You and Him

By 107ofkahf

417 51 21

Aku tidak tahu harus memilih yang mana. Tetapi, Tuhan malah memberikan keduanya. Jung Eunhee (OC) Jeon Wonwoo... More

1
2
3
4

5

45 7 0
By 107ofkahf

Harum khas buku menyeruak di dalam ruangan berukuran seratus meter persegi ini. Seorang gadis tengah mengumpulkan buku-buku yang berserakan dari meja satu ke meja lainnya. Buku-buku yang telah ia kumpulkan, ditumpuk di atas trolley buku.

Gadis itu mendorong trolley buku menuju rak dengan tulisan "NOVEL" di atasnya. Namun, ia menghentikan langkahnya ketika melihat pria berambut coklat sedang membolak-balik halaman buku di depan rak tersebut.

Mata gadis itu memicing melihat buku yang dibawa pria berjarak dua meter di hadapannya. Buku bersampul kuning. Persis dengan buku yang ia baca waktu lalu.

Entah pria itu merasa diperhatikan atau apa, matanya menatap mata gadis itu. Lalu, ia berjalan gontai mendekat kepada sang gadis.

"Ternyata, kau menguntitku, ya? Jung... Eunhee?" Pria itu sedikit menunduk, menatap Eunhee yang hanya setinggi pundaknya.

"H-hah? Pria gila! Apa maksudmu? Dan bagaimana kau bisa tahu namaku?" Eunhee mengalihkan pandangannya. Ia tampak gugup diperhatikan oleh pria yang kini tak ada satu meter di hadapannya. Yang membatasi mereka hanyalah trolley buku.

Pasalnya, pria itu berparas lumayan tampan, walau ia bersikap dingin. Wanita normal pasti akan terpana jika ditatap seperti itu.

Pria itu menunjuk name tag di seragam Eunhee menggunakan dagunya. Eunhee sedikit malu karena ia lupa bahwa namanya terpampang jelas pada seragamnya.

"Ah, bodohnya aku," gumam Eunhee dengan suara yang sangat kecil.

"Kau, mm... J-jeon Wonwoo," ucap Eunhee seraya membaca name tag pria itu. "Dengar. Aku tidak pernah sekalipun menguntitmu. Mungkin ini hanya kebetulan jika kita bertemu kembali. Kalau pun tidak, itu pasti kau yang menguntitku!" Eunhee menatap mata pria itu dengan pandangan sengit.

Wonwoo menghembuskan napasnya. Ia menatap Eunhee kembali, seperti memerhatikan sesuatu. Matanya sipitnya seketika membulat.

Eunhee merasa aneh dengan pria itu. "Ya! Kau kenapa? Jika tidak ada urusan denganku, minggirlah. Aku sedang sibuk."

Wonwoo menepi, memberi jalan kepada gadis itu. Ia tidak segera beranjak dari tempat itu. Ia malah terus memerhatikan Eunhee yang kini sedang asyik menata buku-buku novel.

Dapat ia lihat kini Eunhee sedang berjinjit, berusaha meletakkan sebuah novel di rak bagian atas. Entah dengan perintah siapa, Wonwoo segera berlari kecil dan mengambil alih novel di tangan Eunhee. Lantas ia meletakkan novel itu pada tempat yang dimaksud Jung Eunhee.

"Ya! Apa yang kau lakukan?" Eunhee menatap pria di sampingnya tak percaya.

"Hah? Apa?" Wonwoo benar-benar nampak seperti orang linglung sekarang.

"Kau, kau baik-baik saja? Kau sakit?" tanya Eunhee. Ia bergidik, takut bahwa pria itu dimasuki makhluk penunggu perpustakaan sekolahnya.

Wonwoo menggeleng, masih seperti orang linglung. Eunhee tersenyum.

"Terima kasih, Wonwoo-ssi."

Seketika Wonwoo tersadar. Ia mengerjapkan-ngerjapkan matanya. "Hm," balasnya, kembali kepada sifat dinginnya.

•••

"Kau tau, Soeun-ah? Aku bertemu pria gila itu lagi di perpustakaan," bisik Jung Eunhee sambil memasukkan daging ke dalam mulutnya.

"Apa yang dia lakukan?" Soeun pun tak mau kalah melahap makanannya.

"Dia... membantuku."

"Benarkah? Mungkin ia mulai tertarik kepadamu," ujar Soeun asal-asalan, membuat Eunhee meletakkan sumpitnya dan mendengus kesal.

"Jangan asal bicara. Beberapa saat kemudian, ia kembali ke sifat dinginnya dan langsung pergi begitu saja." Kang Soeun menertawai sahabatnya yang duduk dihadapannya.

Tiba-tiba, Eunhee membulatkan matanya seraya menelan makanan di mulutnya dengan paksa.

"Dia, dia... pria gila itu, Soeun-ah."

Eunhee menunjuk orang yang berjarak dua meter di belakang Soeun dengan dagunya. Soeun menoleh, namun segera kembali menatap Eunhee.

"Ya! Jung Eunhee. Apa kau tidak salah orang? Kau tidak tahu siapa dia?"

"Kalau tidak salah, namanya J-jeon Wonw-woo," ujar Eunhee sambil mengingat-ingat tulisan di name tag pria gilanya.

"Aish. Sudah berapa lama kau di sekolah ini? Semua yang ada di sekolah ini pun tahu namanya Jeon Wonwoo."

Eunhee mengangkat sebelah alisnya. Tak mengerti apa yang dimaksud sahabatnya.

