Pada suatu hari puluhan mozo lari dari hutan belantara hingga sampai ke kota ,ada yang muncul dari bawah jurang yang di atasnya terdapat jalan raya ,semua ini berawal ,saat itu orang - orang sedang berkendara melewati jalan raya tersebut,tiba-tiba seekor mozo menghadangnya,karena terkejut pengendara tersebut berteriak ketakutan lalu mozo tersebut mencakarnya sampai berdarah ,seketika orang yang mozo cakar menjadi seperti orang gila ,karena jalanan macet akibat mozo semua orang berlarian berusaha melarikan diri ,termasuk aku yang ada di sana ikut berlari mencari jalan ,seseorang datang menodongkan pistol dari kejauhan .
"Jangan bergerak".
Seketika aku diam tak bergerak.
" (diam sambil nangis").
Darr pistol tersebut menembak mozo yang ada dibelakangku .Lalu seseorang itu menghampiriku.
"Mozo sangat sensitif terhadap pergerakan".
" (aku masih terdiam karena syok)".
Dia menggenggam tanganku lalu mengajakku untuk pergi dari tempat tersebut menggunakan motor besar berwarna hitam yang ia kendarai .
"Pengangan yang erat,karena aku akan mengebut"
"(Aku pun memeluknya dengan erat)"
"Tutup matamu"
Dia berniat agar aku tidak melihat mozo yang sedang menyerang orang orang ditempat sana,jika kita lebih cepat dari mozo,mozo tersebut tidak akan mengejar kita.
Pada sampai akhirnya kita tiba di sebuah tempat yang di tutupi gerbang besi yang terlihat misterius kaya di lapas aja,aku turun lalu mengikutinya .ia berkata.
"Mahluk itu adalah mozo"
"Bukankah mereka seperti manusia hanya saja mereka bertingkah aneh"
"Mereka bukanlah manusia,mereka adalah mahluk hasil ilmuan yang gagal".
" kenapa kau sangat tahu tentang mereka,apakah kau yang menciptakannya".
"Tidak,aku hanyalah seorang detektif yang bertugas menyelidiki gedung yang ada di hutan sana,gedung tersebut di gunakan untuk praktek ilegal yang akhirnya menghasilkan puluhan mozo yang menularkan virus .
" oh jadi kau seorang detektif."
"Ya ,namaku max chen.siapa namamu?"
"Namaku Lawrence"