I Hate You but I Love You (Co...

Por aurisyaputri

227K 9.3K 261

Arletta Maharani, gadis kelas 3 smp yang selalu mengejar Farel Aditama Xander, kakak kelas 11 sma. Ya mereka... Más

1 (prolog)
2
note
3
4
5
7
8
9
trailer abal-abal
10
bincang-bincang
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
chit chat
29
30
31
32
33
34
35
36
bonus chapter
extra chapter
New story
protection

6

5.3K 261 3
Por aurisyaputri

Ps. Itu revan

Pagi pagi buta pada pukul 3 letta berkutat di dapurnya. Ia sedang membuat sesuatu untuk farel.

"Akhirnya selesai juga." Letta menutup tupperwarenya dan ia membawanya ke kamar. Letta melakukan rutinitasnya yaitu mandi, setelah selesai ia berganti seragam dan memakai sepatu.

Pada pukul 05.30 letta memutuskan berangkat ke sekolah. Karena percuma saja ia ikut sarapan bersama keluarganya, toh dia tidak akan di hiraukan. Ia ke sekolah dengan berjalan kaki, ia ingin menikmati pagi yang dingin. Dan banyak titik air pada dedaunan.

Letta menghirup sejuknya udara. Satu kata yang ada di benaknya, rindu. Iya rindu bersama keluarganya yang selalu menghabiskan pagi dengan berolahraga, ia rindu bercanda dengan keluarganya. Ia rindu semua tentang keluarganya.

"Hufttt, letta harus kuat. Letta bisa laluin ini semua, letta gak boleh cengeng." Letta meyakinkan dirinya, lalu kembali berjalan cepat agar dia sampai lebih dulu dari farel.

Setelah setengah jam berjalan, letta  sudah sampai di area sekolah dan dia menuju kelas farel. Ia meletakan tupperwarenya di atas meja farel. Jam masih menunjukan pukul 6, ia sangat ngantuk dan memutuskan untuk istirahat sebentar di meja farel.

Jam setengah 7, kelas masih kosong. Farel muncul dari pintu, ia terkejut ada seseorang yang tidur di mejanya. Ia mendekat dan menatap orang itu.

"Letta." Ucap farel dalam batinnya.

Farel melihat wajah letta yang sangat pulas, ia tidak tega membangunkannya. Ia menatap lama wajah letta. Di benak farel sebenarnya letta cantik, tetapi gadis ini sangat berisik. Dan ia sangat risih kepadanya.

Orang-orang pun mulai berdatangan.

"Bangun.." ucap farel. Tapi letta tidak terusik.

"Bangun letta." Ucap farel yang menggerakan tubuh letta. Letta mengerjap dan mengelap bibirnya.

"Kak farel, maaf letta ketiduran." Letta langsung bangkit.

"Ini buat kakak." Letta mengambil dan menyerahkan tupperware itu.

"Gak. Makasih, minggir." Letta tersenyum dan meletakan di tempat semula.

"Pokoknya harus mau,  letta balik ke sekolah dulu. Bye kak farel my future bf." Teriak letta dan sambil berlari meninggalkan kelas farel.

Farel hanya menghembuskan nafas kasar. Dimas datang ke arah farel sambil menunjuk pintu keluar.

"Itu letta, ngapain kesini?" Tanya dimas. Farel hanya mengangkat bahunya.

Dimas hanya mendengus kencang dan duduk di sebelah farel.

"Lihat pr dong rel, gue belom nih."

Farel mengambilnya dari tas dan memberikan bukunya itu.

"Makasih tayankkk." Dimas mengerucutkan bibirnya. Farel menatap jijik, lalu menoyornya.

Pelajaran pun di mulai, para siswa pun memerhatikan penjelasan guru. Suasana kelas seperti biasa, ada yang tidur, bermain hp dan ada pula yang pergi dari kelas. Setelah berjam-jam pelajaran, akhirnya bel istirahat berbunyi.

Farel dan teman-temannya, segera keluar kelas dan berjalan ke kantin, cacing mereka sudah berteriak kelaparan.

"Cepet pesen gih mas, gue laper. Kayak biasa." Suruh farel.

"Lo sekalinya ngomong panjang, suruh-suruh gue. Temen apaan lo, kalau dateng cuman di saat butuh doang." Ujar dimas

"Berisik lo, sekalian. Lo juga laperkan, buru dah." Ucap farel.

"Mana duitnya?" Minta dimas sambil menengadahkan tangannya ke farel.

"Pake uang lu dulu. Gue juga nitip, kayak biasa." Ucap gino dan di ikuti dengan revan.

"Ah kalian mah, gue kan kagak ada duit. Dasar teman biadap, dimas gak like, dimas hate. Dimas mau pindah aja." Ujar dimas dramatis.

"Berisik, buruan." Teriak farel, gino dan revan bebarengan. Dimas mengerucutkan bibirnya dan kaki nya menghentak-hentak. Lalu ia berbalik dan membelikan makanan pesanan teman-temannya itu.

