Partiture

By Fanila_Ren

46.4K 6K 5.1K

Suatu hal yang tak ingin ku tau, tapi harus ku kuasai. Suatu hal yang tak ku suka, tapi terpaksa ku suka. Sua... More

Prolog
1. Awal Permulaan
2. Not Balok
3. Piano or Harpa
4. Perubahan
5. Dorm
6. Sendirian
7. Jangan Dipendam
8. Menjahili
9. Mianhae
10. Bad Mood
11. Headphone
12. Dekat
13. Jarak
14. Jalan
15. Menjauh
16. Dating
17. Vcall
18. Rencana
19. Rekan
20. Radio
21. Putri Salju
22. Music Box
23. Kotrak
24. Kejutan
25. Suka ???
26. Undangan
27. Kedekatan
28. Jauhi
29. Ancaman
30. Kabur (1)
30. Kabur (2)
31. Tinggal
32. Hari Pertama
33. Luka
35. Keluar !!!
36. Hangat
37. Harum
38. Tengah Malam
39. Baikan
40. Tamu
41. Aneh
42. Tidak Mengaku
Tag
Tag (2)
43. Pesan
44. Ragu
45. Penjelasan
46. Pulang
47. Tertangkap ??
48. Jujur
49. Akhir ??
50. Semoga Bahagia
Epilog
Bonus (1)
Bonus (2)
Voting !!!
New Story !!
Next Story!!

34. Aksi

734 111 27
By Fanila_Ren

"Woozi-ya, aku mau kau terus berada di dekat Jira saat ini. Aku dan yang lain akan menyelesaikan masalah ini saat istirahat." Kata Seungcheol.

"Aku memang akan terus di dekat Jira." Jawab Jihoon.

"Dan jangan ada yang naik ke atap saat istirahat. Kami akan memakainya untuk hari ini." Tambah Jeonghan.

"Sebenarnya apa yang akan kalian lakukan ?" Tanya Jihoon penasaran.

"Kau akan tau nanti."

Ketiga pria itu tersenyum mencurigakan.

☆☆☆

"Jira-ya, kau tidak lapar ?" Tanya Jihoon duduk di kursi depan Jira sambil memandangi Jira yang fokus menyalin catatan yang tertinggal saat dia tidak masuk kemarin.

"Belum. Kau lapar ?" Tanya Jira tidak mengalihkan pandangannya dari buku itu.

"Lapar."

Mendengar jawaban Jihoon, Jira langsung mengalihkan pandangannya dari buku - buku itu. "Kalau begitu kau makan saja."

"Temani aku." Pinta Jihoon.

"Aku masih menulis. Kau duluan saja."

"Kalau begitu aku akan terus menunggumu sampai kau selesai menulis." Kata Jihoon lagi.

Jira menyunjingkan senyumnya. Lalu menutup buku itu. Dia tidak tega jika harus membuat Jihoon menunggunya dengan perut lapar. Apalagi dengan ekspresi polos yang menggemaskan itu.

"Kenapa ditutup ?" Tanya Jihoon. Tapi ekspresinya terlihat senang. Menggemaskan.

"Tentu saja aku akan menemanimu makan." Jawab Jira.

"Katanya ingin menulis dulu."

"Aku tidak mungkin tega membuat seseorang yang kelaparan di depanku menunggu."

"Gomawo. Kajja !! Kita ke kantin." Ajak Jihoon bersemangat. Dia langsung berdiri dan menggenggam tangan Jira dengan erat.

Kedekatan dan keakraban mereka mendapat tatapan iri dari banyak orang. Terutama seseorang yang duduk di pojok kelas dekat tembok.

"Kau mau makan apa ?" Tanya Jihoon pada Jira sesampainya di kantin.

"Aku tidak lapar."

"Benar tidak mau ?" Ragu Jihoon. Jira hanya menjawabnya dengan anggukan.

"Kalau begitu kau duduklah dulu. Aku akan mangambil makan."

Jira mengikuti perkataan Jihoon dan duduk di salah satu meja panjang yang masih kosong. Namun tidak butuh waktu lama meja itu telah terisi dengan banyak orang.

