Anak Rajawali

By JadeLiong

144K 3.8K 37

Lanjutan "Beruang Salju". *note : Jilid kelipatan 5 di cinkeng ini cayhe private, hanya follower yg dpt memba... More

Jilid 1
Jilid 2
Jilid 3
Jilid 4
Jilid 5
Jilid 6
Jilid 7
Jilid 8
Jilid 9
Jilid 10
Jilid 11
Jilid 12
Jilid 13
Jilid 14
Jilid 15
Jilid 16
Jilid 17
Jilid 18
Jilid 19
Jilid 20
Jilid 21
Jilid 22
Jilid 23
Jilid 24
Jilid 25
Jilid 26
Jilid 27
Jilid 28
Jilid 29
Jilid 30
Jilid 31
Jilid 32
Jilid 33
Jilid 34
Jilid 35
Jilid 36
Jilid 37
Jilid 38
Jilid 39
Jilid 40
Jilid 41
Jilid 42
Jilid 43
Jilid 44
Jilid 45
Jilid 46
Jilid 47
Jilid 48
Jilid 49
Jilid 50
Jilid 51
Jilid 52
Jilid 53
Jilid 54
Jilid 55
Jilid 56
Jilid 57
Jilid 58
Jilid 59
Jilid 60
Jilid 61
Jilid 62
Jilid 63
Jilid 64
Jilid 65
Jilid 66
Jilid 67
Jilid 68
Jilid 69
Jilid 70
Jilid 71
Jilid 72
Jilid 73
Jilid 74
Jilid 75
Jilid 76
Jilid 77
Jilid 78
Jilid 79
Jilid 80
Jilid 81
Jilid 82
Jilid 83
Jilid 84
Jilid 85
Jilid 86
Jilid 87
Jilid 88
Jilid 89
Jilid 90
Jilid 91
Jilid 92
Jilid 93
Jilid 94
Jilid 95
Jilid 96
Jilid 97
Jilid 98
Jilid 99
Jilid 100
Jilid 101
Jilid 102
Jilid 103
Jilid 104
Jilid 105
Jilid 106
Jilid 107
Jilid 108
Jilid 109
Jilid 110
Jilid 111
Jilid 112
Jilid 113
Jilid 114
Jilid 115
Jilid 116
Jilid 117
Jilid 118
Jilid 119
Jilid 120
Jilid 121
Jilid 122
Jilid 123
Jilid 124
Jilid 125
Jilid 126
Jilid 127
Jilid 128
Jilid 129
Jilid 130
Jilid 131
Jilid 132
Jilid 133
Jilid 134
Jilid 135
Jilid 136
Jilid 137
Jilid 138
Jilid 139
Jilid 140
Jilid 141
Jilid 142
Jilid 143
Jilid 144
Jilid 145
Jilid 146
Jilid 147
Jilid 148
Jilid 149
Jilid 150
Jilid 151
Jilid 152
Jilid 153
Jilid 154
Jilid 155
Jilid 156
Jilid 157
Jilid 158
Jilid 159
Jilid 160
Jilid 161
Jilid 162
Jilid 163
Jilid 164
Jilid 165
Jilid 166
Jilid 167
Jilid 168
Jilid 169
Jilid 171
Jilid 172
Jilid 173
Jilid 174
Jilid 175
Jilid 176
Jilid 177
Jilid 178
Jilid 179
Jilid 180
Jilid 181
Jilid 182
Jilid 183
Jilid 184
Jilid 185
Jilid 186
Jilid 187
Jilid 188
Jilid 189
Jilid 190
Jilid 191
Jilid 192
Jilid 193
Jilid 194
Jilid 195
Jilid 196
Jilid 197
Jilid 198
Jilid 199
Jilid 200 (TAMAT)

Jilid 170

357 17 0
By JadeLiong

Ko Tie sesenggukan.

"Boanpwe teringat dan rindu kepada suhu......!" menyahuti Ko Tie.

"Hem, air mata buaya!" mendadak Oey Yok Su mendengus seperti itu, sikapnya dingin sekali, seakan juga ia muak melihat Ko Tie.

Sedangkan Ko Tie terkejut bukan main. Dia merasakan kepalanya seperti itu dikemplang oleh palu. Dia sampai berhenti menangis seketika itu juga.

"Locianpwe......?" katanya dengan suara tergagap.

