Langit yang sudah menampakan gelapnya, ditemani bulan yang terang menemani kenny di jalanan kota jakarta. Ken sedang berjalan di dekat komplek rumahnya. Sambil mencari hidangan makan malam dipinggir jalan untuk mengisi makan malamnya yang tertunda karena sang ibu belum pulang.
Sedang asik menikmati nasi goreng komplek pinggir jalan. Ken melihat seseorang perempuan yang sangat tidak asing baginya. Siapa lagi jika bukan velin. Entah jodoh atau apa ken kembali bertemu dengan velin tapi sekarang bukan diwarung makan. Melainkan di jananan komplek dekat rumah ken.
Ken menaruh piring nasi goreng nya yang masih tersisa tiga buah kerupuk diatasnya. Ken langsung menghampiri velin yang sedang berdiri membeli sebuah fried chiken menunggu pesanan nya datang.
"Hay" sapa ken menampakan senyum terbaiknya.
"Hay" balas velin.
"Tumben, malem malem keluar" ken sok akrab.
"Baru juga jam tujuh, gabut dirumah"
Velin menjawab dengan nada biasa, sepertinya velin sudah tidak takut lagi dengan ken. Karna dea dan nanda sudah menceritakan kehidupan seorang kenny.
"Mau, gak gabut lagi?" tanya ken.
"Gimana?"
"Ikut gua" ajak ken.
"Kemana?"
"Gua tau tempat buat ngilangin kegalauan"
"Serius, dimana?" velin tersenyum penasara.
"Ayok"
Ken menggenggam erat tangan velin tanpa ada penolakan darinya. Dan mengajak ke suatu tempat yang tidak jauh dari komplek rumah ken.
Mereka berjalan kaki. Menyusuri jalanan yang mulai sepi karna memang ini sekitar komplek bukan jalan raya yang siapa aja bebas melewati.
Mereka berjalan berdua. Sekarang tangan velin sudah tidak digenggam ken lagi. Tapi velin rentangan. Dia sedang menikmati angin yang berhembus malam ini.
"Vel" ucap ken.
"Iya"
"Sepertinya kita jodoh" ucap ken sambil tersenyum.
Velin terkekeh "musrik ahh"
Mereka berdua terus berjalan dengan pelan, sekali sekali velin menikmati udara malam sambil merentangkan tangan nya.
"Buktinya, kita tiba tiba ketemu lagi"
"Cuma kebetulan, tadi habis pulang dari rumah nanda. Aku lihat ada makanan favorit aku disini"
"Makanya tadi aku mampir kesini habis sholat magrib" lanjutnya.
Ken menghentikan kakinya, velin juga. Kini mereka berhadap hadapan.
"Gua berharap ini bukan cuma kebetulan vel"
"Gua berharap memang tuhan yang sengaja mempertemukan kita disini"
Velin hanya mengangguk mendengar ucapan ken. Dan kembali melanjutkan jalan nya.
"Kenny" ucap velin sambil berjalan.
"Iya vel"
"Aku tau kok, kamu orang yang nyerang sekolah aku waktu kemarin"
Ken terkejut mendengar ucapan velin
"Nanda yang bilang?"
"Dari pertama ketemu kamu, aku udah tau ken"
"Makanya lo takut sama gua vel?"
"Hmm.. Iya.."
Ken merasa bersalah plus takut saat ini. Merasa bersalah karna dia sudah menyerang sekolah velin dan hampir lemparin batu nya terkena velin. Dan takut velin menjauhi ken. Karna tau ken adalah siswa berandalan dari sma nusantara.
Ken menghentikan kakinya dan menatap mata velin tajam dengan sangat menyesal ken berkata.
"maafin gua vel, gua nyesel. Jangan benci gua.."
Velin memasukan kedua tangan nya kedalam kantong jaket yang ia kenakan.
"Sebenarnya aku marah, tapi setelah nanda jelasin tentang kamu. Marah aku hilang seketika."
Velin tersenyum memandang ken.
"Gua harus beliin ice cream duren malem ini buat nanda" kata ken.
Velin terkekeh "iya, kamu harus berterima kasih sama nanda. Berkat dia aku udah ga takut sama kamu."
.....
Sedang asik nya ken dan velin berjalan. Dan velin sambil menyemil makanan yang ia beli tadi. Berhenti sebuah mobil tepat di sisi ken dan velin berada.
