Selamat pagi, siang, sore, malam guys
Aku kembali, hehehe
Maaf ya kalau part ini banyak typo, tapi aku tetap berusaha untuk tidak ada typo :)
Lansung aja kelanjutan ceritanya.....
Versi baru
***
Autor Pov
"Pa?, Ma?, Vin?" sapa seseorang dari bawah dan tidak lain adalah....
Kelvin Wida Pratama, kakak dari Alvin, dia ke sini juga sama istrinya dan anaknya.
Di atas Alvin dan Caca mendengar teriakan itu dan bergegas turun, untuk melihat siapa yang datang.
"Kenapa sih Kak?, teriak-teriak kayak gitu," gerutu Alvin, Caca hanya bisa diam dan mengikuti Alvin dari belakang.
"Gue kira nggak ada orang, Vin. Pintu depan nggak dikunci, rumah sepi, terus mama mana?" tanya Kelvin.
Kelvin belum menyadari kalau ada orang asing yang berdiri di belakang Alvin.
"Mama tadi pamit keluar, Kak Dewi sama Vania mana?" tanya Alvin.
Belum sempat Kelvin menjawab Dewi dan Vania sudah masuk.
"Assalamu'allaikum," salam Dewi
"Wa'alaikumussalam," balas semua
"Om," teriak anak kecil umurnya sekitar 3 tahun langsung memeluk kaki Alvin.
"Vin, itu siapa?" tanya Dewi sambil menunjuk Caca yang baru sadar kalau ada orang asing dirumah ini.
"Oh ini Caca, Kak. Teman Alvin," jelas Alvin.
"Temen apa temen," goda Kelvin.
"Sejak kapan, kamu bawa teman kecuali Brian dan Retha ke rumah?" tanya Dewi.
Caca yang mendengar itu hanya bingung sendiri.
"Caca kamu tahu nggak, Alvin itu nggak suka bawa teman ke rumah kecuali Brian dan Retha dan tumben dia mau ajak kamu ke sini, " kata Dewi.
"Masak sih, Kak?" tanya Caca.
"Iya," jawab Dewi.
"Kakak itu siapa?" tanya Vania dengan logat khas anak 3 tahun sambil menunjuk Caca.
"Kakak itu, temannya Om kamu," bukan Alvin yang menjawab, tapi Kelvin yang menjawab.
"Ooo.. kakak cantik, pasti Om Al suka," balas Vania.
Dewi dan Kelvin hanya bisa tertawa,sedangkan Alvin hanya memasang muka datarnya.
Kelvin Pov
Gue sama Dewi sudah punya rencana mau ke rumah bonyok gue, tapi belum ada waktu, dan ya lagi kali ini jadwal gue longgar.
Dan hari ini akhirnya gue dan keluarga kecil gue bisa berkunjung.
Saat sampai rumah, gue lihat rumah sepi dan pintu depan nggak dikunci, gue udah berpikir yang nggak-nggak.
Gue teriak dan ternyata ada Alvin di rumah, tapi dia tidak sendiri, dia besama temannya cewek lagi. Saat gue perhatiin wajahnya kok kayak nggak asing ya, kayak pernah ketemu tapi siapa. Dan yang lucunya adalah saat Vania anak gue bilang kalau Caca temannya omnya cantik dan pasti omnya akan suka.
Caca Pov
"Ooo.. kakak cantik, pasti Om Al suka," balas Vania.
Dalam hati gue malu banget.
Ponakan Alvin berjalan ke arah gue dan memeluk kaki gue. Gue langsung menjajarkan diri dengannya.
"Hallo, Adek namanya siapa?" tanya gue.
"Nama aku Vania,Kak," jawabnya dengan lucu.
Saking lucunya gue gemes sendiri dan akhirnya gue cubit pipi gembulnya.
"Nama kamu Vania, cantik, oh iya nama kakak kak Caca," kata gue sambil mengelus pucuk kepalanya.
