Membosankan!
Satu kata itu selalu menemani jam suntuk Suzy sekarang. Mata kuliah yang tak ia sukai.
Suzy mengintip jam tangannya. Masih lama?
Suzy menghela napas. Lalu kedua bola matanya berputar, sementara tangan kanannya menopang kepalanya dengan siku yang menempel di meja.
Di sudut lain universitas ini berada seorang pria yang tengah berdebat dengan seorang Jeon Jungkook.
Jika dilihat-lihat, Jungkook sepertinya tak suka pada pria di depannya itu. Ia mengepal kedua tangannya seperti mau menghajarnya.
" ..., masih berani menampakkan wajahmu di depanku?" Jungkook memalingkan wajahnya lalu kembali melihat pria itu.
"Cih! Kenapa aku harus takut padamu huh? Memangnya siapa kau?" Derciknya kesal.
"Dasar tidak tahu diri. Aku sedang tidak mau ribut denganmu. Lebih baik enyahlah dari pandanganku sekarang!" usirnya.
"Katakan saja kalau kau memang sudah kalah oleh seorang Kris. Kau masih menaruh dendam?" Pria bernama Kris itu menepuk bahu kanan Jungkook, "sudahlah, kau memang tidak akan bisa mengalahkanku. Seberapa besar popularitasmu disini, aku yang akan menang."
Jungkook menangkis tangan Kris dari bahunya. Ia menepuknya seolah tangan kris itu begitu kotor.
"Aku akan membalasmu!" Jungkook kemudian pergi meninggalkan musuh bebuyutannya itu.
Kris itu mahasiswa pintar di sini. Hanya saja memang dia begitu sombong. Jungkook dan Taehyung begitu membencinya.
Mereka itu tak pernah akur meskipun di kenal populer disini.
Justru mereka selalu adu mulut bahkan adu jotos jika bertemu satu sama lain. Jungkook terutama, dia begitu membenci Kris setelah tahu kelakuan Kris padanya beberapa bulan yang lalu.
"Na Young, kau mau makan siang?" tanya Suzy yang keduanya duduk di dalam kelas.
Na Young yang tengah mengerjakan tugas Jungkook menoleh.
"Aku masih sibuk. Kalau mau, kau duluan saja." Matanya kembali melihat tulisan di bukunya.
Suzy menopang wajahnya dengan kedua tangannya lalu melihat pekerjaan Na Young. Ia baru tahu pekerjaan Na itu pekerja tugas orang.
Suzy membalikan buku yang tergeletak di meja Na Young. Ia melihat cover-nya. Jungkook?
"Na Young kau mengerjakan tugas Jungkook lagi?" Na Young menoleh dan mengangguk, "kau itu di beri apa sih oleh mereka sampai mau mengerjakan tugas sulit seperti ini?"
"Aku hanya di beri senyuman oleh mereka."
Suzy melempar buku Jungkook di atas meja Na Young.
"Kau sudah tidak waras!"
Suzy mengetuk-ketukkan jemarinya sambil menunggu Na Young selesai.
Sudah lelah menunggu, Suzy memilih berpamitan dan duluan pergi ke kantin.
Na Young mengiyakan dan Suzy berjalan sendirian ke kantin. Tidak! Suzy tidak ke kantin, dia lupa kalau dia membawa bekal dari rumah. Jadi ia membawa kotak makan berwarna biru itu ke taman.
Ia berjalan ke arah bangku panjang yang kosong di sana.
Suzy membuka kotak makannya dan menaruh tutup kotak disampingnya.
Ada Sandwitch yang dia buat tadi pagi.
Ia mengambilnya dan mulai menggigitnya nikmat.
"Suzy!" suara seorang pria membuat Suzy harus kelabakan mencari sumbernya.
Tak lama pria tampan datang menghampirinya dengan dua botol minuman di tangannya.
Suzy terlihat senang melihat pria bertubuh tinggi itu mendekat.
"O, Kris," Suzy menggeserkan posisinya memberi ruang untuk Kris duduk. "darimana saja, aku baru melihatmu?"
"Aku izin dua hari. Keluargaku ada yang sakit."
"Uuh semoga cepat sembuh ya!" Suzy dengan ekspresi sedih. Kris tersenyum.
