" Jadi nanti selama di Paris kalian nginep di Apartment mama ya, kalo mau kemana mana, mama ada supir pribadi disana. Apartment nya ada 3 ruangan. 2 kamar dan ruang kerja. Tempat nya luas jadi ga perlu khawatir, Ok?" Ucap Sarah panjang lebar, Tetapi hanya memperoleh jawaban berupa anggukan lemah dari Audy dan Yudhis.
" Ya udah, sekarang pesawat kalian udah mau berangkat. Hati hati ya disana. Yudhis, Tante titip Audy yaa.. Audy jangan nakal!" Ucap Sarah lagi. Heni,Dika, dan Erdi tidak dapat ikut karena ada urusan.
Sedangkan Luisaa..
"Kakak nanti disana ke menara Eiffel ya itu keren banget! terus keliling kota siapa tau ketemu artis teruss.."
Kata kata Luisa terpotong
"Ssshh.. Luisa! kamu itu berisik banget sih kayak anak kecil!" ucap Sarah yang ditimpali tawa Audy dan Yudhis.
¤¤
Air France.
"Dy, ngantuk gak?" tanya Yudhis pada Audy yang berada di sebelah nya.
"Nggak begitu ngantuk sih, tapi kerasa banget capek nya. Udah hampir 5 jam kita di pesawat." Jawab Audy.
Lalu Yudhis merangkul Audy dan menarik nya untuk bersandar di pundak nya. Audy tidak menolak. Entah kenapa dia jadi mengantuk dan lama lama tertidur pulas.
" Lo itu lucu ya dy, Gw jadi tambah luluh sama lo " bisik Yudhis di telinga Audy. Tetapi Audy sudah menuju alam mimpi.
¤¤
Mungkin kalian bingung. Sebenarnya Yudhis itu udah Fall In Love belum sih sama Audy? Jawaban nya adalah Belum. Yudhis baru bisa menganggap Audy seperti layak nya sahabat atau saudara. Dia masih belum bisa Move On sama mantan terindah nya. Bukan Valen. Tapi Hana. Penasaran siapa itu Hana? Yudhis bakalan cerita!.
¤¤
Yudhis Pov
Gw memandangi pemandangan indah di depan gue. Tanpa gw sadar sepertinya wajah dan hati gw tersenyum. Kenapa tiba tiba gw keingat Hana?. Ya.. Hana adalah mantan terindah gue. Dia pindah dari Indonesia karena ayah nya yang kerja nya selalu pindah pindah. Dan kabarnya, dia sekarang lagi di Paris. Pasti pada tanya kenapa gw sama dia putus? Dia putusin gw karena dia bilang,, gw dan dia punya mimpi yang berbeda. Dia juga pernah jalan sama cowok lain. Tapi kita putus bukan untuk membenci, tapi untuk jadi teman ataupun saudara.
Gw merasa ada gerakan kecil di sebelah gue. Audy bangun ternyata.
" Hei, udah bangun? " tanya gw langsung.
" Kalo gw udah melek dari tidur ya pasti udah bangun laah " mendengar kata kata nya gw menghela nafas.
¤¤
" Oke sekarang lo mau di kamar yang mana? " Tanya Yudhis pada Audy yang baru saja memasuki Apartment.
Audy tersenyum. " Kalo di apartment ini, kamar gw bareng sama Luisa di kamar dekat ruang tamu. Nah berarti lo tidur nya di kamar papa dan mama " jelas Audy.
" Oke. No problem. Sekarang.. udah jam 7 pagi waktu sini. Lo mau sarapan apa? biar gue yang masak. " kata kata Yudhis membuat Audy tertawa.
" Jangan bodoh Yudhis, apartment ini kosong semenjak 5 tahun yang lalu. Tapi mama punya asistent untuk merawat tempat ini jadi tetap bersih. Daaan.. kulkas masih kosong. Lo mau masak apaan? es batu? hahaha. Oh iya, untuk masak itu pekerjaan anak cewek jadi lo duduk manis aja ya.." Yudhis berkacak pinggang mendengar ucapan Audy.
" Berarti sekarang kita harus belanja. Because I'm hungry. Hehehe " ucap Yudhis
¤¤
Mereka sampai di tempat perbelanjaan terdekat. Audy asik memilih milih sayur dan rempah rempah. Sedangkan Yudhis mengambil beras,telur,daging,pasta dan susu. Lalu Yudhis berbisik di telinga Audy. " Jadi gini ya rasanya kalo persiapan punya keluarga? belanja bareng ternyata seru juga hehe ".
Audy membalasnya. " Yud, kayak nya diantara kita yang paling ngebet jadi bapak rumah tangga lo deh. Kita itu harus meraih mimpi dulu. Lo jadi Duta besar dan gw jadi dokter. Nanti tinggal anak anak kita yang pilih mau kayak Ayah nya atau kayak bunda nya ".
Yudhis menelaah kata kata Audy perlahan.
