Author's POV
Malam minggu adalah malam yang dinantikan para penghuni kost Sweet Cupcakes A dan B, juga para cewek cantik yang tinggal di kost Princess (termasuk author nih, bebas merdeka kalau malming, video call ama hubby ampe begadang). Malam ini mereka bebas belajar dan bebas dari tugas-tugas sekolah, kecuali anak-anak BTS, bagi mereka setiap hari seperti malam minggu karena males belajar dan mengerjakan PR.
Chanyeol tampak serius menyisir rambutnya. Dia mengenakan kemeja rapi, tak lupa parfum hasil meminjam dari Suho ia semprotkan ke tubuhnya, menebarkan wangi yang semerbak.
"Mau kemana lo Chan? Wangi bener. Perasaan lo jomblo. Mau ngapelin siapa?" Suho bersedekap dan tersenyum lebar melihat kelakuan tak biasa sang ketua kost.
"Gue mau ngecengin Victoria. Anak-anak Princess kalau malming suka nongkrong di teras depan kost." Chanyeol menaikkan alis matanya.
Sesaat kemudian datanglah Kai dengan penampilan yang tak kalah rapi, tampan dan seksi. Banyak cewek berkomentar kalau Kai itu seksi, sebelas duabelas lah ama Sehun.
"Gue pinjem parfum donk." Kai menyambar begitu saja parfum milik Suho yang isinya tinggal seperempat botol.
"Pada nggak modal. Parfum aja minjem. Yang punya aja jarang makai." Suho menatap nanar botol parfumnya yang statusnya telah berubah menjadi parfum milik bersama dan dijadikan piala bergilir. Kadang berada di kamar Chanyeol, kadang di ruang tv, pernah juga nginep tiga hari di laci meja belajar DO dan membuat semua penghuni kehilangan.
"Tenang aja Suho. Kalau Krystal mau balikan ama gue, lo bakal gue traktir." Kai mengulas senyum dan melirik Suho yang memasang tampang bete.
"Denger-denger Krystal udah kecantol anak kost B. Ya iyalah cewek-cewek sekarang milihnya yang bermodal. Minimal ngajak makan di restaurant, bukan di warteg apalagi di angkringan." Cerocos Suho yang baru saja patah hati karena Jennie lebih melirik V.
"Jangan nyerah dulu bro. Mungkin kita nggak sekaya anak-anak BTS, tapi soal otak dan ketampanan hati, kita juaranya." Chanyeol bicara penuh percaya diri.
Di kamar Baekhyun tampak Baekhyun, Sehun dan DO juga sedang bersiap diri untuk tebar pesona ke cewek-cewek princess.
"Gue udah keren kan?" Baekhyun mengelus dagunya dan melirik DO dan Sehun.
"Keren banget, udah mirip Zayn Malik." DO terkekeh.
"Kira-kira Lalisa tertarik nggak ya ama gue?" Sehun mengamati bayangannya di cermin. Dia tahu benar ketampanan tak cukup untuk bisa menggaet perhatian Lalisa.
"Ya moga aja dia tertarik ama lo. Di kost ini kan lo yang paling good looking." Seringai Baekhyun.
"Kalau harus bersaing ama anak-anak BTS mah berat." DO menghela napas.
"Jangan putus asa. Kita nggak kalah unyu kok dari mereka. Cuma kantong doank yang nggak bisa nandingin." Baekhyun mencoba menghibur diri sendiri. Jauh di dalam hati dia juga pesimis bisa lebih unggul dari bangtan boys yang terkenal kaya.
Sementara itu Amber tengah asik membuka akun instagramnya sambil berbaring di kamarnya. Ia memposting salah satu fotonya.
AmberLiu Sometimes I miss the old me. It seems like I'm pretending to be someone else.
569 suka
Lihat semua 30 komentar
Luna99 Keren. Pretending to be someone else? Kenapa harus merasa sedang berpura-pura menjadi orang lain?
TroyeSivan I feel the same. Hug..
Krystal_ ganteng as always
L_kim @TroyeSivan maksudnya apa nih main hug?
TroyeSivan emang kenapa @L_kim? Ada yang salah?
