FIRST LOVE

By Am1006

6.8K 664 90

Yah, seperti kata bijak Disraeli "Jangan pernah menyesal setelah kamu mengungkapkan suatu perasaan. Karena ji... More

Unlikelady
Our Movie
Punishment
Cast of 'First Love'
Golden Trip Part 1
Festival Musik Manula
"Kamu punya kami"
Golden Trip Part 2
Feminisme
First Love
Kotak Pandora Korea
Aigoo! 'di Tag-in'
Jalan Berputar
Sesuatu yang Salah
Urband Legend
Golden Trip Part 3
Jalan Berbunga
Pengumumañ
Pemeran Pria Kedua
Tertawa

Let it Shine Baby !

104 9 4
By Am1006

So Hyun POV

Flash Back On

Siang itu, kami berkumpul di gazebo taman. Kami asyik melahap ottoboeki sambil bermain truth or dare. Ketika aku mendapat giliran, botol plastik orange juice itu menertawakan aku - menunjuk ke arahku.

"Ya...Siapa yang paling kau takuti dihidupmu?" Tanya Baekhyun kalap karena kesal sedari tadi ia terus dirundung pertanyaan.

"Appa" jawabku lirih.

"Hahaha...." oppa Suho tertawa seakan tak heran dan penasaran dengan jawaban takutku itu.

"Appa.....Baekhyun" lanjutku lagi.

Air muka wajah Baekhyun yang sebelumnya ceria melihatku dicerca, tiba-tiba suram.

"Iya Hyun. Appa-ku memang mengerikan" lirih Baekhyun mengakui.

Flash Back Off

Aku dan oppa Suho makin bertanya-tanya dalam hati. Sudah seminggu kami tak bertemu dengan Baekhyun, apa dia sakit. Apa dia benar-benar marah...ah tak mungkin.

Akhirnya kami memutuskan untuk ke rumah Baekhyun sore ini. Pintu gerbang besar berwarna hitam kami geser perlahan.

Srekkkk.....bunyi yang mengganggu dari besi yang tergesek.

Tap...

tap...

tap...

Langkah kami berderap kencang, kakiku yang sakit akibat cedera ku seret paksa. Akh...batinku merasa ada yang tidak beres dengan namja jahil itu. Ku tekan bel rumahnya berkali-kali, tak ada jawaban. Ku pencet sekali lagi dan ku dengar langkah kaki sepatu high hill yang ku paham itu omma Baeki.

Kami menanti pemilik high hills itu membukakan pintu untuk kami. Ku lihat teras minimalis rumah Baekhyun yang terlihat tak rapi, bunga-bunga layu tak disiram. Beberapa debu terlihat menyelimuti kursi palet di pinggiran teras. Apa pembantu rumah tangga sudah tak kerja di sini. Menambah kekhawatiranku.

Ku pandang wajah Oppa Suho. Matanya terlihat cemas dengan nafas tak beraturan. Kami kalut. Pintupun terbuka, omma Baekki dengan ramah menyapaku walau wajahnya menyembunyikan sesuatu.

"So Hyun dan Su Ho, kalian kemari?"

Sebuah pertanyaan aneh, biasanya omma Baeki langsung mempersilahkan kami masuk.

Pyarrrr....

Kami kaget, tak terkecuali omma Baeki.

Sebuah benda berbahan kaca jatuh -- pecah di lantai.

" Omma!!!" terdengar suara jeritan dari kamar atas.

"Yoona...." lirih Oppa Suho refleks melenggang ke kamar atas.

Suara eonii Yoona menjerit ketakutan. Ku lihat Baekhyun keluar dari kamarnya dan  berlari ke arah kamar eonii Yoona, akupun mengikutinya di belakang bahu Baekhyun yang kurus.

"Kamarnya terkunci, sepertinya kuncinya ada di dalam" jelas Suho panik memegang kenop pintu.

Rasanya waktu berjalan kilat.

"Appa, jangan!" teriakan histeris eonii bercampur tangis.

Baekhyun makin kalap, dengan wajah memucat ia dobrak  pintu kamar eonii satu -satunya itu. Tak berhasil.

" Jangan Baeki, ayahmu mabuk" rayu omma- nya sambil menarik -narik ujung baju putranya itu.

" Dia bukan Appa-ku,  Oma tetep bela dia, dia mau mengambil kehormatan eoni Yoona. Ia tak waras!!! " jawab Baekhyun dengan mata memerah.

Kami baru sadar, sebejat itu appa Baekhyun. Seorang penegak hukum diluar namun menjadi penjahat di dalam rumah tangganya sendiri.

Kamipun mengambil kuda-kuda...Akupun ikut mendobrak, walau kakiku sakit.

1...
2...
3...

Brakkk!!!

Pintu berwarna pink itu luluh lantah dengan kekuatan kami. Terlihat, appa tiri Baekhyun mulai menggagahi Eoni Yoona yang tak berdaya. Seluruh tubuh eoni terlihat memar-memar. Dengan sigap ku ambil selimut dan menutupi tubuh mulus eonii.

