Cinta itu tak rumit. Tapi hanya saja orang orang mempersulit
-----------------------------------------------------------
Malam itu, Shilla tak kuasa membendung air mata nya. Tanpa ia sadari sebutir demi sebutir air keluar dari kelopak matanya. Shilla sudah tak tahan lagi. Suara isak tangis nya semakin keras.
Dia membayangkan kejadian tadi siang yang membuat nya seperti ini sekarang. Dia benci kejadian tadi, dia benci hari ini. Dia benci orang itu. Dia benci tanggal ini.
Air mata Shilla terus menerus keluar tanpa bisa di bendung. Shilla berusaha menahan isak tangis nya.
Gue harus kuat, Gue gaboleh lemah
Shilla langsung menghapus air mata nya. Dia bergumam di dalam hatinya. Dia menguatkan hati kecilnya untuk tetap tegar. Walau bagaimanapun Shilla harus bisa menerima kejadian ini.
Dia bangkit dari tempat tidurnya untuk mencuci muka ke kamar mandi.
Shilla menatap dirinya di cermin, dia melihat matanya begitu bengkak,rambutnya pun begitu tak teratur.
Shilla benar benar kacau malam itu.
Shilla beranjak dan mengambil ponselnya yang tergeletak diatas nakas. Dia berjalan kearah jendela lalu membukanya. Shilla langsung di hadiahi oleh semilir angin malam yang membuatnya tenang. Angin itu terasa menusuk kulit hingga tulang tulangnya. Tapi, Shilla bisa merasakan ketenangan dengan itu.
Dia mulai membuka ponselnya dan langsung mencari sebuah nama kontak. Setelah berhasil menemukan kontak itu. Dia langsung menghubungi nya.
"Halo, Ada apa Shil? " jawab wanita di sebrang sana.
Tak ada jawaban dari Shilla. Yang terdengar hanya isak tangisnya.
"Shil lo kenapa? Cerita sama gue Shil!"
Shilla hanya menangis sesenggukan.
"Shill cepet lo cerita sama gue!! Buat apa sahabat diciptain Shil kalo bukan buat nerima keluh kesah sahabatnya sendiri. Kalo lo gak cerita sama gue. Gue ngerasa gak berguna buat lo!!"
Setelah itu Shilla luluh dengan perkataan seorang wanita di sebrang sana dan mulai menceritakan kejadian tadi siang yang membuatnya seperti ini.
Setelah sambungan telpon terputus, Shilla diam membeku di tempatnya dia menatap lurus ke depan. Sambil terngiang ngiang di ingatan nya tentang sebuah kejadian.
Gue gaboleh lemah gara gara satu orang cowok. Dia itu cowok brengsek yang udah ngehianatin gue. Gue gaboleh buang air mata gue cuma buat orang yang gak jelas kayak dia.
Cowok itu emang gak bisa di percaya.
Ashilla terus menerus memikirkan apa yang tak pantas ia pikirkan. Ia merutuki nasib nya sendiri yang sangat tragis dalam hal percintaan.
Dia sudah lelah dengan semuanya.
Setelah diam selama beberapa menit, dia menutup kembali jendela kamar nya dan langsung merangkak kearah tempat tidurnya.
Dann dia terlelapp di dalam dunia mimpi
-----------------------------------------------------------
Yeayy Firts part and First cerita ya gaess. Jangan lupa vote and coment ya 😉
Btw part nya sedikit hehe baru permulaan