L_kim dia penghuni kost A @TroyeSivan
TroyeSivan nggak masalah @L_kim. Dia teman kita kan?
L_kim lo bakal beneran meluk dia @TroyesSivan?
TroyeSivan boleh, gue mau ke kost A ah, mau meluk Amber
L_kim gue bilangan bos RM lo. Awas aja kalau lo meluk dia beneran
TroyeSivan lo kok repot gini? Jealous ya lo. Nggak rela kalau Amber gue peluk?
L_kim apaan sih lo? Emang gue cowok apaan @TroyeSivan
Amber merasa jengah sendiri membaca komentar Troye dan L yang saling berbalas. Amber terhenyak saat smartphonenya berbunyi. Ada pesan WA masuk dari Troye.
Mber, L udah tahu kamu itu cewek?
Amber mengetik balasan untuknya.
Iya, kenapa emangnya? Tapi dia janji nggak akan bilang ke yang lain.
Troye mengirim balasan
Oh pantesan, baca deh komen-komennya di postingan lo. Dia kayaknya jealous hahaha.
Amber mengernyitkan dahi, L cemburu? Segaris senyum melengkung di bibir Amber. Kalau L cemburu itu artinya L menyukainya. Amber tak tahu kenapa dalam hatinya membuncah perasaan bahagia membayangkan L cemburu padanya.
Tiba-tiba ada pesan WA datang lagi. Mata Amber terbelalak membaca nama L dan hatinya berdesir hebat. Padahal baru membaca namanya saja, namun hal ini sudah membuat Amber berdebar tak menentu.
Amber, ketemuan yuk di taman belakang. Kali ini aman, anak-anak lagi di depan kost semua, ngecengin anak-anak princess.
Senyum tak lepas dari wajah Amber. Ada apa gerangan L mengajaknya ketemuan. Apa ini yang disebut pacaran di dunia manusia. L mengajaknya pacaran? Pipi Amber bersemu merah. Ia segera melangkahkan kaki keluar kamar dan mengendap-endap berjalan menuju taman belakang.
"Amber.." L mengulas senyum yang begitu manis.
"L.." Amber juga tersenyum lebar. Rasa deg-degan dan debaran hebat menguasai hati Amber melihat penampilan L yang salalu ganteng maksimal.
L menyodorkan sebuah coklat dan sebuah amplop putih. L menganggukan kepalanya pertanda ia meminta Amber untuk menerimanya. Amber menganga sekian detik, tak menyangka L begitu romantis dan memberikan surprise manis di malam minggu. Ia terima kedua benda itu dengan senyum merekah.
"Amber, gue minta tolong... ehm, mau nggak lo kasih coklat dan surat ini untuk Luna? Bujuk dia buat mau nerima ini ya. Kalau gue ngasih langsung, belum tentu dia mau menerima. Tapi kalau lo yang ngasih, dia pasti mau menerima." L memasang senyum se-cute mungkin.
Hati Amber mencelos. Bunga-bunga yang sempat bermekaran di taman hatinya mendadak menguncup kembali. Perasaan bahagianya berganti menjadi kesedihan. Amber kehilangan semangat dan bad mood.
"Lo mau kan? L bertanya sekali lagi.
Amber mengangguk. L mengacak rambut Amber.
"Makasih banyak ya. Ke teras depan yuk. Temen-temen lo juga lagi pada di teras."
Amber megangguk sekali lagi dengan semangat yang turun hingga ke titik nol.
******
Amber bergabung dengan anak-anak EXO di teras depan kost. L juga sudah bergabung dengan anak-anak BTS dan Troye di teras depan kost mereka. Sementara ada jalan gank yang memisahkan kost mereka dengan kost Princess. Terlihat para cewek Princess tengah duduk-duduk di teras kost. Pemandangan yang membuat para cowok penghuni kost Sweet Cupcakes baik A maupun B terpana dan terpukau akan kecantikan mereka yang terkenal seantero sekolah serta lingkungan tempat tinggal mereka.
"Kasian amat ya anak-anak EXO, dari awal masuk kost sampai sekarang status jomblo karatan masih betah disandang, hahaha." Rap Monster sang ketua kost Sweet Cupcakes B terkekeh menertawakan anak-anak EXO.