"Hei !! Kau Jira kan yang sekarang dekat dengan Woozi ?" Seorang pria di hadapannya menegur Jira. Jira hanya membalas tatapannya tanpa menjawabnya.

"Ohh.. Jadi dia Jira. Woozi pintar juga mencari perempuan. Dia imut, cantik dan manis." Penilaian seorang pria lainnya membuat Jira merona.

"Apa kau tidak takut dengan Karin ?? Kalau dia tau kau dekat dengan Woozi, bisa - bisa kau menjadi objek bully mereka." Mereka laki - laki tapi suka membicarakan orang. Risih Jira.

"Bagaiaman jika denganku saja ? Aku yakin tidak akan ada yang mengganggumu."

"Dia tidak mungkin mau denganmu. Denganku saja. Kau mau kan ?"

Jira tidak berkutik. Kedua pria itu terus mendesak dan mendekat ke arahnya. Kalau tiba - tiba bangun, dia takut itu akan menyinggung mereka.

"Yang mengganggu Jira itu kalian." Suara dingin pria yang baru datang menyelamatkan Jira.

"Padahal sunbae sendiri. Tapi kalian tidak ada sopan - sopannya seperti orang yang seumuran." Omel Seokmin. Jira melongo karena baru pertama kalinya melihat Seokmin seserius ini.

"Memangnya dia sunbae kita ?" Tanya salah satu pria itu pada Seokmin.

"Tentu saja. Menurut kalian bagaimana Woozi sunbae bisa mengenalnya jika bukan karena mereka sekelas."

"Mianhada sunbaenim. Kami tidak bermaksud menggodamu." Ampun keduanya.

"Sekarang kalian pergilah sebelum Woozi sunbae melihat kalian." Usir Seokmin. Kedua pria itu langsung pergi ke meja lain mendengar perintah Seokmin.

"Noona tidak diapa - apakan sama mereka kan ?" Tanya Seokmin duduk di hadapan Jira.

Jira menggeleng. "Ani. Hanya terkejut saja. Aku kira mereka yang sunbae kita."

Seokmin tertawa lebar. "Noona cuek sekali dengan sekitarnya. Padahal wajah mereka tidak terlihat setua itu."

Jira terkekeh kecil. Inilah Seokmin yang dikenal Jira. Ramah, ceria dan menyenangkan. Sangat berbeda dengan Seokmin yang mengusir teman seanggakatannya tadi.

"Kau ada di sini juga, Dokyeom-ah ?" Tegus Jihoon yang baru datang dengan nampan berisi sepising nasi dan 2 gelas minuman.

"Nde hyung. Dengan Mingyu dan The8 juga."

Jihoon mengangguk - angguk dan duduk di sebelah Jira.

"Hyung.. Noona.. aku mengambil makan dulu juga ya." Pamit Seokmin. Meninggalkan keduanya di antara banyak orang yang duduk di meja itu juga. Tidak lepas dari tatapan orang - orang tentunya.

"Kau membeli 2 minuman ?" Tanya Jira membuka suara.

Jihoon mengangguk. "Untukmu." Dia memberikan segelas jus yang ada di nampannya pada Jira.

"Aku tidak tau kau suka jus apa, tapi aku membelikan jus strawberry untukmu. Setidaknya kalau kau tidak mau makan, ada minuman yang masuk ke perutmu. Semoga kau suka. Aku makan ya."

"Selamat makan." Kata Jira. Senyum mengembang dari bibir Jira. Sambil meminum jusnya, dia juga melirik Jihoon yang makan dengan lahap di sampingnya.

Jujur Jira tidak terlalu suka dengan jus. Tapi dia sangat menyukai jus yang diberikan Jihoon.

☆☆☆

Soonyoung berjalan menuju kelas Jihoon dan Jira. Berniat mengajak mereka makan di kantin. Mengingat para tetua melarang mereka datang ke atas hari ini. Jadi tujuan istirahat mereka mau tidak mau ke kantin.

