Ratsūnzeru [SasuNaru]

By SaphireRaven27

64.5K 6.2K 562

Ratsūnzeru -- Rapunzel Based on Naruto Character and A Tangled Tale Story... . . Naruto, Putra Yondaime Hokag... More

HISTORY OF SHINOBI AND A GOLDEN FLOWER
1. A GOLDEN FLOWER AND A CHILD
2. MEETING AND LOSING
SPECIAL PART : LITTLE NARU
SPECIAL PART : OUR MEMORY
SPECIAL PART : MADARA DREAM
3. A MISSING-NIN WITH TWO THIEF HUNTER
4. MADARA AND OBITO
SPECIAL PART : UNKNOWING PALACE
5. WHO ARE YOU?
6. MEET IN AMEGAKURE
7. A LITTLE FOX, KYUUBI!
8. WELCOME TO KONOHA
SPECIAL PART : SHARK AND CROW
9. MITSUKETA

10. I AND YOU

2.5K 212 55
By SaphireRaven27

Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto-San
A Tangled Tale © Dan Fogelman
Ratsūnzeru © Yuzuriha Hana
Genre: Adventure, Fantasy, Romance
Rate: T
Pairing: Sasuke x Naruto
Warning: Typo, OOC, Canon semi AU, and strory 1/2 'Tangled'
Shiwasena Dokusho~ Selamat membaca :)
*setelah 2 tahun tak berlanjut* :D
.

Kakashi Hatake adalah seorang pensiunan ANBU yang kini hanya menjadi seorang Jounin-sensei. Hidupnya yang sekarang hanya diisi oleh tugasnya mengajar anak dari gurunya dulu, Menma Namikaze beserta Sakura Haruno dan Sai -tak bernama belakang- sebagai bagian dari Team 7. Selain itu, hampir separuh sisa waktunya yang senggang ia habiskan untuk 'berbicara' dan bernostalgia dengan Obito. Gundukan tanah makan Obito.

Seluruh warga Konoha tak ada yang tak mengetahui bagaimana hidup Kakashi yang sekarang. Seorang sensei yang selalu membawa buku mesum, suka terlambat hingga 3 atau 4 jam, cuek tingkat galaksi, dan suka menyendiri dan berbicara sendiri di makam milik Obito.

Jadi bukanlah hal yang aneh bila kini Kakashi sedang duduk bersila di samping makam Obito sambil merangkai bunga untuk ditaruh diatas kepala makam.

"Hem.. Camellia kurasa akan cocok untukmu. Kau tahu Obito, Camellia melambangkan kerinduan. Aku sangat-sangat-sangat rindu. Oleh itu kurangkai bunga camelia yang sangat banyak."

Kakashi masih sibuk menguntai barisan bunga Camellia berwarna pink menjadi sebuah lingkaran. Setelah terlihat lingkaran sempurna, Kakashi menaruhnya di atas makam.

Kakashi kemudian menghela napas. Merenung dan menatap jauh ke arah makam Obito. Setelah beberapa jam dia terdiam, Kakashi kemudian berdiri.

"Andai kau masih disini Obito. Kita bisa menjadi sensei dan menyiksa- ups mengajari genin-genin mungil kita bersama. Kau masih ingat ceritaku seminggu yang lalu, kan? Minato-sensei kini telah menjadi Minato-sama. Dan aku, kini telah menjadi Kakashi-sensei."

Kakashi tersenyum kecil.

Ia kemudian beralih melihat pemandangan patung kepala hokage. Membayangkan bila Obito masih ada, mungkin Obito yang akan menggantikan Minato sebagai hokage.

"Obito, sebagai hokage..  Kurasa aku akan sangat menantikannya.. Walaupun itu..  -TIDAK MUNGKIN!" Mata Kakashi membulat. Kata-kata terakhirnya keluar seperti teriakan terkejut. 

Saat ia masih dengan santainya melihat patung hokage yang terlihat normal seperti biasa, dan membayangkan patung wajah Obito disana, tiba-tiba muncul sesosok raksasa Susano'o yang Kakashi yakini sebagai Ultimate Jutsu klan Uchiha.