"Sesama jomblo nggak usah saling menghina." Chanyeol melirik RM tajam dengan tatapan tak suka.
"Enak aja bilang gue jomblo. Gue punya pacar." RM menaikkan kerah bajunya dan menaikkan alis matanya.
Chanyeol memberanikan diri berjalan mendekati pintu gerbang kost Princess.
"Victoria, jalan bareng yuk." Pekik Chanyeol.
Suga tak mau kalah. Dia juga melangkah menuju pintu gerbang.
"Jalan bareng gue aja Vic." Sugo melirik Chanyeol dan tersenyum sinis.
"Jangan mau jalan ama Chanyeol. Ntar vespanya mogok di tengah jalan, lo bakal capek bantuin dia dorong vespa." Jimin berbicara keras dari teras kostnya.
Chanyeol menatap Jimin dengan bara amarah di kedua bola matanya, "berisik lo, nggak usah mempengaruhi Victoria. Vespa gue nggak nakal, dia selalu nurut ama majikannya, nggak pernah rewel."
"Pilih Chanyeol aja, dijamin setia. Suga mah palyboy." Baekhyun turut memberi dukungan pada Chanyeol.
Suga melirik tajam ke arah Baekhyun, "diem lo otak lemot. Gue bukan playboy."
Victoria menatap Chanyeol dan Suga bergantian, "ehm gue males keluar. Maaf ya." Victoria mengulas senyum semanis mungkin. Chanyeol dan Suga berbalik ke kost dengan lunglai.
Sesaat kemudian giliran Jungkook mendekat ke pintu gerbang kost.
"Lalisa..."
Lalisa berjalan mendekat ke arah Jungkook. Mereka saling menatap dengan gugup dan saling malu-malu. Sehun merasakan ada yang memanas di dalam dadanya. Ia cemburu melihat kedekatan mereka.
"Ayo cepet maju lo. Ntar keduluan Jungkook." Chanyeol mendorong tubuh Sehun agar mendekat pada Lalisa.
Pandangan mata Sehun menelisik motor maticnya lalu beralih menatap motor sport Jungkook yang harganya M-M-an dan super keren. Mendadak rasa minder mendominasi kepalanya. Sehun berkecil hati karena kalah modal dari jungkook. Dia pun mundur. Apalagi wajah Lalisa terlihat berseri-seri saat berbincang dengan Jungkook.
"Jalan yuk.." Ucap Jungkook.
"Kemana?" Tanya Lalisa dengan senyum merekah.
"Ke toko buku." Jawab Jungkook dengan senyum terbaiknya.
"Wuih.. pencitraan. Sejak kapan anak-anak BTS doyan ke toko buku?" Suho mencibir.
"Tumben ngajak ke toko buku?" J Hope ikut meledek teman satu kostnya. Emang bener-bener deh demi cewek yang disuka, si cowok rela melakukan apa saja. Termasuk sibuk membangun citra positif.
"Pencitraan yang sempurna." Sindir Kai tertawa kecil.
Lalisa menatap anak-anak BTS dan EXO bergantian. Dia kembali fokus pada sosok cowok yang sudah lama ia taksir.
"Boleh, gue juga mau beli novel." Lalisa tersenyum sekali lagi. Lalisa ini memang tipikal cewek yang ramah. Jungkook merasa girang bukan kepalang. Jungkok tersenyum lebar, "yesss..." diiringi tepukan tangan dari anak-anak BTS.
"Happy Saturday night bro." Teman-teman Jungkook melambaikan tangan ke arah Jungkook sebagai bentuk support.
Sehun menatap nanar sosok cantik Lalisa yang dibonceng Jungkook dengan motor sportnya dan berlalu meninggalkan kost. Teman-teman EXO menepuk bahu Sehun untuk menenangkannya.
"Sabar bro..." Tukas DO.
Berikutnya V dan Suho melangkah maju menuju halaman depan kost Princess.
"Jennie makan yuk. Kebetulan gue belum makan." V menatap Jennie dengan berjuta kekaguman.