Tapi niatnya berubah saat tidak menemukan 2 orang yang dicari di ruangan itu. Niatnya berubah melihat seorang perempuan yang duduk di dekat tempok sendirian sambil mencoret - coret sesuatu yang menarik di bukunya.

Soonyoung tidak berniat mengintip. Tapi dia tidak sengaja melihatnya dari jendela. Posisi duduknya juga sangat memudahkan Soonyoung untuk melihatnya.

Soonyoung pun memasuki kelas yang sepi itu dan menghampiri gadis itu. Reaksi terkejut tampak jelas di wajah gadis itu. Terlihat dari tangannya yang langsung menutup buku itu ketika Soonyoung duduk dihadapannya.

"Apa aku setampan itu sampai kau terkejut ?" Gurau Soonyoung.

"Hoshi-ssi.."

"Hei ! Kita ketemu lagi. Sangat tidak enak saat kau tau namaku tapi aku tidak tau namamu. Bagaimana jika kita berkenalan ?!" Tawar Soonyoung.

Gadis itu mengulurkan tangannya dengan gugup pada Soonyoung. Sedangkan Soonyoung tanpa ragu menjabat tangannya.

"Kim Hwang Li imnida." Malu - malu Hwang Li.

"Kwon Soonyoung imnida. Tapi lebih dikenal Hoshi dan identik dengan jam 10 : 10." Soonyoung menaruh jari telunjuknya di kedua mata membentuk jarum jam 10 : 10.

Hwang Li terkekeh. Tentu saja Hwang Li merasa geli. Dia kan juga menyukai Soonyoung walau tidak sebesar Jihoon.

"Sebelumnya aku minta maaf. Tadi aku tidak sengaja melihat coret - coretanmu. Boleh aku lihat ?" Kata Soonyoung lembut sambil matanya melirik buku yang dijaga ketat Hwang Li.

Hwang Li tampak ragu - ragu memberikan bukunya. Lalu berkata, "Mianhae Hoshi-ssi, aku tidak bisa."

"Gwaenchanayo. Aku tidak memaksa. Tapi aku mau tau, apa hubunganmu dengan Jira ? Sampai Woozi memarahimu kemarin."

Hwang Li tertunduk. Sangat sulit mengatakannya karena rasa kecewa dan sedih itu masih memenuhi dirinya. Terutama disaat Jihoon ternyata menyukai sahabatnya sendiri.

"Aku tau kau sulit mengatakannya. Terutama saat kau menyukai Woozi yang ternyata menyukai Jira dan Jira juga menyukai Woozi." Kata Soonyoung lagi.

"Kau tau darimana ?" Tanya Hwang Li.

"Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak sengaja membaca coretanmu. Maka dari itu aku ingin memastikannya. Tapi ternyata benar ya ?" Kata Soonyoung hati - hati. Takut melukai Hwang Li.

Hwang Li tersenyum miris. "Sepertinya aku tidak perlu menyembunyikannya lagi." Hwang Li memberikan buku yang dipegang kuat - kuatnya tadi pada Soonyoung.

"Kau serius ?" Ragu - ragu Soonyoung mengambil buku itu.

Hwang Li mengangguk. Soonyoung pun meraih buku itu dan membukanya. Selama Hwang Li bercerita tentang apa yang terjadi, Soonyoung melihat banyak coretan bertemakan Jihoon. Dari nama, hobby, profesi, kesukaan dan segala hal. Bahkan Hwang Li juga menulis nama Jihoon dengannya dalam gambar Love. Tapi dia mencoret namanya dan menggantinya dengan nama Jira. Hampir disetiap lembar yang ada gambar hati itu diganti dengan nama Jira. Soonyoung jadi tau berapa sedih yang dirasakan Hwang Li.

"Ya begitulah ceritanya." Selesai Hwang Li bercerita. Soonyoung juga menutup buku itu dan mengembalikannya.

"Kau sangat menyukai Woozi ya." Hwang Li mengangguk.

"Tapi apa kau akan tetap menyukai orang yang menyukai orang lain ?"

"..."

"Bahkan jika dia sahabatmu sendiri. Kau akan merebut kebahagiaan 2 orang yang kau sayangi itu."

