Love Hurt (ChanBaek) END√

By CB_Present

650K 53.5K 6.5K

Kebahagiaan yang aku harapkan ternyata berujung dengan kesedihan , lalu apa yang harus aku lakukan? More

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
_Long Time No See•
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51 END CHAPTER
Pengumuman Singkat!!!

14

11.5K 963 123
By CB_Present

Kyungsoo melihat jam dinding yang terpasang di dinding atas pintu dapur, lalu menatap Kai kembali dan menghela nafas.

jika kekasihnya ini mengingat sesuatu yang membuat dirinya resah akan susah saat ditinggalkan olehnya, karena Kyungsoo tahu jika Kai saat ini sangat membutuhkan dirinya.

"Kai, sudah berapa kali aku katakan jika itu semua bukan salahmu sepenuhnya, jangan menyalahkan diri sendiri Kai bagaimanapun juga 'Dia' akan sedih melihat kau merasakan rasa bersalah selama hidupmu padahal itu semua bukan salahmu" Ujar Kyungsoo Lembut

Kai menunduk kembali merasakan sesak yang tak dapat ia hindari selama ini, perasaan sesak berbeda dari perasaan lain yang membuatnya saat ini ingin menangis karena tak bisa menahan rasa sesak itu.

Flashback

Seoul.12.2.2014

disiang yang terik ini terlihat seorang namja remaja tengah berjalan dengan santai sembari menikmati angin yang menerpa kulitnya hingga membuat senyuman dibibir terbingkai.

satu tangan ia masukkan disaku jaketnya dan satu tangannya lagi tengah menenteng sebuah keresek sedang bewarna hitam.

saat sampai di perkomplekan ia memasuki rumah yang cukup besar dan megah, senyuman lebar terpampang jelas diwajahnya membuat penjaga di gerbang rumahnya ikut tersenyum.

Namja remaja tampan berkulit tan itu adalah Jongin, dengan cepat melangkah ia membuka knop pintu rumahnya, tetapi saat ia sedikit membukanya ia mendengar suara teriakan juga tangisan laki laki.

Jongin membulatkan matanya dan segera membuka pintu utama lebar lebar dan segera berlari kearah suara ribut itu.

"Ayah !" teriak Jongin kerap dipanggil Kai

saat ia melihat ayah nya mencambuk namja yang tersungkur dilantai dan menangis histeris, saat sang ayah mendengar suara anak sulungnya ia menghentikan cambukannya.

Kai menghampiri laki laki kecil itu dan segera memeluknya erat, bahkan Kai masih bisa merasakan ketakutakan yang luar biasa pada namja kecil ini.

"Minggir Kai" desis sang ayah

"sebaiknya kau lampiaskan amarahmu padaku, jangan pada adikku" ujar Kai dingin

Kai melihat sosok yeoja paruh baya namun masih cantik itu menangis sesenggukan dibelakang sang ayah, iya itu ibunya yang sedang menangis namun tak bisa melakukan apapun.

"Kau ingin melindungi adikmu yang punya penyakit keterbelakangan mental Kai ?" ejek sang ayah membuat Kai geram.

"Dia.bisa.sembuh." Kai menekankan setiap untaian katanya.

"Sembuh? bahkan sudah belasan tahun dia melakukan terapi namun apa ? tak ada hasilnya sama sekali dan itu sangat mengecewakan diriku"

"Sudah aku katakan dia.akan.sembuh." desis Kai membuat ayah kim geram.

sesaat kemudian ayahnya melangkah pergi entah kemana dan itu membuat Kai menghela nafas, ia melihat jika ibunya mendekat dan memeluk mereka berdua dengan tangisan memilukan.

sedang namja kecil itu jadi ikut menangis histeris lagi saat mendengar sang ibu menangis membuat Kai merasakan sesak.

"sudah sebaiknya kita kekamar saja ayo" Kai berdiri diikuti ibunya dan namja kecil itu.

Kai memapah namja kecil itu dengan hati hati menuju kamarnya saat sampai ia mendudukan namja itu di ranjangnya.

