Catch You

By cute8020

518K 59.4K 12.7K

Warning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak... More

1. halo
2. masih dimas yg dulu
3. chit-chat
4. souvenir
5. ngelamar kerja
6. selamat bergabung
7. kekhawatiran yg aneh
8. serakan souvenir
9. mayday mayday
10. bersih2
11. blushing
12. deg, apa artinya ini?
13. terlalu berlebihan
14. galakin aja
15. lidahnya terlibat
16. jgn patah semangat
17. Cinta tdk bisa dipaksa
19. si bangke Bryan
20. curhat dong bun
21. curahan panjang hati Dimas
22. 💞💞💞
23. undangan Bryan
24. masalahnya Bryan
25. 1 tahap lagi?
26. calon bapak 👆
27. ijin
28. 🐦👈
29. sindrom?
30. extra part (gubrak)

18. player 'TP' mode on

14.2K 1.7K 295
By cute8020

Klo ada yg kaya gini 👆 di tempat gym, akoh rela tiap hari ngangkat beban berat ngelebihin berat badanku buat narik perhatiannya, rela badan remek semingguan abisan itu buahahaa 😅😅😆

Jeni POV

"Selamat pagi"

"Pagi mba"

"Halo mba, pagi"

"Selamat pagi Pak"

Sapaku berkali-kali dengan tersenyum riang kepada karyawan-karyawan yang baru datang. Hari Senin pagi, semangat baru setelah weekend.

Pekerjaanku memang tidak menguras otak seperti para pejuang rupiah yang lain. Jadi aku harus memberikan energi positif berupa senyuman manis, mungkin saja bisa menjadi sedikit penyemangat mereka untuk berkutat dan menghadapi pekerjaan yang akan mereka hadapi selama 5 hari ke depan.

Mataku menangkap sosok pria jangkung yang berjalan dengan tegap, matanya melembut menatapku ketika dirinya semakin mendekat.

Kilasan tubuhnya yang hanya berbelitkan handuk di pinggangnya membuatku menelan ludah.

Seumur-umur aku mengikuti kemana dirinya pergi sejak aku kecil, baru sekali itu aku melihatnya hanya berbelitkan handuk, memperlihatkan perutnya yang berotot, jadi totalnya dua kali seumur hidupku melihatnya shirtless.

Kalau melihat perut menyembul satu milik bapak-bapak tetanggaku yang berkaus singlet hampir setiap hari aku lihat. Sampai berdoa setiap membuka mataku setiap pagi, biar si bapak udah kelar manasin motornya ketika aku sarapan.

Tanpa sadar aku menghela nafas panjang.

Dimas memang menggiurkan, sangat menggiurkan, santapan lezat bagi perempuan-perempuan yang rela melepaskan celana dalamnya dan di terima suka cita oleh si player cangcut itu.

Kejadian di mobilnya tempo hari itu, sungguh, perkataan Dimas yang mengatakan terbawa suasana benar adanya.

Ciuman yang melibatkan lidah itu benar-benar menggairahkan, sampai-sampai membuatku mendesah.

Aku menggelengkan kepalaku pelan.

"Pagi Mr. Dimas" Sapaku, senyuman yang ku berikan aku usahakan semanis mungkin menyambutnya.

Permasalahan hari Jum'at malam kemarin di rumahnya itu tidak terlalu aku pikirkan, um, bohong sih kalau aku tidak kepikiran.

Weekend kemarin aku menghabiskan waktu di rumah membantu mama membereskan rumah, sampai-sampai mama keseringan melemparku dengan lap karena aku kebanyakan bengong.

Perkataan bunda Dav terngiang-ngiang di benakku.

Aku memang memikirkan perkataan bunda Dav, tetapi masih belum yakin kalau Dimas itu seperti apa yang dikatakan bundanya.

Terlalu banyak pikiran yang bersarang di otakku.

Celana dalam.

Ciuman melibatkan lidah.

Jatuh cinta.

Curhatan bunda Dav.

Dimas membalas senyumanku, tubuh jangkungnya berdiri di depan mejaku.

"Mimpi apa semalam?" Tanyanya, sorot matanya itu loh, inikah yang dinamakan tatapan memuja? Atau tatapan orang yang sedang jatuh cinta?

Aku menelan ludahku, hanya diam tidak menanggapi pertanyaannya.

"Kalo aku mimpiin kamu, kita jadi sepasang kekasih, terasa seperti kenyataan, bahagia sekali" Katanya langsung tanpa berbasa-basi.

Mulai lagi deh si player cangcut ini tebar pesona.

Wajahku memanas mendengar perkataannya barusan.

Eh, tadi gak salah dengar?

Dimas ngomongnya sekarang aku kamu?

"Mommy nitip salam buat calon mantunya, kalo ini titipan dari dad, dad gak percaya kalo kamu gak suka coklat, karena seingat dad, kamu selalu minta dibeliin coklat tiap kali dad pulang ke Chicago" Dimas meletakkan sekantung tas kertas ke hadapanku.

Cinta memang tidak bisa dipaksa, apaan yang gak dipaksa? Bunda Dav pake acara nitip salam buat calon mantunya?

Calon mantu?

Siapa?

Aku?

Ck, yang benar saja.

Ini kenapa sekeluarga kaya rame-rame ngeroyokin aku gini?