Mata Hwang Li mulai tergenang air. "Aku tidak mau jadi orang jahat. Tapi sekarang aku bingung harus melakukan apa ?!"

"Aku bisa membantu." Senyum Soonyoung.

☆☆☆

Selain itu di atap sekolah. Seungcheol, Jeonghan dan Joshua sudah berada di atas menunggu kedatangan seseorang.

"Ini serius mereka menyuruh kita ke sini ?"

"Di atas luas dan sejuk sekali."

"Ini pertama kalinya aku ke sini."

"Karena memang kalian yang wanita pertama yang kami perbolehkan naik ke sini." Kata Seungcheol saat suara - suara berisik Karin dan teman - temannya terdengar.

"AAHHH.." Kedua teman Karin. Sohji dan Hyesi berteriak karena melihat ada 3 namja tampan di sana.

"Tidak biasanya kalian mau bertemu dengan kami." Berbeda dengan kedua temannya. Karin tetap tenang dan mendekati Seungcheol yang berada dekat pintu tempat mereka masuk. Berusaha menggoda Seungcheol.

"Memangnya salah ?! kalau kami mengajak kalian bertemu. Kalian menginginkannyakan ?" Seungcheol membalas godaan Karin dan menempelkan kedua tangannya pada tembok di dekat wajah Karin. Seakan mengunci Karin agar tidak bergerak.

Melihat Karin sudah bersama dengan Seungcheol. Joshua juga mengajak satu diantara yang lainnya. "Hyesi-ssi, kemarilah ! Ada yang ingin ku tanyakan." Senyuman Joshua menarik Hyesi yang terpaku melihat Seungcheol dengan Karin. Hyesi pun bergegas menuju Joshua yang ada di tepi atas itu.

"Lalu aku dengan siapa ?!" Ucap Sohji agak kesal karena kedua temannya sudah bersama pria tampan.

"Kau melupakanku ?" Jeonghan yang sedang duduk tiba - tiba ikut bersuara.

Sohji pun ikut bersemangat menghampiri Jeonghan yang memang lebih banyak diam. Sedangkan sedari tadi Sohji lah yang banyak memulai percakapan.

Karin dan Seungcheol masih sibuk saling menggoda. Sohji dan Jeonghan saling mengobrol. Sedangkan Joshua dan Hyesi..

"Hyesi-ssi, ada yang ingin ku tanyakan. Tapi kau jangan berteriak atau bicara dengan kencang seperti biasa. Berbisik saja atau dengan suara kecil." Pinta Joshua. Senyuman manisnya tidak hilang juga.

"Memangnya kenapa oppa ?" Tanya Hyesi.

"Nanti kita malah mengganggu yang lain lagi."

"Baik oppa." Dengan cepat Hyesi menyetujuinya.

"Aku mau tau kenapa kalian membully orang - orang yang di dekat kami, terutama perempuan ?"

"Itu karena kami menyukai kalian. Kami tidak mau kalian dekat dengan perempuan lain selain kami."

"Kenapa begitu ? Kami kan hanya berteman." Kata Joshua lagi.

"Kalau kalian dekat ada kemungkinan kalian akan menyukainya. Kami tidak mau itu terjadi. Lebih baik kami mengantisipasi itu." Jawab Hyesi jujur. Atau lebih terdengar polos.

"Lalu sebenarnya siapa yang kalian suka ? Sepertinya kalian menyukai kami, Woozi dan teman - temannya juga."

"Kami menyukai kalian. Kami juga menyukai Woozi dan teman - temannya. Kami bahkan juga mulai menyukai hoobae kita yang sepertinya yang dekat dengan kalian juga. Pokoknya kami menyukai semua pria tampan seperti kalian. Dan kami tidak akan membiarkan kalian dimiliki siapapun sampai kami mendapatkan salah satu dari kalian. Jika kami saja tidak bisa mendapatkan kalian, maka orang lain juga tidak boleh." Jelas Hyesi.