Baekhyun dan oppa Suho menarik pria paruh baya dibawah kendali alkohol itu hingga terbanting ke dinding. Oppa Suho dengan sigap menggendong eoni, membawanya ke kamar Baekhyun.

"Appa, apa salah kami. Kau selalu menyiksa kami begini" sisi muka Baekhyun yang tak pernah ku lihat. Dipegangya dengan erat kerah seragam appa-nya itu.
Hanya ucapan melantur yang keluar dari mulut berbau alkohol itu sambil sesekali tertawa bak orang gila, menambah perih hati Baekhyun.

Aku dengan cepat menekan nomor darurat di handphone-ku. Tapi...

Bugh!

"Jangan....aku mohon!" Omma Baekhyun memohon, ia  melempar hapeku ke atas ranjang.

Aku diam menurut. Namun aku merasa ini adalah kesalahan terbesar yang akan aku sesali. Pilihan yang akan membuat semua orang  nelangsa.

Baekhyun mulai melonggarkan tarikannya. Ia mulai melangkah pergi dengan lemas. Bibirnya masih bergetar menahan amarah. Rahang mukanya mengeras.

Aku cuma bisa diam. Canggung.

"Aku bosan dengan kalian...kalian parasit!!!" Teriak Appa Baeki bangun dari tempatnya dengan mata memanas.

Dilemparnya dengan kuat guci porselen ke arah kepala Baekhyun.

Prank!!! Membuat lekingan yang menyayat.

"Baekiii! Sahabat baikku itu ambruk ke lantai. Aku dan oma sejurus lari ke arahnya. Darah mengucur tak henti dari kepala Baeki. Membuat rambut pirangnya memerah. Ku buka sweaterku, ku tekan lukanya.

"Akhhh. hapeku....!" Ku lihat ke sana kemari tapi tak ketemu. Tak terlihat diranjang atau dimanapun.

"Baekhyun maafkan omma. Harusnya Omma tak menyeret kalian ke neraka ini" jelas Omma Baeki menyesal atas pilihannya menikahi pria itu.

Oppa Suho datang membawa tongkat bisbol, diarahkan pukulannya ke tubuh appa Baekhyun.

"Appa macam apa kau ini!Jangan lukai sahabatku"Cerça Oppa Suho dengan nada bergetar.

Bugh..bugh...beberapa pukulan mengenai bagian yang tak mematikan. Oppa Suho tepat bertindak.

Ia terlihat kesakitan hingga terkulai lemas.

Oppa mendekat membantu memegangi kepala Baekhyun yang masih mengucur. Diambilnya saputangan untuk memperban kepala Baeki sembari menekan tombol darurat di hapenya.

"Hallo, ada kasus penganiayaan di...."

Prak...Appa Baeki dengan wajah beringas menendang punggung Oppa Suho. Oppa terguling...wajahnya meringis kesakitan. Omma Baekhyun langsung berdiri melindungi kami dan apa yang terjadi. Dorongan keras Appa Baeki membuat tubuh kurus omma Baeki terpental ke dinding dan....

Bugh....!!!

darah terciprat di dinding berwarna putih itu.

Deg. Jantungku terasa terhenti. Air mata refleks membelah wajah cemasku. Beliau sudah seperti omma kandungku. Appa jahat Baeki berusaha membunuh ommanya.

"Tidakkkk!Omma!!!" Baekhyun mengumpulkan kekuatannya merangkak ke arah ommanya. Dipeluknya omma yang melahirkannya itu. Dirabanya perlahan berharap nadi dan nafas itu tetap berdenyut stagnan.

Tanpa ba bi bu...

Oppa yang masih kesakitan mulai melawan ke appa Baeki. Akupun mengeluarkan keterampilan sabuk hitam taekwondo walaupun cedera kakiku menjadi-jadi.

Kyaa.....ku tendang bagian kemaluannya. Ku hujani pukulan ke perutnya. Hingga ia muntah bau alkohol yang khas. Entah kekuatan super dari mana, Appa Baekhyun seperti tak terkalahkan.

Oppa Suho terlihat kalap.

Brakk !!dua tubuh pria itu kemudian menabrak lemari kayu kecil hingga pecah teberai dari rancangannya. Oppa Suho diam tengah menahan perih. Pria berseragam polisi itu menjambak rambut Oppa Suho dengan sekuat tenaga, menariknya ke arah kamar mandi. Membenamkan kepalanya kedalam bak mandi hingga berkali-kali.

Aku tak sanggup melihat, ku ambil tongkat bisbol yang tergeletak di bawah kaki Baekhyun itu. Ku ambil secepatnya.

"Andwee...hyun" tukas Baekhyun lemah dan aku tak peduli dengan cepat ku pukulkan ke punggung Appa tirinya itu. Aku berharap ia rebah, namun di luar perkiraanku ia membalikan badannya, tampak kesal.