"Ini untukmu! Aku tahu kau tidak pernah membawa minum!" Seperti tahu betul kebiasaan Suzy.
Memang, Suzy begitu mengenal Kris. Berawal saat Suzy di bully gadis-gadis di kampus ini. Seperti pahlawan kesiangan, Kris datang menolong Suzy. Sejak saat itu mereka begitu dekat. Dan Kris tak begitu buruk, ia baik pada Suzy. Entah apa yang membuat pria keren itu baik pada gadis miskin seperti Suzy.
"Aku merindukanmu, loh" gumam Kris.
Suzy memutar tutup botolnya dan meneguknya perlahan.
"Masa sih?" Kris mengangguk sambil ikut meneguk minumannya.
Suzy meneruskan makanannya kembali hingga habis.
Selang beberapa menit, Kris pergi karena ada kelas yang harus dimulai. Jadi Suzy terduduk sendirian di sini.
Lalu Jungkook datang menghampiri Suzy. Ia berjalan dengan tatapan tajam melihat punggung Kris yang sudah jauh dan terlihat dari tempat Suzy barusan.
"Kau kenal dengannya?" Suzy menengadah mendengar suara Jungkook yang sinis.
"Iya. Kenapa, memangnya ku tidak boleh dekat dengan pria tampan dan baik sepertinya?" ketusnya.
Jungkook melihat ke bawah ke wajah Suzy yang duduk dibangku itu.
"Tidak boleh! Dia itu jahat kau tahu. Nanti kau di sakiti lagi." Suzy terdiam mendengar jawaban Jungkook.
Aneh kan? Jungkook biasanya bodo amat. Tapi sekarang terdengar menasehati dan cemas.
"Apa urusannya denganmu? Biasanya juga kau tidak peduli. Jahat? Kau yang lebih jahat padaku!" Suzy mengambil tutup kotaknya, menutupnya rapat lalu mengambil tasnya dan melangkah lebih jauh.
Tetapi Jungkook berhasil menahan lengan Suzy.
"Apa sih?" sinisnya yang melihat tangan Jungkook menahan lengannya. Ia menepis tangan pria itu.
"Aku tidak mau berdebat ya. Aku juga tidak mau bertengkar dengan pria tua dirumahku itu. Kau harus pulang denganku!"
"Tidak mau. Lagipula aku akan bekerja sepulang kuliah." lirihnya dengan suara terkekeh. Jungkook terdiam, ia melipat tangannya di dada lalu menatap Suzy intens.
"Aku lupa kalau kau hanya menumpang di rumahku. Jadi kau memang seharusnya bekerja. Kau bisa setor uang setiap bulan padaku." Jungkook berujar.
Suzy berdercik kesal. "Cih! Orang kaya sepertimu masih butuh uang rupanya?"
Dengan wajah ketus dan tangan yang bersidekap seperti Jungkook.
"Lupakan! Tidak ada gunanya bicara dengan kaktus sepertimu! Hanya akan menambah luka!"
"Kau juga kaktus, bodoh!" Teriak Jungkook yang kini melihat punggung Suzy yang sudah jauh darinya.
-^^^-
"Mau pesan apa tuan?"
Seorang weiter berpakaian seragam disana menghampiri sepasang suami istri yang bau datang.
"Aku hanya pesan minuman saja dua. Kopi, ya!" jawabnya. Ia menulisnya segera di buku kecil yang berada ditangannya.
Ia berjalan kembali ke dapur.
"Suzy antarkan pesanannya ke meja pojok sana!" Perintah seorang pelayan lain.
Suzy berjalan ke arah meja pelanggan. Ia menaruh pesanannya rapi di sana lalu beranjak pergi lagi.
Suzy bekerja di restoran ini sudah hampir setahun. Jadi dia cukup betah bekerja di sini. Penghasilannya cukup untuk menghidupi dirinya dan ibunya sebelum Bae Rene Dan ibunya menikah dengan ayah Taehyung.
Wanita itu sudah melarang putrinya bekerja. Tapi Suzy tak mau Jungkook dan Taehyung semakin menganggapnya-mencari kesempatan dalam kesempitan di saat ia sudah terikat dengan keluarga kaya raya seperti mereka.
