Little Utaite and Their Schoo...

Por sierrakafka

241K 22.7K 16K

para utaite berubah jadi anak SD unyu-unyu sekaligus kurangajar. seorang guru baru bernama Pak Shoose ditugas... Más

Awal dari Karir
Kelas 2-C
Cadel
Best Friend
Ikemen
Jam Tambahan
Urashimasakatasen
House Fancy
Misteri Rumah Kradness
Misteri Rumah Kradness (Bagian 2)
Camping
Kidnaped
Summer Vacation
Special Fanart
KashiAmaRib
Fujoshi: SoraMafu??!!
"Gomennasai, Onii-chan!"
Dark Light and Light Darkness
Father
Father (Part 2)
SoraMafu: Anticlockwise
Kelas Terrarium
Secret Answer
Good Boy
Pojok Soraru
Home Alone
Sports Day Event
Byoumei wa Ai Datta
Byoumei wa Ai Datta (Part 2)
Loli Land
Loli Land (Part 2)
Hari Buruk Sakata
Ahhaayy!!!
Uuunchh... Aing Terhura... TvT
Met Shaum... :)
Ngeksis dulu Sebelum Ngacir Hehe.. 😎
SoraLuz
Unexpected Fate
Unexpected Fate (Part 2)
Belajar Mewarnai
Independent
Independent (Part 2)
Tag di Hari Raya
Tag di Hari Raya (2)
Cara Anak-anak Kelas 2-C Merayakan Lebaran
Sugar Hate
Bencana Bagi Lapak Ini!!!
That Night Party
Amatsuki: Nguli!!!
That Night Party (Part 2)
That Night Party (Part 3)
That Night Party (Part 4)
That Night Party (Part 5)
That Night Party (Part 6)
That Night Party (Part 7)
That Night Party (Last Part)
Rescue!
Sebuah Tantangan
Royal Scandal
Luz: REFLEXIÓN
Reason
Hidden Past
Wow Fakta
Hyakka Ryouran
Ketika Semua telah Berlalu
Mengapa jadi Begini?
Sick
Seorang Anak Bernama Hashiyan
Aru Himitsu
Our Another Big Mission
Penghabisan!
In Memorial...
Pengumuman!!! Harap Disimak dengan Baik!!!

Natsu Matsuri

3.8K 353 306
Por sierrakafka

Gue menghela napas panjang. Tinggal menghitung hari menjelang hari pertama semester baru. Gue baru aja kelar ngerampungin administrasi kelas. Tentu saja, gue ngerjainnya di sekolah. Gue bersyukur menjelang siang semuanya sudah beres. Beberapa hari ke belakang gue pulang malem terus, berasa menginap di sekolah. Memang ya, yang namanya guru itu pahlawan tanpa tanda jasa. Sekarang gue ngerti gimana perjuangannya jadi guru.

Di tengah jalan, gue papasan sama Nqrse dan Reol yang sedang berlari-lari girang. "Eh, kalian mau kemana?" tanya gue.

Mereka berdua sontak berhenti. "Kami mau ke rumah Kuroneko, Pak, mau siap-siap buat ntar malem," balas Nqrse dengan girangnya.

Dahi gue mengernyit, gue bingung, "Lho? Emangnya ntar malem ada apaan?"

"Aduh... Pak Shoose ini gimana, sih? Kan ntar malem ada Natsu Matsuri... masa Bapak ngga tahu? Temen-temen juga rame lho pada mau dateng... Bapak dateng juga, ya... soalnya pasti seru..." cerocos Reol ikutan semangat.

Kemudian mereka pamit sambil melambai pada gue. gue hanya membalas lambaian mereka sambil tersenyum.

Ah, natsu matsuri... festival musim panas, ya? Sudah berapa lama gue ngga pergi ke acara begituan? Hmm... kalo gue masih di kampung, gue pasti dateng bareng adik-adik dan ortu. Acara yang menyenangkan untuk menutup liburan.

Gue lantas mengambil hp, lalu menelpon Aisu. "Eh, Aisu, lo bisa ikut gue ke natsu matsuri entar malem, ngga?"

"Hm? Ah... maaf... ntar sore gue tugas patroli sama jaga. Tapi lo jangan khawatir. Gue njagain festivalnya, kok. Kalo mau ketemu gue, lo mampir aja ke pos polisi di jalan masuk utama. Gue stanby di situ, oke?"

Telepon tertutp. Haah... punya soheb sibuk emang berat, ya...haduh... lagi-lagi diri ini hanya sendiri, kesepian, sendirian...

Tadinya gue kira begitu.

-

-

-

-

-

Malem hari, gue sudah sampai di pintu masuk festival. Memang bener, ramenya kagak ketulungan. Banyak orang di sana-sini. Hiruk pikuk tercipta. Suasana benar-benar sangat padat dan ramai.