Kakashi dengan segera berlari melompati atap rumah warga menuju ke sumber kekagetannya. Ia melirik ke para ANBU yang berjaga, namun tak ada yang me-notice  kejadian luarbiasa ini selain dirinya. Hal ini membuat Kakashi berpikir apakah ia sedang berhalusinasi.

Saat Kakashi telah sampai di atas patung kepala Hokage, betapa terkejutnya ia melihat banyak orang berkumpul ria diatas sini. Ada seorang pemuda yang terduduk lemas, seorang pemuda tampan lainnya yang dilindungi oleh Susano'o setengah badan, dan disampingnya juga terdapat Kyuubi berukuran dua meter. Di belakang mereka bisa terlihat ada seorang wanita yang sangat cantik sekali dan luarbiasa miripnya seperti Obito, serta seorang pemuda manis yang berambut pirang yang berada dalam pelukan wanita itu.

Namun yang paling membuatnya shock adalah kehadiran seorang Uchiha yang tak ia kenal di Konoha dengan Susano'o yang menyala terang benderang di siang bolong dan tepat berdiri megahnya diatas patung kepala hokage.

Tak hanya itu, munculnya Kyuubi berukuran dua meter dan TAK ADA SATUPUN warga dan ninja Konoha yang kaget, panik, atau merasa bisa melihat kejadian yang paling tidak masuk akal ini, selain Kakashi. Kakashi juga yakin bahwa hokagenya tak mengetahui hal yang super darurat seperti ini, dan asyik berkumpul dengan keluarganya.

Kakashi berkeringat dingin sekarang seraya berdiri bersender pada tiang pembatas.

....

Kehadiran Kakashi yang muncul dalam acara reuni keluarga beserta acara penangkapan 'penculik' Naruto membuat Obito kebingungan.

"Anakku, bukankah kau sudah memasang segel ilusi disini?" tanya Obito yang masih mendekap erat Naruto, tak ingin melepaskan pelukannya.

"Sudah okaa-san.." jawab Naruto.

Naruto mengerjapkan matanya dengan heran. Karena tak ada yang bisa melihat menembus dari segel ilusi yang Naruto ciptakan. Bahkan Sang Yondaime yang notabenenya adalah seorang Hokage pun tak tau menahu akan apa yang terjadi di atas patung kepala Hokage tersebut.

Tetapi, bagaimana seorang Jounin bisa menembus segel ilusinya?

"Siapa kalian?! Apa tujuan kalian di Konoha!" Kakashi berusaha memberanikan diri mencari info dari para penyusup, karena ia sama sekali tak pernah melihat mereka semua, baik dari Bingo-book sekalipun. Keempat penyusup beserta Kyuubi pun saling menatap satu sama lain dan melepas henge mereka.

Kakashi kini menjadi sangat sangatt sangattt pucat dan lemas setelah mengetahui siapa saja para penyusup itu;

Pemuda yang terduduk lemas itu adalah Uchiha Sasuke, missing-nin yang entah sudah berapa kali berhasil menyusup ke dalam Konoha seenak hatinya sendiri.

Pemuda tampan yang kemudian melepaskan Susano'o setengah badan itu mirip seperti Uchiha Madara, yang seharusnya sudah jadi tulang belulang.

Di belakangnya seorang wanita yang sangat cantik yang mirip seperti Obito memanglah Obito, yang entah mengapa Kakashi justru mempertanyakan kewarasannya dan berpikir apakah ia memang berhalusinasi.

Serta pemuda manis yang berambut pirang di pelukannya adalah seorang pemuda yang penampilannya mirip seperti gurunya, Minato.

Kakashi sangat kaget dan senang saat melihat Obito. Akan tetapi, saat ia kembali teringat bahwa ada Uchiha Madara ada di Konoha, otak Kakashi menjadi blank.

"Ma.. Madara Uchiha?" Kakashi pun hilang kesadaran dan tubuhnya yang oleng segera ditahan oleh Obito yang langsung ber-kamui di belakang Kakashi.

Mereka terdiam, semua pasang mata menatap Madara.

"WHAT?! Aku tau aku sangat awesome dan tampan.  Jadi tidak ada salahnya dia pingsan karena melihatku! Bahkan dia melihat kyuubi saja hanya shock!! HAHAHA!!!  Aku memang amazing!!!" Madara dengan sombong, percaya diri, dan narsisnya, menyisir rambut hitam panjangnya ke belakang dengan jarinya untuk menambah pesonanya.  Dapat terlihat kilauan cahaya bersinar di belakangnya.

Kyuubi yang tidak terima atas pernyataan Madara pun mengibaskan ekornya hingga Madara terhuyung jatuh kebelakang.  Kyuubi melompat ke atas Madara dan tidur di atas perutnya.

"RUBAH GEMUK!!!!" Madara memelototi tubuh dua meter kyuubi yang tidur diatasnya hingga ia tak bisa bangun.

Sasuke yang sebelumnya melihat Kakashi memanggil ayah Naruto dengan sebutan Uchiha Madara pun kaget.

"Ma..  Madara Uchiha.." Wajah Sasuke menjadi lebih pucat lagi.

"Ohh tidak Suke!! Jangan ikut pingsan!" Ucap Naruto khawatir.

Akan tetapi, beberapa detik kemudian mata Sasuke berbinar-binar dan segera duduk bersimpuh di sebelah Madara yang sedang berbaring dibawah tindihan Kyuubi yang agung. 

"Madara Uchiha!  Aku penggemar beratmu, aku Sasuke Uchiha!!  Suatu kehormatan bertemu denganmu. Tolong tanda tangani gulungan ini!!" Sasuke pun mengeluarkan perkamen kosong dari saku bajunya.

"Seriously? Sasuke?" Naruto cengo.  Madara mengerutkan dahi melihat penculik anak semata wayangnya.  Obito menatap aneh orang yang lebih aneh dari dirinya. Kurama melirik dengan salah satu matanya yang terbuka, tidak peduli.  Dan Kakashi, masih terlelap dari dunia.

"Apa?" Sasuke menatap balik Naruto dengan pandangan bertanya.

"Bukan hal aneh, kan? Saat melihat idolamu yang kau kira seharusnya sudah tertimbun bermeter-meter di dalam tanah ternyata masih hidup, menjadi lebih muda, dan ada di depanmu. Pasti yang pertama kali kau lakukan adalah meminta tanda tangannya.. Dan berpikir bagaimana dia masih hidup...?" ucapan Sasuke melambat.

Hening..

"Shit!" Sasuke pun ikut pingsan.

"Butuh waktu lama dia menyadarinya. Dan itu membuktikan bahwa aku memang lebih awesome daripada dirimu, dengar itu Kyuubi?" Pamer Madara dibawah tindihan Kyuubi.

'Grrrrr' Kyuubi langsung memukulkan kaki kirinya ke kepala madara dan mencakar badannya. Madara pun jadi korban seperti yang sebelumnya Sasuke alami. Amukan dari sang Kyuubi.

"Kau yakin dia Uchiha?  Lambat sekali sadarnya.." Obito termenung sambil mengelus kepala Kakashi. 

Naruto mendekati Sasuke dan ayahnya. 

"Aku yakin dia Uchiha.  Em..  Sepertinya."

Naruto kemudian menyembuhkan Madara dari cakaran Kurama dengan rambutnya. 

"Terimakasih, nak." Madara berterima kasih dan mengacak surai pirang Naruto yang mengangguk.  Kemudian Madara berbaikan dengan Kurama, dengan berjanji akan memberikan segunung apel.

Kurama dengan kepala mendongak menganggukkan kepala dan mengecilkan tubuhnya. Madara lalu menggendongnya.

Naruto kemudian beralih memapah Sasuke.  Obito lalu menggendong Kakashi dengan Bridal Style.

"HENGE!!" Mereka semua kembali memakai samaran.
Naruto mengaktifkan henge Sasuke, sedangkan Obito mengaktifkan henge Kakashi.

"FUUINJUTSU:  KAI!"  Naruto melepaskan segel ilusinya dari patung kepala Hokage.
Mereka lalu turun dari monumen kepala hokage dan pergi mencari penginapan.

.............................................................

Di penginapan. 

Madara dan Obito kembali bertengkar untuk menyewa kamar penginapan, bagaikan pasangan suami istri (kata Obito: amit-amit)

"Ito, kita sewa satu kamar saja, lebih murah. Kita hemat uangnya. Anak ayam telmi ini suruh tidur di luar." ucap Madara sambil menunjuk Sasuke yang masih tak sadarkan diri, yang kini sudah berada di bahu Madara, dibawa seperti karung beras. Naruto kini menggantikan menggendong Kyuubi. Madara tak ingin anaknya kesusahan membawa anak ayam yang tak jelas asal usulnya.

Obito dengan marah mencegah Madara.
"NO!!! ABSOLUTELY NO NO!!! Nanti kalo dia kabur gimana?!!!  Siapa yang tanggung jawab membuat Naru-chan menghilang!!" ucap Obito berapi-api masih menggendong Kakashi dengan bridal style. (Obito hengenya masih seorang wanita)
"Kita interogasi terlebih dahulu!!  Baru buang jasadnya di sungai dekat sini!!" ucap Obito men-deathglare Sasuke yang masih tak sadarkan diri di pundak Madara.
Naruto keringat dingin. Ia menjadi merasa bersalah pada Sasuke dan merasa kasihan pada nasib Sasuke setelah ini.
"Aaa... Otou-san.. Okaa-san..  Tenanglah.. Bisa kita selesaikan baik-baik." ucap Naruto yang semakin khawatir ketika aura bertambah menyesakkan. Naruto ikut ketakutan.

Apalagi, pemilik penginapan yang sudah gemetar menunggu tamu-tamu ini memesan kamar.

"A..  Anoo..  Si-silahkan, pe-pesan satu kamar saja..  Gratis..  Satu kamar lagi." ucap pemilik penginapan, mencoba menengahi.

Seketika kedua pasangan suami istri itu (kata Obito: amit-amit) langsung menoleh ke pemilik penginapan.

"SERIUS?!!" Tanya mereka berdua bersamaan dengan heboh,mendengar penawaran yang sangat menggiurkan.

Pemilik penginapan yang sudah sangat ketakutan langsung menganggukkan kepala dengan cepat. Karena disini, tamu-tamu ini adalah tamu paling aneh yang pernah ia jumpai seumur hidupnya. Sepasang suami istri bersama anak remaja mereka, yang ditemani dua pemuda tak sadarkan diri di gendongan mereka, yang digendong dengan tidak elit. Entah siapa kedua pemuda itu.

Madara menepuk bahu pemilik penginapan dan mengangguk setuju.
Obito pun mengubah gendongan bridal style Kakashi ke salah satu pundaknya tanpa kesusahan, lalu mengeluarkan uang dari yukatanya dan menyerahkannya ke pemilik penginapan.

"Gitu kek, dari tadi. Kan aku gak perlu capek marah-marah." ucap Obito sambil mengubah posisi gendongannya kembali.

Pemilik penginapan itu lalu memberikan dua buah kunci ke Madara.

"Silahkan, ke kamar nomor 99 dan 100 di ujung ruangan." ucapnya. Mereka semua pun pergi dari lobby penginapan, menyisakan pemilik penginapan yang jatuh terduduk dengan lemas.
"Besok aku pindah pekerjaan aja." ucapnya.

Mereka berlima plus seekor rubah akhirnya sampai di kamar nomer 99 dan 100 yang bersebelahan. Letaknya di ujung sendiri.

"Dara, kau sama anak ayam. Naru-chan sama aku." ucap Obito.  Madara dengan segera menggeleng.

"Hei mana bisa begitu!!  Kau saja yang sama anak ayam.. Biar Naru sama aku!" kekeuh Madara.

"Ya bisalah!! Aku ibunya! Mau apa kau!!" ucap Obito menyolot. Madara tak ingin mengalah.

"Aku juga seorang ibu!!!" ucap Madara dengan tidak elit, membuat Naruto dan Kyuubi sweatdrop, karena pertama kali mendengar bahwa Madara mempunyai julukan sebagai seorang ibu.

"Kata siapa?" Obito bertanya sambil menaikkan alis matanya.

"Kata Zetsu." Madara menyilangkan tangannya dengan pose menantang. Obito menepuk dahinya dengan tangannya, facepalm.

Mendengar dirinya dipanggil, Zetsu tiba-tiba muncul dari permukaan lantai. 
"Okaa-san memanggil?" jawab Zetsu.

Madara dengan santai menggerakkan kepalannya ke arah Zetsu
"Kau lihat??" ucap Madara dengan percaya diri tak ingin kalah.

Obito mengerutkan dahinya.

"Tumben, dia tidak kau lempar dengan sandal." ucap Obito.

Madara menggeleng.

"Kali ini aku tolerir demi mempertahankan Naru." ucap Madara mantap.

Madara kemudian mengusir Zetsu. Zetsu hanya mengangkat bahu kemudian menghilang masuk kedalam lantai lagi.

Naruto yang mulai lelah dengan semua drama kedua orang tuanya yang tidak sah ini kembali mencoba melerai. Ia dalam hati terheran pada dua insan yang masih betahnya tak sadarkan diri di gendongan mereka berdua yang dari tadi sangat berisik berdebat.

"Sudah..  Sudah..  Begini saja.. Otou-san dan Okaa-san sekamar, Naru sama Sasuke." ucap Naruto.

Madara dan Obito langsung melotot ke Naruto dan berteriak

"GA BOLEH!!"

Naruto mengangkat kedua tangannya, menyerah. Kyuubi terkekeh berdiri di samping Naruto.

"Oh iya.. Lha pria ini tidur dimana?" tanya Naruto menunjuk ke Kakashi.

"Dia punya rumah sendiri, tak usah dipikirkan. Nanti kalau sudah sadar akan kuantar dia kembali ke rumah dengan selamat." ucap Obito dengan santai.

Seketika otak amazing Madara menyala terang benderang.

"Kenapa kita tidak dari tadi ke rumahnya saja kalau kau tau rumahnya. Kan bisa gratis, ga perlu bayar." ucap Madara.

Obito terdiam.

Naruto sudah tidak peduli dan sangat-sangat lelah dengan semua hal yang terjadi.

Kyuubi terkekeh untuk yang kesekian kali.

Sasuke dan Kakashi tak peduli dengan apa yang terjadi di dunia.

Pada akhirnya..

Madara dan Obito kembali ke lobby penginapan untuk memalak uang mereka kembali..

Pemilik penginapan dengan resmi menutup usaha penginapannya.

Dan akhirnya mereka semua menginap di rumah Kakashi tanpa persetujuan pemiliknya karena masih tak sadarkan diri.

Sungguh, author pun heran dengan kedua orang yang masih tak sadarkan diri ini.

Sepertinya pesona Uchiha Madara yang amazing bin awesome sangat menyeramkan hingga kedua insan ini masih tak bangun-bangun dari segala macam keributan yang disebabkan oleh tukang gendongnya.

Untuk kesekian kali, Naruto sudah lelah.

Sepertinya besok-besok Naruto takkan sudi beradu acting lagi menjadi anak bersama dua pasangan suami istri yang super ribet ini. (Kata Obito: amit-amit)

Besok Naruto akan mencoba coba casting menjadi anaknya dua pasutri makhluk abadi. Mungkin bakal lebih baik, dan ga seribet ini..

....................

Kakashi akhirnya tersadar dari pingsannya. Dan dihadapannya ada Obito yang tidak memakai henge. Kakashi membeku, melihat sosok dihadapannya. 

Ia menutup wajahnya dengan telapak tangan dan membukanya lagi, masih ada Obito.

Ia menutup telapak tangannya lagi, dan membukanya, masih ada Obito dengan wajah yang berubah jadi aneh.

"Aku masih halusinasi?" tanya Kakashi.

"Ini nyata." jawab Obito dan mencubit hidung Kakashi.

"Sepertinya halusinasiku sekarang bertambah parah dan memiliki efek yang nyata." ucap Kakashi masih tidak percaya, Obito sudah memutar bola matanya. Dia lalu men-kamui sebuah bantal dan menteleportnya diatas kepala Kakashi.

"Bantalnya pindah sendiri." ucap Kakashi sambil mengangguk-angguk. Obito menepuk jidatnya.

"UGHHH!!!  Kenapa tak ada yang normal dalam hidupkuu!!!" tangis Obito dengan jatuh terduduk cukup lebay.

"Kau Obito?!!!" Kakashi akhirnya tersadar dan yakin bahwa Obito yang didepannya ini nyata, membuat Obito menatap Kakashi dengan pandangan tak percaya.

"Obito yang asli sangat lebay!! Berbeda dengan halusinasiku tentangnya yang selalu sempurna!" ucap Kakashi, girang.

"Kau sungguh nyata!!" Kakashi memeluk Obito yang masih menatapnya dengan tak percaya. Obito tersadar dipeluk, dan menjitak Kakashi.

"Bakashi!!! Sialan kau!" ucap Obito yang dibalas tawa bahagia Kakashi.

Acara reuni mereka berdua terhenti saat melihat Naruto masuk sambil menggendong Kyuubi.

"Kaa-san,  Suke sudah sadar." ucap Naruto santai.

Kakashi shock.

'Obito dah punya anak?' 

"Naru-chan. Sebentar lagi ya.  Panggil ayahmu saja." ucap Obito.

"Okay." Naruto tanpa henge pun pergi ke ruang sebelah.

"Kita ada di rumahmu." jelas Obito untuk membuka pembicaraan. Kakashi mengangguk.

"Dia, Naru, anak adopsiku.  Tapi aku sangat menyayanginya seperti anakku sendiri.  Dan well.  Aku sudah merasa seperti ibunya.  Namun, dia lebih sering memanggilku dengan sebutan obi-cchan. Dan si Madara tua bangka itu dipanggil occhan like singkatan dari otou-chan. Jadi aku tak terima. Tapi ya sudahlah, ya. Toh, dia anak tersayangku.  Dan sebagai hukuman karena dia kabur atau diculik dari rumah. Ah, entahlah belum diklarifikasi. Kuhukum dia terlebih dahulu,  untuk memanggilku kaa-san.  Dan hengeku sendiri juga seorang wanita.  So, no problem." ucap Obito panjang lebar yang akhirnya mengangkat bahu.

Kakashi speechless.

"Ini memang cuma aku saja merasa aneh atau bagaimana ya, Obito. Kau sekarang lebih cerewet." ucap Kakashi sweatdrop. Dibalas kernyitan dahi Obito.

"Tak apa..  Yang penting kau ada disini sekarang! Masih hidup! Entah bagaimana caranya, yang penting kau ada disampingku sekarang. Dan aku sangat merindukanmu." ucap Kakashi.

"Oh my baby Kakashi.  Aku juga."
Mereka kembali berpelukan.  Kakashi lalu bersender di bahu Obito.

"Baiklah! Ayo kita ke sebelah dan meluruskan segalanya!! Lalu baru kita bisa berduaan. Oh, dan satu lagi...  Tolong rahasiakan aku yang masih hidup ini dari Minato. Aku tak ingin hal ini diketahui terlebih dahulu. Ini akan jadi rahasia kita berdua, paham?"

"Ah..  Baiklah.." Kakashi mengangguk dengan senang hati.

Saat Obito berjalan di depan pintu, Kakashi memanggil.

"Obito..  Maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan Rin." ucap Kakashi menyesal. Obito tersenyum sedih.  Dan mengusap pundak Kakashi untuk menenangkan. 

"Tak apa. Dia masih ada di hati kita. Setidaknya kita berdua masih bersama kan? Kau tak sendirian Kakashi." ucap Obito. Kakashi menghela nafas dan mengangguk.

Mereka berdua sampai di kamar sebelah dan kaget saat melihat ke-absurd-an cerita ini yang semakin menjadi.