Kai meletakkan kantong kresek itu di atas nakas lalu menghadap ke ibunya.

"Ibu biar aku saja yang mengobati luka Taemin, sebaiknya ibu istirahat karena aku tahu pasti jika ibu baru saja banyak mengeluarkan tenaga untuk menangis" ujar Kai

"Tapi Kai-"

"ibu aku mohon"

Ibu kim menghela nafas lalu beranjak dari sana sebelum mengelus kepala anak bungsunya,Kim Taemin yang hanya terdiam saja.

pintu kamar Kai tertutup rapat menyisakan dirinya juga adiknya yang terdiam membuat ia menghela nafas lalu menghampiri adiknya.

"Taemin, apa kau baik baik saja" tanya Kai lembut

"..."

Kai jongkok dihadapan Taemin dan memegang kedua tangan adiknya yang bertengger di lututnya.

"Taemin berbuat apa sehingga ayah menghukum Taemin" tanya Kai sekali lagi

"Taemin hanya mencuci ponsel ayah, karena itu kotor terkena teh yang Taemin bawa Hyung,apa Taemin salah" akhirnya Taemin membuka suara

Kai terkekeh geli mendapat jawaban dari sang adik, Kai masih ingat jika Taemin ini adalah anak yang berbeda dari anak kebanyakan meskipun umurnya sudah 16 tahun namun sikapnya dan pikirannya seperti anak umur 5 tahun.

"Taemin-ah kenapa kau melakukan itu" masih dengan nada lembutnya

"bukankah hyung sendiri yang berkata jika apapun sesuatu yang kotor harus segera dicuci" ucap Taemin polos

"Taemin ternyata sudah pintar ya" Kai tersenyum karena Taemin dapat mengingat satu pesannya itu ya walaupun masih sangat sulit membedakan antara kotor satu dan kotor dua.

"Sekarang Taemin buka baju Taemin ya, Hyung ingin melihat punggung Taemin"

dengan cepat Taemin membuka bajunya lalu berbalik menaiki ranjang dan memunggungi Kakaknya.

Kai langsung membulatkan matanya melihat goresan besar dimana mana yang sepertinya kulitnya ada yang terbuka karena hasil cambukan dari ayahnya.

Kai meneteskan air matanya tak sanggup melihat luka yang dialami oleh adik tersayangnya ini, bagaimana mungkin ia mendapatkan luka ini disaat dirinya saat ingin membutuhkan semangat dan kasih sayang dari ayahnya?

bahkan lebam yang kemarin belum sepenuhnya sembuh lalu ditambah lagi dengan cambukan, kata sakit saja masih belum bisa di jabarkan.

"Hyung aku baru ingat jika Hyung membelikanku es krim, sekarang eskrim nya mana"

Taemin berbalik lagi dan menatap Kai dengan senyuman lebarnya, membuat air mata Kai kembali menetes lagi dan lagi.

"Hyung menangis" Kini Taemin yang ingin menangis rasanya karena malihat hyungnya menangis

sadar dengan apa yang ia lakukan Kai segera menghapus air matanya dan tersenyum kepada adiknya

"Hyung tidak menangis, hyung ingat dengan pesanan Taemin, eskrim itu sudah ada disini" Kai mengambil kresek hitam itu lalu menyodorkannya ke Taehyung

dan dengan cepat Taemin mengambil Kresek itu dengan semangat.

"Hyung kedapur dulu ya"

Taemin mengangguk

Kai pun berjalan keluar kamar menuju dapur sebelum pintu kamarnya ditutup, Kai membuat bubur kesukaan Taemin sembari menunggu ia duduk di kursi.

ia memainkan ponselnya dan membuka galeri dimana disana banyak sekali foto Taemin yang tersenyum lebar.

Kai tersenyum, tak bisa ia bayangkan jika ia kehilangan Taemin, bagaimana hidupnya nanti, ia sudah terbiasa dengan sikap ceria yang kelewat adiknya itu sehingga ia tak bisa memikirkan bagaimana saat Taemin pergi dari hidupnya.

