INDIGO I Can See You [END]

By Cactusnrj

71.8K 7.4K 473

[15+]Jeon Jungkook & Im Nayeon Cerita ini hanya fiktif belaka. Namun beberapa adegan ada yg berasal dari kisa... More

Bab 1
Bab 2
Bab 3
Bab 4
Bab 6
Bab 5
Bab 7
Bab 8
Bab 9
Bab 10
Bab 11
Bab 12
Bab 13
Bab 14
Bab 15
Bab 16
Bab 17
Bab 18
Bab 19
Bab 20
Bab 21
Bab 22
Bab 23
Bab 24
Bab 25
Bab 27
Bab 28
Bab 29
Bab 30
Bab 31
Bab 32
Bab 33
Bab 34
Bab 35
Bab 36
Bab 37
Bab 38
Bab 39

Bab 26

1.4K 172 18
By Cactusnrj

"Appa!"

Nayeon dangat kaget ketika melihat Appanya sudah berdiri dekat dengannya.

Jungkook diam bak patung. Tapi tak lama. Kesadarannya mulai kembali.

"Ah... Annyeongihaseiyo" Jungkook membungkuk dengan sopan.

"Nayeon. Kau sudah pulang? Appa kira kau pulang nanti sore."

"Ah.. tidak Appa. Ada kejadian. Jadi.. pulang lebih cepat,"kata Nayeon

"Dia temanmu?"

"Iya," jawab Nayeon

"Tidak kau ajak masuk?"

"Ah.. katanya dia.."

"Masuklah! Kau mau mampir kan?" Appa Nayeon memotong dialog Nayeon. Wajahnya menjadi berubah galak.

"Ah.. ya.. iya paman," kata Jungkook gugup.

Mereka masuk ke dalam rumah. Mereka duduk di sofa. Nayeon duduk di samping Appanya. Sementara Jungkook di sebrang.

"Appa. Eomma dimana?"

"Dia kerumah nenekmu lagi."

"Appa tidak ikut?. Ini kan hari libur. Biasanya kalian kesana bersama. Appa juga pakai seragam. Siapa yg bekerja saat hari libur?" Protes Nayeon.

"Ah.. Appa tadi dari kantor. Ada urusan mendadak"

"Harus pakai seragam?" tanya Nayeon

"Apa Chingumu akan takut kalau Appa pakai seragam polisi seperti ini?"

Appanya Nayeon adalah seorang kepala polisi di daerah itu. Sibuk. Mungkin. Tapi dia selalu menyempatkan diri untuk keluarganya. Termasuk untuk putri sematawayangnya.

"Kau tidak takut kan, Jungkook?" Appa Nayeon. Melihat bedge nama di seragam Jungkook.

"Tidak paman."

Appa Nayeon mencubit gemas pipi putrinya.

"Aa.."

"Sudah. Buatkan minuman untuk temanmu."

"Iya Appa. Jungkook-a. Mau minum apa?" tanya Nayeon

"Ah.. tidak usah repot²" kata Jungkook

"Tdk papa. Nayeon. Buatkan saja Orange Juice dan makanan juga," pinta Appanya

"Iya Appa"

Nayeon pergi ke dapur. Sekarang tinggal Appa dan Jungkook.

*Jungkook POV

Aku sangat kaget ketika suara deheman terdengar di telingaku. Damn!. Appanya Nayeon. Wajahnya seperti tdk suka padaku. Heol. Aku harus bagaiman?

Appanya mengajakku mampir. Aku tdk bisa menolaknya. Jadilah aku sekarang duduk bersama Appanya Nayeon. Nayeon sedang membuatkanku minum sekarang. Aku duduk di hadapannya. Berseberangan.

Kami saling diam untuk beberapa saat. Sampai Appanya Nayeon bersuara.

"Jeon Jungkook. Itu namamu kan?" Tanyanya dengan tatapan yg mengrah padaku. Tajam.

"Iya paman."

Aish.. jantungku sepertinya mau copot. Seperti aku mau melamar Nayeon saja. Ck.. ya.. mungkin nanti. sepuluh atau lima belas tahun kedepan. Sekarang kami masih kls 10. Heheh..