Joshua bukannya sedih karena diduakan atau dijadikan alasan karena pembullyan itu. Joshua hanya tersenyum kembali menanggapi jawaban Hyesi yang sangat jelas. Dia cukup puas dengan jawaban itu.

☆☆☆

BONUS !!!

"Kalian sudah siap kan ?" Tanya Seungcheol.

Jeonghan dan Joshua mengangguk.

"Aku juga sudah siap dengan perekamnya." Kata Joshua memperlihatkan kamera kecil berbentuk seperti pulpen.

"Bagus. Aku akan tangani Karin, sedangkan Jeonghan akan tangani Sohji. Sisanya kita serahkan pada kau." Kata Seungcheol.

"Kau harus mengambil banyak informasi dan membuat Hyesi berkata banyak dan sejujur - jujurnya." Lanjut Seungcheol.

"Tenang saja. Aku sudah siap dengan berbagai pertanyaan. Lagipula Hyesi itu yang paling polos dan lugu di antara yang lainnya. Aku akan mudah menghadapinya." Yakin Joshua. Percaya diri.

Jeonghan menghela nafas. "Sebenarnya aku malas menghadapi Sohji. Dia bawel dan berisik. Tidak bisa diam juga. Aku lelah menanggapinya." Kesal Jeonghan.

"Seharusnya kalian cocok. Sifat kalian kan sama." Ejek Seungcheol.

"Terima kasih atas komentarnya. Tapi aku tidak mau disamakan dengan gadis itu." Jeonghan sangat tidak mau jika dihadapkan dengan Sohji.

Kenapa ???

Karena mereka pernah sekelas. Dan Sohji terus mendekatinya. Tidak membiarkannya bicara dengan orang lain dan terus menempel padanya. Sampai Jeonghan jadi ikut risih karena tidak bisa bicara dengan orang lain selain Sohji.

"Untuk hari ini saja. Nanti tidak akan ada yang mengganggu kita lagi. Setelah kita mendapatkan bukti yang kita butuhkan, kita akan segera bisa mengeluarkan mereka." Membayangkannya saja sudah membuat Seungcheol bersemangat. 1 jam merasa jengkel menghadapi gadis gila untuk mendapat kesenangan yang panjang.

Jeonghan dan Joshua kembali mengangguk. Lalu Seungcheol dan Jeonghan mengalihkan pandangan pada Joshua. Keduanya kompak menepuk pundak Joshua.

"Keberhasilan kita bergantung padamu, Joshua-ya." Ucap keduanya.

"Tenang saja. Serahkan padaku."

☆☆☆

Bukti sudah ada. Lalu hukuman apa nih yang bagus buat Karin dan teman - temannya ?? Pasti ada yang geramkan ingin hancurin Karin dan teman - temannya 😁

Aku mau minta vote lagi ini.. Kalau vote-nya 10, maka aku akan update hari itu juga. Sedangkan kalau tidak sampai 10, maka updatenya normal hari sabtu atau minggu.

Kalau ada yang penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan Karin dan teman - temannya, jangan lupa vote ya, comment-nya juga jangan sampai ketinggalan 😆

Bye~

Continue Reading

You'll Also Like

55.7K 4.7K 22
Bingung ya mau nulis apa. Isinya hanya ficlet - ficlet dari abang - abang Seventeen. Semoga suka yah!!! ^^
All By Yoo

Random

11.1K 728 17
Dosen: 1. Jeonghan ✔️ 2. Joshua✔️ 3. Hoshi✔️ 4. Woozi (Lee Jihoon)✔️ 5. Wonwoo ⚠️✔️ 6. Dokyeom✔️ 7. Vernon (Choi Hansol) ✔️ Guru: 1. S.Coups (Choi Se...
34.3K 2K 42
Cerita Suka Duka Anak kuliahan dengan segala tingkah random.. . . . . . Seventeen Lokal Original Story No Plagiat No BXB
5.8K 821 11
Cerita tentang dua orang yang memiliki kelebihan. Yang mencoba bersatu dan meyakinkan pada orang lain bahwa mereka sama hanya mereka sedikit istimewa...
Wattpad App - Unlock exclusive features