JANGAN LUPA VOTES DAN KOMEN NYA YA. :)
Talita~
Hari ini entah mengapa cuaca sangat terasa dingin, jarang sekali kota yang aku tempati sekarang terasa sangat sejuk tidak seperti biasanya, yang ada hanya asap-bau kendaraan yang berlalu lalang.
Semua siswa-siswi di sini terlihat bahagia sekali hari ini, tertangkap oleh bola mata hitam lekat yang kumiliki. Mulai dari yang berbisik-bisik dengan temannya sampai tertawa terbahak dengan, ah sepasang dua insan perempuan dan laki, mungkin mereka sepasang kekasih yang sudah sangat lama menjalin hubungan sampai si perempuan tidak jaim lagi dengan kekasihnya itu. Sudahlah aku tidak ingin memikirkan soal itu, tapi jika memang benar aku doakan yang terbaik untuk hubungannya. Mendoakan orang lain sama seperti mendoakan diri sendiri, bukan?
Sekarang aku kembali berjalan menelusuri halaman SMK Kesehatan 5 Bandung impianku ini. Langkahku terhenti dan langsung menjatuhkan tubuhku di kursi panjang hitam, tepat berada di dekat pancuran air yang berisi ikan-ikan kecil, satu kata untuk tempat ini, nyaman.
Sejenak aku bisa melupakan masalahku, bagi logika-ku ini masalah, tapi tidak tahu bagi hati-ku. Ah, sudahlah hari ini aku ingin bahagia juga seperti beberapa insan yang sebelumnya aku lihat.
Benar ternyata kata orang-orang melihat keindahan bisa membuat sedikit perubahan di dalam diri kita, dan sekarang aku merasakannya. Aku tersenyum.
Tunggu, aku melepaskan senyumanku, aku melihat keberadaan seorang cowok yang tidak jauh dari tempatku saat ini. Dia sendirian, menundukkan kepalanya dalam. Aku pikir dia sedang ada masalah dengan batinnya, tapi aku salah. Bukankah dia memegang gitar tandanya baru saja menyanyi atau ingin mulai bernyayi. Tandanya dia sedang tidak lagi bersedih. Ah aku baru ingat. Kata orang, musik bisa menaikan mood ketika lagi down-.
"Permisi. Kak Boleh aku pinjam gitarnya?" Jelas saja aku panggil dia kak, toh aku di sini murid baru dan tidak tau pasti siapa kakak kelasku. Daripada salah dan aku di cap sebagai orang yang tidak sopan terhadap senior, lebih baik meantisipasinya.
"Siapa lo? Kok culun?" Bola mata yang sangat hitam, sama seperti yang aku miliki, sedang menatap tajam ke arahku. Tidak salah dia memanggilku culun, lihat saja penampilanku dengan rambut sedikit pirang yang di ikat satu seperti buntut kuda. Dan kacamata yang mulai saat ini aku pakai. Beda sekali dengan siswa perempuan yang lainnya, rambut yang dibiarkan terurai begitu saja, dan sedikit lip balm yang dioleskan di bibirnya.
"SURYA! Gue cariin ternyata lo lagi ngeram di sini." Aku menoleh, melihat kearah pemilik suara bak toak itu. Dia, salah satu cowok yang memiliki postur tubuh tinggi, jika dibandingkan dengan diriku, aku tidak ada apa-apanya, menyamai pundaknya saja aku tidak bisa. Tapi jika aku bandingkan dengan kulitku, dia bisa menyamai ku karena, cowok itu memiliki kulit putih seperti diriku. Kupikir aku tidak salah menganggap cowok itu adalah kakak kelasku.
"Ck. Lo lagi, ngapain temui gue. Masih anggep gue temen?"
PLAKK!
"Aw sakit banci!"
"Lo lagi ngaco ngomongnya. Gimanapun lo tetep temen kita bodoh."
"Lo aja sono. Gue sih ogah anggep lo temen."
PLAKK!
"Aww!"