"iya Kak Aca, Kak aca mau main sama Nia enggak?" tanya Vania.
Gue berpikir sejenak karena sekarang ini jarum jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Dia harus pulang, tapi dia juga tidak enak untuk menolak ajakan Vania. Dan akhirnya gue memutuskan untuk menerima ajakan dari Vania.
"Iya, kakak mau," balas gue.
"Main boneka aja yuk, Kak. Di kamarku," kata dia sambil menarik tangan gue menuju kamarnya.
Autor Pov
Kenapa Vania punya kamar di rumah itu? Karena setelah Vania lahir, Kelvin dan Dewi sempat tinggal di rumah itu, jadi karena itu Risa menyiapkan kamar untuk cucu pertamanya itu, tapi setelah Vania berusia satu tahun, Kelvin dan Dewi kembali ke rumah mereka sendiri.
Caca Pov
Sekitar 30 menit gue sama Vania main dan gue lihat Vania menguap-nguap terus akhirnya gue tanya ke dia.
"Vania ngantuk?" tanya gue.
"Iya Kak,Nia ngantuk," katanya sambil mengucek mata.
"Ya udah, Nia tidur dulu saja, Kak Aca temeni," kata gue.
"Iya, Kak. Tapi Kak Aca peluk Nia ya," katanya.
"Iya," balas gue singkat.
Gue peluk Vania sambil mengelus rambutnya lembut dan tidak lama Vania akhirnya tidur. Rencananya hanya mau menemani Vania tidur tapi ternyata karena capek gue juga ikut terlelap.
Alvin Pov
Abang gue datang dan rumah ini kembali ramai, magrib mama pulang dan disusul papa juga pulang.
"Assalamu'allaikum," salam bonyok gue
"Wa'alaikumussalam," balas gue, Kak Kelvin, dan kak Dewi.
"Loh ada Kelvin sama Dewi, ta," kata mama senang.
"Iya Ma, mumpung jadwal longgar," balas Kak Kelvin.
"Lah ini Vania mana?" tanya Papa.
"Vania lagi main sama Caca," jawab Kak Dewi.
"Caca?" bingung papa gue, memang papa belum tahu Caca karena dia baru pulang.
"Temennya Alvin, Pa," jawab gue singkat.
Saat ini adalah waktunya untuk sholat Isya', kita memutuskan untuk sholat berjamaah dulu, dilanjut makan malam.
"Vania sama Caca main apa sih?" tanya mama gue.
"Nggak tahu Ma, tadi Vania ajak Caca ke kamar, mungkin mereka tidur," jawab kak Dewi.
"Alvin sana kamu bangunin Vania sama Caca, ajak sholat dulu baru, makan malam!" perintah mama gue
"Iya," jawab gue singkat
Setelah itu gue naik ke atas dan menuju kamarnya Vania, saat gue buka pintu yang pertama gue lihat adalah Vania yang tidur sendirian di ranjang. Lalu Caca ke mana?, pertanyaan itu terjawab ketika gue dengar suara air dari dalam kamar mandi.
Gue bangunin Vania dulu, untuk ikut sholat.
"Vania bagun, sholat dulu yuk, udah ditunggu mama, papa, eyang, dan opa," kata gue sambil mengelus pipi gembulnya.
Tidak lama Vania bangun dan turun ke bawah. Gue lihat Caca keluar dari kamar mandi.
"Vania mana?" tanya Caca.
"Udah turun, lho juga turun, sholat Isya," jawab gue.
"Iya," balasnya.
Setelah itu gue sama Caca turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lain.
Setelah sholat Isya, gue sekeluarga memutuskan untuk bersantai dulu, sebelum makan malam. Begitu juga dengan Caca dia masih dilarang pulang oleh Vania dan Mama. Vania yang masih mau Caca bermain dengannya, Mama yang menyuruh Caca untuk sekalian makan malam di rumah ini.
Setelah dirasa cukukp kita memutuskan untuk makan malam.
