Tokyo Travelgram [completed]

By zaechesa

85K 6.6K 139

Nathanael Pratama Romano sangat menyukai travelling seorang diri. Menelusuri tempat-tempat baru yang belum pe... More

SATU
DUA
TIGA
EMPAT
LIMA
ENAM
TUJUH
SEMBILAN
SEPULUH
SEBELAS
DUA BELAS
TIGA BELAS
EMPAT BELAS
LIMA BELAS
ENAM BELAS
TUJUH BELAS
DELAPAN BELAS
SEMBILAN BELAS
DUA PULUH
DUA PULUH SATU
DUA PULUH DUA
DUA PULUH TIGA
DUA PULUH EMPAT
DUA PULUH LIMA
DUA PULUH ENAM
DUA PULUH TUJUH
DUA PULUH DELAPAN
DUA PULUH SEMBILAN
TIGA PULUH
TIGA PULUH SATU
TIGA PULUH DUA
TIGA PULUH TIGA
TIGA PULUH EMPAT
TIGA PULUH LIMA
TIGA PULUH ENAM
TIGA PULUH TUJUH
TIGA PULUH DELAPAN
CLARA
EPILOG
ANNOUNCEMENT

DELAPAN

1.9K 173 0
By zaechesa

"Nathanael Romano?"

Merasa ada seseorang yang menyebut namanya, Nathan menengok kearah suara perempuan yang memanggilnya. Ia memalingkan kepalanya kearah kiri dan melihat seorang perempuan berkulit putih, bermata bulat dengan rambut hitam panjang sebahu. Nathan memandang gadis itu cukup lama.

"Kamu Nathanael Romano,kan?" Tanya Clara lagi, gadis itu heran melihat reaksi Nathan. Apakah aku memanggil salah orang? Batinnya.

"Iya..." jawab Nathan masih memandang Clara dengan tatapan bingung, terdengar keraguan dalam nada bicaranya.

"Ternyata beneran Nathanael Romano." Kata Clara sambil tersenyum. Rasanya ia ingin memuji dirinya sendiri karena ia berhasil menebak nama pria yang duduk disebelah kanannya itu.

"Kamu...orang indonesia juga?" Tanya Nathan, ia awalnya ragu jika gadis disebelahnya itu adalah orang indonesia. Wajah Oriental Clara bisa saja mengecohnya.

Turis Indonesia di Jepang memang banyak jumlahnya. Nathan sering bertemu dengan turis asal Indonesia hampir disetiap tempat wisata terkenal di Jepang. Tapi bertemu dengan orang asing yang mengenal dirinya rasanya cukup aneh bagi Nathan. Nathan bukan artis atau penyanyi terkenal, wajahnya jarang terekspos media sehingga tidak banyak yang mengenali wajahnya. Nathan terkenal dikalangan blogger dan influencer, hanya orang-orang yang membaca blog atau mengikuti instagramnya yang sering melihat wajahnya.

"Iya, aku orang indonesia." Gadis itu mengangguk pelan.

"Oh, hai. Nama kamu siapa?" Nathan meletakan sumpitnya, dan mengulurkan tangannya pada Clara.

"Hai, Aku Clara." Jawab Clara seraya menjabat tangan Nathan. Clara mendapatkan ramah sebagai kesan pertama bertemu dengan pria yang sering muncul di instagramnya. Pria dengan kemampuan fotografi yang selalu dikaguminya. Pria yang mempunyai sejuta cerita mengenai pengalamannya berpetualang keberbagai tempat didunia.

"Nathan." kata Nathan memperkenalkan diri. Ia selalu menyingkat namanya saat berkenalan dengan orang baru agar terdengar lebih akrab.

"Kamu sendirian?" Tanya Nathan sambil menikmati kembali makanannya.

"Iya. Aku sendiri. Kalau kamu?"

"Aku solo traveler." Jawab Nathan sambil sibuk memanggang dagingnya.

"Oh ya? Jadi selama ini kamu travelling sendirian?" Tanya Clara penuh rasa penasaran.

"Mostly." Jawab pria itu singkat, terlalu panjang jika harus menceritakan mengenai dirinya yang lebih suka travelling seorang diri pada orang yang baru dikenalnya.

Percakapan mereka terpotong oleh pelayan yang datang membawakan sebuah nampan berisi makanan pesanan Clara. Mata Clara terlihat berbinar melihat piring berisi potongan daging itu, rasanya ia sudah tidak sabar untuk menyantapnya.

"Selamat makan." Gumam gadis itu.

"Kamu udah sering kesini?" Tanya Nathan sambil sesekali melirik kearah Clara.

