Group barokah💞
AldiR: "P"
AldiR: "P"
AldiR: "P"
Rio: "Ngapa al? Tiket udah dapet??"
Rizky: "Najisun kebelet liburan ya gitu'tuh:V @Rio"
Gilang: "Yap cogan disini😎"
AldiR: "Yang lain pda kmana? Sginian doang yang nongol??"
Rita: "Knpa al?"
SalsaAp: "Knpa?"
Maurel: "Paan sih?"
AldiR: "Cewek gue mana?"
Rizky: "Najis! Spm cuma mau nanyain cwe lo doang? Biadab emng lo,-"
Rio: "Gue kira tiket udah dpet:'("
Gilang: "Emng tmn kmpret👊"
AldiR: "Bukan gitu,- suudzonan aja lo sama gue, gue cman nanya yang gak nongol disini ya cuma cewek gue."
Rita: "Ya terus?? Lngsng intinya aja coba_- gk ush bertele*😒 @AldiR"
Maurel: "Nah bener tuh kta @Rita"
Rizky: "Yaudah gc ada apa? Banyak cing-cong lo tahe💩"
Rio: "@Ren Keluar lo! Jngan cuma nyimak aja😤"
Ren: "Bcot!@Rio.
Rio: "Nah'kan nongol juga anknya:v"
AldiR: "Ada info penting nih gaes, kalian pada bisa gak sekarang kerumah gue?"
Rizky: "Info apaan dlu? Pnting bngt gk?"
Rio: "Otw🛫"
Gilang: "Paan sih yo,- gc amat! Biasanya jga paling ngaret lo @Rio"
Rio: "Cih! suka* gue lah😑 @Gilang"
AldiR: "Udah gc mumpung msih sore mending kalian sekarang kerumah gue, dan buat renata sayang kamu nanti aku jemput ya❤@Ren"
Rizky: "Cih deket juga lo rumah'nya! Pake jemput* sgala alay tauga🖕@AldiR"
Rio: "2 @Rizky"
Gilang: "3 @Rizky"
AldiR: "Sewot najis! Udh gk ush bnyak bcot lo pada, gue tunggu. @Gilang @Rio @Rizky @Maurel @Salsa @Rita"
Rizky: "Otw.."
Gilang: "Otw.."
Rio: "Otw.."
Rita: "Otw.."
Maurel: "Otw.."
'Read'
◽◽◽
Renata
"Aldi mau ngapain ya, tumben banget nyuruh kerumah'nya?" gumam renata bingung, melihat isi pesan yang dikirim'kan aldi ke group teman-teman'nya saat ini.
Saat renata bangkit dari ranjang tiba-tiba ponsel'nya berbunyi menanda'kan ada panggilan masuk.
*Side to side - ArianaGrande. Nada dering ponsel renata.
Ia'pun langsung menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.
"Halo?" ucap renata pertama kali, setelah melihat nama aldi tertampang dilayar sana.
"Halo sayang? Aku jemput sekarang??" Suara aldi terdengar begitu lembut ditelinga kanan renata.
"Gak usah al, aku jalan aja deket ini."
"Eh jangan dong, udah aku jemput aja nanti kamu cape"
"Apaan sih kamu! Udah gak papa beneran, lagian ini'tuh masih sore sekalian JJS haha"
"JJS apaan??"
"Jalan-jalan sore sayang"
"Bener nih gak mau dijemput??"
"Batu banget sih, aku jalan aja deket ko dari rumah tante kerumah kamu'mah. Kan kamu'nya juga kasian jadi bolak-balik"
"Yaudah deh terserah kamu, hati-hati ya sayangkuu. I love you"
"Me too"
Setelah memutus'kan sambungan telpon'nya secara sepihak, renata bergegas mendekat kearah lemari baju besar kamar'nya mencari baju yang pas untuk ia kenakan sore ini.
"Tante, Om rere pamit mau keluar dulu ya?" teriak renata menuruni tangga dengan celana jeans hitam dan kaos oblong putih kesukaan'nya.
"Mau kemana? Rapih amat" devan mengernyit bingung.
"Mau kerumah aldi" jawab renata menyengir.
"Mobil mau tante pake ren?" ucap salma bangkit.
"Yaudah gak papa pake aja Tan, rere jalan aja kerumah aldi'nya"
"Om anter aja ayo?" tawar devan santai.