"Mending pergi bareng gue aja. Kalau lo butuh bantuan ngerjain PR, gue bisa bantu." Suho tak kalah mengulas senyum manisnya dan sebenarnya senyumnya ini memang berpotensi membuat para cewek diabet dan kejang-kejang. Sayangnya Jennie tipe cewek yang memandang cowok dari seberapa mampu si cowok menyenangkan si cewek dengan banjirnya hadiah dan harus berani mengeluarkan banyak modal. Sudah pasti pilihan Jennie jatuh pada V.
"Sudah pasti lah Jennie bakal milih V. V kan tajir melintir. Kalau jalan ama Suho paling-paling ditraktir di warteg. Kalau jalan ama V, diajak makan ke resto sushi." Jimin tertawa.
"Hai, gue emang nggak sekaya V, tapi gue tahu cara bahagiain cewek." Suho melirik Jimin dengan kesal.
"Cara bahagiain cewek dengan kasih dia banyak hadiah and ajak dia makan di tempat romantis yang mewah. Gue bisa ngasih semua itu." V tersenyum sinis pada Suho.
"Gue lebih bisa ngertiin cewek. Cewek nggak cuma butuh uang, tapi cinta dan kesetiaan. Gue bisa kasih cinta dan kesetiaan." Suho tak mau kalah.
V menyeringai, "zaman gini cuma dikasih cinta dan kesetiaan mana bisa hidup?"
Anak-anak BTS tertawa.
Jennie menatap Suho lalu beralih menatap V dengan bersedekap. Bibirnya yang ranum dan cipokable membuat V dan Suho makin tersihir dengan personanya. Apalagi gestur Jennie ini memang selalu seksi dan dengan mudahnya para cowok bisa berfantasi macam-macam akan sosok Jennie ini.
"Gue milih V. Maaf ya Suho." Senyum Jennie serasa begitu menyakitkan, menusuk sampai hati Suho yang paling dalam. Dalam hatinya, Suho menangis meringis menahan luka yang teriris-iris.
"Sabar Suho. Anak-anak Pincess kok pada matre ya?" DO geleng kepala.
Giliran Kai melangkah percaya diri memasuki halaman kost Princess dan memanggil nama Krystal dengan lembut.
"Krystal..."
Krystal agak ketus menjawab panggilan Kai, mantan pacarnya. Mereka putus karena Krystal nggak tahan dengan tingkah Kai yang menurutnya suka tebar pesona dan digilai cewek-cewek di sekolah.
"Apa?" Krystal tak mau menatap Kai. Dia masih ingat saat dulu jadian dengan Kai, baru tiga hari resmi berpacaran dengan Kai, fans fanatik Kai menyerbu semua akun media sosialnya dan mengatakan bahwa dia tidak pantas untuk Kai.
"Jalan-jalan yuk, sekedar cari angin." Kai mengedipkan matanya.
Rap Monster tertawa ngakak, "cari angin? Ngapain angin dicari-cari? Orang kalau nggak punya modal ya kayak gini nih. Jalan-jalan bukannya ngajak makan atau nonton film, eh malah cari angin."
Anak-anak BTS lainnya tertawa terpingkal-pingkal.
Kai cemberut dan menatap tajam anak-anak BTS.
"Diem lo pada. Ngiri ama gue ya, gue ini dinobatkan cowok paling seksi seantero sekolah." Tukas Kai.
"Seksi tapi kagak punya modal ya tetep aja bohong." J Hope tertawa.
Jimin maju mendekati Krystal, "jalan ama aku aja yuk. Kita nonton film terbaru."
Krystal menggangguk. Dia menerima tawaran Jimin hanya untuk memanas-manasi Kai. Hati Kai hancur berkeping-keping.
Di kost Sweet Cupcakes A formasi masih lengkap, di kost Sweet Cupcakes B tinggal L, Troye, Rap Monster, Suga, J Hope dan Jin. Di kost Princess ada Luna, Victoria, Jisoo dan Rose.
"Anak-anak Princess masih ada sisa tuh. Mau ngajak mereka jalan?" Suga melirik teman-temannya.