Madara Uchiha yang awesome nan amazing sedang di kungkung oleh rubah besar alaska berukuran 2 meter seperti yang pernah Sasuke alami sebelumnya. Namun, disini Kyuubi tidak dalam mode gahar, hanya bertubuh besar. Di sisi lainnya, terlihat badan Sasuke yang dililit oleh rambut emas Naruto, sedang disembuhkan.

"Ada apa ini?!!" tanya Obito.

"Ini semuanya karena dia!!! Anak Ayam itu datang ke menara kita dan menculik anak kesayangan kita!!!" ucap Madara mendelik marah dibawah kungkungan Kyuubi.

"Tidak seperti itu, paman!!" elak Sasuke.

"Jangan panggil aku paman!! Aku bukan pamanmu!!  Jika saja aku tak dikungkung Kyuubi seperti ini, sudah kulempar sandal kau!!!" geram Madara.

Obito tersenyum dan membalik badan ke Kakashi yang membeku.

"Tenang-tenang, ini sudah biasa." ucap Obito. Kakashi hanya bisa mengangguk perlahan dengan tidak yakin.

"Otou-san! Ini bisa Naru jelaskan..  Ini semua karena Naru ingin melihat dunia luar. Kehadiran Sasuke ke menara hanya suatu kebetulan dan Sasuke juga membantu dan menjaga Naru di sepanjang perjalanan." bela Naruto.

"Maafkan aku yang nakal, karena kabur dari menara, Otou-san, Okaa-san." ucap Naruto dan melepas lilitan rambutnya pada Sasuke. Sasuke menatap Naruto dengan sedih.

"Otou-san tak marah padamu..  Naru..  Ibumu juga.  Kami sangat khawatir, paham." ucap Madara dengan lembut, ia menjadi bapak yang baik.

"Tapi kami tetap marah sama anak ayam ini, karena dia menyetujui membawamu pergi!" disini Sasuke menghela nafas lelah.

'Ternyata seperti ini berhadapan dengan mertua. Mau salah atau tidak, tetap dirinya yang salah.'

Sebelumnya, pembicaraan mereka berdua, Sasuke dan Madara, berjalan baik-baik saja. Pembicaraan mereka ditengahi oleh Naruto. Namun, permasalahannya semakin runyam karena Madara mengamuk saat Sasuke mengiyakan permintaan Naruto untuk mengantarnya ke Konoha. 'Pasti ada maunya' yang dipikirkan Madara. Madara mengamuk, memukul Sasuke dengan gunbainya. Madara segera dihentikan oleh Kurama, atas permintaan Naruto, dan Sasuke disembuhin oleh rambut emas Naruto.

Sasuke menggelengkan kepala dari flashbacknya.

"Tapi, saya sungguh tak ingin macam-macam atau apapun itu pada Naruto. Mulanya saya menyanggupi permintaannya karena ia menahan barang-barang saya yang penting. Jadi saya bersedia membantunya asalkan ia mengembalikan barang-barang saya." ucap Sasuke dengan formal dan hati-hati untuk menghindari amukan Madara lagi.

Kakashi yang akhirnya mendengar nama lengkap pertama Naru membulatkan mata, kaget. "Naruto?  Anaknya Min-."

Obito dengan segera membekap mulut Kakashi.

Kakashi kini sudah masuk ke lingkaran iblis Madara. Pandangan Madara menggelap.

"Apa kau bilang??" ucapan Madara membuat suhu disekitarnya menurun drastis.

Obito men-tsukoyomi Kakashi sebentar. 

Di dalam dunia Tsukoyomi, Obito berdiri di depan Kakashi. 

(Ga ada yang aneh-aneh kok.. Beda sama Tsukoyominya Itachi, itu baru aneh, :))

"Kau ini!!! Dia punya father-complex!! Dan aku punya mother-complex!!! Jangan singgung hal itu di depannya. Aku tak ingin kehilanganmu di tangannya. Dan kami sungguh-sungguh menyayangi Naruto, seperti anak kami sendiri yang telah kami rawat sejak dedek bayi! Kami tak ingin kehilangannya. Jadi, jika kau masih sayang nyawa dan masih ingin bersamaku, tutup mulut dan tetap rahasiakan semua ini, mengerti? Jika tidak, akan kuhapus ingatanmu." ucap Obito panjang lebar dan mengancam Kakashi dengan tidak ikhlas.

