You're Number One

By Disseu

26.9K 1K 115

pertama kali kalian dengar kalimat 'istri kedua' apa yang langsung dipikiranmu? menyebalkan? perusak rumah ta... More

You're Number One ~ 1
You're Number One ~ 2
You're Number One ~ Flashback
You're Number One ~ 3
You're Number One ~ 5
You're Number One ~ 6
You're Number One ~ 7
You're Number One ~ 8
You're Number One ~ 9
You're Number One ~ 10
You're Number One ~ 11
You're Number One ~ 12
You're Number One ~ 13
You're Number One ~ 14
You're Number One ~ 15
You're Number One ~ 16
You're Number One ~ 17
You're Number One ~ 18
You're Number One ~ 19
You're Number One ~ 20
You're Number One ~ 21
You're Number One ~ 22
You're Number One ~ 23
Pengumuman
You're Number One ~ 24
You're Number One ~ 25
You're Number One ~ 26
You're Number One ~ 27
You're Number One ~ 28
You're Number One ~ 29
You're Number One ~ 30
You're Number One ~ 31
You're Number One ~ 32
You're Number One ~ 33

You're Number One ~ 4

1K 31 2
By Disseu

You're Number One it's Mine!

jika kalian tidak tahu siapa itu Cakka, Oik, dan tokoh-tokoh lain yang disebut dalam cerita. anda bisa mencari di google. oke ;)

Warning: typo(s), gaje, jelek, tidak memakai EYD, OOC, nggak nyambuung, alur kecepetan and other

Pairing: Cakka-Oik (Caik), slight pair: Cakka-Kay (KK)

Rated: 16+ (aku bingung cara nentuin rate.-.v)

Genre: Romance & Family

Summary: Oik menerima permintaan Ida untuk menikahi anaknya. Tapi apa yang terjadi jika ternyata Oik menjadi istri kedua dan istri pertamanya itu adalah seorang pedofil!

Happy reading, guys!

OoOoOoOoOoOoOo

Sore harinya, Cakka terbangun dari tidurnya. Indra penciumannya mencium harum masakan didekatnya. Dengan mengucek-ucek matanya, Cakka melihat ke nakas dan menemukan sepiring nasi goreng yang masih hangat dengan secangkir teh dan segelas air putih di sebelahnya.

'apa Oik yang menyiapkan ini? ngomong-ngomong, dimana dia?' batin Cakka sambil mengedarkan matanya ke segala penjuru kamar.

'jangan bilang dia malah lagi pergi. Bukannya kaki dia masih sakit? dasar tuh orang!' saat Cakka lagi mengomel tentang kelakuan Oik, terdengar suara pintu terbuka. Tetapi ini dari arah pintu kamar mandi. Cakka menolehkan kepalanya ke arah suara dan mendapati Oik dengan rambut basahnya, keluar dari kamar mandi.

"umm.. udah lama bangunnya Kka?" tanya Oik kikuk karena dipandang oleh Cakka terlalu intens.

"enggak, ini baru aja bangun. rencananya mau makan dulu, tapi aku pikir mendingan mandi dulu" jelas Cakka. Oik hanya manggut-manggut mengerti.

Cakka pun masuk ke kamar mandi setelah mengambil handuk dan baju ganti. Oik menghela nafas lega. Dia benar-benar melting dilihat secara intens dengan suaminya itu.

Oik langsung pura-pura serius dengan acara TV yang lagi tayang saat Cakka keluar dari kamar mandi denggan wajah yg tampak segar. Oik harus menyembunyikan rona merah dipipinya saat melihat suaminya yang terkesan seksi dimatanya.

"nonton acara apa, Ik?" tanya Cakka sambil duduk disebelah Oik.

"nggak tau, dari tadi nggak ada acara yang menarik" aku Oik.

"nasi gorengnya beli dimana, Ik?" tanya Cakka setelah dia melahap satu sendok nasi goreng yang tadi berada dinakas.

"memangnya kenapa? apa rasanya nggak enak?" tanya Oik dengan menampilkan wajah rasa bersalah.

"bukan gitu, aku cuma tanya sama kamu"

"di restoran hotel ini. aku memesannya sebelum aku mandi. jadi masih hangat" jelas Oik.

"mau?" tanya Cakka sambil menyodorkan sendok yang penuh dengan nasi goreng ke arah mulut Oik.

