MATE.....? BUT I HATE DOG!

By SecretStory90

409K 21.2K 600

More

MATE.....? BUT I HATE DOG!
PROLOG
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 6
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
SORRY >o<
PART 18
PART 19
PART 20
Part 21
Part 23
PART 22
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27

PART 5

16.5K 891 25
By SecretStory90

Liam meringis mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras itu dan ia yakin semua anggota pack-nya dapat mendengarnya.

Ia menyeringai karena tahu mate-nya merupakan wanita yang bersemangat dan ia sangat tertantang untuk menakhlukkan wanita itu. Setelah merasakan Venus berada aman di dalam rumah ia menghubungi beta-nya melalui mindlink "Minta penjagaan di sekitar pack house diperketat, aku tidak ingin ada para rogue itu berhasil masuk dan melukai mate-ku."

"Oke. Oh ngomong-ngomong mate-mu merupakan wanita yang sangat aktif berhati-hatilah." Michael memperingatkan melalui mindlink.

Liam hanya mendengus meremehkan perkataan beta-nya itu lalu mencari Venus dengan mengikuti aroma mawar dan teh yang melekat pada wanita itu yang berada di dapur. Ia menuju dapur untuk menemani wanita itu makan lalu ia akan membawa wanita itu kembali ke kamarnya.

"Venus" Panggil Liam dan tanpa sempat mengelak ia melihat wanita itu melempar gelas ke arahnya dan mengenai keningnya.

"Oh My..." Ucap Venus pelan terlalu kaget karena ternyata gelas yang dilemparnya mengenai pria itu, tadinya ia mengira pria itu dapat mengelak dari lemparannya.

"Kau. Berani. Melemparku!?" Raung pria itu dengan marah dan mengambil satu langkah besar ke arahnya.

"Li...Liam, matamu..." Ucap Venus kaget karena melihat warna matanya berubah dari berwarna coklat keemasan menjadi hitam pekat.

Pria itu seakan mendengar ucapannya dan lalu menutup matanya sebentar seakan menenangkan diri lalu membuka matanya lagi sehingga Venus dapat melihat warna matanya yang kembali berwarna coklat keemasan yang indah.

"Matamu tadi..." Mata Venus masih terbelalak menatap pria itu, ia menelan ludah dengan gugup.

Liam hanya mengangkat bahunya seakan kejadian itu merupakan hal biasa baginya lalu Venus baru melihat darah mengalir dari kening pria itu "Kening-mu..." ia secara refleks menuju pria itu dan menghapus darah yang mengalir itu.

"Tidak apa-apa." Kata Liam menyingkirkan tangan wanita itu dari keningnya, baginya itu hanya luka kecil yang kurang dari satu hari akan sembuh sendiri.

"Tidak, tidak biar kuobati." Kata Venus, sebelah tangannya menangkup wajah pria itu dan sebelah lagi menyingkirkan rambut Liam yang jatuh ke dahinya untuk melihat seberapa parah luka pria itu yang untungnya tidak terlalu parah.

Liam terdiam yang merasakan sentuhan tangan wanita itu, tubuhnya dengan rakus ingin merasakan lebih sentuhan wanita itu sedangkan serigalanya berusaha mengambil alih tubuhnya untuk menandai wanita itu sebagai miliknya.

"Liam?" Venus melambaikan tangan di depan wajah pria itu.

"Apa?" Tanya Liam.

"Aku bertanya di mana kotak obat." Kata Venus dengan nada seperti orang yang telah mengulang kalimat yang sama berkali-kali.

"Oh" Dengan wajah yang pasti terlihat bodoh ia menunjuk lemari paling kiri di dapur itu dan Venus berjalan ke arah yah ditunjukkannya sambil tertawa kecil yang membuatnya tanpa sadar ikut tersenyum.

Venus meletakkan kotak obat yang ditemukannya di meja makan dan menarik pria itu untuk duduk agar ia dapat mengobati pria itu. "Tahan sebentar oke, ini akan sedikit pedih." Ucapnya sebelum menuangkan antiseptic sambil meringis seakan ia yang terluka.

Saat Venus selesai menuangkan antiseptic itu ia melihat ke arah Liam yang tidak menampilkan ekspresi kesakitan "Kau tidak merasakan sakit?" tanyanya.

"Tidak."

Memutar matanya karena menganggap pria itu hanya sok jantan ia kembali memeriksa luka pria itu yang sudah mulai menutup dengan kaget "Bagaimana bisa lukamu sudah membaik hanya dalam waktu kurang dari satu jam?!"

Liam terlihat memikirkan jawaban untuk pertanyaannya itu sebelum berkata  "Karena aku mempunyai tubuh yang cepat sembuh?" Katanya yang lebih mirip dengan pertanyaan.

Venus mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari pria itu tetapi tidak ambil pusing dan setelah mengoleskan obat ia pun menutup kotak obat itu dan menaruhnya kembali ke tempat semula dan kembali berdiri di depan Liam. "Jadi uhm...aku minta maaf aku tidak tahu kalau kau tidak bisa menghindar." Gumamnya.

"Tidak apa-apa. Aku yang tidak berhati-hati." Lalu Liam terkekeh ketika mendengar suara perut mate-nya yang meminta untuk diisi "Kau ingin sarapan? Omlet mungkin?" tawarnya.

"Kedengarannya enak." Kata Venus dengan senyum terima kasih.