"Kau.. sekelas dengan putriku?"

"Iya, paman"

"Kau peringkat berapa di kelas?"

Heol. Dia bertanya hal seperti itu?

"Aku pernah mendapat peringkat dua  di kelas saat SMP paman"

"Peringkat satu?"

"Belum pernah paman"

"Kau punya saudara?"

"Aku punya kakak laki²"

"Orang tua?"

"Appa dan Eomma bekerja sekantor. Di perusahaan keluarga"

Appa Nayeon mengangguk². Dia memandangku lekat².

"Kau.. menyukai putriku?"

Deg..

Whaa... aku harus jawab apa?

"Iya"

What.. apa yg kukatakan? Aku mau bilang tidak. Kenapa mulutku ya tuhannnn! Nayeon-a. Cepatlah datang!

Appanya Nayeon menyandarkan tubuhnya di sofa.

"Aish..."  Appanya Nayeon menggelengkan kepala.

Mati..mati aku..  Eomma! Appa! Hyung! Ottokae? Tolong aku! Aku menjerit dalam hati. Mengumpati diriku sendiri.

"Ck.. begini. Masalahnya aki tdk bisa dengan mudah melepaskan putriku"

Aku diam.

"Kalau kau hannya memainkan putriku. Lebih baik kau pulang sekarang. Tapi kalau kau mau. Kau harus melakukan satu hal"

Wow.. lampu kuning bung!  I like it.

"Iya paman"

"Kau.. harus mendapat peringkat satu. Setuju?"

"Iya paman. Aku akan berusaha"

"Bagus. Aku yakin. Peringkat satu  pararel akan mudah bagimu"

Deg.. Pararel? Kalau kelas mungkin aku bisa. Satu sekolah? What? Tak apalah. Demi Nayeon (ciyeee)

"Iya paman"

Appanya Nayeon tertawa.

"Haah.. good boy. Lalu. Apa yg kau suka?"

"Eh.. " aku berpikir sejenak

"Selain putriku tentunya"

Heol. Mungkin pipiku memerah sekarang. Aish.. Appanya Nayeon ini. Hmm..

"Games"

"Games?"

*Nayeon POV

Aku pergi ke dapur mengambil minuman dan makanan untuk Jungkook. Aku meninggalkan Jungkook dan Appaku sendiri di ruang tamu. Entah apa yg akan ditanyakan Appaku padanya. Jujur, aku tdk pernah sedekat itu dengan seorang Namja.

Aku sedang memikirkan apa yg terjadi hari ini. Aku mengingatnya lagi.

Saat Jungkook sangat dekat denganku. Huft.. jantungku berdebar. Aish... pikiranku sudah macam² tadi. Aku kira dia akan menci.. whaa... tdk mungkin. Untung saja tidak.

Dia menggandeng tanganku. Membawakan tasku. Ck. Perhatian sekali, padahal aku baru saja menolaknya. Itu pasti sangat menyakitkan baginya. Aku juga.

Dan yg paling membuatku bingung. Aku MEMELUKnya dan memanggilnya 'Kookie'. What? Kookie panggilan kesayanganya bukan?

Kenapa aku melakukannya?. Whaa...! Aish.. babo. Semua itu aku tau sendiri jawabannya. AKU MENYUKAINYA.

Aku segera tersadar dari pikiranku sendiri.

"Ah.. Im Nayeon. Jangan pikirkan itu lagi. Lupakan. Anggap tdk pernah terjadi" monologku.

Aku menghela nafas.

"Bagaimana aku melupakannya? Ouuwwhh.." aku menggaruk kepalaku yg tdk gatal.

Aku membuka kulkas. Berniat mengambil orange juice dan makanan. Tapi ternyata orange juicenya tdk ada. Maksudku.. yg sudah langsung jadi alias kemasan. Hanya ada jeruk buah. Artinya, aku akan semakin lama di dapur.

Aku mengeluarkan semua bahan dan peralatan yg dibutuhkan.

Aku memang tdk begitu pandai masak. Tapi kalau hanya membuat orange juice. Aku bisa pastiya.

Aku termasuk orang yg rapi. Jadi aku tdk langsung membawa minuman dan makanannya ke ruang tamu. Aku membersihkan dapur dulu.