"Dih gak usah om, orang deket ini diujung jalan sana." tolak renata halus.
"Bener?" tanya'nya lagi.
"Iya, yaudah rere jalan dulu.." ucap'nya sambil mencium punggung tangan salma dan devan dengan sopan.
"Eh re tunggu, tante mau nitip kue boleh?"
"Kue apa? Buat siapa Tan?" tanya renata bingung.
"Buat bunda aldi"
"Hmm" angguk renata mengerti.
"Bentar tante siapin dulu didapur" salma langsung meninggal'kan renata serta devan didepan TV menuju dapur belakang.
"Gimana hasil ujian kamu kemarin re? Kok gak cerita-cerita sama om dan tente?" devan mengangkat suara santai'nya menghadap renata.
"Serius mau tau banget atau mau tau aja?" tanya renata balik sambil menyengir.
"Mau tau banget'lah, om jadi kepo nih??"
"Kalo seandai'nya rere dapet peringkat 1, om berani kasih apa buat rere?" tanya renata menantang.
"Apa aja yang kamu mau bakal om turutin." angguk devan mantap.
"Serius?"
"Iya sayang" jawab devan mengelus Puncak renata dengan lembut.
"Kalo gitu rere minta diizinin aja deh, buat liburan ke Bali sama temen-temen rere"
"Emang kamu bener dapet peringkat1??" tanya devan tak percaya, renata hanya mengangguk'an kepala'nya santai.
"Wih hebat rere'nya om" bangga devan pada renata.
"Jadi gimana? Diizinin gak??" tanya renata lagi.
Memang renata belum meminta izin pada devan, karna ia takut kalau devan tidak akan mengizinkan'nya untuk pergi berlibur bersama teman-teman sekolah'nya.
Devan mengernyit bingung "Bali? Itu jauh renata, om yakin pasti papi kamu juga gak bakal izinin kamu untuk pergi kesana."
"Om rere'kan sama Salsa, maurel, rita liburan'nya... bosen tau 2minggu libur sekolah gak kemana-mana!" ucap'nya setengah kesal.
"Bukan'nya om gak ngizinin kamu re, cuma om khawatir aja Bali itu jauh dalam jangkauan om dan tante. Kamu'kan perempuan kalo ada apa-apa gimana?"
"Kata'nya om bakal Kasih apa aja yang rere mau! Rere peringkat 1 om dan rere cuma mau diizinin aja buat liburan kebali." renata terus membujuk devan agar menyetujui'nya "Lagi pula teman-teman cowok renata juga ikut ko, jadi om gak usah khawatir mereka bakal jaga rere, Salsa, maurel dan rita juga."
Devan menghela nafas berat "Aldi ikut?" tanya'nya pelan.
"Ikut" angguk renata cepat.
"Besok suruh dia kesini, minta izin sama om dan tante kalo mau om izinin buat pergi kesana." dengan berat hati devan akhir'nya mengalah.
"Yeayyy makasi om ku tersayang, besok pasti rere bawa aldi kesini." angguk renata ceria'nya bukan main.
'Baru kali ini om ngeliat kamu seceria ini re, apa'pun bakal om lakukan demi kesenangan kamu sayang.' batin devan tersenyum sendu.
"Kamu senang??" tanya devan tersenyum.
"Aku senang banget..banget..banget om!!" jawab renata semangat.
"Bagus deh kalo kamu senang, tapi ingat aldi yang harus ngomong sama om! Biar om bisa nitip kamu sama dia" peringat'nya lagi.
"Iya om devan yang ganteng hehe"
Salma'pun kembali dari dapur sambil membawa kotak kue, menghampiri renata dan suami'nya yang sedang mengobrol asik diruang TV.
"Rere nih, titip ya buat bunda'nya aldi?" ucap salma setelah mendapati renata, menyodor'kan kotak tersebut kepada'nya.
"Iya Tan, rere pamit dulu assalamualakum" ucap'nya berlalu dari hadapan salma dan devan.
"Waalaikumsalam" jawab kedua'nya berbarengan "Jangan malem-malem pulang'nya" lanjut salma berteriak dari dalam rumah.
◽◽◽
Gilang pov.