Oey Yok Su tertawa dingin, dia bilang: "Hemmm, engkau ternyata seorang murid yang berhati palsu! Seseorang, yang dapat menangis hanya disebabkan rindu terhadap gurunya, adalah seorang manusia berhati palsu.....!"

Dingin dan tawar sekali suara Oey Yok Su, mukanya yang tidak memperlihatkan perasaan apa-apa.

Waktu itu Ko Tie telah memandang Oey Yok Su dengan sorot mata tidak mengerti, karena memang ia benar-benar tidak mengerti, akan perangai Oey Yok Su yang demikian aneh sekali!

Oey Yok Su juga menatap tajam sekali kepada Ko Tie, kemudian dia telah berkata dengan suara yang tawar: "Baiklah, kau seorang murid yang berhati palsu, seorang murid yang pandai menangis, hanya untuk merayu belaka, untuk mendustai gurumu...... hemmmm, aku jadi muak!"

"Locianpwe.......!"

"Kau tidak perlu memberikan bermacam-macam alasan! Ribuan bahkan laksaan alasan yang bisa dipergunakan untuk menutupi kesalahan! Tapi justeru kita bisa melihat kesalahan seseorang dari tingkah laku yang sebenarnya, yang tentu saja tidak dibuat-buat!"

"Tapi locianpwee...... boanpwe sungguh-sungguh rindu pada suhuku......!" kata Ko Tie penasaran.

"Masa bodoh! Itu urusanmu sendiri, bukan urusanku dan tidak ada sangkut pautnya denganku!" menyahuti Oey Yok Su dengan suara yang ketus sekali.

Mendengar jawaban Oey Yok Su seperti itu, muka Ko Tie jadi berobah merah. dia segera menunduk dan berdiam diri.

Memang benar apa yang dikatakan Oey Yok Su, bahwa Oey Yok Su tidak ada hubungan apa-apa antara Swat Tocu dengan dia. Dan juga memang urusan itu tidak perlu dibicarakannya dengan Oey Yok Su.

Namun memang pada dasarnya Oey Yok Su aneh sekali sifatnya dan tabiatnya, di waktu itu dia telah berkata dengan suara yang tawar:

"Hmm, baiklah, aku jelaskan kepadamu, bahwa aku tidak bisa untuk mengobati kau! Aku tarik janjiku tadi, dan aku segan, aku muak, untuk mengobati seseorang yang berhati palsu!"

Hati Ko Tie jadi mencelos.

"Locianpwe....... ?"

"Hemmm, memang sudah kuduga, bahwa engkau seorang murid yang tidak setia kepada gurumu! Engkau telah memperoleh kecelakaan seperti ini, dan dengan tidak tahu malu engkau hendak mengemis-ngemis kepadaku, agar engkau diobati, bukan?!"

Muka Ko Tie memerah. Namun akhirnya ia bilang:

"Tapi dalam hal ini....... boanpwe....... boanpwe tidak memaksa locianpwe! Dan..... dan jika memang locianpwe keberatan buat mengobati lukaku ini, terserah kepada locianpwe sendiri, boanpwe tidak akan memaksanya..... terima kasih terhadap kebaikan locianpwe yang beberapa saat yang lalu telah menolongi boanpwe.......!"

Ko Tie berkata begitu, karena memang dia telah nekad, dia pun merasakan harga dirinya diinjak-injak oleh Oey Yok Su. Jika ia mengalah, tentu akan memalukan gurunya, dan meruntuhkan nama besar gurunya. Karenanya ia mengeluarkan kata-kata yang nekad seperti itu.

"Plakkk!" tiba-tiba Oey Yok Su telah menghantam tepian pembaringan dengan tangan kanannya, sampai tepian pembaringan itu sempal dan juga telah membuat pembaringan itu tergetar keras, dapat dirasakan oleh Ko Tie.

Ko Tie tercekat dan hatinya mencelos, karena ia menduga Oey Yok Su gusar oleh kata-katanya dan akan menghantamnya. Jika saja Oey Yok Su menggerakkan tangannya, tentu sulit sekali baginya buat hidup lebih jauh.....

Tapi kini Ko Tie jauh lebih tenang. Ia sudah nekad, maka dia mengawasi Oey Yok Su dengan sikap yang menantang, mengawasi dengan tidak mengucapkan kata-kata apapun juga.