Hampir 10 menit aku di dapur. Aku tdk tau apa yg terjadi selama 10 menit itu di ruang tamu. Appaku pasti mengintrogasi Jungkook. Memangnya dia penjahat? Hm.. ya menurutku 'iya'. Dia sudah MENCURI HATIKU. Dia pantas dihukum Appaku. Heh..

Aku darang ke ruang tamu membawa minuman dan makanan. Aku berhenti saat melihat Appaku dan Jungkook.

Heol. Mereka terlihat akrab. Ya.. akrab. Jungkook sudah duduk di samping Appaku. Mereka nampak serius memandangi ponsel.

"Huft.. kenapa para Namja bisa dekat dengan cepat?" Pikirku.

Mereka juga sudah tertawa. Ketawa ketiwi sambil melihat ponsel.

"Ah.. Nayeon-a" Appa

"Asik sekali"

"Iya. Jungkook mengajariku bermain games. Ck.. ternyata jadi anak muda memang seru. Appa jadi rindu masa muda. Benarkan Jungkook?"

"Iya paman"

"Ah.. Jungkook-a. Ayo diminum dulu" Appa

"Iya paman. Terimaksih"

What... karena games mereka jadi dekat? Keberuntungan seorang gamers.

«»

*Authore POV

13.25

"Terimaksih paman, Nayeon. Aku pulang dulu" Jungkook.

"Ah.. iya jangan sungkan kalau mau kesini. Kau boleh main atau belajar bersama disini"

"Iya paman. Aku harus pulang. Pasti Hyungku sudah menunggu" Jungkook

"Iya. Jangan lupa yg tadi ya?"

"Pastinya paman" Jungkook

"Lupa apa Appa?" Nayeon

"Aish.. ini urusan namja"

"Appa!" Nayeon menghentakan kakinya.

"Kau bisa pulang sendiri kan?"

"Ah.. iya paman. Aku pulang dulu. Selamat siang"

***

Klek..

"Aku pulang!" Jungkook

"Hah.. kau!" Seok Jin menunjuk² Jungkook yg baru datang.

"Hyung! Kau mengagetkanku"

"Yak! Kau dari mana saja? Kau sebenarnya sudah pulang dari tadi kan? Dari tadi pagi kan?" Jin bertanya bertubi² pada adiknya.

Jungkook hanya diam melongo.

"Tadi Hoseok bilang. Peserta kemah sudah pulang dari pagi. Aku menjemputmu bodoh! Kau kemana saja?" Jin berteriak

"Hyung.. aku.."

"Apa?" Tanya seokjin dengan nada ditinggikan.

"Aku.. aku baru pulang. Aku lelah.. aku mau mandi. Mau tidur"

Jungkook pergi meninggalkan hyungnya.

"Yak!. Jungkook! Kookie!" Seokjin berteriak. Tp Jungkook tdk menggubris dan naik ke atas. Ke kamarnya.

Jungkook melempar tasnya ke sembarang tempat dan membanting tubuhnya ke kasur king sizenya. Menatap langit² kamarnya yg kosong. Bibirnya terangkat. Mengingat kejadian hari ini.

Mungkin kau menolakku sekarang. Tp aku akan berusaha mendapatkanmu Nayeon. Mungkin sekarang kita belum bisa menjadi kekasih. Karena semua ada saatnya. Batin Jungkook.

Jungkook beranjak dari kasurnya. Mengambil pakaian, kemudian mandi. Jungkook membuka pintu kamar mandi. Seperti biasa. Sang penunggu kamar mandi menyambutnya.

"Pergi kau!" Pinta Jungkook.

"Aish.. aku lelah. Aku tdk mau berurusan dengan hantu sepertimu!"

Hantu yg di kepalanya tertancap pisau itu hanya diam.

"Kumohon. Pergilah! Aku lelah"

Akhirnya sang hantu pergi Jungkook memasuki kamar mandi. Masuk ke tempat favoritnya. Bernyanyi² dengan suara merdunya.

Klek..

Jungkook membuka pintu kamar mandi. Dia sangat kaget melihat sosok yg duduk di kasurnya.

"Hyung!"

