Antara Cinta dan Sahabat

By dian_ti11

13K 555 46

Apa aku salah menyayangi mu lebih dari kata sahabat? Apa aku salah mempunyai perasaan yang lebih dari kata sa... More

part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
permintaan maaf
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
Part 20
part 21
part 22
part 23
part 24
part 25
part 26
part 27
part 28
part 29
part 30
Tolong baca ya 😂😂😂 cuma sebentar kok 😂😂😂
part 31
Part 32
part 34

part 33

179 11 4
By dian_ti11

Antara Cinta dan Sahabat.

(Namakamu) sudah berada di rumahnya dan saat ini ia sedang berada didalam kamarnya. (Namakamu) tidak sendiri melainkan dengan seorang pria. Pria yang tadi melindunginya dari hujan.

"Udah dong,(Nama). Lo jangan nangis terus. Ga ada gunanya juga kan lo nangisin cowo kek dia?" Ucap pria itu sambil terus menenangkan (Namakamu).

"Gue cuma ga nyangka aja, kenapa Bastian tega sama gue" (Namakamu) masih terus menangis, namun tak sekencang tadi. Tangisnya mulai reda.

"Iya gue tau perasaan lo saat ini. Tapi ga baik juga nangisin seseorang yang belum tentu dia nangisin kita juga" ucap pria iti dengan lembut.

"Udah ya jangan sedih lagi. Kan masih ada gue, Danty, Zidny, Iqbaal, Aldi dan Bangkiki" lanjut pria itu sambil mengusap air mata (Namakamu) yang terus mengalir.

"Hiks.. makasih ya, Gas. Lo udah mau nemenin gue" pria itu pun menganggukan kepalanya dan tersenyum manis.

Ya, Nama pria itu Bagas. Bagas teman satu kampus (Namakamu) dan kawan-kawannya. Walau tidak satu jurusan tapi mereka cukup kenal dekat. Karna pas ospek dulu, Bagas dan (Namakamu) pernah telat bareng dan dihukum bareng juga. Dan dari situlah mereka menjadi dekat.

"Udah ya jangan nangis lagi. Makin jelek lo kalo nangis" (Namakamu) memukul bahu Bagas cukup kencang, namun Bagas bukannya kesakitan ia malah tertawa dengan biadabnya.

"Rese lo" (Namakamu) menatap sinis Bagas.

"Hahahahaha canda kali, (Nama). Jangan diambil serius, kalo serius nanti baper" ucap Bagas dan masih dengan tawanya.

(Namakamu) hanya menatap Bagas datar.

💞💞💞💞💞💞

Malam ini (Namakamu) sedang berada di kamarnya dengan dua gadis cantik. Dianty dan Zidny. Ya, mereka berdua menginap dirumah (Namakamu). Dan mereka berdua pun sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Bastian. 

"Terus gimana hubungan kamu sama, Bastian, (Nama)? Masih berlanjut atau udahan?" Tanya Zidny pelan, ia takut (Namakamu) malah tersinggung dengan perkataannya.

(Namakamu) menggelengkan kepalanya "gue gatau. Mungkin sebentar lagi berakhir" lirih (Namakamu).

Dianty pun mengusap punggung sepupunya itu "lo harus kuat, gue yakin lo bisa (Namakamu), dulu sama Iqbaal aja lo kuat masa sama Babas ga bisa"

"Kenapa harus gue sih? Gue cinta sama Babas, Dant. Gue gamau kehilangan dia" (Namakamu) pun kembali meneteskan air matanya.

Zidny dan Dianty pun memeluk (Namakamu) dengan erat.

"Ada kita, gue yakin Bastian masih cinta sama lo" ucap Dianty.

"Iya, (Nama). Benar apa kata Danty, pasti Babas masih cinta dan sayang sama kamu. Percaya sama aku, mungkin Babas lagi khilaf"

Dianty dan Zidny pun melepaskan pelukannya dan mengusap air mata sahabatnya itu.

"Tenang ya, kita bakal bantu kamu kok" ucap Zidny dengan senyum manisnya.

(Namakamu) pun ikut tersenyum juga. Ia beruntung masih memiliki sahabat seperti Zidny dan Dianty. Sahabat yang selalu ada untuknya, sahabat yang selalu merangkulnya saat ia sedih, sahabat yang mensuport nya, sahabat yang sudah seperti keluarga.