Kini motor besar gilang sudah memasuki kawasan perumahan elite'nya renata dan aldi, dimana memang mereka bertempat tinggal disatu perumahan. hanya saja blok yang membedakan kedua'nya.
"Itu renata?" gumam Gilang mengernyit, melihat seseorang dengan postur tubuh seperti renata rambut yang bergelombang terurai begitu saja, jeans hitam dan kaos putih polos terbalut ditubuh mungil'nya.
Buru-buru Gilang menghampiri gadis itu dengan cepat 'Tin' bunyi klakson motor besar'nya setelah mendekati renata.
"Ren!!" panggil Gilang dibalik helm fullface'nya.
Reflek renata'pun menoleh "Eh? Gilang??" tanya renata kaget.
"Lo ngapain dah jalan? Gak dijemput sama aldi emang??" tanya'nya bingung.
"Mobil gue dibawa tante, tadi'sih aldi meu jemput cuma gue larang kasian bolak-balik hehe" jawab'nya jujur sambil menyengir.
"Yaudah ayo" ajak Gilang.
"Ayo? Ayo kemana?" tanya renata polos.
"Ya ampun renata, ayo kita kerumah aldi ckck! bareng gue aja, lumayan jauh loh sampe keujung jalan sana." ucap Gilang greget dengan tingkah lola renata.
"Gak papa emang?" tanya renata lagi.
"Ya gak papa lah! Emng knpa? Lo takut aldi marah? Gak bakal tenang aja." jawab Gilang sesantai mungkin.
"Bukan gitu-"
"Lo ya! Tinggal naik aja ribet banget, gc naik atau gue tinggal?" sambar Gilang dengan cepat memotong ucapan renata.
"Eh iya-iya" jawab renata kikuk sambil menaiki motor'nya Gilang.
"Udah?"
"Hmm" renata mengangguk cepat.
"Pegangan"
Renata langsung menaruh kedua tangan'nya dibahu pria tersebut dengan santai.
"Woee lo kira gue tukang ojek?!"
"Mak-maksud'nya?"
"Ya pegangan'nya disini lah!" Gilang membenar'kan posisi lengan renata dengan melingkar'kan dipinggang'nya.
"Sama aja!" tukas renata kesal.
"Beda! Kalo dibahu kesan'nya gue kaya tukang ojek lo kunyuk."
"Banyak bacot! Udah gc ah jalan."
Gilang'pun menjalan'kan motor'nya dengan kecepatan sedang.
Sesampai dipekarangan rumah aldi dimatikan'lah mesin motor'nya dan berkata "Lo masuk duluan gih" suruh'nya santai.
"Lo gak masuk?" tanya renata bingung.
"Duluan aja, gue nunggu Rio sama rizky"
"Hmm yaudah gue masuk duluan ya?" pamit renata yang diangguki oleh Gilang "Oiya makasih lang" lanjut'nya lagi tersenyum.
"Iya sama-sama nenek rombeng yang bawel" ledek Gilang terkikik.
"Enak aja!!" sinis renata mengerucut kesal.
Tokk..Tokk..Tokk
'Ceklek'
Pintu terbuka menampaki wanita paruh baya yang masih cantik menurut renata, yap siapa lagi kalau bukan rahma bunda aldi.
"Assalamualaikum bun" ucap'nya tersenyum dan tidak lupa menyalimi punggung tangan'nya dengan sopan.
"Waalaikumsalam, renata?? Kamu sendirian?" tanya rahma kaget, melihat renata datang mengunjungi rumah'nya sendiri. Karena memang biasa'nya selalu bersama aldi.
"Hehe ada teman aldi juga bun didepan, tapi lagi nunggu yang lain'nya"
"Ooh gitu, ayo kita masuk sayang" ajak rahma senang "Aduh bunda kangen banget sama kamu, udah seminggu lebih loh kamu gak main"
"Hehe iya bun rere juga kangen" jawab renata sungkan "Oh iya, ini bun ada titipan dari tante" lanjut'nya menyodor'kan kotak yang sedari tadi ia bawa.
"Hah? Apa ini repot-repot aja tante kamu'mah ih."
"Engga kok bun gak repot, ini cuma kebetulan aja tante lagi bikin kue kering terus disuruh bawa deh."
"Bilang tante kamu ya re, makasih banyak loh ini.."
"Iya bun" angguk renata tersenyum.
