Destiny [Selesai]

By Sintamswlyh27

17.7K 1.1K 34

Jika kau memang orang yang ditakdirkan untuku,aku percaya kau akan kembali lagi padaku sejauh apapun kau perg... More

Prolog
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Author note
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
End
Epilog
extra part
Info

Part 15

368 30 0
By Sintamswlyh27

Happy reading 😘

"Jangan pernah menyalahkan takdir atas apa yang terjadi di dalam hidup kita,yakinlah bahwa apa yang terjadi akan membawa kita pada kebahagiaan"
-Haikal Anindito Argani




"Dasar jomblo,iya bang Assalamualaikum" ucap Fira mematikan sambungan telpon sebelum Reza menjawab
.
.
.
.
.
.
.
.

   Setelah menunggu akhirnya martabak keju pesanan Fira pun selesai dibuat fira menyerahkan selembar uang 50 ribu kepada si penjual martabak untuk membayar pesanannya senilai 23 ribu,si penjual martabak pun memberikan kembalian pada Fira.
   Setelah mengucapkan terima kasih pada penjual martabak Fira langsung melajukan motornya menuju rumahnya.
  
  Sesampainya dirumah Fira memarkirkan motornya di garasi dan mengetuk pintu.

Tok tok tok

"Assalamualaikum,Fira yang cantik,imut,menggemaskan dan ngengenin pulang" ucap Fira sambil menenteng plastik martabak

Ceklek
Suara handle pintu terbuka

"Wa'alaikumussalam,cih ngangenin dari hongkong" balas sesorang yg membukakan pintu

"Aku mah emang ngangenin,emangnya bang Eza"ucap Fira

"Udah mau maghrib,ayo cepet masuk" intruksi sebuah suara wanita dari dalam rumah

"Bang Eza'nya nih mah" ujar Fira sambil masuk kedalam rumah menghampiri Diana yang berada tak jauh dari pintu

"Lah ko Abang sih" ujar Reza tak terima

"Emang sih,tadi kan bang...." ucal Fira terpotong

"Udah jangan dilanjutin,Fira salaman dulu gih sama Papa.Papa ada di ruang keluarga" Diana memotong ucapan Fira

"Anterin" ucap Fira cengengesan

"Udah gede masih manja" ledek Reza

"Biarin aja,lagi pula aku kan masih sekolah.Dari pada Bang Eza udah gede tapi masih jomblo belom ketemu jodoh" ucap Fira tertawa

Reza yang mendengar hanya bisa mengelus dada,tangannya kini siap menggelitiki Fira.
Fira yang melihat gelagat tak baik dari Reza langsung berlari menuju ruang keluarga menemui Arkan meninggalkan Diana.

"Tadi minta anterin,sekarang malah ditinggalin.Untung anak sendiri" batin Diana lalu mengikuti Fira menuju ruang keluarga

"PAPA!! Si jomblo mau nyerang Fira Pah" ucap Fira terkekeh sambil berlindung di belakang tubuh Arkan yang tengah duduk di Sofa

"Mana yang berani ganggu Princess'nya Papa" ucap Arka sambil tolak pinggang

"Tuh Pah yang itu Pah" tunjuk Fira pada Reza

"Apadah,aku gk ngapa-ngapain Pah suer dah" ucap Reza

"Idih dusta,tak baik ma.Nanti lu olang dapat dosa" ucap Fira menirukan gaya berbicara salah satu tokoh kartun.

"Udah mau maghrib jangan bercanda terus,dari tadi Mama bilangin gk di dengerin.Ngambek nih Mama" ucap Diana pura-pura merajuk

"Hayo loh,Mamah'nya ngambek.Papa gk tanggung jawab ya" ucap Arkan

"Ululululu Mama ku yang cantik'nya bak bidadari,jangan ngambek ya.Nih Fira beliin martabak keju kesukaan Mama" ucap Fira sambil menyerahkan bungkusan plastik yang berisi martabak

"Makasih sayang" ucap Diana menerima bungkudan dari Fira lalu mencium pipi Fira

"Papa gk dibeliin apa-apa" ujar Arkan dengan wajah sedih yang dibuat-buat

"Besok-besok ya Pah" ucap Fira cengengesan

"Sudah ayo siap-siap Sholat" Ucap Diana

Mereka pun menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim yaitu sholat.

Seperti biasa selepas sholat mereka bercengkrama,tertawa dan bersenda gurau di ruang keluarga.

Di lain tempat

"Hikss..Hikss.. Hikss" suara tangisan keluar dari mulut seorang gadis kecil berusia 6 tahun

"Udah,Raina jangan nangis lagi ya" ucap anak lelaki disebelah gadis kecil itu sambil menghapus air mata yang jatuh di pipinya.

"Kak Haikal kapan pulang??Raina takut" ucap gadis kecil bernama Raina itu

"Sebentar lagi pasti Kak Haikal pulang kok,kan ada Rayhan disini" tutur anak lelaki bernama Rayhan

Benar saja pintu kamar mereka terbuka dan nampak lah Haikal berjalan ke arah mereka masih mengenakan seragam sekolah.

"Kalian kenapa belum tidur" tanya Haikal pada kedua adik kembarnya

"Rain takut Ka" ucap Raina seraya memeluk Haikal dengan air mata yang masih mengalir

"Sssst,udah ya.Masa anak cantik nangis" ucap Haikal membalas membalas pelukan Raina dan membawa serta Rayhan kedalam pelukannya.

"Sekarang kalian tidur,besok kan harus sholat shubuh" ucap Haikal

Rayhan dan Raina menganggukan kepala

Haikal terbiasa ketika memerintahkan adiknya tidur dia mengingatkan agar tidak kesiangan sholat shubuh.Karena jika mengingatkan agat tidak kesiangan sekolah maka bisa jadi saat dewasa yang diingat hanya dunia.

Haikal membawa Rayhan dan Raina ke tepat tidurnya masing-masing.Rayhan dan Raina memang satu kamar namun tempat tidurnya dipisah

  Haikal menyelimuti Rayhan kemudian Raina tak lupa dia memerintahkan adiknya untuk berdoa sebelum tidur.

  Setelah memastikan adik kembarnya tidur Haikal keluar dari kamar mereka dan menutup pintunya.Sejenak Haikal memejamkan mata untuk menenangkan emosi ingin rasanya dia menangis melihat kondisi keluarganya,tapi dia harus tegar di depan dua adiknya

  Sebenarnya sedari tadi Haikal sudah berada dirumah hanya saja dia malas untuk masuk kedalam dan lebih memilih duduk di kursi taman rumahnya.

  Setelah menenangkan emosinya Haikal menghampiri orang tuanya yang masih bertengkar.

Melihat Haikal datang orang tua Haikal berhenti beradu argumen

"Rayhan dan Raina sudah tidur sayang??" ucap Ibu Haikal

"Anda Ibu'nya kenapa anda tidak tahu keadaan anak anda??" ucap Haikal datar "Ups,saya lupa anda sibuk dengam urusan anda sehingga tidak tahu keadaan anak'nya" lanjut Haikal

"Jaga bicara kamu" ucap Papa Haikal

"Apa yang harus saya jaga hah?? Ucapan saya benar kan.Kalian berdua sibuk dengan urusan kalian,kalian itu egois" ucap Haikal dengan nada suara meninggi

"Kami bekerja untuk kamu sayang,untuk memenuhi kebutuhan kamu dan adik-adik kamu" ucap sang Ibu

"Maaf Suster Marissa,saya dan kedua adik saya tidak pernah menginginkan kehidupan yang seperti ini.Bukan kah semua ini hanya keinginan kalian" ucap Haikal enggam memanggil Marissa dengan sebutan Mama

"Dia itu ibu mu,berbicaralah yang sopan" tegur Papa'nya

"Berkacalah dulu Dr.Arief apakah anda berbicara sopan padanya saat kalian bertengkar?? " ucap Haikal

Arief hanya teridam mendengar penuturan anaknya

"Sudah lah saya malas untuk berdebat dengan kalian.Saya hanya ingin bilang bila anda bertengkar cobalah kecilkan volume suara anda.Karena suara kalian bertengkar membuat adik saya takut" ucap Haikal langsung meninggalkan kedua orang tuanya

"Maafin Haikal Mah,Pah.Haikal gk maksud nyakitin Mama sama Papa" batin Haikal

Kini Haikal berada di balkon kamarnya,ingatannya berputan pada 3 tahun lalu saat keluarganya masih harmonis.
Saat rumahnya di isi canda dan tawa.Saat mereka sekeluara menyaksikan lucu'nya Rayhan dan Raina yang sedang belajar berjalan.

"Aku sangat merindukan momen itu" batin Haikal

Dulu sebelum Papa'nya menjadi dokter terkenal dan Mama'nya menjadi suster kehidupan keluarganya begitu bahagia.Mama'nya selalu berada di rumah menemai mereka,Papa'nya tak sesibuk sekarang.Tapi saat papa'a menjadi dokter yang terkenal,papa'nya tak bisa meluangkan waktu untuk mereka.Mama'nya lebih memiliha menjadi suster dengan dalih membantu Papa'nya mencari uang untuk membeli keperluan yang tak akan ada puasnya.
Padahal Haikal tak menginginkan semua itu.

Bukan tak bersyukur atas rezeki yang diberi Allah hanya saja hal itu membuat orang tuanya melalaikan anak-anaknya dan melimpahkan pekerjaan rumah pada Asisten rumah tangga atau ART.

Haikal merebahkan badannya dan mulai memejamkan mata berharap esok lebih baik dari hari ini.




Jangan lupa Vote dan Comennya :v Doain author besok simulasi unbk:'v

Minggu,12 November 2017


Continue Reading

You'll Also Like

795K 33.3K 56
#1 in Naufal (130919) #1 in Ikhlas (081221) #1 in Arfa (250720) #1 in Indonesia menulis (160421) #1 in Spiritual (170720) #1 in Takdir (310720) #1 in...
187K 9.3K 51
[ Spiritual - Romantis ] ------------------- Cover cantik by : Me Aku ikhlas merelakanmu padanya, sebab allah hanya mengizinkan aku mencintaimu untuk...
1.9K 509 50
[COMPLETED] Tidak semua kisah bisa berakhir bahagia,terkadang juga ada luka di dalam nya.tetapi separah apa pun luka itu tidak akan berarti jika aku...
42.4K 2.4K 32
Cover by : pinterest ⚠️Follow sebelum membaca- "Cinta sejati itu, adalah mencintai satu orang yang akan ia cintai, apapun kondisi pasangannya, apapun...
Wattpad App - Unlock exclusive features