Saat dirasa bubur itu sudah usai masak Kai memindahkannya ke mangkuk lalu meletaknya dinampan dan segera beranjak dari sana.

ia berjalan perlahan kekamarnya saat ia membuka pintu ia langsung disuguhkan Adiknya yang berdiri dijendela dengan air mata yang mengalir namun tidak terisak.

"Tae..Taemin tolong turun dari sana" Kai menyuruh Taehyung untuk turun namun Taemin tak menjawab

dan ini pertama kalinya Taemin membantah Kai.

"Hyung, terima kasih karena sudah melindungi Taemin sejak lama, Taemin sangat mencintai Hyung, Mencintai Ibu dan Ayah juga, Taemin tau jika selama ini Taemin membuat ayah sedih dan kecewa dengan Taemin, Mungkin jika Taemin mati Ayah tidak akan sedih lagi dan hyung tidak perlu menjaga Taemin ataupun melindungi Taemin lagi dan ibu juga tidak bersusah payah untuk menangis karena Taemin.
Taemin sudah cukup sadar jika Taemin memang tak berhak hidup disini lagi, nyatanya Taemin tidak bisa sembuh dari penyakit Taemin"

Kai menggelengkan kepala sedari tadi air matanya sudah keluar dengan deras mendengar penuturan yang membuat Kai sesak dari adiknya ini.

"Taemin sayang kalian semua" setelahnya Taemin menjatuhkan dirinya.

Kai melempar nampan nya dan berlari ke jendela lalu melihat kebawah dimana disana ada  Taemin yang berbaring dengan darah di kepalanya.

dengan cepat ia segera keluar kamar dan berlari menuruni tangga sehingga membuahkan keributan membuat Ibu dan ayah kim keluar dari kamarnya dan mengikuti Kai.

saat diluar Kai langsung berlari kencang dan memeluk tubuh adiknya dengan menangis pilu sedang ibunya yang melihat langsung pingsan ditempat begitu saja lalu ditangkap oleh suaminya.

"Tae..hiks..bangun..hiks..ba..hiks..ngun...hiks...hiks...Arrrgghh...TAEMIN...hiks..hiks" Kai semakin memeluk tubuh erat adiknya yang sudah tak bernyawa itu masih dengan tangisan kehilangannya.

sedang ayah kim merasakan kakinya lemas melihat anak bungsunya yang sudah tak bernyawa lagi dipelukan anak sulungnya itu.

Flashback End

Kai mendongak dan menatap Kyungsoo lalu tersenyum tipis.

"aku bersyukur karena tuhan telah mempertemukan diriku denganmu Kyung, kaulah orang yang pertama membuat aku kembali merasa memiliki sebuah tujuan hidup setelah Adikku tiada,terima kasih Kyung" lirih Kai

Kyungsoo tersenyum tulus kepada Kai.

"aku juga Kai, sangat beruntung memiliki dirimu yang sangat tegar melalui cobaan yang tuhan berikan untukmu"

Kai tersenyum tipis lalu matanya tak sengaja melirik kearah Jam dinding dan itu dapat membulatkan kedua matanya

"Astaga Kyung kita terlambat !" Pekik Kai

Kyungsoo reflek langsung menghadap Jam dinding yang sudah menunjukan pukul 08:00, dan tentunya juga membuat dirinya terkejut.

Matilah kau D.o Kyungsoo !!

*****

Baekhyun sedang mencuci mangkuk yang ia pakai makan tadi dalam diam sesekali bibir mungil nan tipisnya melirihkan sebuah lagu.

Setelahnya ia meletakkan mangkuk itu diranjang dekat wastafelnya untuk mengeringkan Mangkuk tersebut tak lupa dengan sendoknya.

ia berbalik dan mendapati Sunbin yang menatapnya dengan tajam membuat ia sedikit bergidik karena lirikan tajam dari wanita itu.

tanpa banyak kata Baekhyun melangkah untuk pergi dari dapur itu namun saat melewati Sunbin, suara Sunbin menghentikan langkahnya.