"Males ah. Gue lagi tahap males mikirin cewek. Sesekali pingin lah jadi jomblo." Jawab Jin sekenanya.
"Ciyee.. yang lain pada pingin ngrasain punya pacar, ini malah pingin jadi jomblo. Saking seringnya pacaran ya kayak gini." L terkekeh. Matanya sesekali melirik Amber yang masih duduk-duduk bareng teman-temannya. Dia mengedipkan matanya pada Amber pertanda meminta Amber untuk memberikan coklat dan suratnya untuk Luna.
"Perasaan Jin belum pernah pacaran kok udah dalam tahap lelah? Ati-ati lo Jin. Bahaya kalau lo ampe kehilangan minat ama cewek, bisa jadi hombreng lo." Perkataan J Hope membuat Troye tersentak. Pasalnya selama tujuhbelas tahun hidup baik di dunia peri maupun dunia manusia, dia belum pernah sekalipun tertarik atau jatuh cinta pada perempuan. Troye jadi mengkhawatirkan akan identitas dirinya.
Jin terkekeh, "gue emang belum pernah pacaran tapi yang ngejar gue kan banyak, makanya gue lelah. Belum ada satupun cewek yang bener-bener bikin gue tertarik."
L kembali menatap Amber yang masih tak bergeming dari posisinya. Dia membulatkan matanya. Amber tahu maksud L. Dengan terpaksa dia melangkah menuju kost Princess. Baik teman-teman EXO maupun BTS, termasuk Troye terperanjat melihatnya. Amber selama ini dikenal datar pada perempuan dan sekarang berani ke kost Princess.
Amber mendekat ke arah Luna membuat wajah Luna memerah dan berseri, sedari tadi dia memang menunggu kedatangan Amber.
"Luna ini buat kamu." Amber menyerahkan sebatang coklat yang diikat dengan pita merah muda dan sepucuk amplop.
Luna menerimanya dengan mata berbinar dan teman-teman satu kostnya meledeknya.
EXO dan BTS terbelalak melihat keberanian Amber.
"Wah makasih banget Amber. This is so sweet." Luna tersenyum ceria.
"Itu bukan dari gue, tapi dari L. Dia nggak berani kasih langsung coz takut kamu nolak." Ucap Amber.
Hati Luna mencelos. Dia menatap L yang juga tengah memandanginya dari teras kostnya. Luna begitu kecewa. Dia berharap dua benda yang ia terima benar-benar pemberian Amber. Ia juga kecewa akan sikap Amber yang tidak peka akan perasaannya.
L memberanikan diri mendekati Luna dan Amber. L melempar senyum pada Amber lalu menatap Luna begitu dalam, terbitkan rasa cemburu di hati Amber.
"Mau jalan-jalan nggak Lun? Kamu suka Hello Kitty kan? Ada toko asesoris serba Hello Kitty yang baru buka. Kalau kamu mau lihat, aku ajak ke sana."
Luna sebenarnya tak ingin pergi bersama L. Dia hanya menginginkan Amber, tapi Amber terlalu datar dan tak memahami perasaan. Akhirnya Luna mengiyakan ajakan L. L senang bukan kepalang. Dia refleks memeluk Amber sebagai ucapan rasa terimakasihnya karena Amber telah membantunya mengantarkan hadiahnya untuk Luna. Jantung Amber berpacu lebih cepat kala L memeluknya erat. Dadanya bergemuruh dan berdebar tak menentu. Sementara L merasa begitu nyaman dengan wangi tubuh Amber yang tercium begitu lembut dan menenangkan. Anak-anak EXO dan BTS termasuk Troye merasa kaget luar biasa melihat L memeluk Amber.
"Woi apaan lo meluk-meluk anak kost A." Rap Monster mendelik.
"Jangan-jangan L suka Amber ya. I mean he is a gay?" Baekhyun memicingkan matanya.
"Ada yang nggak beres nih." Jin mengingat kembali akan kejadian saat dia dan Amber dihukum membersihkan toilet. L menawarkan diri untuk menggantikannya. Mungkin itu karena L ingin dekat bersama Amber.