"Mikum kakak-kakak."

Mereka menoleh ke asal suara.

"Letta." Ucap revan.

"Iya ini letta, hehehe letta ikutan ya. Tempatnya penuh." Ujar letta sambil meletakan mangkuk baksonya itu.

"Iya gapapa kok ta, santai aja." Ucap gino.

"Kalian gak makan?" Tanya letta.

"Udah tuh, dimas yang mesenin." Tunjuk revan menggunakan dagunya.

"Yaudah deh ntaran aja makannya, nunggu kalian aja."

"Makan aja dulu, keburu dingin." Ucap gino, tapi letta menggelengkan kepalanya. Heningpun meliputi meja mereka. Hanya bunyi ketikan hp.

"Ngapain?" Tanya farel sambil menatap letta, letta mengerutkan keningnya. Setelah itu ia mengerti maksud farel.

"ohh, letta mau makan sambil ngapel my future boyfriend." Cengir letta.

"Emang sekolah lo ga punya kantin. Ga punya malu lo masuk terus ke area shs?" Ketus farel. Letta mengerucutkan bibirnya.

"Biarin, bodoamat. Penting letta ketemu kak farel." Letta mengeluarkan lidahnya.

"Yaudah lah rel, biarin aja. Biarin letta di sini." Ucap gino sambil tersenyum manis.

Farel hanya menghembuskan nafasnya panjang. Akhirnya pesanan yang mereka nantikan datang.

"Lama lu, laper gue elah. Mana punya gue?" Kesal revan.

"Yee, dasar gatau terima kasih ya. Udah di beliin juga. Sini bayar, jeban." Minta dimas

"Sama temen sendiri itungan banget lo. Udah ikhlasin." Ucap gino sambil menepuk bahu dimas.

"Ikhlas pale lu. Duit gue itu yawlah." Ucap dimas.

"Berisik, makan." Ucap farel, gino dan revan berbarengan. Letta hanya terkikik melihatnya. Poor dimas.

"Emang kak farel jajan berapa kak?" Tanya letta.

"Jeban." Ucap dimas sambil menyeruput mi ayamnya.

Letta mengeluarkan uang dari dompetnya.

"Ini kak, biar aku yang ganti." Letta akan menyerahkan nya ke dimas. Dan dimas ingin mengambilnya. Namun tangannya di cekal oleh farel.

"Ga perlu, gue bayar sendiri gue bukan orang miskin." Ucap farel dingin.

Letta menarik tangannya lagi.

"Maaf kak, letta gak bermaksud kayak gitu." Ucap letta.

"Makan." Perintah farel.

Bel masuk sudah berbunyi.

"Kamu balik gih ta, udah bel masuk. Nanti guru kamu udah masuk lagi." Ucap gino.

Letta menganggukan kepalanya.

"Letta masuk dulu ya kak, semangat belajarnya." Letta berdiri dan berjalan menuju ke sekolahnya.

Tapi tiba-tiba ia berbalik dan berteriak, " semangat belajarnya kak farel my future boyfriend." Letta lalu berlari meninggalkan area sekolah farel.

Semua mata memandang ke arah letta. Ada yang menatapnya jijik, ada yang menganggap hal itu sangat romantis.

"Tuh lo harusnya beruntung rel. Ada yang suka sama lo segitunya. Apalagi cewenya itu letta, udah cantik, manis, ceria lagi. Coba gue jadi lu, udah gue embat tuh." Ucap dimas yang menyangga kedua pipinya dengan tangannya.

"Embat aja." Ucap farel lalu berdiri meninggalkan teman-temannya itu.

"Udah ayo, keburu miss. Eli dateng, ntar telat kita di hukum." Mereka bertiga pun mengekor di belakang farel.

Bel pulang sekolah pun berbunyi. Dan para siswa sudah berlarian keluar dari area sekolah.

Farel yang hendak menyalakan motornya.

"Kak letta nebeng dong. Plisss." Mohon letta yang merapat kedua telapak tanganya di depan dada.

"Gak." Tolak farel.

"Pliss, sekali aja kak." Mohon letta.

Farel mendecakkan bibirnya.

"Naik."

Letta tersenyum mendengar itu. Lalu naik ke motornya. Di perjalanan, letta selalu berusaha mengajak bicara farel. Tetapi tetap saja tidak ada balasan atas ucapan letta.

"Loh kak, rumah letta belok kanan." Farel tetap melajukan motornya ke arah yang berbeda. Letta tidak berani protes lagi.

Setelah motor farel berhenti di tempat parkir mall.

"Ngapain kesini kak?" Tanya letta. Farel tidak menjawab dan berjalan meninggalkan letta ke arah gramedia.

"Ohhh beli buku." Gumam letta. Dan ia mempercepat langkahnya.

Letta menghampiri farel yang sedang memilih buku.

"Kak farel mau jadi pilot?" Tanya letta yang memperhatikan buku yang di bawa farel.

