Destination

By shinshinta

4.4K 243 44

(PRIVAT ACAK) Apa yang lebih menyakitkan dari cinta yang bertepuk sebelah tangan? Apalagi Dengan lelaki yan... More

Prolog
One - Samudra
two - Past
three - met her Sea
Four - Thanks to Accident
five - his Painfull Past
six - Her Happy Day
Seven - a miracle?
Eight - the Dinner
Nine
Ten
Eleven
Twelve
thirteen - Strange Feeling
fourteen- Cant take my eyes from "her"
fiveteen - being Selfish Girl
sixteen - Broken
Seventeen - TRY TO WALK
Eighteen - begin again
nineteen - after the storm
Twenty - before the Rainbow
twenty one - become stronger and stronger until Rainbow come
Epilog - The Wedding

Ekstra Part - Shoots Love

168 7 0
By shinshinta

minggu ketiga setelah acara pernikahannya, Dara masih tidak percaya dengan kehidupan barunya ini. seperti saat ini, ia masih belum terbiasa dengan suasana pagi yang  selalu menghadirkan jutaan kupu kupu beterbangan di dalam perutnya setiapkali ia terbangun. 

lengan kokoh namun hangat yang tidak pernah absen melingkari perutnya setiap kali ia membuka mata di pagi hari, dan menghirup aroma maskulin yang selalu membuat hatinya menghangat setiap bangun tidur membuatnya merasa dimiliki dan dicintai oleh seseorang yang selalu menemani tidurnya pada tiga minggu ini.

Samudra menepati janjinya. selama tiga minggu setelah pernikahan mereka, samudra memberi seluruh perhatiannya dengan tulus sehingga  membuat Dara merasa dicintai dan disayangi. 

Beberapa kali samudra terbangun lebih cepat dari istrinya dan yang dilakukannya hanya memandangi istrinya yang terlelap berbantalkan lengannya.

Tak bosan Sam menatap wajah cantik nan polos itu. Ia meneliti setiap sudut wajah wanita yang telah menjadi istrinya itu dengan seksama dan terus menyesali keadaan mengapa ia dulu sangat jahat kepada istrinya itu.

Dara adalah wanita yang mudah di cintai. Dengan paras yang ayu dan anggun, pasti membuat para lelaki diluar sana mengagumi istrinya. Dengan pemikiran seperti itu membuat hati sam tidak suka.

Ia menatap lekat istrinya yang sedang tidur itu, hidungnya yang mancung, alis yang tebal alami, bulu mata yang lentik seolah olah sangat pas membingkai wajah mungil dara, juga bibirnya yang tipis selalu dapat membuat sam mencuri kecupan selamat pagi walau sang pemilik bibir itu tak menyadari. 

Entah sejak kapan perasaan itu tumbuh di hati sam. Ia pun tak tahu. Namun rasa ingin memiliki, rasa ingin melindungi, rasa posesif, rasa cemburu dan rasa rasa lainnya mulai tumbuh ketika ia berada di dekat istrinya, dan Sam tak akan mengingkarinya. Ia merasa perasaan baru itu sangatlah menyenangkan.

Di tengah lamunannya Di kecupnya lagi bibir mungil itu. Sam tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada tubuh lelap di sampingnya itu.

***

Tiga bulan kemudian...

"Sam, kita mau kemana ini?" Tanya dara yang sedang bersiap siap.

"Hem?" Jawab Sam singkat karena masih terfokus mengancingkan kemeja biru nya.

Dara yang melihat hal itu langsung mengehntikan kegiatan yang sedang di lakukannya kemudian menghampiri Sam.

"Sini, aku aja" ucap Dara sambil mengambil alih kerjaan Sam mengancingkan kemejanya.

Tak sadar Sam tersenyum karena perhatian kecil dara tersebut. Tak sadar pula tangan sam mengusap usap puncak kepala dara yang berada tepat di depan dagunya.

Dara mendongakan kepalanya menatap heran dengan kelakukan sam, namun sedetik kemudian tersenyum malu malu karena dia ternyata merasa sangat nyaman dengan usapan sam.

"Beres!!" Ucap dara dengan riang sambil menepuk pundak sam untuk last touch karyanya. Kemeja sam sudah terkancing rapi, dasi kupu kupu berwarna biru dongker pun sudah tersemat rapi di leher Sam.

"Thanks dear" ucap sam lembut dan kemudian secepat kilat mengecup dahi Dara sambil tersenyum miring dan berlalu. Dara yang menerima ulah Sam itu hanya terkaget dan kemudian tersenyum senang.

***

"Reservasi atas nama Samudra Sastrojaya" ucap sam kepada resepsionis restoran perancis yang sangat terkenal di jakarta.

Resepsionis itu pun mengangguk dan kemudian menyuruh pelayan yang sudah standby di sampingnya untuk mengantar tamu vip mereka tersebut.

"Silahkan pak Samudra" ucap waitres itu. Sam pun kembali menggandeng lengan dara dan mengikuti pangkah waiters tersebut.

Di samping Sam. Dara pun tak dapat menyembunyikan raut senangnya. Ia tak menyangka Sam bakalan melakukan hal seromantis ini. Reservasi restoran mewah dan mengajaknya untuk menikmati hidangan perancis berdua.

Dara tahu perhatian perhatian yang di terimanya dari Sam adalah salah satu bentuk kesungguhan yang tulus untuk membangun rumah tangga dengannya. Tak ada lagi bahasan tentang Cinta pertama suaminya. Yang ada hanyalah tentang Sam dan Dara.

Walau belum sepenuhnya terbuka, Dara tahu Sam berusaha membahagiakannya. Memenuhi rumah tangganya dengan kasih sayang. Tapi bolehkah Dara meminta lebih banyak? Seperti ucapan 'I love you' dari Sam misalnya?

Jujur, Dara masih belum berharap. Lebih tepatnya Takut berharap. Ia takut jika ia menanyakan perasaan Sam kepadanya, jawaban yang di terimanya akan menyakiti hatinya.

Itu lah yang membuat Dara lebih berlapang dada dan tidak menuntut banyak mengenai perasaan Sam. Perhatian Sam selama pernikahannya ini sudah lebih dari cukup baginya.

Makan malam Romantis mereka berakhir dengan manis. Selama makan malam berlangsung, kedua insan saling bercerita dan tertawa dengan lebar. Hingga Alunan biola pada panggung kecil di dekat meja mereka pun mengakhiri makan malam romantis Dara dan Sam. Dan entah sadar atau secara reflek, Tangan Sam bersarang di pinggang Ramping Dara sambil membimbing istrinya menuju pintu keluar. Seperti mematenkan hak kepemilikan pada wanita cantik  yang bersatus sebagai istrinya ini dari tatapan tatapan lelaki pengunjung restoran yang menatap minat pada istrnya itu.  Dara kembali merona dengan perlakuan Sam yang manis itu.

***

Sam membangunkan Dara yang telah terlelap ketika mereka dalam perjalanan pulang dari restoran. Dara mengedipkan matanya malas dan sedikit mengomel karena Sam telah membangunkan tidurnya dan membuat Sam terkekeh geli melihat kelakuan ajaib istrinya itu.

Dara yang setengah sadar mulai memperhatikan pandangan sekitar dan mengenyit heran, karena sekarang mereka berhenti bukan di halaman rumah mereka. Ia kira dia di bangunkan karena mereka telah sampai di rumah.

Dara memandang Sam dengan heran, menunggu Sam menjelaskan dimana mereka sekarang. Sam hanya tersenyum miring sambil mengarahkan tangannya ke kepala Dara kemudian mengelusnya.

Seketikan pandangan mereka bertemu. Dara seakan terhipnotis dan hanyut dalam tatapan dalam sekaligus menenangkan milik sam. Dan begitupula yang terjadi dengan Sam.

Memandang Dara seperti ini entah sejak kapan membuat hati Sam menghangat. Rasa nyaman, hangat dan tenang hanya ia dapatkan dengan memandang istrinya itu.

Entah siapa yang duluan memulai, mereka sekarang telah menempelkan bibir satu sama lain dan menikmati pagutan dalam dan manis itu. Menikmati aroma dan rasa satu sama lain sambil menautkan hati yang sama sama saling mengisi. Pagutan itu pun berakhir ketika mereka menyadari bahwa mereka akan melakukan kegiatan tidak senonoh lebih jauh. Yah, walaupun mereka sudah suami istri, minimal mereka sama sama sadar kalau entah di antah berantah ini bukan tempat privat milik mereka.

Antaberantah?

Seketika dara sadar bahwa ia tidak tahu dimana sekarang ia berada. Sampai akhirnya di keheningan itu ia mendengar suara ombak.

"Sam? Dimana kita sekarang? Aku mendengar suara ombak!!" Ucap Dara dengan lantang sambil menatap suaminya dengan raut penasaran sekaligus senang.

Sam ternsenyum mendengar pertanyaan istrinya yang heran sekaligus dengan nada riang membuat Sam kembali menatap wajah berantakan namun menggoda dari istrinya itu. Dirapikannya rambut berantakan istrinya karena ulahnya itu kemudian mengelus pipi Dara yang masih menatapnya heran sekaligus bahagia itu.

"Pantai..." Jawab Sam sambil tersenyum dan masih asik dengan kegiatan mengelus pipi dara.

"Pantai?? Kamu bawa aku ke pantai ngapain?" Tanya dara kembali. Kali ini dengan nada heran yang sangat kentara.

"Entahlah..." Jawab sam namun dengan nada menggantung. Membuat Dara semakin penasaran. Pikiran pikiran aneh pun muncul dari otak dara. Jangan jangan sam akan meminta pisah dariku...

Cubitan halus dipipi Dara pun mengembalikan pikiran dara ke alam nyata. Namun raut wajah sedih pun sempat Sam tangkap di wajah dara.

"Jangan berfikir yang macam macam. Aku mengajakmu ke sini untuk menikmati suasana pantai di malam hari yang menurutku sangat menenangkan. Tapi sedikit tertunda karena kegiatan kita tadi.." ucap sam dan di akhirni dengan cengiran jahil.

Dara masih terdiam dan mencerna kata kata Sam itu. Melihat itu sam tersenyum dan menggenggam tangan dara yang kemudian di bawanya ke bibir sam untuk di kecup.

"Ayo keluar. Kita nikmati suasana pantai. Pakai jaket ini " ucap sam sambil memberikan jaket Dara yang sepertinya sudah disiapkan Sam jauh jauh waktu. Karena dara tidak membawa jaket saat akan makan malam tadi.

Dalam diam mereka menikmati suasana pantai di malam hari. Merasakan sejuknya angin yang berhembus dan menerpa mereka. Malam yang sejuk dengan hati yabg menghangat.

Keduanya duduk berdampingan di pasir namun masih jauh dari pinggir pantai sambil mengenggam tangan masing masing, sama sama saling menyalurkan kehangatan satu sama lain lewat genggaman tangan. Menikmati keheningan dan kedamaian.

"Apakah kamu bahagia?" Ucap sam tiba tiba. Dara sedikit terkejut kemudian memalingkan wajahnya kearah wajah sam yang masih setia memandang luruh ke arah lautan.

"Apakah kamu bahagia Dara" tanya Sam kembali, namun kali ini pandangan sam berpindah dari menatap laut menjadi menatap wajah istrinya yang sedang menatapnya dengan raut tak terbaca. Sam tersenyum. Dengan tangan satunya yang masih terbebas ia kembali mengelus pipi dara yang sedikit merah.

"Aku tanya padamu Dara. Apa kamu bahagia menikah denganku?" Kali ini sam mengatakannya dengan tegas sambil menatap wajah dara yang masih terdiam menatap Sam.

Mendengar itu, Dara pun akhirnya tersenyum. Tulus. Entah apa maksud suaminya mengatakan itu padanya. Ia  tak bisa menduganya. Pikirannya benar benar kosong. Ia sekarang benar benar pasrah dan hampir hanyut hanya karena tatapan Sam. Yang ia bisa lakukan saat ini adalah melakukan apa yang sam mau saat ini. Meskipun mungkin sesuatu yang buruk sekalipun terjadi setelah ini.

"... Iya... Aku bahagia telah menikah denganmu" ucap Dara tulus. Terlihat ekspresi tidak terbaca pada raut wajah Sam. Namun Dara memutuskan tidak menyela apapun yang akan di lakukan Sam setelah ini.

"Setelah apa yang kulakukan padamu dulu?" Tanya Sam kembali.

"Ya. Aku bahagia sekarang. Dan aku sangat tidak mau mengingat apa yang kamu lakukan padaku dulu..." Ucap Dara dengan pelan. Namun dara memutuskan tatapan mata Sam dan memandang ke arah lautan.

"Apa maksudnya ini Sam? Setelah tiga bulan pernikahan kita, Apa maksud kamu melakukan hal yang sangat romantis dan kemudian membawaku ke pantai ini sam? Apa juga maksud pertanyaan kamu? Apakah kamu..."