Kakashi mengangguk perlahan.

"Aku akan diam." Kakashi menggerakkan jarinya seperti mengunci mulutnya dan tersenyum kaku.

Obito mengangguk puas dan melepaskan tsukoyomi-nya.
 
Kakashi kembali ke dunia nyata 1 detik kemudian dan melanjutkan kalimatnya yang terputus.

"Maa maa..  Maksudku Naruto itu anakmu?" tanyanya.

Suhu kini kembali normal dan Madara mengalihkan perhatiannya kembali ke Sasuke.

"Iyaa Kakashi..  Dia Naruto, anak angkatku dan Madara." jawab Obito sambil menghela napas lega.

Sasuke kebingungan akan alur pembicaraannya. 'Ternyata anak angkat, tho..' batin Sasuke yang menangkap inti pembicaraan Obito dan Kakashi.

Obito lalu mengalihkan perhatiannya ke Sasuke. Obito menguarkan hawa menyeramkan akan seorang ibu mertua yang galak.

"Hemm...  Mulanya, ya??" ucap Obito yang mendengarkan pembelaan Sasuke dan menemukan kata yang janggal.

"Lalu, akhirnya..  Apa tujuan tersembunyimu, mengantarkan dan menemani Naru-chan ke Konoha?" tanya Obito dengan senyuman maut.

Sasuke menegukkan ludah dengan berat.

'Inilah saatnya Sasuke!!' batin Sasuke mencoba menyemangati dirinya sendiri.

'Pengakuanmu!!'

'Kau telah sejauh ini!!!'

'Ini final stage melawan dua boss, untuk resmi mendapatkan Naruto!!'

Sasuke melirik ke Naruto, orang yang membuat jantungnya berdetak bagai rollercoaster saat ia bersamanya.
Sasuke menatap Madara dan Obito dengan mantap.

"Saya.." jeda Sasuke.

"Saya..." jedanya lagi.  Suasana semakin menegang.

"Saya menyukai anak kalian, Naruto!!" ucapan Sasuke membuat seisi ruangan membelalakkan matanya.

"APAA?!!" Teriak Madara dan Obito dengan keras dan tidak percaya.

Sedangkan Naruto, orang yang disukai Sasuke, berkata:

"EHHHHHH?!!! KAU MENYUKAIKU?!"

...................................................................

I'M DONEEE!!!!! I'M DONEEEEE!!!

SUMPAHHH!!! Habis baca komen Kak AkuMakhlukHidup
Moodku langsung naik bangett!!!
Ah, sayang banget deh sama kakakku yang satu ini.. 

Makasiii kakk..  Debut comeback Yuzu langsung dibalas dengan hangat..
Huhuhuhu..

Ini kado buat kakak.. 
Dan kado untuk para pembaca Yuzu yang udah sabar nungguin cerita ini berlanjut, setelah 2 tahun lamanya tidak di up chapternya lagi.

Kalo pada lupa, bisa baca-baca ulang ya!! 

Dan spesial ini ceritanya panjang dan lebih majuin alur romancenya SasuNaru.
Plis, masih slow banget karena Narunya masih stay di tempat dengan segala kegundahan akan nasib Sasuke. Dan justru Sasuke kini maju secepat kilat dan telah memancing kedua boss besar yang overprotektif sama Naruto.

AHAHAAHHAHA... *EVIL LAUGH*

Gimana nasibmu setelah ini Sasuke?!!!

See you in next chapter!
Love, Yuzuriha.

Continue Reading

You'll Also Like

32.6K 2.8K 44
Cover by pinterest Di landa kebingungan, Naruto harus segera mencari cara agar keberadaan nya dalam silsilah keluarga tidak tergeser atau pun hilang...
68.6K 6.1K 15
Naruto belong of Mr. Masashi Kishimoto. Fanfiction Indonesia. Pair ciklis Sasuhina. Genre Romance/drama/Love/family/hurt/sad/marriage. Warning! typ...
32.4K 2K 28
Wattpad App - Unlock exclusive features