KATH ✔

By ItaFahmi

126K 7.8K 369

(FOLLOW SEBELUM BACA) (COMPLETE) Semua berawal dari sampan yang kathrine kayuh hingga menimbulkannya tak dapa... More

1. Kehidupan Kathrine
2. Kehidupan Peter
3. Interview Internship
4. Kunjungan Peter
5. Tamu Bibi Dolores
6. Danau dan Bukit Bunga
7. Comeback Mister
8. Bullying
9. Cctv
10. Segelas Kopi
11. Apartement Baru
Pengenalan Karakter
12. Identitas Asli
13. Pengisian Daya Ponsel
14. Kafe dan Kopi
15. Kecurangan Di Perusahaan
16. Terjadi Lagi
17. Lost in Two Days
18. Garden Party?
19. Almost Happened
20. Side of Bianca
21. Jane Scoot
22. Fallin' in Love With the Jerk
23. Re-New My Self
24. teman...
25. Their Feelings
26. Stupid Blind Date
27. Love Birds
29. Brown Envelope
30. A Necklace
31. Helena's Dilemma
32. Share Story with Em
33. Rencana Liburan Keluarga
34. H-7 Menuju Hongkong
35. A Birthmark
36. Rosella..
37. Berakhir
38. A Fact
39. Siblings
40. Private Room with Cassie
41. Last Kiss
42. Old Friend
43. Her First Love
44. Jealousy Peter
45. Jack's Party
46. Katty's Dilemma
47. The Answer
48. Hidden Truth
49. Dealing with Medusa
50. Japan and Engagement
51. Comeback Home
52. Reunited (Ending)

28. Bar-Bar Girlfriend

2.2K 157 4
By ItaFahmi

♕♕♕

Hari demi hari bergulir tanpa terasa. Pasangan yang masih saja merasakan hangat nya di mabuk Cinta menjalani hari-hari terasa singkat.

Pagi hari mereka bertemu, lalu berpisah untuk sekedar pergi ke tempat bekerja. Siang hari mereka kembali bersama, menyempatnya diri di masing-masing waktu untuk makan siang bersama. Bahkan saat malam haripun mereka masih belum puas untuk bersama.

Peth dan kath sudah memasuki Bulan ke 5 dalam perjalanan Cinta mereka.

Selama 5 Bulan, tak banyak yang terjadi dalam hubungan mereka, terasa sangat bosan, tapi mereka terlalu menikmati perasaan bosan tersebut dalam hubungannya.

Peter dan kath seakan berhari-hari menjalani rutininas yang sama.

"Haruskah kita tidak bertemu dulu?" Tanya kath yang sedang sibuk mengaduk spagettinya.

"Aku tak akan sanggup!" Sahut peter datar.

Katty menghela nafasnya, "perusahaan memerlukan perhatianku lebih banyak lagi Peth, aku dan tim ku sebentar lagi melakukan peluncuran game Perdana!" Ucap katty.

Blinksoft telah berdiri. Dibawah pimpinan kathrine Albern, banyak yang mempercayai jika perusahaan game nya nanti akan menjadi salah satu perusahaan yang besar.

Xena dan joe telah menyelesaikan masa internship nya dan mereka memutuskan untuk menyudahi nya dengan gunsoft.

Peter sempat cemburu pada katty yang berhasil menarik 2 calon karyawan tetap brilian nya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena keduanya bersikeras tetap ingin bekerja sama dengan kekasihnya.

Peter terdengar menghela nafasnya lagi, "kau tidak bosan dengan ku kan?"

Katty memutar matanya jengah dan menggeserkan kursinya mendekati Peter, lalu mencium sekejap kekasihnya tersebut.

"Dengar peth, aku tak akan pernah bosan denganmu, kau tahu itu!"

"Aku hanya sedang bosan dengan kegiatan kita yang sangat monoton, aku merasa gaya pacayan kita tak ada bedanya dengan gaya pacaran remaja udik yang selalu bersama di setiap saat"

"Aku ingin hubungan dewasa yang normal"

Peter mengerutkan keningnya, "apa salahnya menjadikan gaya pacaran remaja udik jika itu membuat kita bahagia?"