"Kau pikir Chanyeol akan luluh terhadapmu? bermimpi sajalah untuk orang cacat sepertimu bitch"

Baekhyun terlonjak saat ia mendengar perkataan kasar dari sang kekasih suaminya ini, memangnya apa yang ia lakukan sehingga wanita itu mengatakan hal tersebut?

membuat Chanyeol luluh padanya ? Bertatap mata dengannya saja tidak sudi lalu dari mananya ia meluluhkan hati Chanyeol ?

setidaknya itulah yang ada di pikiran Baekhyun mengenai Suaminya itu.

"aku tak mengerti maksudmu"

setelahnya Baekhyun pergi dari sana mengabaikan tatapan kesal yang ditujukan untuknya, Baekhyun tak habis pikir jika ternyata Sunbin tak sebaik yang ia kira.

Baekhyun tidak menyangka Sunbin mengatainya seperti itu dan lagi perkataan yang membuat ia tersinggung dalam dirinya, ia sudah tidak cacat lagi saat ini, bahkan ia sangat sehat untuk sekarang.

namun hatinya seperti tercubit saat Sunbin mengatainya Cacat, ia kembali merasa aneh pada dirinya mengapa ia mudah sekali tersinggung dan sakit hati? ia bingung.

Saat Baekhyun melewati ruang Televisi ia melihat Chanyeol yang duduk di sofa bed dengan santai, ia melirik kearah Jam lagi dan membulat lucu.

"Chanyeol apa kau tak ke kantor?" tanya Baekhyun hati hati

Baekhyun takut jika pertanyaan nya barusan tidak direspon oleh Chanyeol namun ia seperti tenang saat mendengar suara bass milik suaminya itu.

"aku meliburkan diri" ya meskipun terkesan dingin namun dapat menenangkan dirinya.

Baekhyun mengangguk dan tersenyum tipis lalu melenggang pergi kekamarnya tak menyadari tatapan tajam yang dilayangkan untuknya.

Chanyeol melirik kearah Baekhyun yang sudah menghilang dari balik tembok dan menghela nafas.

"kau kenapa sayang?" tanya Sunbin dari belakangnya

lalu yeoja itu duduk di samping Chanyeol dan memeluk namja tinggi itu dengan senyuman lebar.

"tidak ada" jawab Chanyeol dengan mengelus rambut Sunbin lembut dan sesekali mengecupnya

"Kau harum sayang" kekeh Chanyeol

Sunbin merubah posisinya menjadi dipangkuan Chanyeol lalu mengalungkan kedua tangannya dileher sang kekasih dan tersenyum manis.

dengan sigap tangan Chanyeol meraih pinggang Sunbin dan tersenyum lebar sehingga memperlihatkan gigi putihnya, membuat ketampanannya semakin bertambah.

"aigoo, kenapa kau sangat cantik hm?" tanya Chanyeol sembari mengelus pipi Sunbin dengan satu tangannya.

"kau juga kenapa sangat tampan" Sunbin membalas mengelus pipi Chanyeol dengan senyuman lebarnya.

Cup

Sunbin mengecup bibir Chanyeol kilas membuat sang empu semakin melebarkan senyumnya.

"Kenapa hanya kecupan? bukankah biasa dengan lummpph"

Sunbin memotong pembicaraan Chanyeol dengan sebuah ciuman yang langsung dibalas dengan ganas oleh Chanyeol.

tanpa memperdulikan sepasang mata yang menatap mereka dengan uraian air mata yang mengalir dari balik tembok.

"Chanyeol Hyung !!"

sebuah teriakan menggelegar menghentikan aktivitas mereka yang semakin panas itu.

Sunbin dengan cepat turun dari pangkuan Chanyeol dan berdiri dengan kepala menunduk.