Wajahnya beringas, mata tajamnya penuh keegoisan dan nafsu yang meluap-luap, tangannya tengah mengepal. Tak terduga ia mengambil pistol yang terselip di pinggangnya. Aku menahan napas sambil berjalan mundur. Aku tak berani mengambil tindakan, atau aku akan mati konyol di sini, di hadapan sahabat-sahabatku.

Jantungku makin berdetak tak beraturan, aku ingin menangis, jemariku makin mendingin, mataku makin fokus dengan pistol berwarna hitam silver itu yang di layangkan ke arahku.

Pagi ini, begitu hitam aku mulai ingat dengan senyuman Omma dan Appaku. Ingat kebersamaanku dengan Oppa Suho dan Baekhyun.

Entah mengapa?Kenapa ingatanku berputar-putar. Dan teringat kembali mimpi kemarin yang tak ku ingat.

Putih, kemudian perlahan muncul warna merah, hijau, biru, menghitam, kemudian jingga.

Ku lihat warna-warni itu pada aurora. Indah sekali, begitu takjub diriku akan keindahannya kemudian ku melihat seseorang pria yang sungguh aku kenal, sungguh aku ingat, tangan besarnya yang begitu hangat menggenggamku, aku bersender di bahunya. Begitu tenang lengannya memelukku dan kemudian memberikan jaketnya untukku, menyelimutinya di depan aurora, masih dengan bintang dan bulan dengan tanda bercak seperti ada dinosaurus di dalamnya. Rasi bintang scorpio di timur tenggara bergoyang, ada aliran air yang begitu sejuk membasahi kakiku. Air itu berwarna keemasan, begitu kemilau. Panorama yang sungguh menakjubkan, banyak hamparan bunga dan rumput yang saling bergesekan tertiup angin sepoi-sepoi.

Hampa.

" Kau yang telah membunuh Appa-ku" teriak Baekhyun sekuatnya hingga mengagetkanku, ia mencoba mengalihkan perhatian.

"Benar, aku iri dengannya Appa-mu selalu mendapatkan semuanya yang kuinginkan bahkan cinta Omma-mu. Dan kau tahu... ku rasa omma-mu telah mati, bagaimana rasanya, appa dan omma-mu ku bunuh, eonii-mu ku perkosa, dan kau juga akan mati di ujung jari telunjukku" sambil mendekat dan melayangkan pistol ke arah Baekhyun.

Apa maksudnya antara Baekhyun dan Appa tirinya itu. Aku mulai bingung. Ia pun mulai mendekat. Aku tak sanggup, aku takut ia melukai Baekhyun. Suasana benar-benar hening. Muka mereka masing-masing menampakkan kemarahan yang amat, tak pernah aku lihat yang seperti itu dari Baekhyun.

" Jangan! Tolong jangan lukai dia lagi" teriakku.

" Aha, bagaimana aku bunuh dulu yeoja yang kau sukai ini. Sangat muda dan menarik. Ia juga pemberani, sangat berani kepadaku. Tapi keberaniannya itu mengantarkannya pada kematian yang konyol" kata Appa Baekhyun itu sambil berjalan ke arahku.

Tap

tap

tap

Waktu sekan bergerak slow motion, pandangan mengabur tak jelas. Ada secercah cahaya yang seakan ini adalah puzle memori. Seperti deja vu. Aku pernah merasakan ini. Namun aku tidak kaget dengan ini.

Ia pun mulai mempersiapkan pelatuknya. Aku diam, aku sungguh ketakutan. Aku tak dapat menguasai diriku lagi, aku pasrah. Aku hanya merasakan kakiku melemas dan mulutku tak dapat digerakkan.

" 1, 2, 3.....let it shine, baby"

" Duarrrrr!!!" suara letusan itu meletup-letup merasuk tubuhku.

Continue Reading

You'll Also Like

2.6K 259 19
" Somi gw tantang lo harus bisa berhasil ajak Chanyeol seonsaengnim berkencan 1 kali". Mereka semua menatap Jennie tak percaya, sebab Chanyeol-saem...
47.2K 13.6K 60
Bagaimana jadinya jika orang yang selalu melindungimu kembali, sosok yang selalu kau kira sebagai malaikat kecil. Cinta yang terjalin di taman berma...
158K 16.6K 20
"Izinkan aku mempersunting adikmu, Hun" -chanyeol "A-aku ke kamar dulu" -Sehun "Semua keputusan kuserahkan pada Baekhyun" -Jongin "Jadi Baekhyun, b...
GONE By Bella

Fanfiction

4.8K 428 34
Oh sehun adalah seorang namja tampan yang bersifat sangat dingin. Bertemu dengn seorang gadis bernama Oh Yoon Hee wanita yang berprofesi sebagai maha...
Wattpad App - Unlock exclusive features