Ayah Bill juga pake ikut-ikutan ngasih sogokan coklat segala. Eh ini sogokan apa sekedar oleh-oleh dari ayah Bill ya?

Huftt.. gak boleh berburuk sangka Jen.

Rejeki gak boleh di tolak, gak boleh motong pahala orang lain yang mau memberi rejeki.

Aku mengusap wajahku pelan, menghilangkan semburat merah di pipiku.

Tanganku meraih tas kertas di depanku lalu melongokkan kepalaku pelan, mengintip isi di dalamnya.

Mataku berbinar.

Berbagai coklat batangan membuat air liurku menetes.

Ayah Bill memang tidak pernah lupa kesukaanku.

Aku mengulum senyumku, menelan air liurku yang hampir merembes keluar dari mulutku.

"Tapi seingat aku, kemarin kamu bilang gak suka coklat" Tangan Dimas meraih kantung kertas, aku langsung menepuk punggung tangannya.

"Gak suka coklat pemberian perempuan untuk orang lain, kalo coklat ini kan ayah Bill yang kasih spesial buat saya" Kataku cepat, tanganku mendekap kantung kertas yang lumayan berat itu ke dadaku.

Dimas melihat gerakanku. Matanya mengerjap jahil.

"Aneh gak sih kalo aku minta di kutuk jadi kantung kertas itu?" Tanyanya dengan suara dalam.

Aku mengerutkan keningku.

Di kutuk jadi kantung kertas? Kenapa gak minta di kutuk jadi celana dalam aja sekalian, jadi kan gak usah susah-susah ngumpulin celana dalam dari perempuan-perempuan lagi.

Atau minta di kutuk jadi juragan pabrik celana dalam, tuhhh biar lebih puas.

Dimas mengerling.

"Di kutuk jadi kantung kertas itu biar bisa di dekap kamu kaya gitu" Senyumannya merekah.

Dihh, tuh kan, mulai deh si player beraksi. Terus kenapa aku malah terpengaruh mendengarkan gombalannya itu.

Aku mendengus, mengusir rasa panas yang menjalar merayap ke atas menuju kedua pipiku.

Aku duduk dan meletakkan kantung kertas berisikan coklat ke dalam laci mejaku.

Fokus menatap layar monitor komputerku, memasang wajah datar, berharap Dimas segera menyingkir dari hadapanku.

Dasar player cangcut professional, bisa sekali membuatku mati kutu begini.

"Nanti kita makan siang bareng ya Jen" Ternyata Dimas masih berdiri di depan mejaku.

Aku langsung menggeleng.

"Maaf, udah ada janji" Jawabku singkat masih dengan wajah datar.

"Janji? Aku kan baru ngajakin kamu makan sekarang, memangnya kita udah janjian ya?" Dimas menumpukan dagunya di atas mejaku.

Semalam aku mendapatkan pesan dari seseorang, menanyakan kabarku dan mengajakku makan siang.

Berhubung sudah lama kami tidak bertemu jadi aku langsung mengiyakan ajakannya.

Aku menatap wajah Dimas lama, kalau sampai dia tahu dengan siapa aku pergi makan siang, entah apa yang akan terjadi.

Lebih baik diam saja, hiraukan Dimas.

Aku kembali fokus menatap layar monitorku. Pura-pura serius, padahal lagi membuka aplikasi WhatsApp di desktop komputer.

Ku dengar suara helaan nafas di iringi suara langkah kakinya yang kian menjauh.

Aku menarik nafas panjang.

Susah bagiku untuk melupakan image player di dirinya.

Mendengar pernyataan cintanya malah membuatku kaget luar biasa.

Apa sudah tidak ada lagi perempuan di luar sana sehingga dia ingin merasakan bagaimana mempermainkan perasaan perempuan yang di anggap adiknya sendiri?

Aku menatap punggungnya yang kian menjauh.

"Gue gak akan patah semangat buat ngedapetin elu Jen"

Kata-katanya terlintas di benakku.

Gitu ya?

Aku termenung.

Bagiku player tetaplah player.

Tbc

Gitulah.

Mau ngetes nih sampe mana perjuangan Dimas buat ngedapetin elu Jen? Cuss kita testing testing
😅😂🏃🏃🏃

Ya ampunnn, gak lagi2 deh iseng2 ngetik di kantor walopun lagi waktu senggang, pikiran aku, boss kan lagi keluar kota, trs aku iseng mau lanjutin ngetik chap 19, chap 18 udah kelar aku ketik tadi pagi di kostan, maafin yakkk ga ada maksud nge zonk apa gimana, kalian tau eike, tadi panik kepencet publish padahal mau ngesave pas ada bagian produksi tiba2 muncul minta dibikinin desain ulang logo hotel.

Hastagaaaaa deg2an nya masih berasa sampe skrg 😂😂😂😅

Buat yg udah sempet ngebaca chap 19, rejekinya yesss, ntar malam aku publish klo udah siap.

Selamat makan siang semuanyaaaa 😘😘

Continue Reading

You'll Also Like

60.7K 9.4K 40
Warning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 2/7/23 - 11...
373K 47.2K 28
Warning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 13/5/18 - 7...
92.6K 13.3K 28
Warning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 7/11/21 - 19...
478K 39.9K 24
Warning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 5/17-6/17
Wattpad App - Unlock exclusive features