"Thanks guys. Kalian emang sahabat gue yang paling baiiiiik banget" (Namakamu) pun memeluk Danty dan Zidny. Mereka berdua pun membalas pelukan (Namakamu).

💞💞💞💞💞

Hari pun sudah pagi, kini jam menunjukan pukul 07.00 WIB. (Namakamu) pun terbangun dari tidurnya.

Duduk ditepi kasurnya dan berdiam diri sejenak untuk mengumpulkan nyawanya. Dan setelah itu ia pun beranjak dari duduknya dan bercermin di meja riasnya.

(Namakamu) menatap wajahnya yang terpantul di kacanya. Mata yang sembab, hidung yang sedikit memerah, rambut yang acak-acakan dan bibir yang pucat.

(Namakamu) pun menghembuskan nafasnya pelan dan setelah itu ia pergi  kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Selang 15 menit kemudian (Namakamu) keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian.

Berjalan menuju ke meja rias, menyisir rambutnya dan menaburkan bedar tabur ke wajahnya dan sedikit memakai liptin.

Setelah selesai ia pun turun kebawah untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan kedua sahabatnya.

Orang tua (Namakamu) sedang berada di luar kota. Mengurus pekerjaannya, makanya ia yang harus menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.

💞💞💞💞💞

Bastian baru saja bangun dari tidurnya dan langsung meminum air putih yang berada di atas nakasnya. Setelah meminum air putih itu Bastian pun beranjak dari kasurnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Tak butuh waktu lama Bastian pun sudah selesai mandi dan sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru.

Saat Bastian sedang menggosokan kepalanya dengan handuk, handphone Bastian bergetar dengan kencang. Pertanda ada telfon masuk.

Bastian pun mengangkat telfon tersebut.

"Hallo"

"..."

"Oh iya bisa kok, yaudah nanti gue jemput lo ya?"

"..."

"Oke"

Entah siapa yang menelfonnya yang jelas ia akan segera pergi bersama si penelfon tadi.

"Untung gue udah ganteng, jadi tinggal otw aja" dan setelah itu Bastian pun meninggalkan kamarnya dan langsung pergi untuk menemui si penelfon tersebut.

💞💞💞💞💞💞💞

"(Nama)? Ke pim yok. Bete nih gue di rumah mulu" ajak Danty.

"Yaudah gue ganti baju dulu ya" (Namakamu) pun meninggalkan Dianty dan Zidny di ruang tv. Kenapa Zidny dan Dianty tidak mengganti bajunya juga? Karna meraka sudah rapi sedari tadi.

"Yok" mereka bertiga pun keluar rumah dan pergi menuju pim.

"Nanti kita photo box yuk??" Ajak Zidny dan diangguki oleh kedua sahabatnya.

Tak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di pim dan segera masuk kedalam pim.

"Kita kemana dulu nih?" Tanya Danty, Zidny dan (Namakamu) pun mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.

"Yaudah keliling dulu aja ya" mereka bertiga pun mengelilingi mall tersebut.

"Eh ketoilet dulu yuk? Kebelet nih" mereka bertiga pun berjalan menuju toilet. Saat sedikit lagi sampai toilet, (Namakamu) melihat seorang pria yang berdiri di dekat pintu toilet wanita. Dan sepertinya (Namakamu) mengenali pria itu.

"Bastian?" Gumam (Namakamu).

Karna ingin memastikan penglihatannya itu benar atau salah (Namakamu) menghampiri pria itu.

"Bastian?" Pria itu pun mendongakan kepalanya, dan benar pria itu adalah Bastian.

"Ngapain kamu disini,Bas?" Tanya (Namakamu).

Saat Bastian ingin menjawab pertanyaan (Namakamu) seorang gadis keluar dari dalam toilet. (Namakamu) dan Bastian pun menolehkan kepalanya kesamping.

"Anter cewe gue" jawab Bastian.

"Ja.. jadi benar di..dia pacar kamu?" Tanya (Namakamu) dengan gemetar.

"Iya"

"Terus aku siapa kamu,Bas?" Tanya (Namakamu) sambil menatap Bastian sedih.

"Lo? Cuma mantan gue" ucap Bastian dengan santai dan tanpa beban sedikitpun.

"Ma..mantan? Tapi kita belum putus, Bas" ucap (Namakamu).

"Yaudah kalo gitu. Kita putus, dan mulai hari ini lo harus lupain gue, jangan pernah hubungin gue lagi, dan jangan pernah ganggu gue lagi. Ngerti!!" Setelah itupun Bastian pergi dengan gadis itu dan meninggalkan (Namakamu) sendirian di depan pintu toilet wanita.

"(Namakamu) lo kenapa nangis?" Tanya Danty, ya memang tadi yang minta ketoilet itu adalah Danty. Danty dan Zidny pun masuk kedalam toilet lebih dahulu, namun saat (Namakamu) ingin menyusul mereka berdua (Namakamu) malah melihat Bastian. Dan terjadilah berakhirnya hubungan mereka.

"Hiks.. gue putus sama Babas" lirih (Namakamu). Danty dan Zidny pun langsung memeluk (Namakamu).

"Kamu nanti ceritain semuanya ya,(Nama) dirumah. Yaudah kita pulang aja yuk" mereka bertiga pun pulang kerumah (Namakamu).

💞💞💞💞💞

"Jadi? Cowo tadi yang berdiri disamping pintu masuk toilet itu si Babas? Kok kita berdua ga engeh ya kalo itu si Babas" ucap Danty.

"Yaudahlah, (Nama). Gausah lo tangisin cowok kek dia. Ga guna tau dan ga ada faedahnya. Udahlah lo lupain aja si Bastian itu" ucap Dianty kesal.

"Ga gampang buat gue lupain Bastian, Dant. Gue sama Bastian udah hampir 6 tahun bareng-bareng. Dari sebelum gue sama dia pacaran. Dari dulu dia yang selalu semangatin gue" ucap (Namakamu).

"Tapi nyatanya? Dia kan yang udah buat semangat lo hilang juga? Udahlah, (Nama). Lupain Bastian, gue gamau lo nangis terus gara-gara dia" ucap Danty dengan nafas yang memburu. Ia tak tega dengan (Namakamu) yang terus-terusan menangisi cowok seperti Bastian.

"Udah, Dant. Kamu ga bisa paksa (Namakamu) kaya gitu. Ngelupain seseorang yang udah lama bersama-sama, sama kita itu ga gampang"

"Yaudah mendingan kamu kekamar ya, (Nama)" (Namakamu) menganggukan kepalanya dan berlalu dari hadapan Zidny dan Danty.

"Dant? Ga seharusnya kamu ngomong gitu sama (Namakamu). Dia lagi sedih, seharusnya kamu tenangin dia bukannya malah suruh dia buat move on" ucap Zidny yang menasehati Danty.

"Tapi, Zee. Gue kesel, gue marah, gue kecewa sama Babas. Kenapa dia tega banget sama sepupu gue?"

"Bahkan lo pernah dengerkan Babas ga akan ninggalin (Namakamu) kalo bukan perinta dari (Namakamu). Lo inget itu kan Zee? Waktu di caffe itu"

"Iya aku inget. Mungkin mereka ada masalah lain yang ga pernah kita ketahui. Yaudahlah itu kan urusan mereka berdua. Tugas kita cuma bisa suport (Namakamu) dan mengalihkan pikirannya dari Babas. Aku yakin lambat laun (Namakamu) akan melupakan Bastian. Walau kemungkinnan besar butuh waktu yang panjang" Dianty pun menganggukan kepalanya dan tersenyum menatap Zidny.

Sahabat satunya ini memang paling pintar dengan urusan menyelesaikan masalah atau menghadapi masalah dengan kepala dingin.

"Semoga aja ya" mereka berdua pun saling memeluk satu sama lain.

Bersambung...

Jangan lupa vomentnya ya 😊😊😊

Continue Reading

You'll Also Like

26.7K 1K 9
Mencintai seseorang yang mencintai sahabatku itu sakit! Dan mungkin memang lebih baik kita menjadi TEMAN SAJA ~Aa ID
14.4K 723 10
Gue sayang sama lo tulus tapi kenapa lo jahat sama gue. -(Namakamu) Gue sayang sama lo tapi gue juga sayang sama dia. -iqbaal Please lupain dia buat...
67.9K 3.9K 6
Terkadang.. aku merasa kita hanya sebatas sahabat~ Terkadang.. aku merasa kita lebih dari sahabat~ Dan terkadang aku merasa aku bukan siapa siapa unt...
25K 848 29
Dua orang sahabat yang sudah lama menjalin persahabatan berujung cinta. Salah satu dari mereka ingin memiliki hubungan "lebih dari sahabat" "Gue ngga...
Wattpad App - Unlock exclusive features