Katty kembali menatap peter disertai senyuman nya, "tak ada yang salah babe, hanya saja mulai sekarang aku rasa sudah cukup kita menghabiskan banyak waktu bersama tanpa melakukan rutinitas wajib kita"

"Aku tetap tidak setuju!" Gerutu peter sambil mengeluarkan ekspresi jengkelnya.

Katty tertawa ekspresi peter yang di fikirnya sangan lucu, "kau harus bekerja Peth, karyawanmu membutuhkanmu sebagai pimpinan!"

Katty berdiri dan mengangkat piring makan malamnya dan peter kemudian membawanya ke westafel.

"Dalam 5 Bulan belakangan kau sangat jarang masuk kantor, aku bahkan dapat keluhan dari bianca!" Gerutu katty sambil mencuci piring bekas makan malam mereka.

"Baiklah! Aku akan pergi bekerja kalau begitu, tapi kita tetap bertemu di luar jam kerja!"

"Di waktu makan malam! Hanya itu!" Katty menekankan.

"Babe! Ini tidak adil, aku tidak setuju!" Gerutu peter dengan suara nyaringnya.

Katty kembali tertawa sambil melangkahkan kakinya menuju sofa.

"Aku hanya menyediakan waktu untukmu saat jam makan malam Peth, sisa nya kau harus menjalani hidup mu seperti sebelum kita berpacaran" ucap katty seakan perintahnya tersebut tak bisa di bantah.

Peter berjalan lesu lalu menghambur ke sofa sambil memeluk katty yang tengah sibuk mencari siaran televisi yang bisa ia tonton.

Peter mulai melancarkan aksinya untuk berbuat jahil pada kekasihnya.

Peter merebahkan tubuhnya dengan paha Katty sebagai sandarannya.

Peter mulai merabakan tangannya ke perut katty kemudian mencubit-cubitnua kecil.

Katty berusaha menepis tangan peter, namun Peter tak mau kalah  ia tetap mencubit perut katty dengan cubitan kecil.

Katty jengah dan geram di saat yang bersamaan.

"Berhenti Peth!" Ia memperingatkan peter masih dengan sabar.

Namun bukan Peter namanya jika ka berhenti hanya karena teguran sekali. Katty menegurnya berkali-kali namun peter semakin menjadi-jadi.

Biasanya jika sudah begini, Katty akan segera-

"PETH!" teriaknya sambil mendorong peter dari sofa, dan seperti biasa juga, peter masih berlangganan mencium lantai setelah nya.

***

Blinksoft, saat ini perusahaan tersebut tengah sibuk menyiapkan debut Perdana nya untuk peluncuran game Perdana.

Di bawah pimpinan katty yang di temani 2 sahabat brilian nya, ia dengan mudah merampungnya 3 game sekaligus dalam waktu singkat.

Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 Bulan untuknya bersama tim dalam penyelesaian 3 game tersebut.

Game yang rencananya akan di luncurkan dalam 2 hari kedepan tersebut sedang dalam tahap uji coba terakhirnya.

Katty mengintruksikan kepada seluruh karyawannya untuk meminta paling tidak satu rekannya untuk mencoba sebagai pengambilan sample kesan pertama.

Dan hasilnya sangat memuaskan, banyak yang sangat menantikan rilisnya game tersebut.

Game yang bertemakan petualangan dan pertempuran tersebut berhasil di rampungkan dengan sangat memuaskan.

"2 hari lagi kita akan melakukan perilisan Perdana game kita yang bernama Travo Fight, dan saya harap dalam 2 hari kedepan kalian akan selalu sehat dan bugar, karena setelah peluncuran kita akan sangat sibuk"

"Saya akhiri pertemuan terakhir kita dalam pembahasan perilisan Travo Fight, sampai jumpa 2 hari lagi"

Katty mengakhiri pidato nya dengan riuh tepuk tangan karyawannya, ua keluar dari ruang rapat dan langsung melangkahkan kakinya menuju ruangannya sendiri.

Katty menghempaskan tubuhnya ke kursi kerjanya.

"great job kath!" Ucap xena yang masuk ke ruangan katty.

Katty mengusap wajahnya dan menatap xena dengan ekspresi lelahnya.

Xena berjalan mendekati katty, "jangan bilang kau tidak tidur lagi tadi malam?"

Katty menghela nafasnya pelan dan menghembuskannya lewat mulut sambil menyandarkan punggungnya.