Suzy menghela napas dan berdiri di dekat meja kasir. Ia mengusap keringatnya dengan lengan kanannya dan mengibaskan tangannya. Cuaca Seoul sedang tak baik. Kadang panas kadang dingin.
Semenit kemudian, ada empat orang pria yang masuk melewati pintu restoran. Suzy tak diam, ia mengambil bukunya dan menghampiri yang baru datang itu.
Ia berjalan dengan menebar senyuman manisnya saat ia berdiri tepat di depan mereka. Ia masih menulis sesuatu dibukunya sebelum menatap pelanggan tersebut.
"Mau pesan apa?" Suzy mulai melihat para pria itu. Senyumnya luntur saat tahu itu Jungkook, Taehyung dan dua teman prianya.
"Ya tuhan! Kenapa dunia itu begitu sempit?" Celetuk Jungkook.
"Saking sempitnya aku selalu bertemu kalian disini." tambah Suzy sinis.
"Kita pindah saja!" Ajak Taehyung.
"Baguslah! Pergi sana, aku tidak mau melayani kalian."
Jungkook masih duduk santai seperti tuan raja. Dia menahan Taehyyng agar tak kemana-mana. Sudah pasti Jungkook memiliki pikiran picik kali ini.
"Aku mau pesan juice empat." Jungkook menatap lurus ke depan laku menengadah melihat Suzy. Suzy tak bisa membuat mereka pergi atau dia akan di pecat. "Sudah aku tulis. Tunggu sebentar lagi!"
Baru selangkah, Jungkook memanggil suzy lagi.
"Eh Suzy tunggu sebentar!" Suzy berhenti, ia memjamkan matanya lalu berbalik. "Apa lagi?"
"Aku tidak mau juice! Hmm ... aku mau kentang goreng saja, katanya disini makanannya enak-enak." ucap Jungkook.
Suzy tak membalas, dia berbalik lagi dan berjalan.
"Eh eh Suzy. Jangan kentang. Aku mau pizza. Maaf ya, perutku suka rewel." Kata Jungkook yang kala itu memeutar tubuhnya menghadap Suzy yang membelakanginya.
Suzy jalan kembali. "Suzy!"
"APA?" bentaknya yang membuat orang-orang di restoran itu melirik Suzy.
"Uhh kau itu galak sekali. Aku kan pelanggan di sini. Pembeli adalah raja dan kau dayang. Jadi turuti perintah raja."
"Mana ada raja brengsek sepertimu," Suzy mencerca dan kemudian melepar buku kecil itu di atas meja Jungkook, "sekarang tulis semua pesananmu disana!"
"Siapa sih dia? Menarik sekali." Celetuk Rain teman Jungkook.
"Jangan menggodanya!" Pekik Taehyung.
Jungkook tiba-tiba berdiri dan berteriak memanggil boss Suzy.
"Dimana pemilik restoran ini hah? Kemarilah!" Teriaknya dengan mata intens melihat Suzy.
"Panggil saja, aku tidak takut." Gumam Suzy. Ia bernai berkata begitu karena bossnya tengah pergi.
Ada pria dengan tubuh yang besar mengahmpiri mereka. Suzy syok. Itu bossnya. Bagaimana bisa? Kau, kau kan pergi? Suzy membatin tak kuat.
"Aku bossnya tuan. Ada apa ya?"
"Pelayanmu ini tidak sopan padaku. Masa dia membentakku dan menyuruhku menulis pesanan sendiri. Aku minta dia dipecat!" Apa? Suzy lemas mendengarnya.
"Tapi tuan," protesnya karena yang dia lihat Suzy bekerja dengan bagus.
"Aku putra Jeon Kim Park orang terkaya disini. Aku bisa menutup-," ucapan Jungkook terhenti karena boss Suzy.
"Baik tuan, baik." Ia menghela napas lalu meliaht suzy yang kikuk tak bisa apa-apa. "Suzy kau dipecat!"
"Tapi pak," suzy melirih. Hingga ia sadar ia bukanlah siapa-siapa. Ia menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan restoran itu segera.
Tbc.
Hallo kesayangan, jangan lupa makan yah biar kuat menjalani hidup seperti Suzy
Haha 😆😆😂😂