"Dia seonbae kita, Eunhee-ya. Termasuk salah satu pemain basket terbaik di sekolah. Oh ya, dia juga tergolong most wanted boys di sini. Tampan, pintar, berbakat. Tapi, sayang sekali ia sangat menutup diri. Dari gosip yang beredar, ia punya masa lalu."

"Masa lalu?" Eunhee semakin tidak mengerti apa yang dibicarakan makhluk di hadapannya. Jari tangan kanan Soeun membentuk peace dan menggerak-gerakkannya.

"Ah, aku tidak mengerti. Sudahlah, ayo ke kelas. Aku sudah kenyang." Eunhee beranjak dari duduknya. Soeun mengikuti sahabatnya setelah ia meneguk habis minumannya yang tinggal sepertiga gelas.

"Tunggu aku, Eunhee-ya," teriak Soeun membuat beberapa siswa yang ada di kantin melihat ke arahnya.

Termasuk Jeon Wonwoo, yang baru saja mengisi penuh nampan makan siangnya. Ia menatap dua gadis yang berjalan ke arah pintu keluar kantin. Ia yakin salah satunya adalah gadis yang ia temui di perpustakaan tadi.

Wonwoo duduk sendirian di pojok kantin. Bukannya ia tak punya teman. Malahan ia terkenal di sekolahnya. Namun, teman-temannya tidak ada yang berani duduk dengannya karena takut Wonwoo akan menyikapi mereka dengan dingin. Wonwoo pun sebenarnya menyadari hal itu.

"Oppa!"

Seorang gadis duduk di sebelah Wonwoo, langsung merangkul lengan kanannya manja. Wonwoo tetap melanjutkan makan siangnya tanpa meperdulikan gadis itu.

Ia juga tidak memperdulikan sekitarnya yang memberikan reaksi bermacam-macam. Ada yang menatap jijik gadis di sebelahnya, ada juga yang berbisik-bisik dan dapat didengar oleh telinga Jeon Wonwoo.

"Oppa!" Gadis itu memanggil Wonwoo kembali, kali ini dengan menggoyang-goyangkan lengan kanan Wonwoo.

Wonwoo menunda makanan yang akan masuk ke mulutnya. Ia meletakkan sumpitnya, menghela napasnya, lalu menatap datar gadis tadi.

"Pergilah," ucap Wonwoo singkat. Gadis tadi menampakkan wajah kecewanya.

"Pergilah, Lee Haera. Kau menggangguku." Gadis bernama Haera tadi melepaskan lengan Wonwoo dengan terpaksa. Ia membenarkan posisi duduknya. Wajahnya murung.

"Oppa, kenapa? Kenapa kau selalu bersikap seperti itu kepadaku? Apa kau tidak ingat? Orangtua kita menyuruhmu untuk menjagaku. Aku, aku akan-"

"Apa? Mengadu pada ayahku?" potong Wonwoo cepat membuat Haera mengunci mulutnya. "Mengadulah! Aku tidak peduli." Wonwoo beranjak meninggalkan Haera.

Haera menghembuskan nafasnya dengan sekuat tenaga. Karena baginya, menghembuskan nafas dengan sekuat tenaga sama saja dengan membuang segala amarah di hatinya.

•••

Ceklek!

Anak laki-laki itu membuka pintu rumahnya dengan hati-hati. Ia teringat perkataan hyung-nya tadi. "Masuklah, jangan menangis lagi. Aku tahu kau bukan anak yang lemah."

Anak laki-laki itu memberanikan diri masuk ke dalam rumah megahnya.

"Memangnya apa masalahmu, hah?"

Suara bentakan seorang pria yang memekakkan telinga menyambut kedatangan sang anak laki-laki. Ia hanya bisa terdiam di tempatnya berdiri.

"Masalahku? Kau suamiku! Dan kau berkencan dengan jalang itu!" Suara yang melengking menyahut bentakan tadi dengan tak kalah keras.

PLAK!

"Jaga mulutmu, Han Saera!"

"Kenapa? Bukankah itu benar? Kim Junyoung?"

Lagi. Kedua orang tua bocah itu kembali bertengkar. Ia dapat melihat ibunya yang terduduk di lantai seraya memegangi pipi, serta ayahnya yang menatap ibunya dengan penuh amarah. Ia segera berlari menuju kamarnya dan menutup pintunya rapat-rapat.

Bocah itu sangat ketakutan. Air matanya mengalir lagi. Ia ingin melindungi ibunya. Tapi, apa yang bisa dilakukan seorang anak berumur sembilan tahun yang bahkan takut untuk pergi ke kamar mandi sendirian?

"Hyung, aku takut," lirih anak laki-laki itu seraya memeluk lututnya.

•••

HAI! Pakabar, Readers?

Udah terjawab tuh siapa "Pria Gila"-nya Jung Eunhee. Wkwk. Muncul tokoh baru juga di part ini.

Okei! Jan lupa vomments ya, guys!

-Whitelilac2018

Continue Reading

You'll Also Like

158K 17.4K 17
'Kak ganteng liat aku donq' -ww ∆Yaoi Area∆ Copyright © punyajake
120K 10.1K 27
[2018 Ver.] Wonwoo yang secara harfiah adalah anak yang dingin dan cuek jatuh cinta pada Mingyu, apakah Mingyu peka? Lalu bagaimana kisah perjuangan...
158K 13.2K 21
NOTE : last two parts and bonus chapters are privated, guys :) He maybe looks like an ice statue, but deep inside he has a warmness you don't know...
Wattpad App - Unlock exclusive features