Sedangkan Oey Yok Su dengan muka yang memerah karena mendongkol telah berkata, "Hemmmm, bagus! Dihadapanku engkau ingin besar adat dan membawa adatmu! Hemmm, bagus! Jadi engkau sekarang ini mengambul terhadapku. Baik aku akan melihat, sampai di mana kau bisa membawa adatmu?"

Mendengar kata-kata Oey Yok Su yang terakhir itu, benar-benar membuat Ko Tie jadi cemas. Karena Oey Yok Su seorang yang berperangai sangat aneh, dan tentunya iapun akan bertindak yang aneh-aneh juga.

"Locianpwe jangan salah paham," kata Ko Tie. "Boanpwe berterima kssih jika memang locianpwe bersedia mengobati boanpwe."

Oey Yok Su tertawa dingin, kemudian dengan mata yang memancarkan sinar yang sangat dingin, ia bilang:

"Hemmm, engkau hendak bicara mutar-mutar dan akhirnya bertujuan satu, yaitu ingin memperlihatkan keangkuhan dirimu, mau diobati boleh, tidak diobati engkaupun tidak memaksa! Bukankah begitu?"

Mendengar perkataan Oey Yok Su seperti itu, diam-diam Ko Tie berkata di dalam hatinya:

"Hemmm, dasar memang engkau yang memiliki adat ku-koay, maka engkau memiliki dugaan seperti itu terhadapku! Sebetulnya, jika engkau bersungguh-sungguh hendak mengobatiku, tentunya engkau akan segera turun tangan buat mengobatiku. Lalu mengapa engkau seakan juga hendak mencari-cari urusan dan persoalan denganku?

"Hemmm, melihat demikian, tampaknya memang engkau setengah hati buat menolongi aku! Sudahlah! Sudahlah! Jika tokh engkau tidak mau menolongi, paling tidak aku hanya mati!"

Setelah berpikir seperti itu, Ko Tie menghela napas. Ia berusaha tersenyum, kemudian bilangnya:

"Locianpwe, sebenarnya boanpwe sangat mengharapkan pertolongan locianpwe. Akan tetapi, jika memang locianpwe tidak bersedia mengobati, bukankah boanpwe tidak bisa memaksanya?

"Jika boanpwe menangis darah, tapi locianpwe memang tidak mau mengobati boanpwe, bukankah tetap saja boanpwe tidak akan diobati oleh locianpwe........? Bukankah begitu?!"

Mendengar perkataan Ko Tie, bola mata Oey Yok Su mencilak memutar beberapa kali. Ia memang memiliki adat yang aneh sekali, perangai yang luar biasa.

Karena itu, setiap melakukan sesuatu, tentu ia selalu aneh dan ada-ada saja. Yang salah bisa dibetulkan, yang benar bisa disalahkan. Maka sekarang mendengar perkataan Ko Tie seperti itu, Oey Yok Su mendengus lagi beberapa kali, ia bilang:

"Jika memang tidak memandang kepada gurumu, hemmm, hemmm, aku tentu sudah membunuhmu!"

"Justeru tadi locianpwe mengatakan, bahwa karena boanpwe murid guruku, karena dari itu ada...... ada......" Ko Tie tidak meneruskan perkataannya.

"Ada...... ada apa?!" bentak Oey Yok Su, suaranya meninggi, sikapnya jadi bengis.

"Apakah Iocianpwe tidak marah jika boanpwe mengatakannya?" tanya Ko Tie.

Muka Oey Yok Su berobah, tahu-tahu tubuhnya telah melesat menghampiri Ko Tie, tangannya bergerak.

"Plakk!" nyaring sekali pipi Ko Tie kena ditamparnya, sehingga ia merasakan rahangnya seperti copot dan ngilu sekali, seakan juga giginya akan rontok.

"Kau anggap aku ini seorang jago rimba persilatan yang seperti bajingan, yang harus ditanya dulu marah atau tidak jika memang engkau mengemukakan pendapatmu?!" kata Oey Yok Su dengan suara yang bengis.

"Aku bisa membuktikan kepadamu, walaupun engkau tidak melakukan kesalahan, tapi jika memang hatiku tidak senang, maka bisa saja aku menghajarmu.....!"

Setelah berkata begitu, berulang kali Oey Yok Su mendengus.