"Ah! Pak Shoose!!!"

Gue menoleh, mendapati Amatsuki yang melambai ke arah gue dengan cerianya. Di sebelahnya ada Rib, Kashitaro, dan ShonenT.

Gue tersenyum, "Oh! Kalian dateng juga?" Amatsuki mengangguk semangat. "Iya, dong... itu, yang lain juga dateng!" ujarnya sambil menunjuk rombongan lain di belakangnya. Ada Luz, Kain, Araki, Mafumafu, Soraru, dan Kradness.

Mereka semua dalam balutan yukata kecil yang unyu-unyu banget. Semua terlihat manis dan - eh tunggu! - Itu – Soraru – are? – kagak – salah???

"O-oy... Sor... bukannya...itu... YUKATA BUAT PEREMPUAN???!!!" gue mulai histeris.

Soraru menilik badannya sendiri, "Hm? Oh, ini? Iya, orang rumah salah beliin yukatanya. Gara-gara udah telanjur salah, yaudah Soraru pake aja..." bocah itu menjawab dengan datarnya.

Seriusan??!! Itu muka kagak ada nge-blush nge-blush-nya! Dia kagak malu pakek begituan???

"Gak pa-pa, Soraru kan cantik pakek ini, iya engga, Sor?" sahut si Mafu sambil memeluk Soraru erat dan mengunyel-unyel pipinya.

"U-uwoh, Mafu... sesak..." gumam Soraru lirih.

Haaduuh... emang dasar dunia... sudahlah. Anaknya juga ngga komplain. Selama dia ngga ngomong 'bacot' atau 'hewan berkaki empat' itu ngga akan jadi masalah. Atau mungkin malah dengan pakai baju itu siapa tahu omongannya jadi lebih halus. Ya kan siapa tahu...

Kami mulai mengitari festival ini dengan riang. Tau nggak? Rasanya jadi kayak babbysitter nungguin anak-anak majikannya yang lagi pada main. Oh, yang lebih yahud, deh, kayak induk bebek yang diekori anak-anaknya. Keren kan?

Kami mencoba berbagai macam permainan yang menyenangkan. Semuanya terlihat antusias.

Tiba-tiba, gue denger suara-suara ribut yang kayaknya gue kenal siapa pemiliknya...

Yap, empat bocah pelangi lagi berkumpul di sebuah stand.

Kami menghampiri mereka. "Lho, Senra, Urata, Shima, Sakata? Kalian lagi ngapain di sini?" gue bertanya penasaran.

"Oh, Hai Pak Shoose! Teman-teman!!! Ayo, beli cupcakes-nya kita!" sapa Senra sambil melambai. Kami semua berjalan mendekat.

"Kalian jualan cupcakes?" tanya Mafu. Senra mengangguk, "Iya, dong... kita kan lagi krisis keuangan, kesempatan kayak gini jangan dilewatkan..."

Gue mengambil satu cupcake dan mengamatinya. Benar-benar rapi, lucu, dan terlihat enak. "Kalian bikin sendiri?"

"Kita cuman bantuin Nenek, kok. Nenek yang bikin, kita yang jual. Nenek kan lagi sakit, jadi kami mau pake buat biaya berobatnya. Tapi... dari tadi baru sedikit yang beli..." terang si Shima.

Kami semua terdiam, namun tiba-tiba, Kradness berseru, "Baiklah, ayo teman-teman, kita bantu mereka jualan pancake!!!"

Gue dan yang lainnya menatap Kradness heran, "Pancake? Sejak kapan kita jual pancake?" ujar Sakata sambil dengan polosnya mencari-cari pancake di meja stand-nya.

Gue tepok jidat, "Mereka itu jualan cupcake, Krad... bukan pancake..."

Si Kradness menggaruk-garuk kepala sambil terkekeh ria. Pipinya memerah. Oh, gue pikir nih anak kagak punya malu. Ternyata urat malu dia belum putus toh?

Akhirnya, kami semua bagi-bagi tugas. Kami menjual cupcake-cupcake itu ke seluruh penjuru festival. Dan kami menjualnya dengan cara kami sendiri-sendiri.

"Pak, pak, lihat, nih! Aku ada cupcake!" seru Sakata semangat pada salah satu penjual di stand. "Oh, kelihatannya enak. Sini Bapak cobain satu," kata si Bapak antusias.

Bapak itu mengambil satu cupcake dan melahapnya. "Hmmm... enak banget. Makasih ya, Nak..." puji Bapak itu. Sakata menedengkan tangannya, membuat bapak itu bingung.