"Yaudah kamu duduk dulu ya sayang, bunda panggil aldi diatas."
Baru saja rahma berjalan beberapa langkah, suara aldi sudah menggema diseluruh ruangan dengan keras.
"BUNDA!!!!" teriak aldi dari arah tangga.
"Ya ampun al! Jangan teriak-teriak brisik!!!" decak rahma kesal.
"RENATA UDAH DATANG BELUM?!!!!" aldi tetap berteriak, menghirau'kan decakan rahma tadi.
"Dasar anak ini!" gumam rahma kesal "Renata sayang maaf ya, aldi emang gitu selalu teriak-teriak dirumah kalo belum disamperin ya gak bakal berenti anak itu." lanjut'nya beralih pada renata dengan nada tidak enak.
"Iya bun" jawab renata mengangguk seada'nya.
"Kamu ini bisa gak sih gak usah teriak-teriak! Malu tauga didengar renata sampai bawah!!" ucap rahma marah sambil menjewer telinga purta'nya gemas, setelah mendapati aldi diatas tangga.
"Aww..aww" ringis aldi kesakitan "Hehe ya maap bun, renata udah dateng? Kenapa gak bilang dari tadi." jawab aldi mencabik sambil mengusap telinga'nya yang sedikit memerah.
"Baru juga dateng! Udah sana samperin dibawah."
"Iyaiya, aldi kebawah dulu bye bunda yang cantik." ucap aldi meninggal'kan rahma diambang pintu kamar'nya.
.
.
.
.
"Kamu kok gak ngabarin aku, kalo udah sampe? Aku tungguin dari tadi." ucap aldi menghampiri gadis'nya yang lagi fokus pada ponsel'nya.
"Baru juga sampe." jawab renata melirik aldi sebentar lalu memfokus'kan lagi keponsel'nya.
Aldi sudah terbiasa dengan jawaban cuek'nya gadis itu, ia hanya membuang nafas pelan memang butuh kesabaran extra untuk menghadapi sifat renata yang suka tiba-tiba berubah.
"Kamu kesini naik apa?" tanya'nya mengernyit, melihat pintu depan terbuka lebar namun tidak ada kendaraan satu'pun disana.
"Bareng Gilang tadi" jawab'nya santai.
"Gilang? Lah bocah'nya kemana??"
"Nunggu rizky sama Rio kata'nya didepan."
"Tumben gak langsung masuk.." gumam aldi bingung.
"ASSALAMUALAIKUM!!!" suara rita, Gilang, Salsa, rizky, Rio dan maurel serempak memberi salam yang berdiri diambang pintu dengan santai.
"Lah baru aja diomongin, udah nongol aje" ucap aldi melirik teman-teman'nya yang baru saja dateng.
"Gile gc amat lo ren! Udah mejeng ae disini" ledek rizky yang sangat senang sekali menggoda renata.
Sedang'kan renata? Hanya memberi tatapan tajam'nya seperti biasa pada rizky, tidak terlalu menanggapi kata-kata yang keluar dari mulut cowok comel tersebut.
"Ada apa al ko tumben nyuruh kita-kita kesini?" tanya Gilang mendekati aldi dan duduk disamping'nya.
"Pasti tiket udah dapet ya?" sambung rio bertanya dengan sumringah.
"Eh kutil dari tadi tiket-tiket mulu pikiran lo! Keliatan gak pernah liburan'nya begini'nih haha" ledek maurel terbahak.
"Diem lo daki! Gue gibeng tau rasa lo." ucao rio tajam.
"Brisik lo ah! Baru juga nyampe udah adu bacot aja." bentak Salsa kesal.
"Dia duluan sa, bukan gue." maurel membela diri.
"Dih jelas-jelas lo duluan yang komen tadi! Malah nyalahin gue, waras gak sih?" ucap rio nyolot.
"Kok lo nyolot sih?!"
"DIAM!!!" bentak aldi ikut-ikut'an kesal melihat kedua'nya seperti kucing dan anjing yang tidak pernah akur.
Ruangan yang tadi begitu ramai'pun menjadi hening seketika, dengan sekali hentakan aldi membuat semua orang yang berada disana kicep tak bersuara sedikit'pun.
"Nah kan kalo gini enak, adem tentram gak ribut kek tadi." ucap rizky mulai bersuara.