Ko Tie tadi sempat merasakan pandangan matanya kabur seperti berkunang-kunang, dan ia pun merasa sakit yang sangat. Walaupun Oey Yok Su menamparnya memang bukan disertai tenaga sin-kangnya, namun tempelengan itu membuat Ko Tie jadi pusing juga.

Setelah lewat beberapa saat, akhirnya Ko Tie baru bisa menyahuti: "Baiklah locianpwe, boanpwe bersedia dihukum apa saja oleh locianpwe, menganggap boanpwe bersalah boanpwe terima, jika dihukum, boanpwe juga terima......!"

"Plak!" kembali Ko Tie ditempeleng oleh Oey Yok Su.

"Kau bicara seenakmu! Apakah kau anggap aku orang sinting sehingga orang yang bersalah dibenarkan dan yang benar dipersalahkan?!"

Waktu berkata begitu, bola mata Oey Yok Su memancarkan sinar yang sangat tajam. Ko Tie sampai menggidik melihatnya. Sinar mata itu bukan memancarkan hawa pembunuhan, tapi angker dan berwibawa, agung sekali.

Disamping itu, memperlihatkan bahwa Oey Yok Su benar-benar seorang yang memiliki kedudukan yang tinggi. Dan ia menempatkan dirinya pada kedudukannya itu, sehingga demikian angkernya.

Ko Tie menghela napas. Menghadapi orang ku-koay seperti Oey Yok Su, Ko Tie jadi bingung sendirinya. Karena walaupun bagaimana, tetap saja ia harus dapat menerima dan menahan tempelengan Oey Yok Su.

Ia sudah kewalahan juga, karena tidak tahu yang harus dikatakannya, berkata begini salah, berkata begitu salah. Maka, akhirnya Ko Tie berdiam diri saja, bungkam menutup mulut.

Dalam keadaan seperti itu terlihat Ko Tie benar-benar merupakan seorang anak yang tidak berdaya menghadapi ayahnya yang galak. Sikapnya berdiam diri dengan kepala tertunduk, membuat Oey Yok Su akhirnya jadi lunak lagi hatinya.

Ia menghela napas, matanya yang semula bersinar sangat tajam, telah menjadi biasa lagi, angker, tapi sinarnya lembut. Malah, dengan suara menyesal Oey Yok Su bilang: "Hemmm, engkau yang cari penyakit.....!"

Ko Tie mengangkat kepalanya, tapi ia tidak berani mengucapkan sepatah perkataan pun juga, karena pemuda ini kuatir kalau-kalau ia salah bicara dan membangkitkan kemarahan Oey Yok Su, sehingga ia ditempeleng lagi berulang kali. Karena itu, Ko Tie cuma bungkam, mengawasi saja.

Oey Yok Su akhirnya bertanya dengan sikap yang jauh lebih lunak: "Apakah engkau mau diobati?!"

Ko Tie tertawa, ia mengangguk.

"Sudah tentu boanpwe sangat bersyukur sekali jika saja locianpwe mau bermurah hati mengobati boanpwe!" menyahuti Ko Tie.

"Hemmm!" Tiba-tiba Oey Yok Su mendengus lagi. "Mau bermurah hati? Apakah kau kira seumur hidupku aku ini sebangsa manusia yang tidak pernah bermurah hati, sehingga engkau masih ragu apakah aku mau bermurah hati atau tidak buat mengobati lukamu itu?!"

Tercekat hati Ko Tie. "Celaka!" diam-diam pemuda ini mengeluh. Kembali Oey Yok Su salah paham. Ia cepat-cepat bilang: "Bukan begitu maksud boanpwe......!"

"Jika bukan begitu maksudmu, apakah maksudmu bahwa aku seorang yang berhati kejam dan selalu pula ingin mencari keuntungan dengan mengobati orang yang memerlukan pertolonganku?

"Atau memang engkau menyangka aku ini Thong-shia sebagai manusia kejam yang tidak pernah menolongi orang?!"

"Bukan, bukan begitu maksud boanpwe!" berseru Ko Tie agak gugup.

"Hemmm, bukan begitu, bukan begitu, apakah dengan berkata begitu engkau kira aku bisa mempercayai mulutmu lagi? Telah beberapa kali kau menyinggung perasaanku. Hem, sebenarnya engkau harus bersyukur bahwa engkau belum kubunuh karena kesalahanmu itu..... masih kubiarkan hidup!"

Tercekat hati Ko Tie. Memang ia telah beberapa kali bertemu dengan Oey Yok Su.