"Velin" terdengar suara dari dalam mobil itu. Membuat velin dan juga ken berhenti.
Sekitar lima orang keluar dari dalam mobil itu. Mereka langsung menghampiri velin.
"Vel.. Kebetulan banget kita ketemu disini"
Ucap dhika. Mantan pacar velin di sekolah.
"Iya" velin menjawab seadanya.
"Lo sendirian?" tanya dhika.
Ken berjalan dari sisi belakang velin "berdua" ken dengan tegas.
"Siapa dia?" dhika menunjuk ken, sambil bertanya pada velin.
"Dia temen, temen aku"
"Yoi, temen" ken menyahut.
Pandangan dhika sekarang beralih pada ken.
"Muka lo kaya familiar" ucap dhika.
"Ya memang sih, banyak yang bilang gua mirip dimas anggara" jawab ken dengan menaiki halis nya.
Dhika merasa risih dengan kehadiran ken. Sambil mengingat siapa ken ini.
"Lo anak sma nusantara kan?"
Velin sangat terkejut mendengar perkataan dhika. Velin takut dhika akan berbuat masalah dengan ken.
Ken tersenyum "kalo iya kenapa?" menantang.
"dhika udah, jangan bikin masalah"
Velin coba menahan dhika yang sudah dimakan amarah, "diem vel, dia yang udah nyerang sekolah kita."
Dhika melepaskan tangan nya dari velin, dan langsung memukul wajah ken. Ken tidak tinggal diam, dia balas memukul wajah dhika sampai kini mereka sibuk baku pukul dihadapan velin.
Ken tergeletak karna kalah jumlah dari dhika dan teman teman nya.
••••••••
Pagi ini ken tidak masuk sekolah. beralasan sakit pada nanda saat nanda datang ke rumannya. Ken sedang malas pergi kesekolah hari ini, bukan karena kejadian semalam sama sekaki bukan. Tapi ada suatu hal yang membuat ken tidak ingin pergi kesekolah hari ini.
Sampai matahari menunjukan sinarnya. Ken masih belum beranjak dari kasurnya. Padahal jam weker dikamar sudah berulang kali membangunkan namun ken terus mematikan jam weker miliknya itu.
Jam dikamarnya sudah menunjukan pukul sepuluh pagi. Namun ken masih belum terbangun dari tidurnya.
Ting... Nong.... Ting.... Nong...
Suara bel rumah yang sukses membangunkan ken dari tidurnya. Dengan tampilan baru bangun tidur. Hanya memakai celana pendek, baju oblong, dan rambut yang sudah seperti gembel, ken membuka pintu.
"Velin" ken terkaget bukan kepalang melihat velin sudah berdiri tepat di depannya.
•••••••••
"Maaf vel nunggu lama"
Ken keluar dari kamarnya, sekarang tampilan nya sudah normal. Dengan celana panjang sobek di dengkul dan kaos hitam yang cocok di badan nya.
"Ga apa apa kok" velin tersenyum.
Mereka berdua sekarang duduk di kursi ruang tamu rumah ken.
"Lo gak sekolah?"
"Sekolah"
"Trus kenapa sekarang ada disini?"
"Ada rapat dadakan, jadi dibubarin"
"Ohhh"
"Udah gak sakit?" tanya velin.
"Sakit?..."
"Iya, yang semalem"
"Ohh, udah biasa vel"
"Kalo engga, kenapa sekarang kamu ga sekolah"
"Hmmm... Sedikit pusing sih"
"Aku minta maaf" kata velin.
"Buat?"
"Semalem"
"Sama sekali bukan salah lo velin"
"Kalo kamu gak sama aku semalam, ga bakal gini kejadian nya."
"Vel udah, gua ga apa apa"
Velin terdiam.
"Lo bawa apa?" tanya ken sambil membuka bingkisan yang dibawa velin.
"Nih aku bawa makanan, buat kamu makan. Kamu belum sarapan kan?"
"Tau aja, makasih ya vel"
"Iya, sok dimakan"
"Oke"
Setelah ken memakan makanan yang dibawa velin barusan. Ken menatap velin ....
"Vel..." ucap ken.
"Iya."
"Lo mau temenin gua?"
"Kemana?"
"Keliling kota jakarta.."