"Brengsek kau Hyung!!"

dengan cepat Sehun menarik kerah Chanyeol dan langsung melayangkan bogeman mentah untuk Hyungnya itu yang langsung tersungkur ke lantai.

saat Sehun kembali menarik kerah Chanyeol dan siap memukulnya lagi sebuah suara menghentikan pukulannya.

"Sehun hentikan !" iya itu suara kakak iparnya.

Dengan cepat Baekhyun menghampiri Chanyeol lalu ingin membantunya berdiri namun tangan besarnya menolaknya, tangan Baekhyun ditepis kasar oleh Chanyeol.

Baekhyun menghela nafas lalu menatap Sunbin yang menatapnya jijik.

"Obati luka Chanyeol Sunbin-ssi" kata Baekhyun dengan nada memohon

membuat Sehun membulatkan matanya tajam dan menatap Baekhyun dengan pandangan tak percaya.

"Tanpa kau suruh aku akan melakukannya" ujar Sunbin ketus

"seharusnya kau punya rasa malu jalang ! apa kau tak tahu jika Chanyeol Hyung memiliki istri saat ini ! apa uang yang kami beri itu masih kurang ?" Desis Sehun

membuat Chanyeol membulatkan matanya terkejut, apa maksud Sehun? uang apa? ia tak mengerti

Sunbin melirik kearah Chanyeol gelisah dan menggigit bibir bawahnya kuat untuk menghilangkan rasa gugupnya.

Baekhyun pun juga dibuat bingung oleh Sehun mengapa sampai melibatkan uang? sebenarnya apa yang terjadi?

"aku tak peduli Sunbin mengambil uang itu atau tidak yang terpenting aku sangat mencintainya dan dia juga mencintaiku" ujar Chanyeol dingin

Membuat Sehun kembali membulatkan matanya mendengar perkataan hyungnya itu dan bersiap untuk memberi pukulan kedua namun tangannya langsung dipegang erat oleh Baekhyun.

"sudah Sehun, aku tak apa" lirih Baekhyun

Sehun mendengus lalu tangan memutar dan gantian memegang tangan Baekhyun erat.

"aku tak tahu apa yang jalang itu lakukan terhadapmu hyung sehingga kau menjadi bodoh dan idiot seperti ini"

setelah mengatakan itu Sehun menarik tangan Baekhyun pergi dari sana mengabaikan tatapan tajam dari Chanyeol.

"Brengsek" desis Chanyeol

Sunbin yang melihat hanya terdiam walaupun dalam hati ia memanjatkan doa agar Chanyeol tak membahas tentang uang itu.

"Sunbin" panggil Chanyeol

"Y..ya" Sunbin merutuki mulutnya yang gugup itu.

"Apa yang dimaksud Sehun itu benar ? Kau menerima uang dari keluargaku?"

Sunbin terdiam sejenak memikirkan rencana untuk membohongi Chanyeol

"A..aku terpaksa Chanyeol, ka..karena mereka me..memaksaku" cicit Sunbin membuat Chanyeol menghela nafas

"Sudah aku duga sayang, kau tak akan mengambil uang mereka jika bukan maksud tertentu"

Chanyeol memeluk Sunbin erat, dan tak tahu jika wanita itu tengah menyeringai.

'Bodoh' batin Sunbin




















TEBECEHHH !!!

Continue Reading

You'll Also Like

11K 801 6
Terlambat.... Aku terlambat menyadari bahwa aku mencintaimu, dan ketika penyesalan itu datang, kau sudah pergi meninggalkan ku.
125K 13.2K 48
tentang kana yang tidak sayang dengan diri nya sendiri.. rela merasa sakit. rela terluka. rela mental nya dirusak. demi orang yang menciptakan luka t...
24.5K 2.3K 32
Berawal dari sebuah haluan Haluboy?sadboy?badboy?gansboy?pakboi?boboboi? Mana yg kalian suka?
28.1K 2.6K 20
Mencintai seseorang yang sudah dijodohkan, haruskah aku melanjutkan hubungan ?? [Selesai]
Wattpad App - Unlock exclusive features