Ayah? Bunda? Anak? Keluarga?
" Emang nya lo udah siap apa berkeluarga? gw cium pipi nya aja marah marah" ucap Yudhis yang mendapat kelitikan di pinggang nya.
" Eh iya.. iya ampun Dy ampuunn!! " teriak Yudhis.
" Nah! mangkanya jangan suka ngejek doong huuu " Sorak Audy.
" Ya udah ya udah ayuk bayar di kasir. " ajak Yudhis.
¤¤
Sesampai nya di Apartment, mereka sibuk dengan kegiatan masing masing. Audy memasak Pasta yang di pesan Yudhis. Sedangkan Yudhis merapihkan barang barang bawaan.
" Finiiissshh!! Yudhis! ini makanan nya udah jadi!! " Teriak Audy. Namun tidak ada jawaban.
"Yudhis!" sekali lagi tidak ada jawaban.
Audy lalu berlari menuju kamar yang Yudhis tempati. Dia menemukan Yudhis tergeletak lemah di kasur Sambil memegangi perut nya.
Keringat bercucuran deras di kening Yudhis. Lalu Audy mengecek suhu badan Yudhis.
" Ya Allah Yud, badan lo panas. Perut lo kenapa? sakit? " Tanya Audy dengan raut wajah khawatir.
" Maag gw kambuh Dy. " Jawab Yudhis lemah.
" Ya udah, lo bawa obat maag gak? biar gw ambilin " Tawarnya. Dia sangat sangat kasihan dengan kondisi Yudhis yang seperti ini.
" ada di tas hitam gw. "
¤¤
" Nih makan dulu gw suapin. Udah enakan belum? " Tanya Audy seperti layaknya seorang dokter. Ya.. memang dia akan segera mendapat gelar dokter sih.
" Udah enakan. Ga usah di suapin gw bisa makan sendiri kok. " elak Yudhis.
" Ssssshh.. Anak kecil ga boleh bawel. Harus nurut!"
Yudhis hanya bisa menurut kata kata Audy. Lagian harus bagaimana lagi? Dia sendiri sangat lemas sekarang bahkan ingin duduk tegak saja harus mendapat bantuan.
" Makasih ya dy. Udah mau ngerawat gw. gw sayang sama lo. "
Deg.
Kata kata Yudhis barusan membuat Audy mematung. Dia mengingat ingat kata kata terakhir nya.
Gw sayang sama lo
Namun Audy hanya bisa menjawab dengan senyuman. Saat ingin beranjak dari kamar yang di tempati Yudhis, ada tangan besar yang bergetar yang menahan nya agar tidak pergi.
Yudhis.
Yudhis Pov
" Makasih ya Dy. Udah mau ngerawat gw. Gw sayang sama lo " Ucap gw pada Audy dengan lembut.
Gw lihat Audy tampak mematung. Namun setelah itu dia tersenyum. Dan saat dia ingin beranjak bangun dari kasur, tangan gw yang sedang lemas ini menahan nya.
" Tolong jangan pergi sampai gw tidur " ujar gw sambil terus memegang tangan nya.
Dia kembali tersenyum lalu mengangguk pelan. Entah kenapa mata gw berat dan gw udah ada di alam mimpi sekarang.
¤¤
2 Tahun kemudian.
Tidak terasa sudah 2 tahun Audy dan Yudhis berada di Paris. Dan kalian tahu apa yang terjadi? mau kabar buruk dulu atau kabar baik? umm.. mungkin baik dulu kali ya.
Yudhis dan Audy memutuskan untuk memakai Aku-Kamu dalam berbicara. Dan kabar buruk nya.. Yudhis sudah bertemu dengan Hana. Bahkan mereka sering bertemu di café untuk sekedar mengobrol.
" Dy ga kerasa ya udah 2 tahun kita di Paris. Rasanya seneeeenngg banget tinggal tunggu 365 hari lagi dan kita udah balik lagi deh, ke Indonesia Rayaaa.. " ucap Yudhis semangat.
" Dih kamu mah lebay banget sih. Tapi iya juga yaa.. rasanya cepat banget. Kayak nya baru kemarin kita masuk kuliah bentar lagi udah ketemu lagi sama Luisa sama Ponakan kamu juga!! Si Anissa!! ya ampun sekarang dia udah seberapa besar yaaa.. " ujar Audy tidak kalah semangat. Dia sangat rindu pada rumah dan keluarga nya.
" Dy, nanti aku mau ketemu teman lama aku lagi. Jadi kamu ga perlu masak makan malam yaa.. " Yudhis bicara dengan hati hati, takut Audy cemberut mendengar nya.
" Oh ya udah ga apa apa aku juga mau ketemuan kok sama sahabat aku yang kebetulan tinggal disini " Audy bicara tanpa ekspresi. Sebenarnya dia juga penasaran siapa sih teman lama yang selalu membuat wajah Yudhis sangat bahagia setelah menemuinya.