-Skip setelah makan malam-
Setelah makan malam kita kembali bersantai, tapi kali ini Caca memutuskan untuk pamit.
Caca Pov
Setelah makan malam di rumah Alvin, gue memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam dan takut bunda sama yang lain khawatir walau tadi gue udah kembali memberi tahu kalau pulang agak malaman.
"Om, Tante, semua, Caca izin pulang ya, udah malam, makasih untuk makan malamnya," pamit gue.
"Ih, Kakak jangan pulang sini aja sama Nia," kata Vania sambil mengang tangan gue.
"Sayang, Kak Acanya harus pulang dong, kan udah malam, nanti mama sama papanya Kak Aca khawatir lho," nasihat Kak Dewi.
"Nggak mau, Kak Aca di sini aja," kata Vania sambil nangis.
"Ya udah, kakak di sini dulu," balas gue.
Vania diam dan menarik gue untuk duduk kembali. Dia duduk di pangkuanku.
"Maaf ya, Ca. Vania kalau udah nyaman sama orang suka kelewatan," kata Risa.
"Nggak papa, Tan," balas gue.
Saat ini satu keluarga itu sedang bersantai dan bercanda satu sama lain. Aku jadi rindu Kak Andra, dia ditugaskan di salam satu rumah sakit luar jawa. Entah kapan dia pulang.
Vania masih duduk di pangkuan gue dan bermain game dihpnya Alvin. Cukup lama mereka dan gue bersantai di ruang santai. Gue lihat jam dan ternyata sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Aduh udah malam, gimana ni?" tanya gue dalam hati.
Vania sudah tidur di pangkuan gue. Kak Kelvin menggendongnya untuk memindahkan ke kamar.
"Caca kamu tidur sini saja ya, udah malam, nggak baik keluar malam," kata tante Risa.
"Caca izin sama bunda dulu ya, Tan," balasku.
Gue menelpon Bunda.
"Assalamu'alaikum, Bun," Gue
"Wa'alaikumussalam, Kenapa belum pulang?" tanya Bunda.
"Besok Caca jelasin di rumah ya, Bun. Tapi malam ini Caca izin untuk menginap di rumah Alvin teman Caca tadi," jawab gue.
"Laki-laki?" tanya bunda.
"Iya, tapi ada keluarganya, Bun," jawabku.
"Ya udah, padahal ada kejutan buat kamu, tapi nggak papa, udah malam juga," balas Bunda.
"Kejutan apa, Bun?" tanya gue.
"Besok juga tahu, ya udah kamu di sana jangan ngrepotin ya," jawab Bunda.
"Iya, Bundaku sayang," balas gue.
Setelah itu gue kembali bergabung dan ikut cerita, sampai waktu juga menunjukkan pukul setengah sepuluh, kita semua memutuskan untuk masuk ke dalam kamar, gue disuruh tidur di kamar Vania.
Gue masuk ke dalam kamar Vania, sama seperti sore tadi, gue mulai memosisikan badan di samping Vania yang sudah terlelap dengan nyamannya.
Seperti malam-malam biasanya, sebelum tidur imajinasi liar gue mulai beraksi yang dan menyebabkan gue susah tidur. Pikiran gue kembali ke masa saat gue pertama masuk sekolah di SMA Upra, gue lihat cowok yang nahan senyum karena kecerobohan gue, kira-kira dia siapa ya, kok gue kepo. Dan ingatan gue kembali berputar saat kejadian beberapa bulan yang lalu tiba, gue benci waktu itu, gue benci. Gue pengen marah sama seseorang itu, tapi gue malas untuk memperpanjang semuanya. Gue udah muak berurusan dengannnya.
Setelah lelah perlahan mata gue terpejam dan terlelap juga.
***
Gimana sama ceritaku, bagus apa enggak?
Kalau bagus
Tunggu kelanjutan ceritanya ya
Dan jangan lupa Vote
Sukoharjo
Revisi : 25/05/2020