"Uangnya mana, Pak? Kan itu aku jual..." balas si Sakata dengan polosnya.

Bapak itu tepuk jidat, "Aduh, ternyata jebakan betmen..."

Di lain sisi, Kradness membuat sebuah inovasi baru. Ia dan ShonenT beraksi di tengah keramaian. "Ayo...Ayo... beli cupcake kami... niscaya kau bakal punya kekuatan untuk menguasai dunia!!!" seru Krad semangat.

Heh, anak kecil, mana ada orang yang mau percaya hal begituan, Nak?

Tapi wait, kenapa itu malah banyak yang ngantri di belakang dia, ya? Dan saat itu gue baru menyadari, ternyata itu para readers yang ngantri beli cupcake yang abis dipegang anak-anak Utaite. Ngenes emang, kayak yang nulis.

Sementara Luz dan Kain menjualnya ke wahana permainan. Mereka masuk ke wahana rumah hantu.

"L-Luz... kamu yakin kita mau masuk sini?" tanya Kain takut sambil sembunyi di belakang Luz.

Luz mengusap kepala kain lembut, "Ngga pa-pa... kan di cini ada Luj... ntal kalo ada yang apa-apain Kain, Luj bakal tendang itu hantu campai mental! Oke?"

Si Kain tersenyum, pelan-pelan dia mengangguk. Dan jadilah mereka berdua masuk ke rumah hantu.

"Luz... kok gelap, ya? Kain merinding, deh..." bisik Kain sembari berjalan mengekori Luz.

"Udah deh... kamu tenang aja... ah! Itu di depan ada olang! Kayaknya dia yang jaga jadi hantunya, deh. Ayo, Kain, kita campelin! Ciapa tau dia mau beli cupcake-nya..."

"Ah, Luz, tunggu!!!"

Mereka berdua berlari ke arah sosok yang hanya terlihat berwujud siluet itu. Dengan santainya Luz menawarkan dagangannya, "Bang, mau beli cupcake engga?"

Ketika si hantu itu mau menoleh, hendak menakut-nakuti Luz, sorot cahaya senter menerangi wajah Luz dengan cahaya temaram, alhasil si hantu justru lari pontang-panting sambil menjerit-jerit histeris, "Huwwaaa!!! Ada hantu ngga ada matanya!!!"

Luz dan Kain bertatapan heran, kok ditawarin beli malah kabur sih?

"Pak, Bu, beli cupcake-nya dong..." pinta si Amatsuki sambil menyodorkan nampan berisi cupcake-nya pada orang-orang yang lewat. Rib melakukan hal yang sama, tetapi tak ada satupun orang yang menoleh ke arah mereka. Ya iyalah... kalian kan bocil...

Kelelahan, Amatsuki mulai mewek. Melihat itu, Rib ikutan pengen mewek. "Hiks... beli... hiks... cupcakenya dong... hiks... kasihan... hiks... neneknya... hiks... Urata... Uhh..."

Kemudian tangis keduanya pecah. Yang tentu saja, menarik perhatian orang banyak. "Aduh, Dek... kenapa ini?" "Iya sini, Tante beli cupcakenya..." "Udah cup...cup... jangan nangis, ya?"

Yak, dan mereka berhasil menjual dua nampan cupcake.

"adek manis... sendirian aja..." sapa seorang om-om pada Mafu yang menenteng nampan isi cupcake.

Mafu menoleh dengan wajah imutnya. "Oh, iya nih Om. Om mau beli cupcakenya?" tawar si Mafu sambil menyodorkan nampan cupcakenya dengan muka inosen yang mengkhawatirkan.

"Wah... Om beli deh semuanya... tapi sama kamunya juga ya... yuk, main sama om!"

Mafu masih tersenyum manis, "Wah... boleh juga, tuh. Tapi om izin dulu ya, sama om yang di sana... Om Aisu!! Sini, dong... ada yang mau main sama Mafu, nih~" mafu melambai pada Aisu yang kebetulan lagi ngobrol di pos polisi bareng gue.

Om-om tadi langsung kalang kabut. "Eh, eh, eh... jangan gitu, dong! Iya deh, iya, Om beli semuanya, nih, uangnya!"

"Makasih, Om~" kicau si Mafu sambil melambai pada om-om yang berlari menjauh.

Gue menawarkan cupcake itu pada Aisu dan rekan-rekannya di pos polisi. "Wah... bikinan anak murid lo, nih?" Aisu terkagum-kagum melihat cupcake-cupcake yang gue bawa. Gue nyengir, "Hehe... iya, dong... Anggepbaja begitu.  Beli gih! Enak banget, lho..."

Aisu dan teman-temannya membeli cupcake-cupcake itu. Semua ludes. Setelah itu, gue pamit pergi lagi dari pos polisi itu.