"Gausah kepo." Farel meletakan buku satunya dan membawa yang ada di tangannya menuju kasir lalu membayarnya. Farel keluar dan letta hanya mengikuti di belakangnya.

Saat farel berbalik, letta tidak ada. Ia menatap ke kanan dan kiri. Tapi nihil letta tidak ada, akhirnya ia memutuskan kembali ke arah gramedia.

Ia menemukan letta yang sedang berdebat dengan anak kecil di depan stand es krim. Ia menghampirinya.

"Minta maaf dong dek, luhat es krim kakak tumpah di jaket kakak." Ucap letta kepada anak kecil itu.

"Gamau, kakak jahat." Ucap anak kecil

"Kok kakak yang jahat, ya kamu yang nakal. Minta maaf gak." Nyolot letta.

"Ada apa ini?" Tanya ibu anak kecil iti.

"Anak ibu, dia numpahin es krim saya ke jaket saya. Dan dia gamau minta maaf bu padahal dia yang salah." Adu letta.

"Mbak, mbaknya kan udah gede. Ngalah dong sama anak kecil." Marah ibu itu.

"Saya ngalah kok bu, saya kan ngajarin adeknya buat minta maaf kalau ngelakuin kesalahan sama orang lain." Ucap letta.

"Mbaknya gausah sok ngajarin anak saya deh."

"Letta, ngapain?" Tanya farel.

"Mas, ajarin pacarnya ya. Kalau mau berantem jangan sama anak kecil. Ayo sayang kita pergi dari sini." Ibu itu menarik anaknya.

"Hiih, gue kan niatnya baik." Kesal letta.

"Udah, cepetan. Lo childish banget sih, pake berantem sama anak kecil segala."

"ya tapikan..."

"Buru." Potong farel.

Letta menghentakan kakinya dan mengikuti farel. Di perjalanan mereka berdua hanya terdiam menikmati hembusan angin malam.

"Makasih kak tumpangannya. Hehe, tambah cinta deh." Ucap letta.

Farel hanya meliriknya dan mengegas motornya melaju meninggalkan rumah letta. Tapi farel baru ingat, jaketnya. Jaketnya di pakai oleh letta tadi, karena letta memaksanya untuk melepaskan jaket kesayangannya itu untuk di pakai dirinya.

Farel pun berbalik, tapi saat sudah hampir dekat dengan gerbang rumah letta.

Plakkk.

"KENAPA BARU PULANG. MAU JADI APA KAMU JAM SEGINI BARU PULANG. JAKET SIAPA INI? KAMU KECIL-KECIL GA PUNYA MALU. KAMU JUAL DIRI YA!! DASAR ANAK GAK TAU MALU." Teriak mama letta.

Letta menitikan airmatanya, memegangi pipinya yang memerah.

"PUKUL AKU MA, PUKUL SAMPE MAMA PUAS. PUKUL MA, PUKUL SAMPE RASA BENCI MAMA LENYAP. PUKUL LETTA MA." Bibir letta bergetar, ia merosot ke bawah.

"Letta capek mah, letta capek selalu di salahin. Kapan letta bener di mata mama? Sampe kapan mama nyalahin letta." Ucap letta menangis.

"JAWAB MA JAWAB LETTAA." teriak letta bercucuran air mata.

Mama letta berteriak di hadapan letta sambil menunjuknya, "SAMPE RENALD HIDUP LAGI, MAMA GAK BAKAL BERHENTI NYALAHIN KAMU. INGET ITU."

Blammmm... suara pintu terbanting dengan keras.

Letta terisak menangis di depan rumahnya. Hujan pun turun membasahi tubuhnya.

"Kak renald, letta butuh kakak. Bawa letta sama kakak. Letta capek." Gumam letta yang mendongak menatap atas. Air matanya mengalir bersama air hujan.

Farel menatap kaget dengan kejadian di depannya tadi. Kenapa mama letta begitu keras terhadap letta. Ada apa dengan hidup letta sebenarnya?

Haloooo, aku kembali. Hehe maaf lama upnya. Jangan lupa vommentnya. Happy reading guys!!!😉

Seguir leyendo

También te gustarán

65.3K 4.7K 50
Mendapat predikat sebagai siswi dengan nilai paling buruk seangkatan, membuat Letta mau tidak mau harus segera mencari orang yang bisa membantunya be...
240 19 19
[FOLLOW SEBELUM DI BACA] Ellion Galleta Alcyone seseorang yang dipanggil "Letta" adalah murid baru di SMA MANDALA pindahan dari SMA 1 Bandung menjadi...
1.5K 126 16
─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─ׅ─̥❁ 𝐢𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐫𝐞𝐦𝐚𝐣𝐚 𝐒𝐌𝐀 𝐛𝐞�...
405 70 34
Seorang siswa kelas sepuluh bernama Farel menemukan seseorang yang memikat hatinya ketika baru saja mengawali masa SMA-nya. Mereka memang saling menc...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas