Penjaga CCTV dan juga nona Abigael terus memantau mereka, ia tak berhenti mengirimkan pasukan untuk mencegah mereka kabur.
"Kirim pasukan, pergi ke bagian koridor belakang. Over!" ucap nona Abigael melalui Walky Talky yang terhubung dengan semua penjaga, dan tentara tentunya.
"Siap laksanakan, over!" jawab sesorang melalui walky talky tersebut.
'Bugh'
"Ahhh!"
Tiba-tiba ada seorang wanita yang mengenakan masker hitam yang masuk ke ruangan CCTV dan menyerang salah satu penjaga.
"Hey. Siapa kau?" penjaga lain yang mendengar erangan tersebut menoleh ke belakang dan langsung bertanya kepada sosok misterius tersebut.
Saat melihat kondisi rekannya tergeletak di atas lantai, mereka langsung menyerangnya, tetapi wanita tersebut berhasil menghindar dan memukul punggung mereka berdua dan menjedotkan kepalanya ke lantai.
'Dukk dukk'
Kedua penjaga itu jatuh pingsan dan tergeletak di lantai.
Abigael yang mendengar keributan di belakang sana refleks menoleh.
Ia tidak dapat melihat kondisi di belakang karena tertutup oleh rak besar yang tersusun benda-benda canggih di sana.
"Kau tetap awasi mereka dan jangan biarkan mereka lolos!" ucap nona Abigael kepada pria yang masih memantau cctv. Pria tersebut hanya menganggukan kepala dan fokus memantau.
Merasa penasaran nona Abigael pun berjalan ke sumber suara itu berada.
'Sebenarnya apa yang terjadi?' Batin nona Abigael sembari berjalan menuju asal keributan itu.
'Bugh'
"Awhh!"
Saat sedang berjalan, tiba-tiba wajah Abigael ditinju oleh wanita misterius itu. Ia sempat tersungkur, kemudian dengan sigap ia kembali berdiri. Terlihat luka lebam di pipinya.
Lalu, Abigael berdiri menghadapi wanita tersebut dan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Bersiap memasang kuda kuda untuk menyerang, dengan seringai yang terpampang di wajahnya.
"Cih. Nona Abigael" ujar wanita tersebut yang memandang nona Abigael dengan tatapan sinis.
Tanpa basa basi, nona Abigael langsung menyerangnya. Abigael hendak memukul pundak wanita itu, tetapi pukulannya berhasil di tangkis.
Wanita tersebut memegang kedua tangan nona Abigael dan menendang nona Abigael hingga tubuhnya terdorong ke belakang.
'Bughh'
'Sialan' batin abigael
"Hanya segitu kemampuanmu, Scarlet?" tanya nona Abigael dengan nada bicara yang angkuh. wanita yang dipanggil Scarlet hanya memaparkan smirk di wajahnya
Scarlet mencoba untuk menyerang nona Abigael, namun ia kalah cepat, nona Abigael lebih dulu menyerangnya. Kemudian, nona Abigael menundukan kepala dan menonjok perut Scarlet dan juga menendangnya hingga wanita itu jatuh tersungkur.
'Ahh' ringis Scarlet saat kepalanya terbentur suatu alat.
Abigael mendekat dan mengelus rambut hitam Scarlet. Lalu, ia melepas masker hitam yang digunakan oleh Scarlet, kemudian menduduki tubuhnya dan meninjunya dengan beruntun.
"Apa kau pikir kau bisa mengalahkanku?! Dasar bodoh!" maki nona Abigael dengan tinju pamungkasnya yang terakhir.
Scarlet benar-benar kalah, wajahnya babak belur dan terdapat darah di kening dan sudut bibirnya.
"Sudah mengakui kekalahanmu huh?" ejek nona Abigael saat melihat Scarlet yang berada di bawahnya dan sudah tak sadarkan diri.
"Dasar lemah!" ucap nona Abigael, kemudian ia berdiri dan menendang sekali lagi tubuh Scarlet dengan kuat.
Lalu, ia berbalik badan hendak kembali mengawasi Emily dan yang lainnya melalui CCTV.
Scarlet yang ternyata hanya berpura-pura pingsan, dengan tangkas Scarlet menggerakkan kakinya untuk menyelengkat Abigael dan tepat sekali mengenainya. Abigael terjatuh, dan tanpa ia sadari kaki Scarlet sudah melingkar di lehernya, mencoba untuk melumpuhkannya.
Abigael dengan sangat lincah berhasil lepas dari ikatan kaki Scarlet dan kembali berdiri sambil memasang kuda-kudanya kembali. Tidak diragukan lagi, Abigael ahli dalam bela diri karena sedari kecil orangtuanya melatihnya Taekwondo.
Scarlet hendak bangkit, tetapi Abigael menendangnya. Ia sudah tidak kuat, tetapi demi membebaskan diri. Ia menahan rasa sakitnya itu.
Scarlet menatap Abigael dengan tatapan penuh amarah, kemudian ia memegang kaki Abigael dan menariknya hingga terjatuh.
'Braggg. Arghh'
Ringis nona Abigael ketika tubuhnya terjatuh di lantai. Scarlet menindih tubuh nona Abigael dan melayangkan pukulan di wajah nona Abigael, tak lama darah segar keluar dari hidung nona Abigael.
'Mati kau.' batin Scarlet.
Nona abigael berusaha melepaskan diri dari Scarlet, usahanya tidak berhasil. Abigael sudah tidak kuat melawan Scarlet, kemudian ia tidak sadarkan diri.
Scarlet bangkit dan menatap nona Abigael yang tergeletak tidak sadarkan diri.
'Aku harus cepat. Kalau tidak bisa bisa aku tidak memiliki peluang untuk menyelamatkan mereka' batin Scarlet.
Dengan sigap Scarlet beranjak dari tempatnya dan berjalan memasuki ruang yang menghubungkan dengan ruangan pemantau CCTV dan ia menghajar staff yang berjaga di sana.
'Bughh'
Scarlet melayangkan pukulannya tepat di wajah pria itu. Pria itu bangkit dan Scarlet menendang perutnya hingga tersukur. Scarlet mengambil senapan yang tergantung di belakang pintu.
Ia menembak staff penjaga CCTV dengan menggunakan senapan listrik.
"Dasar pria lemah" ujar Scarlet. Lalu, ia keluar dari ruangan tersebut dan membawa senapan listrik.
Ia memasuki ruangan pemantau CCTV dan mengotak atik tombol yang terdapat di sana, ia melihat layar yang terdapat di sana. Bisa dilihat tuan Evan dan yang lain sedang berjalan menuju koridor belakang.
Scarlet mengotak atik tombol yang terdapat di sana dan membuka akses jalan melalui koridor depan dan memblokir beberapa jalan.
"Tuan Evan. Sebaiknya kau cepat, aku akan membuka akses jalan menuju koridor depan dan menyuruh pasukan untuk pergi ke koridor depan, agar kau mudah kabur lewat koridor belakang" ucap Scarlet dengan menggunakan alat yang terdapat di telinganya.
"Siap." jawab tuan Evan.
'Sebaiknya aku buka pintu koridor depan agar para pasukan keluar dan Tuan evan bisa membawa yang lain melalu pintu belakang' batin Scarlet.
"Kirim pasukan ke koridor depan sekarang!" Ujar Scarlet lewat speaker yang sudah tersambung dengan para staff, Scarlet mencoba meniru suara nona Abigael.
"Baik nona Abigael!" ucap salah satu pasukan. Scarlet terkekeh 'ia mengira aku nona Abigael' batin Scarlet.
Mendengar pemberitahuan itu para pasukan sebagian pergi menuju koridor depan.
Setelah mengotak atik ruangan CCTV, Scarlet keluar dari ruangan CCTV tersebut dengan menggunakan kembali masker hitamnya dan berjalan menuju koridor belakang.
Ketika ia berjalan menuju koridor belakang, Scarlet bertemu dengan Nona Elena.
"Hey Scarlet. Mau kemana kau!" ucap Elena yang berada satu meter jaraknya dari tempat Scarlet berada.
'Sepertinya nona Elena bisa dijadikan sebuah umpan untuk para pasukan' batin Scarlet.
Scarlet langsung menghampirinya, dari belakang ia melingkarkan lengannya tepat di leher nona Elena, tangan sebelahnya menodongkan pistol tepat di kepalanya.
"Mau apa kau, huh?" tanya Nona Elena yang berusaha melepaskan diri.
"Diam. Ikuti saja jalanku, atau tidak aku akan menembakmu." bisik Scarlet tepat di telinga nona Elena.
Scarlet berhasil membuat nona Elena terdiam, dan mereka berjalan menuju koridor belakang. Scarlet tetap menodongkan pistolnya tanpa jauh jari kepala nona Elena.
⚠⚠⚠⚠⚠
Walky Talky tuan Evan bergetar, ia mengangkatnya dan ternyata dari Scarlet.
"Tuan Evan. Sebaiknya kau cepat, aku akan membuka akses jalan menuju koridor depan dan menyuruh pasukan untuk pergi ke koridor depan, agar kau mudah kabur lewat koridor belakang" ucap Scarlet dengan menggunakan alat yang terdapat di telinganya.
"Siap." jawab tuan Evan dan memutuskan sambungan Walky Talky-nya.
"Kita harus cepat, nak!" ucap tuan Evan, mereka semua terus berlari.
Mereka semua berjalan menuju koridor belakang, dan tiba-tiba disana terdapat banyak pasukan.
"Ohh shit. Kita terkepung" ucap Daniel.
"Kenapa ada mereka? Bukankah Scarlet sudah memberitahu para pasukan untuk pergi menuju koridor depan?" gumam tuan Evan pelan.
Disana terdapat pasukan dengan senapan dan ada tuan Alex disana.
"Mau kabur kemana kalian?" tanya Tuan Alex dan berjalan mendekati tuan Evan dan yang lain.
"Bukan urusanmu." ujar Emily ketus.
"Ohh. Evan. Kau yang membebaskan mereka? Pengkhianat?" cibir Tuan Alex.
Tuan Evan sangat geram, tangannya mengepal dan tatapannya sangat sinis.
"Sebaiknya kalian tidak pergi dari sini. Kalian sudah aman disini" ujar Tuan Alex.
"Aman? dengan semua percobaan gila yang dilakukan selama ini" ucap Tuan Evan.
Tuan Alex hanya tertawa renyah mendengar perkataan tuan Evan.
Terdapat wanita asing yang berdiri di belakang para pasukan, dan wanita tersebut bersama dengan Elena yang berada di sanderaannya.
Tuan Evan yang melihatnya mengeluarkan smirknya dan mengisyaratkannya untuk melakukan sesuatu.
'Skakmat' batin Samuel yang melihat Elena disandera.
"Hey kalian. Menjauhlah. Atau aku tembak kepala wanita jalang ini" ujar Scarlet yang sembari mengarahkan pistol ke kepala nona Elena.
"Help me" Ucap nona Elena lirih.
Semua pasukan menoleh ke belakang mendapati nona Elena yang berada di tangan wanita dengan masker dan pistol yang berada di kepala nona Elena.
"Hey hey, jangan macam macam dengannya" ucap Tuan Alex kepada wanita asing tersebut.
"Wanita seperti dia pantas untuk mati" ujar Tuan Evan.
Scarlet mengisyaratkan Tuan Evan untuk melakukan sesuatu. Sepertinya tuan Evan mengerti apa yang di isyaratkan.
Tuan Evan mengambil semua tabung kecil yang ia bawa di sakunya, ia melempar tabung tersebut kearah pasukan.
Tabung itu pecah dan mengeluarkan asap yang membuat pengelihatan terganggu. Sesegera mungkin Daniel dan tuan Evan menembakan pasukan tersebut dengan senapan sengatan listrik tersebut.
'ahh' ringis para pasukan saat ditembak dengan senapan listrik.
Scarlet menjatuhkan tubuh nona Elena dan menendang perut tuan Alex yang hendak mendekatinya. Scarlet berhasil lolos dan dengan sigap Emily mengambil ID Card di saku tuan Evan dan membuka pintunya.
"Hurry up!" semuanya sudah berada di luar. Kecuali Samuel, ia mengambil pistol tersebut dan melihat beberapa pasukan berjalan ke arahnya.
"Samuel. Cepat! Pintunya akan tertutup!" ucap tuan Evan. Samuel menembakan kaki pasukan yang mendekat ke arahnya.
Tuan Alex bangkit dan berjalan ke arah Samuel.
"Stay with us. Kalian akan aman" rayu tuan Alex.
"Tidak akan" ucap Samuel sembari menggelengkan kepala dan menatapnya dengan tatapan sinis. Lalu, ia menembak kaki tuan Alex dan berjalan menuju pintu.
'Gawat. Pintunya akan tertutup' batin Amanda.
"Sam!!" Emily teriak karena pintu semakin menutup.
Samuel melempar senapan dan ditangkap oleh Tuan Evan. Samuel melihat pintunya semakin menutup, sesegera mungkin lari menuju pintu tersebut.
Samuel memiringkan badannya dan berhasil keluar, Samuel menendang Scanner ID Card hingga Scanner tersebut rusak.
"Sebaiknya kita cepat cepat keluar dari sini!" ucap tuan Evan dan mereka semua berlari menjauh dari karantina.
Udara di luar terasa sangat dingin dan terdengar suara guntur. Tetapi, mereka semua tetap berlari secepat mungkin.
"Tuan. Kita pakai kendaraan tentara saja, aku membawa kunci mobilku!" ucap Scarlet, tuan Evan hanya menganggukan kepala dan mereka semua terus berlari.
'Nginggg'
Terdengar suara bising dan cahaya seperti cahaya senter. mereka sedang dikejar saat ini.
"Hahh.. udaranya sangat dingin. Aku tidak kuat Em!" ucap Lily dan ia berhenti, ia sudah tidak kuat berlari. Emily menarik tangan Lily dan menatapnya dengan tatapan penuh keyakinan.
"C'mon Ly!" Emily menariknya dan membantunya.
Mereka berlari hingga sudah cukup jauh dari tempat tersebut dan diujung sana terdapat sebuah mobil tentara yang tersusun rapih di tempat parkir mobil para tentara.
"Sebaiknya kalian tunggu disini sebentar. Aku takut yang lain akan melihat kalian" ucap Scarlet dan mereka semua menganggukan kepala.
"Hahh. Capeknya" ujar Daniel
"Udara semakin dingin. Sepertinya akan turun hujan" ucap Emily sembari melihat langit
Scarlet berjalan menuju tempat parkir mobil tentara. Tak lama wanita itu keluar dengan mengendarai mobil tentara. Salah satu tentara melihatnya.
"Hey scarlet, mau kemana kau dengan membawa mobil di jam seperti ini?" tanya seorang tentara.
"Untuk kabur, untuk apalagi. Haha" ucap Scarlet dengan smirknya dan tertawa pelan.
"Jangan coba-coba untuk kabur!" ucap pria dengan pakaian tentara.
"Lapor. Scarlet kabur membawa mobil tentara" ucap pria tersebut dengan menggunakan walky talky
Scarlet hanya menghiraukannya. Lalu, Scarlet melajukan mobilnya ke tempat dimana Tuan evan dan yang lain menunggunya.
"Hey masuklah!" Suruhnya.
Mobilnya cukup besar dan bisa dimuat untuk mereka. Mereka semua pun masuk. Lily berada di belakang bersama Tristan dan Amanda. Di depannya ada Samuel, Emily dan Daniel.
Wanita tersebut bersama tuan Evan, mereka pun sudah lengkap berada dalam mobil saat ini. Lalu, Scarlet melajukan mobilnya.
"Terima kasih tuan. Kalian sudah menyelamatkan kami" ucap Emily
"Kami hanya tidak mau kalian menjadi bahan percobaan." Ujar tuan Evan.
"Sebenarnya percobaan apa itu?" tanya Daniel.
"Percobaan gila itu adalah Human Experiment. Itu semua adalah ide dari Tuan Horland. Ia mencoba membuat sesuatu dengan percobaan gila itu. Ia mengawetkan tubuh manusia didalam sebuah tabung" jelas Tuan Evan.
"Human Experiment? Jenis experiment seperti apa tuan?" Tanya Amanda
"Akupun tidak tahu." ujar tuan Evan
"Tuan, kita akan pergi kemana sekarang?" tanya Samuel
"Kita akan ke distrik 7" ujar tuan Evan.
Samuel mengingat sesuatu. Ia menatap tuan Evan dan Scarlet.
"Bisakah kau membawaku ke pusat evakuasi distrik 8? Ibuku berada di sana." ucap Samuel.
"Tidak bisa. Kita tidak punya banyak waktu lagi" ucap Scarlet.
"Kumohon" ucap Samuel.
"Baiklah. Scarlet, cepat kemudikan mobil ke pusat evakuasi distrik 8" perintah tuan Evan dan Scarlet hanya menganggukan kepala dan mengemudikan mobilnya menuju pusat evakuasi.
Suasana di dalam mobil semakin sepi, yang lain sudah terlelap kecuali Samuel, tuan Evan dan Scarlet. Tuan Evan menemani Scarlet mengemudi dengan cara mengajaknya berbincang.
⚠⚠⚠⚠⚠
Mereka semua sudah sampai di pusat evakuasi, tanpa izin mereka langsung masuk ke dalam pusat evakuasi. Lalu, Samuel turun dari mobil dan berlari menuju tempat evakuasi.
"Hey apa yang kau lakukan?" tanya seorang pria.
Samuel menghiraukannya dan terus berlari mencari ibunya. Ia memasuki gedung dan berlari berteriak disetiap penjuru ruangan
"Mom!!" teriak Samuel
"Mom!" teriaknya lagi dan menggedur pintu-pintu disana
Sampai akhirnya, Samuel mengundang keributan dan membangunkan semua orang yang berada disana
"Ada apa ini? Mengapa kau berisik sekali" omel seorang pria tua.
Tak lama, seorang wanita keluar dari kamar dan melihat seorang pria muda yang sedang diomeli oleh pria paruh baya.
"Hey, ada apa?" tanya wanita itu, dan Samuel menoleh ke belakang dan mendapati ibunya di sana.
"Mom!" panggil Samuel dan wanita tersebut menatap Samuel dan langsung memeluknya.
"Syukurlah kau selamat" ucap wanita tersebut lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Mom ayo kita pergi dari sini!" Ucap Samuel sembari mengulurkan pelukan dan menatap ibunya.
"Untuk apa? kita sudah aman sekarang!" ucap ibunya.
"Akan kuberi tau nanti. Sebaiknya kita pergi dari sini. Lalu, dimana Isabele sekarang?" tanya Samuel
"Ia masih tertidur" ucap ibunya.
Lalu, Samuel dan ibunya menuju ke kamar ibu dan adiknya tempati. Ia masuk dan membangunkan adiknya yang sedang terlelap.
"Hey Isabele. Wake up!" ucap Samuel dan tak lama Isabele membuka matanya dan menatap Samuel.
"Kak!" ucapnya dengan gembira dan bangun, lalu memeluk Samuel dan Samuel membalas pelukannya
"Ayo kita pergi dari sini. Ada yang tidak beres di distrik ini" ucap Samuel dan menggendong adiknya itu. Ibunya hanya menuruti keinginan Samuel dan mereka pergi keluar dari pusat evakuasi.
Mereka berlari keluar dari pusat evakuasi dan seorang penjaga melihatnya. Lalu, penjaga tersebut menegurnya.
"Hey mau pergi kemana kau?" tanya penjaga tersebut dan Samuel lanjut berlari dan menghiraukannya.
"Lapor. Ada pria dan seorang wanita yang kabur" ucap penjaga tersebut melalui Walky Talky.
Samuel terus berlari, tak lama terdapat sebuah suara tembakan peringatan.
'Dorrr'
To be continued...
Tenonet notetttt.
Ada yang kangen author? /Plakk
Maaf banget baru bisa publish lagi, soalnya aku lagi sibuk sama tugas. Soalnya senin udah pkl ni😦😦
Aku sengaja panjangin part ini wkwk
Hayo ada yang masih setia nunggu ga? 😳
Nah samuel akhirnya bisa ketemu sama ibunya dan bawa ibunya keluar dari pusat evakuasi 😁
Terus tembakan peringatan untuk apa yaa.. semoga aja gaada yang kena tembak dah 😥
Hayo yang sider tolong munculkan diri kalian dengan cara memvote! Wkwk.
Jangan jadi silent reader please. Ayo kasih jejak setelah membaca! Kasih saran dan kritik juga boleh 😁
Love, Zombie unsafe 😂