Tiba-tiba, Urata berlari menghampiri gue. "Pak Shoose! Pak Shoose! Gawat, Pak!" pekiknya.

Gue jadi ikutan panik, "Kenapa, Ra?"

"Itu, Pak, Soraru..." balasnya pelan.

Gue yang semakin panik segera mengikuti langkahnya. Kami menelusuri keramaian, keluar dari kompleks festival menuju gang kecil di dekat kawasan itu.

Sampai di sana, gue bengong sendiri. Bagaimanapun gue butuh seseorang untuk ngejelasin situasi di depan gue.

Banyak preman-preman SMA, terkapar tepar di sana sini. Di antara mereka Kashi, Soraru, dan Araki berdiri dengan santainya.

"Nah, kalian semua udah kalah. Sesuai janji, kalian harus beli semua cupcake kami!" hardik si Kashi yang dibalas erangan pasrah dari para preman itu.

Gue merinding, kalian bertiga baru ngapain aja??!!

Oke, saat itu gue akui rumor tentang 'Trio Terror' itu memang benar adanya.

Tak terasa, ketika kami berkumpul lagi tak ada cupcake yang tersisa. Semuanya sudah habis terjual. Empat bocah pelangi itu bersorak girang. Yang lain juga bersorak. Mereka bagai merayakan kemenangan atas perang panjang berabad-abad.

"Nah, anak-anak..." panggil gue, mereka semua menoleh.

Kemudian gue melanjutkan, "dari pengalaman hari ini, apa yang bisa kalian pelajari?" hehe... seorang guru takkan menyia-nyiakan waktunya barang sedetik untuk memberikan pengajaran terhadap muridnya.

"Mmm... belajar jualan, Pak!" sahut ShonenT semangat.

"Belajar nakut-nakutin hantu!"

"Belajar ngelawan preman SMA!"

"Belajar ngadepin om-om jahat, pak!"

"Baiklah... baiklah... jawaban kalian semuanya tepat..." tukas gue menenangkan, "Jadi, intinya kita di sini belajar untuk bekerja sama. Kalian lihatlah. Tadinya cupcake yang belum terjual sangat banyak. Tetapi dengan kerja sama, semuanya sekarang sudah laku terjual. Jadi, itulah pentingnya kerja sama. Jika sesuatu yang berat dikerjakan bersama-sama, maka akan menjadi ringan, paham?"

"Paham, Pak..." jawab mereka kompak dan semangat.

Akhirnya, acara malam itu kami tutup dengan menyaksikan pesta kembang api yang bertaburan di langit. Benar-benar pemandangan yang sangat indah.

"Nah... lusa kalian udah mulai sekolah, kan?" tanya gue sambil memasang senyuman manis.

Dan anak-anak langsung membatu mendengar hal itu.


***

Bueheheh.... Kafka apdet lebih cepat.
Tapi jadinya chapter kali ini lebih pendek.

Dan rasanya kafka bagai menistakan mz Soraru di sini...


Karena yukata yang dipake mafu normal di sini, maka mungkin inilah yg bakal terjadi...

Abis ini mereka berdua masuk me sequel sinetron 'Dunia Terbalik'dan jadi legend di kalangan emak"...

Liat aja, abis ini mungkin kafka bakal disamperin terus digampar mz Soraru. Mz Sor... Maapkan aku yg nistah inih.... 😢sujudkhilafmintaampun

Oke, kafka kasih aja yg versi normalnya

Ampun dah itu backgroundnya berantakan bgt??!! =_=
Siapapun ajarkan padaku cara nggambar dan coloring!!! Ni_LieSquid senpai... Atau Shigeyuki_Zero senpai yg gambarnya nyahuudd...  Atau banyak yg lain gabisa saya sebut satu-satu... Tell me how??!!

Oke, diri ini mulai edan. Tunggulah kehadiran saya kembali di chapter selanjutnya.... Muehehe... 😎
Bubyee....

Seguir leyendo

También te gustarán

27.9K 1.5K 37
" cinta datang dari rasa nyaman" "ketika rasa nyaman datang dari sebuah persahabatan,bisakah kita mengubah persahabatan jadi cinta?"
694K 37.9K 25
(COMPLETE) Semua memang berawal dari kebodohan dan kesalahan Uzumaki Naruto yang berujung masuk pada cengkraman possesive si Uchiha sampai maut menje...
576 10 8
yang satu nyarinya cowok cool macem sasuke,yang satu lagi pengennya yang petakilan kaya naruto,trus kalo lu punya temen cool tapi ngebosenin sama pek...
18.4K 2.2K 15
[COMPLETE] Awalnya sih jadi tutor, tapi kok lama lama nyosor?
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas