'Saya berjanji akan membantu dan melindungi Anda, Tuan Nam Woohyun.'
Happy Reading ^^
"Hoaaamm"
Sinar mentari yang mengintip melalui celah jendela membuat namja tampan itu terbangun. Woohyun melihat sekitarnya, "Han Geng hyung sudah bangun yaa.."
Ia pun sedikit mengucek matanya, membiasakan sinar memasuki matanya dan melangkah keluar dari rumah pohon itu.
"Hyung, kau di-" ucapan Woohyun terpotong saat melihat namja yang dicarinya sudah berada dibawah bersama Moza. Anehnya ada seseorang yang asing bagi Woohyun saat melihat Han Geng dan Moza sedang menatap makhluk itu dan kekehan Han Geng terdengar dengan Moza yang masih menatap datar makhluk itu.
"Hyung! Dia siapa?"
Teriakan Woohyun sontak mengalihkan fokus 3 makhluk berbeda jenis itu. Moza menyulurkan kayunya untuk membawa Woohyun turun.
Woohyun tidak berani mendekati makhluk itu, pasalnya makhluk itu cukup menyeramkan namun terlihat seksi di saat bersamaan.
'Seksi? Apa yang kau pikirkan! Tentu saja absku lebih seksi!'
Ia memandang sekitar, "Garvas mana Hyung? Biasanya dia yang paling cerewet kalau aku bangun paling akhir."
Makhluk itu tersenyum tampan, dan bersimpuh hormat, "Saya Garvas, Tuan. Terima kasih telah membuat saya kembali dengan wujud asli saya."
Woohyun terkejut tidak percaya, "M-mwo?! B-bagaimana.."
Han Geng terkekeh, "Hati tulusmu yang membuat ia mampu menunjukkan wujud aslinya, bahkan aku merasakan kau semakin bertambah kuat selama 2 bulan ini, Hyun-ah. Jadi tidak heran jika Garvas sudah kembali ke wujud aslinya dalam waktu lumayan cepat."
Kini Garvas berdiri dan menunduk menatap Woohyun, "Bukankah Anda ingin Guardian seperti ini Tuan?"
Woohyun masih belum bisa menghilangkan keterkejutannya, "A-aish, panggil aku Woohyun saja, jangan Tuan! Dan sejak kapan kau menjadi berwibawa seperti ini Garvas?" Ujarnya pada makhluk yang memiliki tinggi tidak jauh beda dengan Moza, mungkin sekitar kurang lebih 2 meter.
Garvas terdiam dan kemudian terkekeh setelahnya, "Hahahahha kau tidak berubah Nam Woohyun, tetap saja polos." Suaranya yang berat membuat Woohyun takjub.
Woohyun mendekati Garvas dan menepuk seluruh otot lengannya, termasuk otot perut milik makhluk itu, "Woah daebak! Benar-benar duplikatku!" Ujarnya bangga.
"Garvas tidak manja dan cerewet sepertimu, Tuan." Ujar Moza dengan wajah datarnya.
"Diam kau! Menyebalkan!"
Han Geng tertawa setelahnya, "Jja kau mandi lah, lalu kita sarapan."
Tak berapa lama kemudian, Woohyun sudah selesai mandi dan berpakaian, kemudian langsung menghampiri Han Geng yang sedang berbincang serius dengan Garvas dan Moza.
"Hyuunngg!! Gawaaattt!!!"
"Ada apa Woohyun-ah?"
"M-mataku.. berubah jadi abu-abu hyung! Lihat!"
Han Geng melongo kemudian menghela nafas, "Haaahh kupikir kenapa~ Itu warna mata seorang Feeder ketika bersama Guardiannya, Hyun-ah. Jika Guardianmu tidak sedang bersamamu, warna matamu akan kembali seperti semula. Apa kau baru sadar dengan perubahan warna matamu?"
Woohyun menampakkan senyum 5 jarinya, "Hehehehe aku baru sadar saat melihat pantulan diriku di sungai Hyung~ Habisnya berbeda dengan punyamu, jadi aku kaget tadi." kemudian ia mendudukkan dirinya di samping Woohyun, para Guardian itu memilih untuk menjaga para Tuannya dari kejauhan dan kembali mengobrol dengan bahasa mereka.
"Kau hebat, Woohyun-ah. Kau mendapatkan Guardian terkuat, aku diberitahu oleh Moza kalau Garvas adalah Guardian petarung yang juga memiliki kekuatan penyembuh dan pelindung di saat bersamaan." Ujar Han Geng sembari memakan makanannya.
"Aku lebih suka Garvas kecil Hyung, dia menggemaskan. Haahh~" rajuk Woohyun memandang tak minat pada makanannya.
"Apakah aku bisa berteman dengan Garvas yang seperti sekarang ini?" Monolognya sembari menurunkan lengkung bibirnya ke bawah.
Han Geng terkekeh dan mengusak surai legam Woohyun dengan satu tangannya, "Apakah kau tidak memperhatikan ekspresi wajahnya saat berbicara denganmu? Tidak semua Guardian bisa berekspresi saat berbicara dengan kita. Lihat saja Moza, apa kau pernah melihatnya tertawa seperti Garvas yang tertawa bersamamu?"
"Itulah yang disebut ikatan. Ikatan hati antara si pemanggil dengan Guardian. Ada yang bilang, Guardian mu adalah cerminan dirimu. Walaupun Garvas lebih terlihat tangguh dari wujud sebelumnya, tapi ia tetap Garvas yang kau kenal sejak 2 bulan lalu, Hyun-ah." Dan penjelasan Han Geng membuat Woohyun tersenyum.
"Aku mengerti Hyung." Kini dua namja itu mulai melanjutkan kegiatan sarapan mereka.
.
.
.
Pegunungan Seorak, pegunungan di daerah Gangwon yang terkenal akan keindahan dan udara dinginnya walaupun itu termasuk musim panas sekalipun. Gunung yang memiliki puncak paling tinggi yang merupakan tempat wisata yang paling dicari.
Namun ada beberapa tempat disana yang tidak semua orang tau. Bahkan tempat itu seperti memiliki segel tersendiri agar hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk kesana.
Tentu saja agar manusia itu tidak disantap oleh para vampir yang biasanya melatih kekuatan mereka disana, khususnya para Moroi.
Tidak seperti manusia, vampir memiliki elemen angin dan gunung. Sehingga para vampir yang ingin meningkatkan kekuatan mereka, akan kembali ke sumber elemen mereka yaitu gunung yang tinggi dan memiliki udara yang dingin.
Sepasang vampir kini saling mengadukan katana mereka dan berusaha menyerang dan menghindari serangan lawan mereka. Kalian pasti berfikir, vampir mana yang bisa bertarung dalam mode vampir di bawah sinar matahari?
Tentu saja vampir Moroi.
"Hah..hah.. Istirahat dulu yaa Hyung?"
"Arraseo." Heechul memasukkan katananya ke sarungnya, dan menaruhnya di punggungnya.
"Apa kau ingin kembali ke penginapan?"
"Aniya, istirahat disini juga sudah cukup Hyung."
Sudah 2 bulan Sunggyu dan Heechul berlatih dengan katana mereka, kini mereka merebahkan tubuh mereka di dataran yang cukup keras itu.
Anggap orang-orang di gambar cuman patung :v
"Hyung, apa kau tidak merindukan Han Geng hyung?" Tanya Sunggyu yang menatap langit cerah saat itu.
"Tentu saja, wae kau ingin bertemu dengan Feedermu eum?"
Sunggyu merona, namun tidak berniat memberikan penolakan seperti biasanya.
Karena Kim Sunggyu sudah menerima perasaan aneh yang hanya menuju pada sang Feeder itu.
"Ne, aku merindukannya." Ujarnya tersenyum lembut, tidak mengalihkan pandangannya dari langit itu.
Kini mereka berdua terdiam, menikmati keheningan disana. Tak lama, Heechul bangkit dan berdiri membersihkan bagian tubuhnya yang kotor.
"Kajja kita pergi dari sini Gyu-ie."
"Kemana Hyung?"
"East Voz Forest, sisi timur Zona Dimiliterisasi Korea"
.
.
.
CRASH CRASH
Han Geng yang gesit mencakar tubuh monster-monster yang menyerangnya.
SYUUTT BRAK
Moza kembali menyulurkan kayu-kayu panjangnya saat ada yang berniat menyerang Tuannya dari sisi belakang, dan menggoyangkan kepalanya memberikan Autumn Barrier pada Tuannya.
BUAGH BUGH
Woohyun kembali memukul dan menendang para monster dari jarak dekat, bahkan tendangannya mampu membuat monster itu terlempar walaupun tidak jauh.
"Hah..hah...sudah habis semua hah..kan?"
Namun Woohyun tidak sadar ada ular besar melompat ke dirinya, bersiap memakan tubuhnya dari atas.
GREB
"Garvas!"
Garvas terbang di atas Woohyun, dan menarik monster ular itu hingga putus. Kemudian melempar bangkai itu dan berdiri tegak di depan Woohyun.
"Belum selesai, Hyun-ah." Kini Han Geng bersiap menyerang dengan Moza yang memberikan Mozweed Rain pada dua namja itu.
Garvas merentangkan tangan kirinya, mencegat tubuh Han Geng, "Tubuh Anda dan Moza sudah melemah Tuan, biar saya yang melawan mereka semua." Kemudian menatap Woohyun, menunggu perintah dari sang pemanggil.
Namun tak disangka, Woohyun menegakkan tubuhnya melangkahkan kakinya agar bisa disamping Garvas, "Kajja~!"
Garvas terkejut karena Woohyun tidak memberikan perintah untuk melindunginya dan melawannya sendirian, "T-tuan.."
"Aku sudah pernah bilang kan," kini Woohyun mendongak menatap Garvas, "aku akan bertarung disamping Guardianku, bersamanya." Ujar Woohyun tersenyum tampan dan membuat Guardian itu terhenyak.
"Dan panggil aku Woohyun." Setelah itu, Guardian petarung itu tersenyum teduh pada Tuannya.
"Kajja, Woohyun-ah!"
Kini pasangan Feeder dan Guardian itu melesat dan menyerang lawan mereka, tak sekali dua kali Woohyun dan Garvas saling melindungi satu sama lain jika ada beberapa monster yang mencoba menyerang mereka dari belakang.
Han Geng dan Moza menatap mereka dari kejauhan, tubuh Han Geng bersandar di tubuh pohon Moza, "Kurasa mereka sudah berkembang pesat."
Moza mengangguk, "Garvas adalah Guardian yang sangat sulit berkerjasama dengan para manusia Tuan, bahkan ia tidak pernah memikirkan Guardian lain. Ia adalah Guardian terkuat, terloyal, sekaligus Guardian teregois yang pernah ada."
"Namun ia mengatakan hal yang tak terduga saat dalam wujud kecilnya"
Han Geng menatap Moza mendengarkannya seksama, "Ia pernah bilang pada saya, 'Aku penasaran dengan dirinya, ia membiarkanku dan mengizinkan berbagi dirinya saat aku berada di pantulannya. Entah ia polos atau bodoh. Kau tau kan saat dia memilih untuk mengalah dan tidak meminta bantuan kita? Saat itu aku semakin yakin kalau ia bodoh, dan..tulus.. Tuan yang harus kulindungi karena ketulusan hatinya yang begitu kuat.' , begitu katanya."
Kini Moza menatap Tuannya dengan sedikit menunduk, "Tuan Nam Woohyun, berhasil menggerakan hati batu Garvas dan saya bisa merasakan perubahan aura diantara mereka, Tuan."
Han Geng tersenyum, "Kau benar.. Menurutmu, apakah aku lemah? Aku bahkan tidak bisa bertarung lebih lama, haaahh~"
Moza memberikan Mozweed Rainnya, "Anda memang bukan petarung Tuan, tapi Anda adalah healer terkuat yang membuat saya ingin menjadi Guardian Anda."
(Healer : penyembuh)
Han Geng terkekeh, "Terima kasih sudah menyemangatiku, Moza."
Mereka kembali memperhatikan Woohyun dan Garvas bertarung, hingga suara Moza menginterupsi, "Apa yang membuat Tuan Woohyun menjadi lebih kuat seperti itu? Sangat berbeda dengan 2 bulan lalu, bahkan ia bisa mengimbangi kegesitan Garvas dalam menyerang."
Han Geng tersenyum teduh menatap Feeder itu dari kejauhan.
"Perasaan cinta yang membuatnya seperti itu, dan Kim Sunggyu adalah sumber kekuatannya."
[Woohyun & Garvas' Side]
SYAT BRUAGH
DUAGH BUGH
"Garvas, ayo kita akhiri semua ini!"
Garvas yang mengerti perintah Tuannya, mengikuti gerakan Tuannya yang berlari melesat cepat menuju kerumunan monster dari Monster Hole itu.
Kini Guardian dan Feeder itu berlari cepat dan bersampingan menuju kerumunan monster yang semakin dekat dengan mereka, kemudian melompat tinggi bersamaan dengan keduanya yang mengepalkan satu tangan mereka yang bersebelahan.
Sinar kemerahan muncul dan berkumpul menjadi satu dari kepalan kanan sang Feeder dan kepalan kiri sang Guardian. Hingga muncullah bola api besar yang menyatu dari kepalan keduanya.
"FIRE BLOW!!!" Teriak keduanya dan memukul tepat di tengah kerumunan monster itu.
BRUAAAGGGHHHH
Tanah di hutan itu berguncang dahsyat, pohon-pohon mengalami kerusakan parah akibat dorongan angin dari pukulan dahsyat keduanya.
Kini tubuh seluruh monster itu, dilahap api dari bola api tadi, dan api itu menghilang seiring tubuh monster-monster itu yang hangus terbakar api mereka.
Area itu tidak bisa dikatakan baik-baik saja sekarang, bahkan seperti ada perang api besar yang baru saja terjadi.
Woohyun mendudukkan dirinya, masih tidak menyangka apa yang ia lakukan barusan, menatap takjub sekaligus tidak percaya pada area hangus itu.
Butiran cahaya kemerahan menyirami tubuh Woohyun, Woohyun mendongak melihat Guardiannya sedang berjongkok dan mengarahkan telapak tangan besarnya di atas kepalanya.
"Gomawo, Garvas." Garvas tersenyum tampan.
"Sudah menjadi tugasku, Woohyun-ah."
"Tadi.. itu.."
"Fire Blow, salah satu jurus api milikku. Bisa menyerang satu hutan ini jika kau menyuruhku."
"Andwae~! Maksudku, kenapa aku juga bisa ikut menyerang dan mengeluarkan bola api itu bersamamu?" Tanya Woohyun sembari menatap dan membuka kepalan tangan kanannya yang sedikit memerah.
Garvas terkekeh pelan, "Apa kau ingat apa yang kau katakan saat berada di pantulanmu?"
"Aku tidak bisa membunuhmu, karena kau adalah diriku, dan aku adalah dirimu. Kita tidak saling memiliki, tapi kita saling berbagi diri kita." (baca di chap 8)
Woohyun teringat dengan ucapannya saat Garvas berbagi pikirannya, "Aku membagi diriku juga, Woohyun-ah. Maka dari itu kau bisa mengerti setiap gerakan dan serangan yang akan kulakukan."
Woohyun tersenyum, "Gomawo, Garvas.." kemudian menatap butiran cahaya kemerahan yang perlahan menghilang seiring telapak tangan Garvas yang turun.
"Light Firefly, kekuatan penyembuhku. Walaupun tidak sekuat Mozweed Rain milik Moza yang bisa menyembuhkan vampir sekalipun, namun milikku bisa menyembuhkan beberapa manusia biasa sepertimu, Woohyun-ah."
"Untuk kekuatan pelindungku, hanya bisa melindungimu Woohyun-ah, dan akan kumunculkan saat kita benar-benar terdesak." Kemudian Guardian itu berdiri dengan disusul Woohyun yang ikut berdiri.
"Itu sudah cukup, Garvas. Gomawo~" kini Woohyun memeluk sayang Guardiannya, sang Guardian terkejut mendapat perlakuan sayang dari pemanggilnya itu.
'Ini..apa..? Bukankah manusia hanya memanfaatkan kami dan bersikap egois? Kenapa..aku bisa merasakan perasaan hangat dari manusia ini?'
Kini mata hijau Garvas menatap Moza dan Han Geng yang saling bercengkrama hangat satu sama lain, kemudian Han Geng yang merasa ditatap, melirik Garvas dan menatapnya teduh dari kejauhan. Moza melihat arah tatapan Tuannya, menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis pada objek pandangan Tuannya.
'Moza yang dingin..bisa tersenyum.. Dhampir itu luar biasa..'
Kemudian ia mengulurkan satu tangannya, mengusap surai legam pemanggilnya.
'Tanganku.. tapi aku menyukai sesuatu yang hangat ini.. Feeder satu ini benar-benar berbeda dari pemikiranku tentang manusia yang dikenal hina itu.' Garvas tersenyum sembari kembali mengusak surai legam Woohyun, dan Woohyun yang terkekeh menatap mata hijau Garvas.
'Aku bersyukur memiliki Tuan sepertimu, Nam Woohyun. Dan kini aku tau apa alasan Tuhan memilihku untuk menjadi Guardianmu.'
'Feeder, Dhampir, manusia.. Kalian unik, aku makin penasaran dengan kalian. Aku juga penasaran dengan Moroi yang bisa memiliki kalian.'
Suasana haru dan nyaman itu, terinterupsi karena sebuah suara yang melangkah mendekati mereka.
"Terus saja kau memeluknya sampai kau mati kalau perlu."
Woohyun melepas pelukannya, dan menatap sumber suara, "GYU-IE !!!!!!!"
"Annyeong yeobo~" Heechul langsung menghampiri Han Geng yang masih terkejut dan mendapat pelukan dari istrinya itu.
GREB
"Bogoshippo~"
Kesadaran Han Geng kembali saat mendengar suara merdu istrinya, "Nado yeobo, jeongmal bogoshippo~" ujarnya sembari membalas pelukan istrinya.
Kini Woohyun melangkah mendekati Sunggyu, diikuti sang Guardian tentunya.
"Annyeong chagi~"
"Hm."
Woohyun terheran melihat sikap ketus Sunggyu, "Waeyo? Kau tidak mau memelukku?" Tanya Woohyun yang merentangkan kedua tangannya, bersiap menerima pelukan Sunggyu.
"Peluk saja makhluk aneh di belakangmu itu." Ujar Sunggyu sinis tanpa menatap Woohyun.
Woohyun melongo, kemudian tersenyum usil, "Aigooo~ Hamsterku cemburu eoh?" Goda Woohyun sembari menguyel-uyelkan pipi chubby Sunggyu dengan kedua tangannya.
"Annfff niiiiii" Ronta Sunggyu berusaha melepaskan tangan Woohyun dari wajahnya.
Cup!
Woohyun mencium kening Sunggyu, membuat rontaan Sunggyu berhenti.
Cup! Cup!
Woohyun menurunkan kecupannya ke kedua mata sipit Sunggyu yang refleks terpejam.
Cup!
Kini Woohyun mengecup hidung Sunggyu yang memerah akibat rona di wajahnya.
Garvas menatap heran tuannya yang mengecup namja lain, 'Apa manusia juga menunjukkan sayang pada sesamanya seperti itu?' Hingga ia merasakan aroma yang sangat ia kenali, 'J-jadi, ini Moroi yang memiliki Woohyun.. Pantas saja hahahaha~'
"Saranghae, jeongmal saranghae, Gyu-ie~"
Cup!
Woohyun mencium bibir tipis Moroi manis itu, dan Sunggyu membulatkan matanya tidak percaya. Garvas yang melihatnya melongo, karena ia baru pertama kali melihat adegan manusia seintim ini. Ia semakin membulatkan matanya saat Moroi itu memejamkan matanya dan membalas ciuman Woohyun.
Lumatan demi lumatan dan pelukan di pinggang Sunggyu yang semakin erat, Woohyun lakukan untuk meluapkan perasaan rindunya pada namja manis yang ia cium, bahkan namja manis itu juga membalas ciumannya. Membuat dirinya tersenyum dalam lumatan dan decakan ciuman itu.
Woohyun menyudahi ciumannya, "Hanya kau yang kucinta, hanya kau yang membuatku gila seperti ini Gyu-ie.. Dan oh! Apa kau sudah sembuh?" Tanya Woohyun sembari memutar tubuh Sunggyu, memeriksa luka di tubuh Moroi manis itu.
"A-aku sudah sembuh kok, dan hentikan Hyun-ie kau membuatku malu aish!"
"Hyun-ie? Manis sekaliiii~~~~~" ujar Woohyun yang langsung memeluk erat Sunggyu.
Sunggyu menunduk di bahu kekar Woohyun, dan melihat makhluk asing baginya, "Woohyun-ah, ini siapa?"
Woohyun melepas pelukannya, "Hyun-ie nya mana?"
Pletak!
"Aku serius Feeder bodoh!"
Woohyun mempoutkan bibirnya dan membalikkan tubuhnya menghadap Garvas, "Dia Garvas, Guardianku. Garvas, kenalkan ini Gyu-ie a-a-akkhh maksudku Nam Sunggyu a-a-aappoooo aish! Dia Kim Sunggyu, Moroi yang juga adik dari istrinya Han Geng Hyung." Ujar Woohyun yang masih merintih kesakitan akibat cubitan dua kali di pinggangnya dari Sunggyu.
"Ne, aku sudah tau ia seorang Moroi." Garvas duduk bersimpuh hormat, "Aku Garvas, Guardian dari Feeder Nam Woohyun, Tuan Kim Sunggyu.
"A-ah tidak perlu seperti itu Garvas.. Panggil aku Sunggyu saja ne?"
"Anda adalah adik dari Moroi hebat Tuan Kim Heechul, jadi sudah sewajarnya saya.."
"Gyu-ie benar, jadi jangan merasa segan pada kami, Garvas." Lanjut Heechul yang melangkah bersama Han Geng dan Moza yang di belakang mereka.
Garvas terhenyak, makhluk-makhluk yang di depannya ini sangat berbeda dari manusia yang ia tau.
"Cukup Moza yang sulit diberitahu, sudah kubilang jangan memanggilku ataupun Han-ie dengan 'Tuan', tapi tetap saja seperti itu. Dasar pohon dingin." Sinis Heechul dan kini Moza dan Heechul saling memberikan tatapan mematikan mereka, dan Han Geng yang berusaha menghentikan aksi keduanya yang berusaha saling membunuh lewat tatapan itu.
"Saya mengerti." Ujar Garvas tersenyum dan menatap mereka semua.
"Oh ya, bagaimana kalian bisa menemukan kami disini, Chul-ie?" Tanya Han Geng.
Heechul mengalihkan pandangannya dan menatap suaminya berbinar, "Ada tiupan angin yang cukup dahsyat tadi saat aku sudah memasuki hutan ini, dan ada asap beserta percikan api dari area ini, jadi aku dan Gyu-ie berjalan kesini. Dan voila! Tepat dugaanku hehehe~" bangga Heechul yang memasang jari telunjuk dan jempolnya yang ditempelkan di dagunya.
"Apa ada kebakaran Hyung?" Tanya Sunggyu polos.
Han Geng hanya terkekeh dan menunjuk ke arah Woohyun, "M-MWO?!" Teriak Kim bersaudara itu, dan mendapat cengengesan konyol dari sang Feeder.
Heechul menganggukkan kepalanya, 'Perkembangannya sangat pesat, bahkan ia sudah bisa menggunakan kekuatan Guardiannya..'
'Hmm..mungkin sudah waktunya..'
"Jja~ Berhubung Woohyun sudah memiliki Guardian, bagaimana kalau kita bertarung?" Ajak Heechul yang mendapat pelototan dari Sunggyu dan Woohyun.
"MWO?!"
'Kompak sekali -_-' batin Moza dan Garvas.
"Chul-ie benar. Giliran kami yang mengetes kekuatan kerjasama kalian sekarang. Gyu-ie, Chul-ie, panggil peliharaan kalian."
Sunggyu panik saat Han Geng menyuruhnya memanggil peliharannya, "H-hyung.. Peliharaanku.. memalukan.." ujar Sunggyu memelan dan menunduk.
Woohyun mengangkat dagu Sunggyu lembut, "Gyu-ie.. dia peliharaanmu, kau menyayanginya kan?" Dan diangguki oleh Sunggyu, "Jadi kenapa kau malu? Kau bukan pawang yang berdiam diri dan harus menyuruhnya atraksi, tapi kau adalah temannya saat bertarung.. Kau paham sekarang?" Jelas Woohyun lembut.
Semua yang ada disana menatap takjub Woohyun, termasuk Sunggyu. Woohyun manja menghilang dengan munculnya Woohyun yang dewasa dengan aura maskulinnya.
Membuat Sunggyu semakin merona karena perlakuan lembut dan suara berat Feeder itu.
Heechul menyikut Han Geng dan berbisik, "Yeobo, apa kau melatihnya menjadi seme yang baik?"
"Mwo?" Han Geng memastikan pendengarannya bermasalah atau tidak, pertanyaan absurd apalagi sekarang, haahh~
"Aish, sudahlah! Gyu-ie, kau bekerjasama dengan Woohyun, dan aku dengan Han-ie. Tentu saja dengan Guardian dan Pet kita masing-masing." Ujar Heechul menahan tawa saat mengingat peliharaan Sunggyu, kemudian melangkah pelan mendekati mereka.
"Ayo kita bandingkan, sejauh mana latihan kalian berdua dan tunjukkan pada kami saat bertarung melawan kami."
TBC
Maaf ya WooGyu moment nya segitu dulu :")
Maaf kalo chap ini mengecewakan :")
Tuh Garvas versi asli udah muncul :v absnya sama kayak punya Didi :3 *eh
Ada yang penasaran peliharaannya Sunggyu tida? :)
Yuhuuu vote dan comment di tunggu, kritikan dan saran juga ditunggu~
Kamsahamnida~ ^^ /deepbowbarengHanChul/