Aldi bangkit dari duduk'nya, membuat renata reflek mengamit jemari'nya dengan cepat "Mau kemana?" tanya'nya bingung.
"Panggil ayah, sebentar" jawab'nya cepat yang diangguki oleh renata.
"Aldi mau kemana ren?" tanya gilang mengernyit.
"Manggil bokap kata'nya"
"Oh" Gilang hanya berOh ria dibuat'nya.
Kini heril, aldi, renata serta teman-teman yang lain'nya sedang berunding digazebo belakang rumah aldi.
"Jadi rencana kalian mau dimana buat tempat penginapan'nya?" heril bertanya pada aldi dan semua teman'nya.
"Nah itu yang kita gak tau om, kita aja baru kali ini ke Bali ya'kan??" tanya balik rio pada mereka.
"Gini aja deh, kalo om boleh ngasih saran.. kalian'kan baru pertama kali nih'yaa kesana? Kebetulan om punya kenalan teman dan teman om itu juga pemilik hotel 'Lv8 Resort' kalo kalian mau om bisa hubungin teman om itu memesan tempat tinggal kalian untuk selama satu minggu, biar kalian tinggal terima beres saja dengan menghabis'kan masa liburan kalian sepuas mungkin disana." heril menawar'kan saran yang sangat-sangat bagus menurut teman-teman'nya aldi.
"Ayah kok gak pernah cerita sama aldi kalau punya kenalan disana??" Tanya'nya mengernyit.
"Ayah lupa al bener deh, ingat gak kamu waktu ayah tugas ke Bali?"
"Iya" angguk aldi cepat "Yang bunda juga ikut temenin ayah'kan, sampai hampir 2minggu gak pulang-pulang??"
"Ya itu, ayah nginap dihotel Lv8 Resort, hotel'nya keren abis'deh pasti kalian suka. Fasilitas'nya juga lengkap kalau untuk kamar kalian gak perlu khawatir, jadi hotel disana semacam kaya rumah.. Sebenar'nya ayah juga baru kenal sama pemilik hotel itu, orang'nya ramah selalu memantau mengunjung-pengunjung'nya pokok'nya ayah jamin kalian bakal betah'deh disana."
"Tapi om'kan udah ngurus tiket, masa iya ngurus penginapan'nya juga.. Udah biar kita-kita aja yang cari tempat penginapan'nya disana om." ucap Gilang mengangkat suara dengan nada sedikit tidak enak.
Heril tersenyum maklum dengan arah bicara gilang "Tenang aja lang, Om gak keberatan kok. Lagian juga om ingin memastikan agar kalian aman disana, apalagi bawa cewek-cewek cantik kaya gini haduh harus jaga jarak aman ya! Pantau terus keadaan mereka nanti.. soal'nya kan kamar disana terpisah" pesan heril kepada teman-teman aldi terutama putra'nya sendiri.
"Atuh iya'lah om dipisah, keenakan anak laki-laki menang banyak kalo disatu'in!" ucap maurel melotot.
"Yee daki! Ko jadi lo yang sewot?!" jawab rio tak kalah melotot dari maurel.
"Ya emang bener'kan?!!!"
"Sudah-sudah" heril melerai "Jadi gimana'nih? Apa kalian setuju sama yang om tawar'kan tadi??"
"Kalo aldi terserah anak-anak gimana enak'nya aja?" aldi mengangkat suara santai'nya.
"Kalo om gak keberatan'sih, gilang setuju" Gilang menyetujui saran heril yang diangguki oleh rita, maurel, Salsa, rizky, renata dan rio.
"Kamu ini kaya sama siapa aja lang, santai aja kali." jawab heril sambil terkekeh.
"Oh iya om, itu pantai'nya deket gak dari hotel?" tanya maurel menyengir.
"Deket banget malah, cuma beberapa langkah dari hotel kalian itu udah keliatan pantai'nya."
"Wah serius om?" ucap'nya sumringah.
"Dua rius" angguk heril mantap.
"Aduh maaf'ya bunda kelamaan bikin minum'nya, ayo..ayo silahkan diminum" ucap rahma dengan tergopoh-gopoh membawa nampan yang berisi jus dan cemilan menghampiri mereka.
Reflek mendengar suara rahma semua orang yang berada digazebo menoleh secara serempak kearah'nya "ish tante pake bikin minum segala, jadi ngerepotin" ucap rita tidak enak.