"gak usa..hmmp" Cakka tetap menyuapkan sendok itu kedalam mulut Oik saat Oik sedang lengah. Pipi Oik terasa panas melihat kelakuan Cakka padanya.

'seneng banget rasanya diperhatiin kayak gini sama Cakka. apa aku bisa merasakannya lagi setelah ini?' batin Oik miris.

"hey, kok ngalamun. mikirin apa?" tanya Cakka sambil menyenggol bahu Oik dengan bahunya. Oik langsung tersentak kaget dan gelagapan, bingung mencari alasan.

"a..gue.. cuma mikirin deadline kerjaan yang semakin mepet. sedangkan gue lupa bawa laptop. jadi gue gak bisa ngelanjut bikin ceritanya" tidak sepenuhnya bohong sih. karena Oik juga bingung dengan nasib project novelnya.

"emang cerita yang lagi kamu buat nyeritaiin tentang apa?"

Oikpun menceritakan novel yang sedang digarapnya kepada Cakka. Sore itu benar-benar kedua kalinya mereka berbincang seru setelah mereka lost contact.

*****

Jakarta, 15:00 WIB

Kay memasuki kediaman Nuraga dengan tangan yg penuh belanjaan.

"lho, sayang.. kamu habis darimana?" tanya Ida yang sedang bersantai di ruang keluarga saat melihat Kay masuk ke dalam rumah.

"Kay baru shopping sama teman-teman. mumpung ada diskon" jelas Kay.

"oiya bunda, Cakka nanti pulang jam berapa?" tanya Kay sambil duduk disebelah Ida.

"memangnya kamu nggak tau? kan Cakka lagi ke Bali soalnya ada kerjaan" kata Ida. Kay lalu mengangguk paham sambil membulatkan mulutnya.

"terus Cakka pulangnya kapan, bunda?"

"minggu depan"

"lho? kok lama banget.. emang ngebahas tentang apa?" tanya Kay heran.

"Cakka juga bunda suruh honeymoon disana. Jadi mereka pulangnya minggu depan" jelas Ida yang membuat Kay melotot kaget.

'seriusan?! Cakka sama bocah tengil itu pergi berdua doang ke Bali?! Kurang ajar banget tuh bocah! kesempatan dalam kesempitan banget. dasar modus!' batin Kay sengit.

"umm.. Bunda.. aku ke kamar dulu yaa.. mau istirahat" kata Kay. Ida pun mengangguk sambil tersenyum.

*****

Di kamarnya, Kay langsung merebahkan tubuhnya sambil berpikir.

'gimana yaa gue ngasih alesan ke bunda sama ayah? apa gue pura-pura nginap di rumah temen? aduuh, jangan deh.. tapi apa yaa..' batin Kay sambil mengerutkan dahinya tanda berpikir keras.

'aha! gue tau alasannya apaan.. moga aja ayah sama bunda percaya sama alasan gue. kalo sampe gak percaya? waah, berabe nih gue..'

*****

Bali, 20:30 WITA

Oik duduk di depan jendela yang gorden dan kacanya terbuka. saat ini Cakka sedang membeli makanan untuk makan malam mereka berdua. sebenarnya Oik ingin sekali makan di luar. tapi melihat kakinya yang sedikit bengkak, dia mengurungkan niatnya.

Oik menghirup udara malam lalu menghembuskannya dengan keras.

'sial! sampe kapan gue bakal kayak gini?' batin Oik lesu mengingat kelakuan Cakka yang kadang jutek, sinis,dan nyebelin. tapi juga kadang baik, perhatian, dan juga pengertian. Dia mengelus buku yang Cakka berikan kepadanya semasa SD itu dengan pandangan sedih.

" dimatamu aku tak bermakna tak punyai arti apa-apa kau hanya inginkanku saat kau perlu tak pernah berubah..

kadang ingin kutinggalkan semua letih hati menahan dusta diatas pedih ini aku sendiri selalu sendiri...

serpihan hati ini kupeluk erat akan kubawa sampai kumati memendam rasa ini sendirian ku tak tau mengapa aku tak bisa melupakanmu...

kupercaya suatu hari nanti aku akan merebut hatimu walau harus menunggu sampai ku tak mampu menunggumu lagi..."

Oik bersenandung lirih sambil sesekali memejamkan matanya yang terasa panas.

setelah selesai bersenandung, Oik menghela nafas untuk menghilangkan rasa sesak yang melingkupi dadanya.

"Assalamu'alaikum" kata Cakka saat Ia masuk ke dalam kamar.

