Suki da スキダ

By hinatakawaii39

9K 573 37

Bagaimana reaksi Sasuke kecil yang pada dasarnya tidak menyukai anak perempuan, malah disuguhi bocah manis de... More

gadisku

9K 573 37
By hinatakawaii39

Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance
Chara: SasuHina
^o^
.
💓
.
💝

Written For Sweetest December Event

***
💖
💞
💝


"Anata ayo kita berangkat." Mikoto angkat bicara, ketika Sasuke putra bungsungnya sudah masuk kedalam mobil dan kini duduk di belakang bersama dengan Itachi.

Saat ini Usia Itachi 15 tahun dan Sasuke 7 tahun, dan kini keluarga Uchiha sedang menuju panti asuhan.

"Oi Otouto! Apa semua anak perempuan di sekolahmu masih terus menempelimu, setelah kau melakukan hal yang ku katakan waktu itu?" Penasaran Itachi dengan langsung merangkul Sasuke.

Mendengar pertanyaan Itachi, tentang melakukan hal itu. seketika Sasuke yang awalnya sibuk pada Gamenya kini langsung menatap Itachi dengan tatapan membunuh.

"Aku hanya bertanya, tapi kenapa kau mentapku seperti itu Sasuke?" Perlahan Itachi melepas rangkulanya pada sang adik karena merasa takut.

"Aku sudah menatap mereka semua dengan pandangan seperti ini, seperti yang kau katakan Aniiki, tapi mereka semua masih terus menerus mendekatiku dan bukannya menjauh."

Mendengar peryataan Sasuke membuat Itachi tidak percaya, karena dirinya sudah merinding melihat tatapan Sasuke seakan membunuh, tapi apa mungkin semua anak perempuan di sekolah Sasuke tidak ada yang takut dengan tatapan Sasuke.

Sementara Mikoto yang melihat adegan dan pembicaran kakak beradik itu lewat sepion mobil hanya tersenyum dalam diam.

"Kaa-san! Apa anak perempuan teman Kaa-san yang akan kita jemput dari panti asuhan itu akan sama seperti anak perempuan di sekolahku, Seorang anak perempuan yang menyebalkan?" Sasuke tiba-tiba penasaran dengan seorang anak yang akan di jemput oleh Orang tuanya dari panti asuhan.


"Untuk apa kau menceritakan kejadian 10 tahun lalu itu pada calon istriku?" Cela Sasuke pada Itachi yang baru memasuki ruang tamu, sesaat datang dari luar rumah.

Melihat Itachi yang duduk bersebelahan dengan Hinata atau calon istrinya, membuat Sasuke langsung duduk di kursi sebelah dan seketika menarik Hinata agar berpindah duduk di sampingnya.

Terlalu sering melihat kelakuan Sasuke yang cemburu dengan siapapun bila berdekatan dengan Hinata membuat Itachi hanya bisa menghela nafas.

"Aku hanya ingin menceritakan pada Hinata jika dulu kau itu sangat membenci anak perempuan sebelum bertemu dengan Hinata-Chan, dan semenjak pertemuan itu seketika kau berubah, sebenarnya 10 tahun lalu kau melihat anak perempuan yang benama Hyuga Hinata itu seperti apa Sasuke?" Heran Itachi.

Sebenarnya Itachi sangat ingin tau jawaban Sasuke, hanya saja waktu tidak bisa menunggunya untuk terus berada di rumah.

"Hinata-Chan! karena Sasuke sudah pulang aku akan pergi sekarang, jika seminggu kepergianku ini Sasuke macam macam padamu segera hubungi aku, aku pasti akan langsung pulang." Goda Itachi dengan langsung mengambil kopernya dari balik sopa.

"Kau mau kemana?" Heran Sasuke karena melihat Itachi yang tiba-tiba mengambil koper besar.

"Menunggumu pulang aku hampir telat kebandara, sekarang aku tidak bisa menjekaskan apa apa, kau tanya Hinata saja soal keberangkatanku." Setelah mengatakan itu Itachi pergi dengan sedikit terburu buru.

Melihat Itachi yang berjalan keluar dengan terburu-buru Hinata langsung berdiri berjalan mengikiti Itach.

"Hati-hati Itachi-Nii." Hinata melambaikan tangan pada Itachi yang sudah memasuki mobil.

"Mau pergi kemana dia?" Selidik Sasuke, yang sudah berada tepat di belakang Hinata, di saat mobil itachi sudah mulai berjalan.

"Itachi-Nii pergi menjemput Mikoto-basan dan Fugaku-jisan di luar negri, tadi sebelum Sasuke-kun pulang Fugaku-jisan menelpon, jika penyakit yang di derita Mikoto-basan sudah dinyatakan sembuh total, dan sebenarnya Fugaku-jisan ingin kita semua ada di sana untuk menjeput Mikoto-basan, tapi karena minggu depan sekolah kita megadakan ujian akhir untuk kelulusan jadi hanya Itachi-Nii yang di minta datang oleh Fugaku-Jisan." Jelas Hinata apa adanya pada Sasuke.

Penjelasan Hinata membuat seringaian Sasuke seketika mengembang, bukan hanya karena merasa bahagia dengan kesembuahan Kaasannya, tetapi karena hal lain.

"Hime." Bisik Sasuke dengan mulai mendekat ke arah Hinata. "Sepertinya bukan karena alasan itu Tousan tidak ingin kita pergi. Tapi Otousa ingin kita-..." Sasuke menghentikan bisikannya untuk sesaat.

Mendengar bisikan Sasuke, membuat Hinata tidak bisa menahan rona wajah yang akan muncul di kedeua pipi chubinya, membayangkan Sasuke pasti sangat dekat denganya saat ini.

"

A-apa maksud Sasuke-kun! aku tidak mengerti." Hinata spontan berbalik dan mulai menatap wajah Sasuke yang berada disampaingnya.

Melihat wajah Hinata yang memang sama sekali tidak mengerti dengan maksudnya membuat Sasuke menutuki kebodohannya, kerena bisa bisanya dia menggoda seorang Hyuga Hinata, gadis yang masih sesuci dan sepolos kertas kosong. Tapi jika sehari saja tidak melihat wajah merona sang Hime membuat hari Sasuke akan sangat terasa hambar.

Menyadari posisi Hinata yang tidak jauh dengannya membuat Sasuke tidak mau membuang kesempatannya dengan cepat Sasuke langsung menarik Hinata kedalam pelukannya.

"Kurasa alasan sebenarnya kenapa kita tidak pergi, kerena Tousan dan kaasan ingin mempunyai cucu lebih cepat dari yang direncanakan Hime." Bisik Sasuke ketika Hinata sudah benar-benar berada di pelukkannya.

Merasa tidak ada respon dari Hinata, dengan berat hati Sasuke mulai memberi jarak antara dirianya dan Hinata, tapi meski begitu, tangan Sasuke masih betahan di belakang leher Hinata.

Menatap Hinata yang berada didepannya dengan sekuat tenaga Sasuke berusaha menahan tawanya, karena sekarang Sasuke telah melihat wajah memerah plus tegang di wajah sang gadis yang sudah lama mengisi hatinya.

"Sa-sasuke-kun a-aku a-ku." Dengan terus mengeluarkan kata-kata tidak jelas, Hinata terus berusaha melepaskan dirinya dari Sasuke.

Tidak tega melihat Hinata yang sudah sangat gugup, membuat Sasuke melamehkan tangannya.

"Kau mau kemana Hime?" Setengah berteriak Sasuke saat melihat Hinata yang setengah berlari ketika sudah berhasil telepas dari pelukannya.

💕

.•*"^,^"*•.
☆, sh ,☆
°•..•°

💕

"Dimana dia?" Batin Sasuke saat sudah masuk kerumah tidak kunjung kunjung melihat keberadaan Hinata di mana-mana.

"Apa aku sudah keterlaluan menggodanya?" pikir Sasuke, dengan perlahan melangkah kearah kamar Hinata.

Yakin pintu kamar Hinata tidak di kuncil, dengan santai Sasuke membuka pintu kamar sang calon istri.