Saat L berboncengan dengan Luna meninggalkan pelataran kost, semua anak-anak kembali melongo. L bukan gay, dia menyukai Luna, tapi kenapa harus memeluk Amber. Sementara itu Amber menerawang memandangi L dan Luna sampai mereka menghilang dari pandangan. Untuk sebuah alasan yang membingungkan dan tak dimengerti jelas oleh Amber, Amber gamang dengan perasaannya malam ini. Dia berlari menuju kamarnya dengan rasa kecewa, cemburu, sedih, gelisah, galau dan rasanya ia ingin menangis sekencang-kencangnya.
Saat hendak menaiki tangga, Amber bertabrakan dengan Sehun. Amber hampir jatuh ke lantai, namun dengan sigap Sehun menahan tubuh Amber dengan memeluk pinggangnya. Mata mereka saling beradu. Radar aura biru yang dimiliki Amber kembali bergetar. Apa itu artinya Sehun memiliki aura biru? Untuk sesaat Sehun tercenung merasakan ada yang aneh dengan indra penciumannya. Aroma tubuh Amber tercium begitu wangi dan lembut seperti aroma parfum perempuan tapi wangi ini begitu unik dan langka, Sehun belum pernah mencium wangi seperti ini sebelumnya.
"Lo pakai parfum apa Mber? Wanginya unik banget dan menenangkan." Sehun menelisik wajah Amber yang terkadang terlihat manis seperti wajah perempuan.
Amber lupa, setiap malam minggu wangi khas tubuhnya akan menyeruak dan hilang kembali setelah jam 12 malam. Semua peri memiliki wangi khasnya sendiri-sendiri yang akan muncul setiap malam minggu. Kendati sang peri telah kehilangan kekuatan magic dan menjadi manusia utuh, wangi khas itu akan tetap ada seumur hidupnya.
Amber menyeringai, "parfum.. parfum cewek yang pasti."
Sehun menganga, "parfum cewek? Lo demen pakai parfum cewek?"
Amber keceplosan, "eh..eh...aku suka parfum cewek karena wanginya lembut." Ucap Amber sedikit terbata.
Sehun mengangguk, "oh.. wanginya enak banget sih emang."
"Ya udah aku ke kamar dulu ya." Amber mengulas senyum dan melangkah menaiki tangga.
Setiba di kamar, Amber membaringkan badannya. Matanya menerawang menatap langit-langit. Matanya terpejam membayangkan sentuhan tangan L kala memeluknya. Dia merasa kalut sendiri dan sedih membayangkan L dan Luna sedang berjalan-jalan berdua. Cemburu menguasa hati dan dia tak bisa terlelap malam ini. Sesekali dia keluar kamar, mematung di balkon dan menatap kost princess dari atas, barangkali L sudah mengantar Luna pulang. Amber geram sendiri dan sungguh baru kali ini ia merasakan gelisah luar biasa. Mau marah, marah ama siapa. Mau menjerit nanti dikira orang gila. Mau makan pun rasanya tidak berselera. Dan dia belum bisa memejamkan mata sebelum melihat L dan Luna pulang ke kost.
******
Bonus klipnya Troye Sivan. Aku suka lagu-lagunya Troye. Terlepas dari orientasi seksualnya yang tertarik dengan sesama jenis, aku suka karya-karyanya. Dia memulai karirnya berawal dari youtube. Dan aku pernah juga nonton video coming outnya. Dia salah satu seleb yang terbuka soal identitasnya sebagai gay. Waktu aku nulis cerita pertamaku di wattpad (Ready for Marriage), inspirasinya salah satunya dari Troye Sivan, dan aku sampai observasi beberapa bulan masuk ke forum-forum gay. Ampe sekarang Ready for Marriage masih ada saja pembacanya meski sudah beberapa bulan tamat. Aku nulis pas awal Oktober 2017, selesai akhir Oktober di tahun yang sama.Dan ini rekor nulis cerita satu bulan selesai. Sebelum kenal wattpad mah sering banget nulis nggak kelar-kelar hahaha, akhirnya malas diselesaikan.
Ini video dia saat Coming Out. cute ya.. haha.. Dia bilang "I'm still the same Troye."