"Nggak. Ini baru pertama kali." Jawab Clara sambil memulai menyumpit sepotong daging, mencelupnya pada saus dan meletakkannya diatas pemanggang hitam kecil yang ada didepannya.

Nathan mengangguk pelan "Oh, Tahu tempat ini dari mana?"

"Dari blog kamu." jawab Clara cepat.

"Kamu baca blog aku?" Nathan sedikit tersentuh dengan jawaban yang diberikan gadis disebelahnya itu. Ia sangat senang bila ada yang membaca blog miliknya.

"Kadang, tapi aku lebih sering stalkerin intagram kamu." jawab Clara sambil sibuk membolak-balik dagingnya.

"Oh, kamu followers instagram aku?"

"Iya, soalnya kamu lebih sering update di instagram."

"Itu karena memposting foto lebih cepat dibandingkan harus menulis artikel diblog." Jawab Nathan serius. Dirinya memang membutuhkan waktu cukup lama dalam menulis sebuah artikel, ia ingin memastikan artikel yang ditulisnya sempurna dalam berbagai hal.

"Ya, bisa dimaklumi kok. Karena artikel yang kamu tulis juga bagus. Membantu banget, apalagi buat turis pemula macem aku."

"Terima kasih pujinnya."

"Harusnya kamu sudah bosan menerima pujian."

"Well, Tapi aku benar-benar senang mendengar feedback dari pembaca blog aku secara langsung. Aku menghargainya."

"Kamu tahu apa yang paling aku suka dari blog dan instagram kamu?"

"Apa?" tanya Nathan sambil menaikan sebelah alisnya.

"Foto-foto kamu."

"Nggak semua orang ngerti dan bisa menikmati hasil foto aku, tapi terima kasih lagi untuk pujiannya."

"Foto kamu unik. Setiap foto yang kamu hasilkan seperti berbicara dan punya cerita tersendiri. Dan foto-foto kamu bikin aku ingin pergi ke tempat itu." Ucap gadis itu dengan mata berbinar sambil menengok kearah Nathan.

Nathan bukan tipe orang yang senang berbincang saat menyantap makanan, namun berbincang dengan gadis ini terasa nyaman, dan Nathan tidak keberatan akan hal itu. Bukan karena pujian yang diberikan gadis itu untuknya, mungkin karena mereka sesama orang Indonesia yang saling bertemu di negeri orang. Entahlah, Nathan tidak mengambil pusing akan masalah kecil seperti ini.

"Terus kamu udah sejak kapan di tokyo?" Tanya Nathan seolah mengganti topik, rasanya bosan apabila mendengar gadis ini terus memujinya.

"Hm...baru kemarin malam sampai Tokyo. Kalau kamu?" jawab Clara jujur sambil mengingat kembali perjalannya dari Osaka, tentu saja ia melewatkan ceritanya mengenai dirinya yang kabur dari calon suaminya yang selingkuh.

"Sudah sejak hari senin. Kamu nggak lihat update instagram aku?"

"Oh...nggak. Aku lagi nggak buka sosmed."

"Oh..." Nathan hanya mengangguk kecil,

"Kamu sudah kemana aja ?"

"Baru di daerah Shibuya aja kok." Jawab Clara dengan nada datar.

"Selain Shibunya masih banyak banget tempat bagus yang bisa kamu datangi di Tokyo."

Clara hanya mengangguk sambil menikmati makanannya. "Seneng deh ketemu orang Indonesia juga." Ucapnya pelan

"Kenapa?"

"Rasanya jadi nggak kesepian di negri orang."

***

Nathan dan Clara menaiki anak tangga untuk keluar dari restoran Gyukatsu Motomura setelah mereka menghabiskan makanan mereka. Sudah nampak beberapa orang yang mengantri ditangga itu untuk menikmati makan siang. Nathan dan Clara merasa beruntung karena mereka tidak perlu mengantri.

"Thanks ya, udah nemenin makan." Kata Clara saat ia menginjakan kaki pada anak tangga terakhir.

"Sama-sama."

"Nggak nyangka banget bisa ketemu travel blogger terkenal disini."

"Well,seneng juga bisa bertemu kamu."

"Kamu mau ke daerah mana?"

"Uhng..." Clara tak menjawabnya, karena memang Clara tak tahu akan pergi kemana setelah ini.

"Kalau aku mau ke arah situ." Kata Nathan sambil menunjuk kearah ujung jalan yang terlihat ramai.

"Oh..." jawab Clara datar menanggapi Nathan.

"Kalo gitu aku pergi dulu ya. Bye." Tak ingin berlama-lama Nathan pamit kemudian berjalan meninggalkan gadis itu yang masih terdiam ditempatnya.