Dia membawa ponsel Jungkook.

"Hyung!  Apa yg kau lakukan. Kembalikan ponselku!"

Jungkook berusaha mengambil ponselnya dari Seokjin. Entah mengapa sangat sulit mengambil ponsel dari Seokjin.

"Hyung kembalikan!"

"Tidak. Sebentar!"

Sekarang mereka kejar²an.

"Hyung!"

"Memangnya ada apa di ponselmu ha?"

Mereka masih kejar kejaran seperti anak kecil Dapat. Jungkook berhasil mengambil ponselnya lagi dari Hyungnya

"Kookie. Sebentar saja!"

"Tidak boleh. Ponsel itu privasi"

Jungkook melihat ke layar ponselnya.

Ternyata Hyungnya membuka pesan. Pesan dari Nayeon. Ralat. Bukan hanya membuka. Tp Seokjin juga mengirimkan pesan.

To : Im Nayeon

Me
Nayeon-a

Nayeon
Wae? Kau sudah sampai rumah?

Me
Sudah. Kau sedang apa?

Nayeon
Tiduran di kamar

Me
Nayeon-a. Kau punya nomornya Jeongyeon?

Nayeon
Punya. Kenapa?

Me
Aku boleh minta?

Nayeon
Tentu. Tunggu sebentar

"Hyung! Kau membajak sms ku" Jungkook

"Aku.  Aku.. aku cuma.."

"Ah...kau minta nomornya Jeongyeon? Kau menyukainya? Kau mau mempermainkan temanku?"

Seokjin diam. Matanya berubah jadi sayu.

Jungkook memandang lekat² Hyungnya. Dia ingat tentang Jeongyeon dan Seokjin. Nayeon pernah bercerita tentang mereka.

"Ada apa hyung?"

"Ah.. tidak papa. Aku tadi. Mau mencari nomor Jeongyeon di ponselmu. Ternyata kau tdk punya. Nomor yeoja di ponselmu hanya eomma dan Nayeon. Jadi.. ya.."

"Kenapa kau minta nomornya?"

"Aku.. aku.. um.."

"Ceritakan hyung. Aku sudah tau. Tapi aku ingin tau sendiri darimu. Aku ingin tau darimu langsung"

Seokjin membuka matanya lebar². Ya.. adiknya yg INDIGO itu mungkin mengetahui apa yg dia sembunyikan.

"Aku tidak tau pastinya. Aku tidak pernah bisa membaca pikiranmu atau perasaanmu. Jadi aku minta bantuan Nayeon. Maaf hyung"

Seokjin merangkul bahu adiknya.

"Harusnya aku yg minta maaf, aku tdk pernah cerita. Kau sudah tau? Biar aku ceritakan lebih rinci kejadiannya."

Akhirnya Seokjin bercerita pada adiknya. Dia menceritakan keluh kesahnya. Mencintai dan menganggap Jeongyeon lebih dari adiknya. Tentang perilakunya selama ini. Dia mempermainkan wanita hanya untuk melupakan Jeongyeon. To nyatanya. Tdk bisa. Karena sekali lagi. Seokjin bertemu dengan Jeongyeon.

"Aku akan membantumu, Hyung!" Jungkook.

"Terima kasih Jungkook"

※※※※

tbc

Continue Reading

You'll Also Like

143K 4.7K 16
ft. Bangtwice Ephemeral (adj) ; Lasting for a very short time, temporary ❝ I think about you a lot, more than i probably should. ❞ Cerita ini hanya...
2U ✔ By 🍵

Fanfiction

102K 1.7K 7
Setelah 6 tahun berlalu Jungkook dan Nayeon dipertemukan kembali dalam suatu keadaan yang berbeda. Jungkook yang merasa dikhianati oleh Nayeon memend...
13.5K 1K 12
Kumpulan Cerita Nayeon×Jungkook SAPHESTER ayo merapat... Jgn lupa vote + follow y guys..
117K 9.2K 58
[15+] Spesial Islamic Story. Sinetron Indonesia yang dikemas dalam bentuk fanfiction story😌 BTS Jungkook as Alfin Jungkook Mahendra TWICE Nayeon as...
Wattpad App - Unlock exclusive features