"Apa yang sedang kau lakukan Hime?" Heran Sasuke melihat Hinata tengah sibuk dengan sesuatu.

"Sa-suke-kun! Ming-gu de-pan se-ko-lah ki-ta menga-da-kan uji-a-."

"Ayo kita belajar diluar." Sambung Sasuke yang sudah tau arah pembicaran Hinata. Dan dengan pasrah Sasuke mendekati Hinata untuk mengambil tumpukan buku di meja belajar Hinata.

"Ha'i Sasuke-kun." Senang Hinata.

Selang beberapa langkah menuju keluar kamar Hinata, Sasuke seketika memberhentikan jalannya disaat pikiran jahilnya kembali datang.

"Tapi Hime! jika kau menginginkan kita belajar dikamar mu dengan senang hati aku akan menurutinya, dan tentu saja mungkin akan ada beberapa pelajaran tambahan tentang apa saja yang harus kau lakukan ketika sudah resmi menjadi istriku." goda Sasuke.

Saat setelah mengatakan hal itu, sebenarnya Sasuke berniat ingin membalik tubuhnya ke arah Hinata, untuk melihat espresi seperti apa yang akan Hinata perlihatkan, tapi sebelum Sasuke sempat membalik badanya, Hinata sudah secepat kilat melewati Sasuke untuk pergi dari kamarnya setelah mendengarnya.

Melihat punggu Hinata yang semakin menjauh membuat Sasuke sekilas tersenyum, dan perlahan meninggalakan kamar Hinata, menuju ruang tamu.

Sasuke dan Hinata berada di satu kelas yang sama, dan duduk saling berdampingan, namun karena Sasuke terlahir dengan kepintaran di atas rata-rata membuatnya tidak perlu belajar keras untuk mendapatkan Hasil yang memuaskan, sementara Hinata yang terlahir dengan otak standar membuatnya harus berusaha keras belajar untuk mendapatkan Hasil yang memuaskan. Dan karena Hinata ingin mendapatkan Nilai bagus untuk kelulusanya dari KHS bulan depan, kini Hinata berada di ruang tamu bersama dengan Sasuke yang membatunya untuk belajar.

"Sasuke-kun tidak ingin belajar?" Hinata membuka suara ketika melihat Sasuke hanya duduk di karpet dekat sopa di sampingnya kini sibuk mengutak atik remot Tv untuk mengganti chinel telivisi.

"Aku bosan melihat semua materi kelas kita Hime." Respon Sasuke tamapa mengalihkatan tatapanya dari telivisi.

Mendengar jawaban Sasuke tentu saja Hinata merutuki kebodohanya, karena bertanya pada seseorang yang selalu mendapat rangkeng pertama saat di sekolah meski tampa belajar.

Sebenarnya saat di sekolah hampir setiap hari Sasuke ingin memberi Hinata jawaban miliknya, tapi setiap Sasuke ingin memberikan jawaban untuk Hinata, Hinata selalu menolak dengan alasan. Aku ingin bisa dengan kemampuanku sendiri, dan karena tidak ingin gadis yang di cintainya merasa sedih, akhirnya Sasuke hanya membatu Hinata saat di rumah jika Hinata tidak sedang bertanya pada Itachi soal pekerjaan sekolah.

"Sasuke-kun aku lupa cara yang ini?" Hinata seketika menujukan buku Metematika di depan Sasuke.

Sebelum Sasuke mengambil buku yang di tunjukan oleh Hinata, Sasuke tiba tiba ingin mengoda Hinatanya terlebih dahulu.

Dan dengan pikiran itu, kini Sasuke langsung tiduran di karpet dengan meletakan kepalanya di paha Hinata. "Yang mana?"

"Ya-ng in-i." Gugup Hinata saat menujuk bukunya yang sudah berada di tangan Sasuke yang tiduran di pahanya.

Melihat Hinata yang malu-malu karenanya tentu saja Sasuke merasa senang, hanya saja secara tiba-tiba Sasuke merasa bersalah jika mengoda Hinata di waktu Hinata ingin serius belajar.

Dan dengan pikiran bersalahnya, Sasuke perlahan bangun dari tiduran di paha Hinata seketika duduk di hadapan Hinata dengan wajah serius.

15 menit, waktu yang di butuhkan Sasuke untuk nenjelaskan pada Hinata agar Hinata benar-benar mengerti.

"Hime kemarikan laptopmu sebentar." pinta Sasuke dengan nada serius di saat Hinata sedang sibuk dengan buku dan bukan dengan laptop yang kini mengagur di samping Hinata.

Setelah memberikan laptopnya pada Sasuke! Hianta kembali mengerjakan soal soal yang ada di buku, sementara Sasuke sibuk dengan laptop Hinata.

Mereka berdua sibuk dengan pekerjaan masing masing.

20 menit kemudian.

"Hentikan mengerjakan soal yang tidak pasti akan keluar dalam ujian minggu ini, kau kerjakan ini saja Hime." Sasuke seketika memberikan beberapa lembar kertas pada Hinata saat datang dari ruang kerja Itachi setelah mem print beberapa soal yang menurut Sasuke akan keluar untuk ujian akhir mereka.

"Aku sudah mempekirakan untuk soal ujian kelulusan kita sepertinya yang akan keluar adalah soal-soal itu, jadi kau pelajari saja soal dan cara-cara itu, jika kau tidak mengerti tanyakan padaku" jelas Sasuke saat Hinata sudah mengambil kertas di tanganya.

"Sa-suke-kun ka-u ma-u ke-mana jam segini?" Melihat Sasuke berjalan menuju pintu luar rumah sesaat setelah memberikan beberapa kertas padanya, ketika melihat jam sudah menujukan pukul 9 malam.

"Setengah jam lagi aku kembali, kau kerjakan saja soal itu dulu."

"Tapi Sasuke-kun ingin pergi kemana?" Tahan Hinata saat Sasuke sudah membuka pintu untuk pergi.

"Ada sesuatu yang harus aku beli, Hime kau tidak takut aku tinggal sendiri di rumah sebentar kan" Sasuke mengalihakan pembicaraan agar Hinata tidak menayakan apa yang akan Sasuke beli malam malam begini.

"Ak-u ti-dak ta-kut sen-dirian"

Dan setelah Hinata mengatakan itu Sasuke sudah menjalankan mobilnya keluar gerbang.

"Apa yang ingin Sasuke-kun beli?" Pikir Hinata saat mobil Sasuke sudah tidak terlihat oleh penglihatan matanya.

Setelah memikirkan kepergian Sasuke Hinata jadi teringat dengan kertas yang di berikan Sasuke untuknya kerjakan. Dan tampa membuang waktu lagi Hinata masuk kedalam rumah untuk mengerjakan soal soal yang di berikan Sasuke.

1 jam berlalu.

"Nomor yang ada tuju sedang tidak aktip atau berada di luar jang-. "Tot tot tot"

"Sudah satu jam Sasuke-kun pergi tapi belum kembali, sebenarnya Sasuke-kun pergi kemana? dan kenapa ponselnya tidak aktip?" Khawatir Hinata ketika, saat teringat Sasuke mengatakan padanya hanya pergi setengah jam.

Sasuke-kun jika ponselmu sudah akti-

Belum sempat Hinata menulis pesan untuk di kirimnya pada Sasuke kini ponselnya sudah ada pesan masuk yang dikirim oleh Sasuke, dan tampa membuang waktu Hinata langsung membuka pesan tersebut.

From. Sasuke-kun

Hime, tadi di jalan mobilku tiba tiba mogok dan ponselku habis charger jadi aku tidak bisa mengabarimu, sekarang aku berada di rumah pain, teman baka Aniki, mungkin aku pulang agak malam, kau tidak apakan sendirian sebentar lagi? 😘😘😘😘😘😘😘

...

Membaca pesan dari Sasuke membuat Hinata merasa lega, tapi rasa lega Hinata saat ini bercampur dengan rasa malu saat melihat smile cium yang berada di akhir pesan Sasuke.

"Aku tidak apa Sasuke-kun, tapi apa perlu aku jemput Sasuke-kun?
Balas Hinata pada pesan Sasuke.

From. Sasuke-kun

Tidak usah, kau istrahat saja dirumah. Balas 😙 ciumanku jika kau mencintaiku Hime.😆

...

Membaca pesan singkat Sasuke seketika wajah Hinata yang tadi merona sekarang semakin dan semakin merona karenanya.

"Ada apa dengan Sasuke-kun hari ini?" pikir Hinata heran ketika merasakan perlakuan Sasuke padanya

Tidak ingin melihat Sasuke matah dengan wajah yang sudah senerah tomat Hinata mulai mengetik dan mrngirimkannya pada Sasuke

Send. to Sasuke-kun

Sasuke-kun 😙.

...

Setelah pesan terkirim Hinata berasa ingin menghilang sekarang juga dari dunia, agar Sasuke tidak pernah lagi melihatanya, karena sekarang ini Hinata berasa sangat malu saat pesan itu terkirim.

..

..

..

Di tempat Pain

"Sasuke lihat! Hinata mengirim pesan balasan dengan smile cium." Triak Obito kegirangan dengan menateng natengkan ponsel Sasuke yang berada di tanganya tepat di depan wajah Sasuke.

"Bagaimana mungkin?" Heran sekaligus terkejut Sasuke, dan para geng Akatsuki lain yang sudah sangat mengenal sifat pemalu Hinata, meski di paksa sekalipun Hinata tidak akan mau mengiriminya pesan seperti itu.

"Apa yang kau tulis di ponselku sehingga Hinata menjadi seperti itu?" Heran Sasuke disaat tubuhnya kini penuh dengan tepung ketika mulai mendekati Obito.

"Aku hanya menulis yang kau suruh tadi." Respon Obito ketika sudah berda di belakang Daidara, karena takut dengan Sasuke.

"Coba kemarikan ponsel Sasuke, aku ingin melihat apa yang kau kirim pada Hinata." Penasaran Sasore disaat tubuhnya juga penuh tepung kini ingin melihat pesan apa yang Obito kirim pada Hinata sehingga Hinata menjadi aneh.

"Ini lihatlah! jika tidak percaya." Obito memberikan ponsel Sasuke pada Daidara.

"Ha! Ha! Ha!" Tawa Daidara ketika membaca pesan yang di kirim Obito untuk Hinata.

"Kenapa kau ketawa seperti itu Daidara?" Pain yang sedari tadi sibuk dengan open kini sekarang ikut bicara saat Daidara tertawa begitu lepas.

"Aku hanya membayakan apa yang Hinata pikirkan tentang Sasuke sekarang ini, Ha! Ha! Ha" Daidara kembali tertawa.

"Memang apa yang kau baca?" Kini Sasore sudah di samping Daidara.

"Obito berkata benar, dia mengirim pesan seperti yang Sasuke suruh tadi, hanya saj-"

Belum sempat Daidara menyelesaikan ucapanya, kini Sasuke sudah mendapatkan ponselnya.

"Obitoooooo." Triak Sasuke saat sudah membaca pesan apa yang dikirimnya pada Hinata.

😆💖😉 ♡《 SKIP TIME 》♡ 😉💖😆

..

..

..

Di kediaman Uciha

Saat ini Hinata kembali Khawatir saat melihat jam sudah menujukan pukul 11-30 malam tapi Sasuke masih juga belum pulang.

Sementara Sasuke yang di khawatirkan Hinata baru saja tiba di kediaman Uciha dengan mobilnya.

"Malam ini kau tidak akan sendirian lagi saat merayakan ulang tahun pernihakan orang tuamu yang sudah meniggal Hime, karena mulai sekarang aku akan menemanimu di setiap tahunya, dan malam ini kita akan merayakan ulang tahun pernikahan mendiang orang tuamu dengan kue buatanku sendiri." pikir Sasuke dengan bangga pada dirinya sendiri saat Kuenya buatanya sudah di tanganya.

"Hime!" Kaget Sasuke ketika berbalik sudah melihat keberadan Hinata kini tepat di depanya.

"Sasuke-kun." gumam Hinata dengan langsung meneluk Sasuke.

Sasuke yang di peluk Hinata secara tiba tiba hanya bisa mematung karena terkejut, karena pelukan saat ini adalah pertama kalianya Hinata memeluknya terlebih dahulu.

😆💖😉 ♡《 SKIP TIME 》♡ 😉💖😆

Setelah kejadian pelukan di halaman depan, kini Sasuke dan Hinata sudah berada di ruang tamu dengan Hinata yang sudah mengetahui jika KUE yang saat ini terletak manis di atas meja plus lilin yang sudah menyala di atasnya itu adalah KUE buatan Sasuke sendiri.

"Hime dari mana kau mengetahui jika KUE ini buatanku?" Sasuke membuka suara karena merasa Heran saat datang tadi Hinata terlihat seperti sudah mengetahui semuanya kejutanya untuk malam ini.

Dengan perasaan campur aduk Hinata menujukan sebuah pesan yang ada di ponselnya pada Sasuke.

From.. SASORE-NII

Hinata-Chan lihat ini foto Sasuke-kunmu yang tadi berada di dapur Pain sedang membuat KUE untukmu, sebenarya malam ini ada hari spesial apa sehingga Sasuke sendiri yang membuat KUE?
Bukankah malam ini bukan ulang tahunmu?
Dan tadi di atas KUE itu tertulis enisial H & H sebenarnya itu enisial apa?

...

Sasuke hanya terkejut setelah melihat Fotonya dan membaca pesan yang di tunjukan Hinata.

"Se-bena-rnya ak-u sem-pat lupa akan hari ini, tapi setelah membaca pesan dari Sasore-Nii tentang enisial huruf di pesan itu, seketika aku teringat jika malam ini adalah tanggal ulang tahun pernikahan Otousan dan Kaasan, dan saat aku teringat itu dari arah luar terlihat lampu mobil Sasuke-kun saat datang, dan untuk memastikan itu benar mobil Sasuke-kun, aku bergegas keluar rumah untuk memerikasnya, dan ternyata itu memang Sasuke-kun, tapi aku begitu terkejut saat melihat Sasuke-kun berbalik dengan KUE yang berukir enisial Nama mendiang Otousan dan Kaasan." jelas Hinata apa adanya

"Ta-pi Sasuke-kun tau dari mana jika hari ini adalah hari pernikahan mendiang Otousan & Kaasanku, dan Sasuke-kun juga tau dari mana aku merayakan hari ini seperti ini?"

"Aku mengetahuinya keterangan lengkapnya dari Laptopmu secara tidak sengaja, disaat tadi aku ingin membuatkan soal yang kuberikan sebelum pergi, dan mengenai aku tau kau merayakan hal ini, baru 2 tahun belakangan, saat aku tidak sengaja melihatmu seperti sedang merayakan sesuatu secara diam diam saat di kamar sendirian di tanggal ini."

Mendengar penjelasan Sasuke membuat Hinata merasa binggung harus bersikap seperti apa sekarang, karena Sasuke mengetahui jika dirinya merayakan hal yang tidak pernah dirayakan oleh seorang anak untuk kedua orang tuanya yang sudah meninggal.

"Tiup sekarang lilinya Hime, sebantar lagi jamnya akan terlewat?" suruh Sasuke ketika melihat Hinata hanya terdiam.

Melihat jam yang memang sebentar lagi lewat jam 12 malam, tanpa berpikir apapun lagi Hinata langsung meniup lilin dari KUE buatan Sasuke.

"Arigatou Sasuke-kun!" Hinata mengatakanya saat semua api dari lilin sudah padam di tiupnya.

"Ini ulang tahun pernikahan orang tuamu yang keberapa?"

"Ya-ng ke-dua pu-luh ta-hun"

"Berarti mereka menikah 3 tahun sebelum kelahiranmu Hime?"

Hinata menggaguk mengiyakan perkataan Sasuke.

"Hime! Apa kau tidak ingin mencoba kue buatanku?" Tanya Sasuke yang melihat Hinata belum ada menyentuh kue buatannya.

Perlahan namun pasti Hinata mulai memotong KUE buatan Sasuke.

"Bagaimana?" Penasaran Sasuke, saat Hinata sudah memasukan potongan kecil KUE tadi kedalam mulutnya.

"Ra-sa-nya enak! Sa-suke-kun membuat KUE ini sendirian di rumah Pain-Nii?" Heran Hinata, karena rasa KUE buatan Sasuke terasa seperti KUE yang biasanya di joal di toko-toko enaknya, meski penampilan KUE itu terlihat sedikit berantakan.

"Hn! Aku membuatnya sendiri, Tapi! apa rasa KUE itu tidak terlalu manis Hime?" Selidik Sasuke, karena saat Sasuke mencicipi KUEnya ketika di rumah Pain terasa sangat manis, manis bagi Sasuke saat semua mengikuti bahan dari Yotube.

"Manisnya terasa pas di lidahku, bahkan KUE Sasuke-kun terasa seperti KUE KUE yang di jual di toko toko enaknya, Sasuke-kun belajar bikin KUE dari mana?" kagum Hinata.

"Aku tidak belajar, aku hanya menuruti petunjuk dari Youtube"

Melihat wajah Hinata yang terkejut sekaligus kagum membuat Sasuke tiba tiba teringat dengan perkataan Daidara ketika di rumah Pain saat membahas tentang smile cium yang di kirim Hinata sebagai balasan pesan yang di kirim oleh Obito.

'Sasuke cobalah berpikir seperti Tobi sekali kali saat kau hanya berdua dengan Hinata, siapa tau Hinata akan menjadi sedikit berubah seperti itu bukankah kalian saling mencintai, jadi itu tidak masalah'

Teringat akan hal itu, entah kenapa Sasuke tiba-tiba mendapatkan sebuah ide untuk mencobanya pada Hinata sekarang juga.

"Hime! kau yakin KUE itu tidak terlalu manis?" Perlahan namun pasti kini Sasuke mendekatkan wajahnya kewajah Hinata.

Hinata hanya bisa menggelengkan wajahnya sebagai jawaban, dengan secara perlahan memundurkan wajahnya saat wajah Sasuke semakin mendekat.

"Kau yakin?" Kini Posisi wajah Sasuke hanya berjarak 5 cm dari wajah Hinata, karena sekarang Hinata tidak bisa memundurkan wajahnya lagi kerena terhalang sandaran sopa.

"Iy-a Sa-su-ke-kun ini ti-da-k ter-la-lu ma-nis." gugup Hinata karena Nafas Sasuke sekarang ini bisa di rasakannya saat menerpa wajahnya.

"Sepertinya aku harus mencoba KUE buatanku sekali lagi untuk memastikan jika ucapamu benar dan tidak sedang berbohong Hime." Perlahan namun pasti Sasuke meletakan sebelah tanganya di belakang kepala Hinata dan wajahanya semakin maju untuk semakin mendekat pada wajah Hinata sekarang ini.

4 cm semekin medekat
.

3 cm
.

2 cm
.

1 cm
.

💖♡《 FIN 》♡ 💖

minna tolong bantuan subcribe dan like chinel youtube aku ya ka yang ada di BIO
TERIMAKASIH

👋👋😆
Hinata_Centric2017 @HCSweetestDecember
#HCSweetestDecember
😄
💓
💋

Vote dan Komentar kalian semangat menulisku

yang suka ceritanya tinggalkan jejak 😉

Mohon maaf jika ada ketidak sengajaan typo bertebaran di mana-mana.

Klik😉
👇

Continue Reading

You'll Also Like

493K 25.8K 37
Summary :Apa yang terjadi bila ternyata Naruto bukanlah Naruto yang selama ini dipikirkan oleh masyarakat Konoha, Naruto yang asli ternyata seoarang...
761 95 1
Orang-orang bilang tidak ada persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan, sedangkan Sakura menunjukkan pada semua orang seberapa erat dan kokoh...
69.8K 3.7K 9
Karna sebuah gulungan jutsu yang Naruto temukan di reruntuhan uzumaki,dia yang sangat panasaran membukanya membuat dirinya terlempar kemasalalu sebel...
Wattpad App - Unlock exclusive features