Waktu itu ia masih terlalu kecil, juga Oey Yok Su tidak memperhatikannya. Di samping itu, memang Oey Yok Su seorang yang sangat ku-koay, karenanya Ko Tie tidak bisa menangkap dan mengenal watak dan jiwanya.

Jika seseorang dipuji, di "gong", tentu akan senang. Tapi lain dengan Oey Yok Su, yang akan jadi marah dan tersinggung, sehingga Ko Tie benar-benar jadi tidak mengetahui, berkata apa seharusnya yang bisa menyenangkan hati Oey Yok Su.

Karena bungkam salah, bicara juga salah. Bungkam bisa dianggap kurang ajar, bicara bisa salah bicara. Karena itu, akhirnya Ko Tie sendiri tidak mengetahui apa yang harus diperbuatnya.

Waktu itu Oey Yok Su telah berkata dengan suara yang bengis: "Kau terlalu rewel!"

Terdengar begitu dingin dan datar suara jago tua tersebut. Malah ia bukan hanya sekedar berkata saja, sebab ia mengibaskan tangannya yang kanan, maka berkesiuran angin yang kuat sekali menerjang kepada Ko Tie.

Hati Ko Tie mencelos, karena ia mengetahui betapa hebatnya tenaga sin-kangnya dari Oey Yok Su. Jika memang Oey Yok Su bermaksud membunuh atau mencelakainya, dengan mudah dapat dilakukannya.

Sekarang iapun dalam keadaan tidak berdaya, maka jika angin kibasan tangannya itu telah tiba, niscaya ia akan segera terbinasa.

Angin kibasan tangan Oey Yok Su telah menyambar tiba pada dirinya. Ko Tie semakin terkejut, ia merasakan tubuhnya terapung di tengah udara, dan kemudian melambung tinggi sekali, lalu telah ambruk di tanah serta bergulingan beberapa kali.

Di saat itulah tampak Oey Yok Su dengan sikap yang acuh tak acuh telah menggerakkan tangan kanannya lagi, mengibas sehingga tubuh Ko Tie yang tengah terguling-guling di tanah, terlontar lagi dengan keras, terapung di tengah udara, dan kemudian bergulingan pula di tanah.

Ko Tie menderita kesakitan yang tidak kepalang, ia tengah terluka di dalam. Dan sekarang ia di terjang oleh kekuatan sin-kang yang dahsyat seperti itu, juga membuat ia bergulingan tidak hentinya, ia menderita sekali.

Namun, ia tidak menjerit. Ia telah berdiam diri dengan menggigit bibirnya, walaupun waktu itu dirasakan dunia seperti berputar, mata berkunang-kunang, namun pemuda ini, yang hatinya jadi mendongkol bukan main, telah memandang benci kepada Oey Yok Su.

"Oho, betapa jahatnya matamu!" kata Oey Yok Su tawar, tangannya sekali lagi bergerak, mengibas perlahan, namun hebat kesudahannya. Karena dari tangannya meluncur kekuatan yang dahsyat sekali menyampok tubuh Ko Tie lagi, sampai tubuh Ko Tie terlempar ke tengah udara, lalu terbanting di tanah dengan keras.

Pemuda itu merasakan betapa tulang-tulang di sekujur tubuhnya bagaikan terlepas, sakitnya bukan main. Bumi berputar semakin keras setelah mengeluarkan keluhan perlahan. Ia kemudian terkulai dan tidak sadarkan diri lagi, tidak mengetahui apa yang terjadi.

Continue Reading

You'll Also Like

1.3K 385 33
ADILAGA VAJRA Spin-Off: Battle of Realms 5 - Exiled Realm Karya: Andry Chang, Rizqi Rahman, Rakai Asaju, dkk. Sebelum nantinya berkiprah di seri ADIL...
277 23 63
Serasa hidup ini seperti di dua dunia yang berbeza Dunia nyata(AW); dunia maya(DPW). Bukan sekadar dunia khayalan semata seperti yang dikisahkan dram...
2.1K 370 15
baca dari cerita kita stray kids season 1 tau ? lepas itu sambunglah season 2 dan 3 hehe . status : completed ! ❤
1.6K 366 18
baca cerita kita stray kids season 1 dan 2 dulu , ini pengakhiran cerita kita . status : completed ! ❤
Wattpad App - Unlock exclusive features