Clara menatap punggung pria itu menjauh. Ada perasaan aneh yang mengganjal dirinya. Senang rasanya bisa mengobrol dengan pria itu walau hanya sebentar menemaninya makan. Melihat pria itu berjalan pergi dan meninggalkannya seorang diri lagi tanpa tujuan membuat dirinya merasa sepi dan hampa.

"Nathan!" Clara mengumpulkan keberanian untuk memanggil pria itu. Nathan mendengar Clara memanggil namanya, kemudian menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.

"Apa?" tanya Nathan bingung.

"Uhng...." Clara menggigit bibirnya, ada sesuatu yang ingin dikatakannya namun tertahan.

"Ada apa?" Nathan bertanya lagi sambil berjalan berbalik mendekat kearah Clara yang masih terdiam ditempatnya.

"Itu....hm...." Gadis itu ragu untuk mengatakan sesuatu.

Nathan kini sudah berada tepat didepan Clara. ia menatap Clara bingung dan sejenak mereka berdua terdiam. Pria itu kemudian mengulurkan tangannya pada Clara.

"Apa?" tanya Clara kebingungan dengan reaksi Nathan. Ia bingung apa arti uluran tangan itu.

"Mana? Handphone kamu."

"Buat apa?" Tanya Clara ragu sambil merogoh saku mengambil ponselnya dan memberikannya pada Nathan.

"Ini. Kamu mau minta foto bareng kan? Mau minta foto aja pakai malu-malu" kata Nathan sambil membuka aplikasi kamera pada ponsel Clara, mengaktifkan mode kamera depan dan mengulurkan tangannya yang panjang bersiap untuk mengambil foto mereka berdua.

"Bukan." jawab Clara singkat sambil menggeleng. Kemudian mengambil ponselnya dari tangan Nathan.

"Terus? Mau minta tanda tangan?" Tanya Nathan lagi. Pria itu mulai habis kesabaran menghadapi gadis yang membingungkan itu.

"Bukan juga." Clara menggeleng. Raut mukanya terlihat ragu, ada hal yang ingin diucapkan gadis itu, namun sepertinya ia butuh keberanian lebih untuk mengatakannya, karena ia tahu yang akan ia katakan adalah hal gila.

"Oh, mau minta difotoin?" Tanya nathan sambil menunjuk kamera yang tergantung di bahunya.

"Sana...berdiri di sana. Backgroundnya bagus." lanjut Nathan sambil menunjuk ke sisi jalan. Ia mengambil dan menyalakan kameranya kemudian mulai membidik gambar.

"Bukan! aku bukan mau foto atau tanda tangan."

"Jadi mau kamu apa?"

"..." Gadis itu terdiam, ia menunduk seolah berpikir ribuan kali sebelum ia mengatakan apa yang ingin ia katakan. sebuah ide gila lainnya yang terbersit dalam otaknya yang mungkin sudah tidak waras. Gadis itu masih galau dengan ide gila miliknya. Otaknya seolah menyuruhnya untuk mengatakannya pada pria yang baru ditemuinya itu, namun sepertinya bibirnya menolak untuk mengatakannya. Entah sejak kapan Clara menjadi orang yang sulit ditebak, ia bahkan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

"Sorry, aku nggak bisa lama-lama. Aku mau jalan ke tempat lain. Bye." Kata Nathan habis kesabaran. Ia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Clara yang masih sibuk dengan dirinya sendiri. Ia tidak peduli apa keinginan gadis itu, karena menurutnya dirinya sudah berbaik hati menawarkan berfoto bersama atau tanda tangan untuknya.

Gadis yang aneh. batin Nathan.

"Aku boleh ikut kamu pergi?" kata Clara yang membuat langkah pria itu terhenti.

Continue Reading

You'll Also Like

116K 9.3K 36
Di masa remajanya, Sakya bukanlah laki-laki tertampan di sekolah. Dia hanya laki-laki tambun, berwajah bulat, berkacamata minus dan juga kutu buku ya...
90.8K 5.4K 16
Bertemu dengan orang asing di negara asing Liburan itu menjadi cerita antara kedua insan manusia. Cerita yang tidak dapat diprediksi dan disangkal.
15.1K 812 26
"Lo ga usah gatel deket-deket cowok sana-sini. Sadar diri lo itu tunangan gue!" Haidar melontarkan kalimat itu dengan nada tinggi, jelas kesal. "Haid...
6.5K 3.1K 144
Nadine Adhara adalah seorang model terkenal yang telah berjuang keras mengejar impiannya hingga mencapai puncak kesuksesan di Los Angeles. Di balik g...
Wattpad App - Unlock exclusive features