"Enggak sama sekali sayang" geleng rahma tersenyum.
"Om jadi kita kapan berangkat kebali'nya?" tanya rizky tidak sabar.
"Oh iya om sampai lupa, jadi om sudah beli tiket untuk kalian. Persiap'kan dari sekarang semua yang memang perlu dibawa untuk selama kalian disana, kalian berangkat besok lusa jam 13:00 siang."
"Besok lusa kita berangkat??" tanya rita kaget.
"Iya" heril mengangguk santai "Kenapa? Jangan bilang kalian belum izin dengan orang tua kalian masing-masing ya?" lanjut'nya menyelidik.
"Eh en-engga om, udah kok udah diizinin" rita mengangguk cepat.
"Yakin?" tanya'nya lebih menyelidik.
"Iya om" jawab rita menyengir kuda.
"Kalo yang lain gimana? Jangan sampai kalian gak izin ya sama orang tua kalian! Om gak mau, kalau ada hal-hal yang tidak diingin'kan terjadi."
"Iya om!!" serempak semua'nya mengangguk.
"Tiket udah dapet, penginapan juga udah, tinggal apa lagi ya yang belum?" tanya aldi kepada teman-teman'nya.
"Alamat hotel'nya apa yah?" tanya renata mengangkat suara yang sedari tadi diam saja hanya menyimak pembicaraan mereka semua.
"Ya allah, om sampe lupa ren" kaget heril menepuk dahi'nya sendiri "Dijalan Discovery, No.8 Canggu Bali."
"Jauh gak yah dari bandara?" sambung aldi menanya.
"Gak terlalu, kalian cari saja transportasi yang langsung menuju ke hotel itu tinggal kasih alamat'nya."
"Terima Kasih banyak ya om, udah mau repot-repot bantu kita untuk cari tiket dan sebagai'nya." ucap gilang sangat-sangat ber'terimakasih pada heril.
"Sama-sama lang" jawab heril terkekeh sambil menepuk bahu'nya Gilang dengan santai.
"Sebentar lagi adzan magrib berkumandang, kita siap-siap untuk sholat berjamaah?" tawar rahma lembut.
"Ah iya, yuk kita siap-siap" heril bangkit, diikuti aldi beserta yang lainnya.
Sesudah menunai'kan ibadah sholat'nya, kini mereka semua berada diruang keluarga'nya aldi yang disibuk'an oleh aktivitas'nya masing-masing.
Seperti saat ini aldi dan rizky sedang sibuk dengan play station'nya, Gilang dan rio sedang asik mengobrol entah apa yang diobrol'kan memang terlihat seperti sangat serius, dan renata beserta 3teman'nya disibuk'kan ponsel'nya masing-masing.
"Yo, kemarin gue udah ke apotek buat tanya obat, yang waktu itu gue temu'in dibawah meja kantin." ucap Gilang sedikit berbisik.
Rio langsung mendekat kearah Gilang "Terus lo udah tau itu obat apa?" tanya'nya serius.
Gilang menggeleng pelan "Kata petugas apoteker'nya sih itu obat buat pereda rasa sakit atau semacam nyeri gitu'lah.."
"Lo gak tanya lebih jelas gitu? Itu obat pereda nyeri apaan?"
"Maksud'nya??"
"Ya maksud'nya gini, orang yang mengonsumsi obat itu dia sakit apa gitu?" jawab rio gregetan dengan lola'nya Gilang "Ngomong sama lo musti diperjelas aja heran!" lanjut'nya sinis.
"Ooh.. ya mangka'nya yang jelas, orang juga gak ngerti kalo pertanyaan lo kaya gitu!" ucap Gilang nyolot.
"Oke kembali ketopik" lerai rio mendesah berat "Jadi??"
"Jadi?" tanya gilang balik dengan wajah polos'nya.
Geram sudah rio dengan sifat yang jarang sekali gilang keluar'kan yaitu kelola'annya, ia langsung melayang'kan bantal sofa yang sedari tadi ia peluk dengan nyaman kewajah sok tampan teman'nya yang berada dihadapan'nya kali ini 'Bugh'
"Temen goblok lo! Jadi si renata sak- aww!!!" ucap rio sedikit berteriak, membuat gilang kaget setengah mati, lalu dengan cepat menginjak kaki'nya sangat kencang.
