjalan.

"Ada apa?," tanya Aniria.

"Tak ada apa-apa," jawab Dinka.

"Aku gak percaya," ucap Aniria.

"Aku tak peduli," jawab Dinka.

"Jahat," gumam Aniria langsung memeluk tubuh Dinka dari belakang, "kenapa kamu pendem sendiri hah?!" Bentak Aniria.

"Tidak, tidak ada," ucap Dinka menatap kosong kedepan.

"Aku tau, aku tau kamu memikirkan sesuatu," ucap Aniria.

"Bukankah lebih baik kau pergi? Jangan datang kepadaku jika hanya membuat suasana hatiku menjadi lebih buruk," ucap Dinka datar.

"Aku sayang kamu," ucap Aniria tetap memeluk Dinka.

"Ia sudah pergi, bahkan tidak mengucapkan selamag tinggal dengan baik," ucap Dinka menghiraukan ucapan Aniria.

"Aku sayang kamu," ucap Aniria lagi.

"Kenapa kau datang sekarang, Ria?" tanya Dinka.

"Untuk menebus kesalahanku," jawab Aniria.

"Kamu gapunya salah sama sekali," ucap Dinka.

"Akan aku lakukan apapun yang kamu mau sekarang," ucap Aniria.

Slaskk! Dinka pun melepas paksa pelukan Aniria dan membalikan badannya, Dinka menatap tajam mata Aniria dan tanpa basa basi.

Dinka mencium Aniria.

"Dinka??" kaget Aniria terlihat ia tersentak namun tak lama ia pun membalas ciuman Dinka dan memejamkan matanya membuatnya tehanyut di dalam ciuman mereka.

2 remaja yang menikmati ciuman hangat dibawah langit malam,

"Dinka menangis?" kaget Aniria setelah membuka matanya.

Dinka pun melepas ciumannya dan langsung memeluk Aniria.

"Kau tahu? Aku mencintai Ridia? Kamu tahu bukan dirimu sudah membuatku kecewa?, tapi tadi kamu bilang akan melakukan apapun. Kalau begitu temani aku saat ini dan bantu aku menemukan Ridia," ucap Dinka sembari memeluk Aniria.

Aniria sangat paham, Dinka kini membutuhkan sesosok perempuan yaitu Ridia. Namun kini hanya ada dia, dia sadar hanya dijadikan sebagai penenang.

Namun Aniria menerimanya, karena ia mencintai Dinka.

"Iya aku akan ada untukmu," ucap Aniria meneteskan air matanya.

Rasa sakit yang ia rasakan, dia tahu bahwa Dinka sudah tidak mencintainya lagi.

.............

"Janganlah kau datang kalau hanya untuk memperburuk suasana hatiku yang sudah hancur."

..........

******

Terima kasih sudah membaca hingga saat ini, sebagai pembaca yang baik jadi saya berharap sekali kalian bukan hanya membaca tapi juga memberi voment dan follow akunnya ya ^.^

Terima kasih..

The_Pooh1301



Continue Reading

You'll Also Like

88.7K 1.7K 58
#179 in percintaan [060119] #107 in badgirl [010219] #239 in badgirl [080219] #209 in badgirl [150219] #55 in perfectgirl [260219] #101 in perfec...
4.2M 129K 55
*BEBERAPA PART TELAH DIHAPUS* Dibenci tapi tidak membenci. Dihujat pun ia hanya bisu. Bisu bukan karena ia tidak mau berontak, namun karena ia mengiy...
3.7K 1.9K 46
Dikembalikan-nya Dia yang ku rindukan Dihilangkan-nya Dia yang tersayang Rasaku sungguh Ironi Bahagia dan Sakit, aku tidak bisa memilih ... #fiksi #r...
132K 8.3K 32
Romance-spiritual Ambil baiknya buang buruknya, yahh:) Boleh banget kok kalau mau Follow akun Wattpad ini. Dengan senang hati di persilakan. Kalau...
Wattpad App - Unlock exclusive features