Mempersiapkan bahan-bahan yanga ada Liam pun membuat omlet yang menjadi andalannya dan satu-satunya masakan yang bisa ia buat. "Makanlah." Katanya saat omlet buatannya sudah selesai dan meletakkannya di depan Venus.  

"Terima kasih." Venus menyendok omlet itu dan seketika menghentikan gerakannya yang akan melahap makanan itu untuk menatap Liam "Jangan mengira karena kau bersikap baik padaku aku akan memaafkanmu karena menculikku." Gumamnya lalu melanjutkan makannya tanpa menatap pria di depannya itu.

***

Selesai sarapan Liam membawa wanita itu kembali ke kamarnya, wanita berjalan dengan sedikit perlahan seakan ia akan menuju ruang tahanan yang tidak seratus persen salah karena selama wanita itu masih berusaha kabur Venus akan tetap di sana demi kebaikan wanita itu.  

Membuka pintu Liam menyuruh wanita itu untuk masuk dan melihat ekspresi kaget di wajah wanita itu.

"Ada apa?" Tanya Liam mengerutkan dahi.

"Apakah kamar ini kamar yang sama dengan yang kutempati tadi atau semua desain kamar di ruangan ini sama?" Tanya Venus menatap tidak percaya, ruangan yang tadinya berantakan akibat perbuatannya sekarang kembali seperti semula bahkan barang-barangnya hampir semua sama seperti semula.

"Ini kamar yang sama dengan yang tadi kau tempati." Adalah jawaban pria itu.

"Kau bercanda?!" Venus menatap tidak percaya pada pria itu "Apa kau memliki jinny di rumahmu?" Tanyanya dengan wajah bodoh.

Liam tertawa mendengar ucapan wanita itu yang menurutnya sangat lucu. "Tenanglah love tidak ada jinny di rumah kita, semua ini dibereskan oleh para om....pelayan." Dengan cepat ia memperbaiki kata-katanya.

"Wow" Hanya itu yang dapat Venus katakan karena pria itu memiliki pelayan yang sangat hebat.

"Tunggu." Ucap Venus menghentikan pria itu yang akan berjalan ke luar. "Sampai kapan kau akan menahanku? Aku juga memiliki pekerjaan kau tahu?"

"Sampai kau aman dan bersikap baik."

"Aku akan bersikap baik." Jawab Venus langsung yang ditanggapi pria itu dengan mengangkat alisnya seakan mengingatkannya tentang perbuatannya beberapa jam lalu.

"Oke, oke itu salahku tapi aku berjanji akan bersikap baik asal kau membiarkanku keluar dan mungkin menelpon asistenku?" Tambah Venus karena ia paling benci dikurung dan akan melakukan apa saja agar dapat keluar merengguk sedikit kebebasan yang didapatnya.

"Kita lihat saja sampai besok, kalau kau dapat bersikap baik sampai saat itu aku akan mengijinkanmu keluar dari kamar tapi untuk saat ini ada dua orang yang akan menjaga kamarmu hingga aku kembali."

"Apa! Tunggu, Liam!" Seru Venus tetapi pria itu tetap menutup pintu dan menguncinya, ia juga mendengar pria itu memberi instruksi pada orang suruhannya itu.

"Brengsek!" Seru Venus kesal.

***

"Bagaimana dengan wanita itu?" tanya Michael pada Alpha-nya.

"Panggil dia dengan sebutan hormat dia adalah calon Luna-mu." Geram Liam.

"Oke, oke. Bagaimana dengan 'Luna' kami." Michael memperbaiki perkataannya dengan tenang menahan seringai di bibirnya.

"Sangat aktif."

"Aku tahu itu dilihat dari luka di keningmu." Kata Michael tidak berusaha menahan kekehannya.

Liam memelototi beta-nya itu hingga Michael berdehem dan melanjutkan perkataannya "Maksudku adalah apakah Venus sudah merasa betah tinggal di sini?"

"Dia akan merasa betah, biar bagaimanapun sekarang ini adalah rumahnya." Ucap Liam keras kepala yang ditanggapi Michael dengan menghela napas.

"Kembali ke masalah rogue" Kata Liam mengingatkan akan serangan yang dilakukan para rogue itu di rumah Venus.

"Aku belum mendapat kabar apapun dari mata-mata kita dan ini sungguh mengkhawatirkan." Kata Michael.

"Baiklah tapi beritahu aku bila ada kabar terbaru dan ingatkan anggota pack lain untuk tidak berubah di depan Venus dan yang terutama jauhkan para pria yang belum memiliki pasangan dari mate-ku." Kata Liam dengan posesif.

***

Continue Reading

You'll Also Like

420K 16.5K 47
"Serena mungkin boleh memilih, namun Moreo tak pernah memberi pilihan." Pernah menjalin hubungan dengan Moreo adalah kesialan terbesar dalam hidup Se...
215K 6.4K 55
Sebuah perjodohan antara pria yang hidup di langit dan wanita yang menantang hidup di ruang operasi. Delvin Valora Demetrya-pilot dengan hati sedingi...
139K 10.8K 23
"Anjir, gue mau mati bukan transmisi- eh, transmigrasi!" - Jerome. Jerome si brandalan yang hidup sebatang kara pernah berdoa semoga hidupnya tidak...
240K 22K 23
Gumi selalu dipaksa untuk mengalah pada adik, dan mengerti keadaan kakak. Pada suatu malam, Gumi yang biasanya mau mengalah pada adik dengan mudah, t...
Wattpad App - Unlock exclusive features