"Insomnia beberapa hati sangat bersahabat denganku xen" sahutnya pendek.

"Kau harus istirahat total selama sisa waktu sebelum perilisian Travo fight" saran xena.

Katty tersenyum, "aku sangat ingin, tapi sepertinya tidak bisa, malam ini orang tua peter meminta bertemu dengan ku"

Xena menatap katty dengan binar di matanya.

"Hanya sekedar makan malam!" Sanggah katty sebelum xena menyuarakan kecurigaannya.

"Kemana joe?" Tanya katty yang sedari tadi tak melihat sahabat prianya tersebut.

Xena mendudukkan dirinya di sofa ruangan katty kemudian menyalakan ponselnya, "mungkin sedang berkencan!" Sahutnya.

Katty terlonjak pelan, "berkencan?"
Xena menganggukkan kepalanya pelan.

Katty yang penasaran pun mulai berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati sofa, ia mendudukkan tubuhnya di sofa lalu mulai mendekatkan tubuhnya ke xena.

"Apa dia benar-benar berkencan?" Tanya Katty dengan pelan.

Xena yang masih sibuk dengan game di ponselnya hanya menjawabnya dengan anggukan.

"Siapa wanita beruntung itu? Dan kenapa aku tidak di beritahu!"

Xena mem-pause gamenya, "aku hanya menebaknya, dia juga tidak memberitahu padaku" jelas xena.

Katty menjauhkan tubuhnya dari xena dan menatap sahabatnya tersebut dengan kesal, "kau menebaknya atas dasar apa?"

Xena yang tadinya memulai game nya kembali harus menahan diri untuk mempause nya lagi.

Xena menatap katty dengan ekspresi seperti tengah berfikir, "sepertinya aku pernah bertemu dengannya saat makan malam di sebuah restoran"

"Aku sedang makan dengan Ken dan tanpa sengaja melihat joe juga tengah makan malam bersama Amanda"

Katty mencoba mengingat siapa Amanda, "apakah Amanda yang sedang kita bicarakan adalah Amanda sekretaria shawn di gunsoft?"

Xena menganggukkan kepalanya lagi.

Katty berseru senang, "aku sudah curiga mereka ada apa-apa sejak masih di gunsoft!"

"Ternyata cupu kita memang berhasil memikat seorang wanita!" Tambahnya lagi.

***

Jam di dinding telah menunjukkan jam 8. Petet bergegas keluar dari penthouse-nya dan turun menggunakan lift menuju unit sang kekasih.

Katty membukakan pintu dan mempersilahkan kekasihnya masuk, peter langsung memeluk katty dari belakang.

"Peth, aku masih harus menata rambutku, tunggul lah sebentar di sana" tunjuk katty pada sofa kecil di dekat tempat tidurnya.

Peter tak bergeming dan masih saja menempelkan dirinya pada katty.

Katty kesulitan menatap rambutnya karena gerak nya terbatas.

"Peth, aku masih sabar untuk memperingatkan mu untuk melepaskan pelukanmu, aku masih harus menata rambutku, atau kita akan terlambat!" Katty mencoba memperingatkan.

Namun peter, tetap lah peter. Ia bahkan tak memasukkan ucapan katty tersebut melalui lubang telinganya.

Katty mulai geram dan mengingjak ujung kaki peter dengan keras.

Peter tak tahan untuk tidak berteriak, ia pun bergegas memegang ujung kakinya tersebut sambil meringis.

"Kenapa kau selalu bersemangat menyiksaku"

"Harusnya jika aku tidak mendengarkanmu, kau hanya perlu menciumku, bukan melakukan kekerasan padaku!" Gerutu peter yang hanya dianggap angin lalu oleh katty.

Peter berjalan pincang menuju sofa yang tadi sempat di tunjuk oleh katty, "lihatlah! Kau bahkan tidak mendengarkanku!"

Katty selesai merapikan rambut fan riasannya, ia berjalan ke arah peter yang masih memasang wajah marahnya, katty menangkup wajah peter dengan kedua tangannya dan menciumnya secepat kilat, "sudah kan?" Katty berjalan keluar kamar.

"Ayo berangkat!" Ajak katty dari balik pintu.