Semua orang yang berada diruangan itu menghenti'kan aktivitas'nya sebentar langsung menoleh kearah mereka ber2, mendengar suara'nya rio yang heboh dengan membawa-bawa nama renata membuat sang empunya nama mengernyit seketika.
"Lo lagi ngomongin gue ya?" tanya renata menyelidik.
"E-eh an-nu ren, e-engga ko-k ta-tadi cum-ma lagi minta pendapat'nya rio." geleng gilang terlihat sangat gugup.
'Ah goblok! Rio bego! Rio kambing! Rio oncom! Hampir aja ketahuan!!!' batin gilang menyumpah serapahi teman yang satu'nya itu.
"Bohong lo!" ucap aldi angkat suara, yang sedari tadi melihat pergerakan gilang yang tidak meyakin'kan.
"Yaudah nih gue jujur, jadi'kan sirenata.." ucap rio menggantung, melihat kearah gilang dengan muka yang sudah memerah menahan amarah'nya yang akan segera diledak'an saat ini juga.
"Renata?? Kenapa?" tanya Salsa sangat kepo.
"Renata'kan suka dibully sama runita, sekarang dia sudah bebas dari pembully'an." lanjut rio cepat dengan jantung yang berdegup kencang, karna takut melihat gilang saat ini.
"Fiuhh" gilang mendesah lega dengan jawaban rio yang tidak ada sangkut-paut'nya sama sekali kepada runita. Tapi gak papa untung ia bisa mengalih'kan pembicaraan pikir'nya.
"Kok bisa? Kenapa??" tanya maurel mengernyit.
"Ya karna'kan runita udah lulus dari sekolah gita bangsa.. Gak mungkin'kan bisa ngebully renata lagi? Jadi lo sekarang udah aman ren." jawab rio sumringah.
"Alhamdulillah deh kalo gitu, renata sudah bebas dari siJalay yeyyy" ucap maurel dan Salsa sangat senang, sambil memanggil runita dengan sebutan jalay.
"Jalay??" tanya gilang mengernyit.
"Iya jalay" angguk salsa mantap.
"Apaan itu?"
Salsa dan maurel berhadapan sekilas mengkode agar teman'nya itu paham, "JABLAY ALAY HAHA!!!" ucap'nya serempak sambil terbahak.
Ruang keluarga aldi'pun dipenuhi oleh tawa mereka yang sangat menggema sampai kesisi-sisi ruangan.
"Balik yuk udah malem?" ucap rita bangkit, memberes'kan sampah snack yang berhamburan dimana-mana karna ulah semua teman'nya.
Salsa, renata dan maurel'pun ikut bangkit memberes'kan segala macam diruangan itu yang menurut'nya berantakan, seperti bantal sofa dan gelas-gelas yang sudah kosong diatas meja.
"Kuy'lah balik" gilang, rio dan rizky ikut bangkit mengambil jaket dan kunci motor'nya masing-masing.
"Sayang aku anter ya?" tawar aldi pada renata.
"Eh gak usah, aku jalan aja deket ini" tolak renata cepat.
"Gak! Udah malem sayang, nanti kalo ada apa-apa gimana?"
"Udah biar renata gue yang anter aja al, searah ini sama gue. Lagian kalo lo nganter dia bolak-balik dong? Gak sayang bensin?" ucap gilang angkat suara dengan gaya cool'nya seakan melerai.
"Yaudah lang, gue percaya'in dah cewek gue sama lo! Tapi inget anter dia sampai depan rumah. Kalo perlu tunggu dia masuk rumah, baru lo balik." titah aldi pada gilang.
"Siap!!!" gilang mengangguk cepat.
"Kamu pulang sama gilang gak papa'kan? Kalo dia macem-macem langsung hubungin aku!" Aldi beralih pada gadis'nya.
"Iya gak papa" ucap renata tersenyum.
"Lang ayo?" panggil rio sudah siap dengan jaket'nya.
"Iya, gue balik ya al?" pamit gilang sambil bertos ria ala-ala cowok, "Ayo ren"
"Hati-hati lang" ucap aldi santai "Nanti kalo kamu udah sampai rumah, kabarin aku jangan lupa!" lanjut'nya memperingati renata sambil menarik hidung gadis itu dengan gemas.