¤¤
Audy Pov
Aku duduk di sebuah café favorite ku selama tinggal di Paris. Yudhis tidak tahu tempat ini karena letak nya lumayan jauh dari apartment.
" Sheryl! " Teriak ku sambil melambai lambaikan tangan. Dia menoleh ke arah ku lalu tersenyum senang.
Biar aku kenalkan dulu. Sheryl Devika Azzahra, adalah sahabat ku dari SD. Dia tinggal di depan rumah ku saat kami masih kecil. Lalu ayah nya di tugaskan untuk bekerja di kedutaan Prancis ya sudah kita berpisah deeh.
" Hei! Audy! Apa kabar lo!! gilaaa kangen banget udah 8 tahun ga ketemu lo makin cantik aja " ucap nya sambil memelukku.
" Kabar gw baik bangeeett. Lo sendiri gimana? Kuliah atau kerja? " Tanya ku to the point.
" Gw kerja di kantor buat ngurusin Photographer gitu deeh kan emang dari kecil gw pingin jadi Photographer " Jawab nya.
" Btw lo mau ngomongin apa nih? kata nya mau curhat sama gw "
Tanya nya to the point.
" Iya.. Gw.. Gw di.. di. Jodohin Sher " ucap ku tergagap. Entah lah.. sekarang kalau aku sedang ragu untuk bicara pasti tergagap.
" Apa?!! Bukan nya waktu itu pas gw terakhir kali ke Jakarta lo bilang, kalo lo pacaran sama yang nama nya Deryl? " Ucap nya seperti.. yaa shock lah.
" cerita nya panjang sher, Jadi waktu itu ibu nya cowok ini tuh sakit ginjal.
Nah, kebetulan ibu nya cowok ini tuh teman nyokap gw. Nah entah dari mana ide itu muncul dan mereka jodohin gw sama anak cowok ini. Terus cowok ini itu mau dekatin gw. Gw nya sih ga masalah. Suatu hari, dia ngajak gw ke café dan ngajak gw dansa. Dan Deryl ada disana. Parah nya Deryl bawa cewek juga dan dia itu musuh bebuyutan gw." jelas ku panjang lebar.
" Terus? "
" Cowok ini mukul pipi Deryl karena Deryl bentak gw. Gw juga ga tau Deryl sama musuh gw itu ngapain di café malem malem. Terus si Deryl meluk pinggang nya musuh gw itu lagi eewwhh.. " jelas ku lagi. Kali ini mulut ku benar benar lelah sekali bicara sebanyak ini.
" Siapa nama anak cowok yang lo maksud? yang mau di jodohkan sama lo? " Tanya nya penasaran.
" Nama nya.. Yudhistira Aliansyah. "
Jawab ku tanpa menyebutkan marga nya.
" Frandis?"
" Lo.. Lo.. ta.. tau dari mana Sher? "
Lagi lagi aku tergagap.
" Astagaaa.. Audy.. Gw ga tau sesempit apa dunia ini. Tapi yang benar itu adalah.. kita bakalan jadi ipar. " Jelasnya.
Ipar?
" Ma.. Maksud lo? " Dan lagi..
" Yudhis, Yudhis itu Adik sepupu gue. Kita emang seumuran. Tapi Om Dika itu adik Bokap gw. "
astagaaa..
" Dan untuk curhatan lo, kayak nya Yudhis udah mulai sayang sama lo. Terus dia sekarang dimana? "
Mampus..
" Ini dia Sher. Dia itu tinggal di Apartment nyokap gue bareng gue. Tapi lo jangan mikir yang aneh aneh yaa.. Gw disini cuma kuliah dia juga gitu. Entahlah.. Gimana nanti kalo dia kerja di kedutaan. Dan gimana dengan gw yang jadi dokter " Sheryl hanya manggut manggut mendengar kata kata ku. Setelah asik mengobrol, pandangan ku dan Sheryl tertuju pada seorang wanita yang ada di atas panggung café.
Dia tampak menyanyikan lagu tentang perasaan nya saat ini. Saat dia bertemu dengan masa lalu nya kembali. Dan dia ingin memperbaiki semua di masa lalu tersebut. Namun dia merasa mustahil. Karena dia tau tidak ada tempat baginya. Setelah bernyanyi di atas panggung, Dia turun dan aku melihat seorang laki laki yang datang menghampirinya. Saat mengetahui wanita itu menangis, laki laki itu memeluk nya. Seperti nya aku mengenal laki laki itu. Ah, mungkin hanya perasaan ku saja.
¤¤
Confetti!! Akhirnya Author nya kembali. Hehehe, Makasih ya udah baca Number One For Me. Makasih juga karena ga bosan dengan cerita ini. Semoga yang baca selalu bahagia!! Maaf kalo Typo nya masih banyak. Saya hanya manusia biasa saudara saudara. Hehehe. Lanjutan nya gimana Thor? sabar ya.. Vote please!!
28/06/14