**

Saat dalam pwrjalanan menunu mansionnya, Peter masih mencoba untuk merajuk pada kekasihnya tersebut, namun ia menyerah saat katty bahkan tak terganggu sama sekali dengan sikap diamnya peter.

"Babe aku masih marah padamu!" Ucap peter.

Katty hanya menolehkan sekilas kepalanya pada peter.

"Kau hanya perlu fokus pada jalan Peth, jalan sedang licin" balasnya dan hal itu berhasil membuat peter jengkel hingga ke ubub-ubun.

Katty menahan dengan keras agar tawanya tak pecah saat melihat wajah peter yang sangat kesal terhadapnya.

Terselip rasa takut dalam diri katty jika peter benar-benar akan marah padanya karena ketidak peduliannya, tapi niat untuk membuat jengkel sang kekasih tak dapat di kendalikan, seolah-olah ada perasaan puas saat melihat peter dengan wajah jengkel nya seperti sekarang.

Mereka sampai di mansion kediaman Bailey, peter masih diam dengan ekspresi datarnya, bahkan ia tak melepaskan seatbelt milik katty, seperti yang biasa ia lakukan.

Katty yang tahu jika peter sudah mulai marah padanya pun dengan cepat meraih lengan peter sebelum peter keluar mobil.

Peter berbalik dan mendudukkan kembali dirinya ke posisi semula dan menatap tangan kecil katty yang tengah memegang lengannya.

Peter melihat wajah katty yang menyertakan ekspresi bersalahnya.

Katty mendekatkan dirinya pada peter dan memberikan pelukan terhadap kekasihnya tersebut. Katty juga membelai rambut peter layaknya seorang kakak yang membujuk adiknya karena merajuk.

"Maafkan aku, aku sudah membuatmu marah"

Peter masih diam dan akhirnya tak dapat menahan senyumnya.

Ia melepaskan pelukan katty dan menatap kekasihnya tersebut dengan tatapan lembut, "kau tahu aku tak akan bisa benar-benar marah padamu kan!" Ucapnya.

Dan mereka kembali merapatkan pelukannya.

***

Erica menyambut kedatangan  anaknya dengan binar bahagia.

"Sweetheart, mengapa jarang sekali mengunjungi ku!" Protes erica saat memeluk katty.

Katty hanya membalasnya dengan ringisan bersalahnya terhadap erica.

"welcome darla" sambut carlos pada katty, dan katty membalas pelukan carlos.

Katty melihat-lihat sekitar, "cassie sedang tak di rumah?" Tanyanya.

"Dia ada di kamar, biasa, hormon remaja!"

Erica menggiring katty untuk duduk di sofa.

"Mengapa cassie bisa merajuk?" Tanya katty sambil memakan cookies nya.

Erica menghembuskan nafasnya pelan, "dia ingin pergi berlibur, tapi carlos melarangnya" jelas erica.

Katty tertawa, "aku juga sering melakukan cara itu dulu saat daddy tak mengizinkan ku untuk berlibur"

Peter duduk mendekati katty yang sedang berbincang dengan ibunya, peter langsung memeluk katty dari samping.

Katty yang terkejut dengan pelukan peter pun dengan tanpa sengaja memukul pelan tangan peter yang menimbulkan suara yang cukup keras.

"Oh God, sorry honey!" Ucap katty saat ia menyadari apa yang telah ia lakukan.

Peter melepaskan pelukannya pada katty dan beralih cepat memeluk erica.

"Mom, dia selalu melakukan hal itu saat aku memeluknya!"

♕♕♕

To be continued~

Warning typo!

Continue Reading

You'll Also Like

239K 3.6K 10
#PutraTheSeries #TrioTamvanGendengTheSeries #Sequel "Always Stay With Me" "Nice to meet you again, Ms.Karet." ucap Dafa sambil tersenyum miring. Aret...
15.3K 1K 44
WARNING!!! [MENGANDUNG KATA KASAR, KEKERASAN, DAN TERDAPAT PART YANG MEMANJAKAN MATA!!!) Pintar-pintarlah dalam memilih sebuah cerita untuk membaca...
5.6K 138 25
"Gue datang karena cinta, berjuang karena yakin. Gue terus bertahan dan balik lagi buat dia, walau kadang rasanya capek sendiri. Tapi ternyata, takdi...
Wattpad App - Unlock exclusive features