"EHH!" Ucapku spontan melihat cowok yang baru saja aku mengetahui namanya-Surya di pukul tangannya untuk yang ke dua kalinya, namun kali ini pelakunya adalah seorang cewek cantik bertampilan tomboy pantas saja, dia bisa memukul sampai membuat Surya meringis kesakitan. Deabak.
"Siapa nih sur?"
"Wah. Hebat juga lo, nggak naik kelas langsung dapet pacar.."
"GUE NGGAK KENAL!" Jawabnya penuh penekanan disetiap kata yang dia ucapkan itu.
Aku tersentak kebelakang, kaget mendengar ucapannya itu. Tersimpan genangan air di dalam kelopak mataku sekarang. Entah kenapa, aku paling tidak bisa mendegar bentakan atau suara keras, aku takut. Aku bisa saja langsung menangis, tapi aku urungkan. Cewek berpenampilan tomboy itu mendekat kearahku dan aku salah menilai, ternyata dia memiliki hati yang baik dan lembut tidak sama seperti tampilannya-tomboy.
"Sorry, dia memang begitu orangnya. Sadis seperti iblis." Ucap cewek itu sambil menepuk pundak sebelah kiriku seperti sedang memberi isyarat kepada diriku untuk bersabar dan yang pasti, tidak menangis.
"Btw, nama lo siapa? Ko muka lo asing ya buat gue."
Aku terdiam. Memperhatikan setiap lekuk wajahnya. Natural namun sangat cantik, tanpa olesan apapun.
"Hei. Oh iya gue Intan kelas 12 jurusan Farmasi. Nggak usah takut, gue bukan iblis berwujud manusia cantik seperti sekarang. Haha" Ucapnya lagi, berhasil membuat diriku tersadar dari lamunan amazed-ku dengan dirinya.
"Ha. Iya kak, aku anak pindahan dari Bandung. Namaku Talita, aku ambil jurusan Keperawatan disini." Jawabku berusaha untuk sopan terhadap Kak Intan. Kini gantian dirinya yang terdiam memperdalam tatapan matanya kepadaku, entah apa yang sedang dipikirkannya. Mungkin bingung, mengetahui aku anak pindahan dari sekolah lain, apalagi yang ku tempatkan ini SMK bukan SMA.
"Ah, iya lupa. Di Bandung aku juga sekolah di SMK Kesehatan kak..." Belum sempat aku menjelaskan, ucapanku dipotong oleh Kak Intan.
"Ah iya, iya. Sorry, gue cuma kagum sama lo. Selain cantik, lo juga berani ya. Haha"
Aku tersenyum, tersipu malu. Apa dia sedang mengajakku bercanda. Atau dia benar-benar sedang memujiku cantik. Tapi, maksud dia aku berani, apa?
Tidak mau dibuat penasaran, aku memberanikan diri untuk membuka suara kembali dan bertanya langsung kepada Kak Intan.
"Berani?" Tanyaku dengan memasang wajah seperti seseorang yang sedang mencari rumah, dengan alamat palsu. Lagu kali ah. Haha.
"Iya. Lo berani mengajak ngomong iblis seperti temen gue yang satu ini. Haha" Jawab Kak Intan disertai tawaan dan menyenggolkan bahunya sampai membuat jarak antara Surya dan dirinya.
"Udah tahu gue iblis. Ngapain masih di temenin?"
Aku di buat kaget, lagi. Aku dibuat berpikir keras dengan sifat Surya. Bukan nya senang memiliki teman yang setia dan peduli seperti Kak Intan dan Dia, mataku bergerak melihat cowok itu. Aku belum tahu namanya, tapi yang jelas aku sangat yakin bahwa mereka orang-orang yang baik. Justru bertolak belakang dengan sifat Surya yang Arrogant.
"Ngapin lo ngelihatin gue terus. Suka? Ah jangan, gue nggak mungkin suka sama cewek culun seperti lo."
"SURYA!"
💫💫💫
Draft_09 februari 2018.
Update_20 september 2018.