"Iya bawel! Lepas ah, kebiasaan." ucap renata kesal menepis lengan aldi yang mencapit hidung'nya sedikit kencang.
"Bunda sama ayah lo mana al? Gue mau pamit nih" ucap Salsa menghampiri aldi.
"BUNDA.. AYAH!!!" Teriak aldi sangat kencang, membuat teman-teman'nya menutup kuping seketika.
"Brisik!" decak renata kesal, sedang'kan aldi hanya menampakan cengiran kuda'nya.
"Aldi kenapa sih! Kebiasaan banget teriak-teriak, dikira rumah ini hutan apa hah?!!" ucap rahma kesal sambil menuruni tangga bersama heril yang menatap'nya tajam saat ini.
"Mampus lo al, siap-siap aja diterkam bokap lo! Liat itu muka'nya udah garang haha" bisik rizky menakut-nakuti aldi sambil terkekeh.
"Maaf bun aldi khilaf sumpah hehe" jawab aldi menyengir, mengabai'kan bisikan rizky sebagai angin lalu.
"Bunda.. Ayah renata pamit pulang dulu ya, udah malem." pamit renata menghampiri rahma dan heril.
"Mau pulang? Pulang sama siapa kamu sayang??" tanya rahma mengernyit bingung.
"Aldi antar renata pulang sampai rumah!" ucap heril mengangkat suara tegas'nya.
"Eh gak usah yah, renata bareng gilang aja. Kebetulan searah dengan rumah tante" jawab renata bergeleng cepat.
"Yasudah hati-hati ya sayang" ucap rahma mengelus Puncak kepala renata dengan sayang "Gilang bunda titip renata ya, antar sampai depan rumah." lanjut'nya beralih menghadap gilang.
"Iya bun, pasti." angguk gilang dengan cepat.
"Kami pamit dulu tante, om. Assalamualaikum" ucap rita, Salsa, rio, rizky dan maurel dengan serempak.
"Iya hati-hati ya" jawab heril dan rahma berbarengan.
Mereka semua'pun berlalu dari hadapan aldi, rahma dan heril menuju bagasi dimana motor besar mereka semua ditempat'kan dengan aman.
"Pake nih" gilang menyodor'kan sweater'nya saat sudah duduk diatas motor besar'nya.
"Lang gue duluan ya" pamit rizky bersama Salsa yang sudah duduk santai dibelakang jok motor besar'nya.
"Yoii.." angguk gilang seadanya "Cepet pake!" lanjut'nya beralih pada renata lagi.
"Gak usah paan'sih, orang cuma sampe depan doang" tolak renata mentah-mentah.
"Pake! Angin malem gak baik buat lo."
Renata langsung memakai sweater gilang dengan ogah-ogahan sambil menggerutu kesal "Ribet banget ck! Tadi aja gue bareng yang lain." ucap'nya sangat pelan, agar gilang tidak mendengar pikir'nya.
"Udah?"
"Hmm"
"Pegangan!"
"Hmm"
Hanya membutuh'kan waktu 5menit saja untuk gilang melajukan motor'nya dengan kecepatan sedang, sampai didepan rumah salma saat ini "Nih" renata menyodor'kan kembali sweater gilang.
"Sekarang lo masuk, cuci muka, cuci kaki, cuci tangan, minum susu terus tidur deh." ucap gilang seakan meledek renata dengan jahil.
Reflek renata melotot seketika dibuat'nya "Lo kira gue anak bocah he??!!!"
"Menurut gue sih gitu" jawab gilang mengangkat bahu acuh.
"Pulang lo!" usir renata galak.
"Lo dulu masuk sana anak kecil! Nanti diculik."
"Udah sana lo pulang!!"
"Lo masuk gue balik.. Karna gue udah janji sama aldi, buat nganter lo sampai masuk kerumah."
"TERSERAH!!! THANKS." ucap renata kesal, langsung meninggal'kan gilang begitu saja didepan perumahan yang sudah sangat sepi.
"Ckck! Dasar anak kecil ambekan." geleng Gilang terkikik melihat sifat renata yang jarang sekali ditampil'kan oleh gadis itu.
*****
Lagi gak mood banyak cing-cong:'V mending langsung Vote & Comment'nya aja yoo💟💕💞