"Wa'alaikum salam" Oik langsung mengusap wajahnya agar terlihat biasa saja dimata Cakka. "sini makanannya, gue siapin. lo duduk aja, lo pasti capekkan" Oik berdiri dan segera menyembunyikan buku tersebut. Ia mengambil kantong plastik ditangan Cakka dan mendorong Cakka untuk duduk di sofa.

"aduh Oiiik, udah biar aku aja yang nyiapin. kaki kamu kan masih sakit. mendingan kamu yang duduk aja.." kata Cakka sambil berusaha merebut kembali kantong plastik yang tadi diambil Oik.

"udaah, lo aja yang duduku. gue kan istri lo. ya gue harus melayani suami gue dong.." kata Oik yang membuat Cakka langsung tersenyum jahil.

"kalo yang di ranjang, berarti juga doong.." kata Cakka sambil tersenyum mesum yang berhasil membuat muka Oik memerah.

"a...a..apaan sih lo!" Oik langsung membalikkan badan agar Cakka tidak melihat mukanya.

Cakka langsung memeluk pinggang Oik dan membalikkan badannya.

"kamu tambah cantik kalo tersipu kayak gitu" kata Cakka sambil mengusap kedua pipi Oik.

"Kka, lepas nggak? kalo lo nggak ngelepasin gue, gue bakalan teriak!" ancam Oik.

Bukannya melepaskan pelukannya, Cakka malah mencium bibir Oik sekilas.

"kamu bisa nggak sekarang pakai aku-kamu aja.. kita udah jadi suami-istri" kata Cakka dengan lembut.

"oke, tapi lepasin dulu pelukannya. gimana?" Cakka pun melepaskan pelukan dipinggang Oik.

"huft, dari tadi kek. gak bisa napas nih gue.. ups, maksudnya aku" kata Oik sambil nyengir.

"kalo sampe kamu pakai gue-elo lagi, kamu pokoknya aku cium!" kata Cakka.

"hah?! ya enggak bisa!! ah sialan lu!" kata Oik kesal. dengan tiba-tiba Cakka langsung mencium bibir Oik dan melumatnya.

"hmph, Kka.. lepa..hmpph" Oik berusaha mendorong tubuh Cakka. Cakkapun melepaskan ciumannya lalu menyeringai.

"dasar mesum! apaan sih lo.. eh, maksudnya kamu.." Oik cepat-cepat langsung membekap mulutnya sendiri.

"udah yuk makan.." Cakka dan Oikpun makan.

Malam harinya, Oik tetap terjaga walaupun jam sudah menunjukkan 12 malam. Disebelahnya, Cakka sudah tidur nyenyak.

Oik masih tidak mempercayai kejadian hari ini. memang, Cakka awalnya memang cuek. tapi sebelum tidur tadi, tingkah laku Cakka sama seperti saat mereka masih bersahabatan. Cakka yang perhatian, lembut pada Oik, dan selalu membuat Oik merasa nyaman.

tanpa sadar, menangis dalam diam meratapi nasibnya yang sangat tidak beruntung ini.

Tiba-tiba Oik merasa ada sesuatu yang melingkar dipinggangnya. Saat Oik lihat, ternyata tangan Cakka. Saat Oik sedang blushing, Cakka berbisik ditelinga Oik.

"I Love You..." Oik langsung menegang mendengar bisikan Cakka.

"Kay.." Oik langsung membuilatkan matanya. Dia menghela nafas berat sambil tersenyum pahit.

--To Be continued--

a/n: maaf yaa guys kalo gaje'-'v ide mentok niih.. :D

Continue Reading

You'll Also Like

435 70 12
Apa cinta sesakit ini? Apa orang yg merasakan cinta, sama sepertiku? Kenapa yg lainnya bahagia sedangkan aku tidak?
9.4K 1K 31
bagaimana jadinya? jika kalian terikat oleh sumpah? bagaimana jadinya? jika kalian menghianati sumpah itu?
27.5K 1K 30
saya memilih mu bukan karena siapa kah dirimu tetapi saya memilih mu karena Tuhan sudah mentakdirkan ku dengan mu, saya tidak peduli kekurangan mu se...
Hurt By ARMY😋

Fanfiction

50.2K 2K 9
Bagaimana perasaanmu jika kekasihmu berselingkuh dengan wanita lain dan bersikap kasr seperti hewan Tapi tidak selamanya karna sekarang ada keluargan...
Wattpad App - Unlock exclusive features