"Aku mencintai kamu Dara" ucap Sam memotong pertanyaan pertanyaan aneh dan frustasi Dara.

Dara diam karena sangat terkejut. Otaknya sama sekali belum bisa mencerna kata kata Sam. Jujur, ia sama sekali tidak berani memimpikan atau membayangkan kalimat itu keluar dari bibir Sam. Ia merasa walaupun khayalan, ia tidak mau tersakiti karena khayalan nya sendiri. Tapi ini bukan khayalan kan?

"Aku mencintaimu, Andara. Maaf membuatmu menunggu lama untuk mendengarkan kata kata ini. Rasa ini benar benar timbul tak terduga. Rasa ini menimbulkan uforia tersendiri di hatiku" ucap Sam kembali sambil tersenyum. Dara masih belum bergerak memandangi wajah suaminya. Ia merasa hal ini masih seperti mimpi baginya.

Genggaman tangan Sam semakin mengerat untuk menyakinkan ucapannya kepada istrinya itu. Tanpa sadar Dara meneteskan air mata. Jika ini benar benar mimpi, Dara berharap ia tak akan pernah bangun kembali.

Melihat dara meneteskan air mata dan kemudian semakin berubah menjadi tangisan, Sam memutuskan merengkuh tubuh mungil itu dan merapatkan ketubuhnya.

Sam tak tahu ucapannya itu sangat berdampak pada istri mungilnya itu. Rasa bersalah kembali melingkupi hati Sam. Ia sadar bahwa selama ini istrinya memendam sakit hati karenanya.

"Maaf..." Ucap sam dengan sedih.

"Maaf karena selama ini telah menyakitimu" lanjut sam. Namun sam merasakan gelengan kepala di dadanya.

"Selama pernikahan kita. Aku merasa bahagia. Diperhatikan, disayangi dan Dicintai olehmu, dan karena itu aku harus meyakinkan diriku untuk tidak boleh menyakitimu kembali. Tapi dengan perkataanku tadi membuatmu menangis kembali. Maafkan aku" ucap sam dengan lemah. Ia tak menyangka jika pengakuan perasaannya akan membuat istrinya menangis.

Dara melepaskan rengkuhan Sam dan kemudian memandang wajah suaminya. Memandang wajah tegas yang kini sayu sedang menatapnya balik.

Disela tangisnya Dara tersenyum. Ia tersenyum sambil memandang Sam. Suaminya.

"Tidak Sam. Bukan karena itu. Jujur... Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan mendengar kalimat itu dari kamu..." Ucap Dara sambil terisak. Mendengar itu Sam kembali merasa bersalah.

"... Aku juga mencintaimu Sam. Terimakasih akhirnya telah mencintaiku" ucap Dara dan kemudian memeluk kembali tubuh suaminya dengan erat. Mengirimkan seluruh rasa cinta dan bahagia ke tubuh suaminya. Sekarang semua terasa lengkap. Suaminya juga mencintainya.

Sam yang tidak menduga dengan jawaban tulus Dara tanpa sadar meneteskan air mata. Wanita penuh dengan kasih sayang ini benar benar tulus mencintainya.

"Terimakasih sayang. Terima kasih.... Thanks for being my destination of love, dear. Thankyou for all your care, your wound, your patience and your love. Thankyou for choosing me. I love you"

Dalam dekapan Sam, Dara pun tersenyum Bahagia.

"I love you too, Sam. I always Love you".

***

Hope you like it.. thanks for read my story ❤

Continue Reading

You'll Also Like

6.1K 2.6K 25
Hukum Semesta 01 : "Materi yang pernah ada lalu hancur tidak akan benar-benar hilang. Ia tetap ada, hadir, dan berubah bentuk menjadi materi lainnya...
3.5K 1.4K 25
》FOLLOW SEBELUM MEMBACA^^ ─────────────────── Syakila Auries, gadis yang sejak kecilnya sudah lebih dulu merasakan ketakutan dan mimpi buruk yang men...
752 40 12
"Gue gak suka sama lo, dan gak akan pernah suka sama lo!!" Perkataan yang sangat menusuk tapi ya... mau bagaimana lagi. Haelyn yang jatuh cinta pada...
2K 97 11
[Jangan lupa follow sebelum baca] "Jelek lo."ucap Raga membuat Adera makin kesal. Adera menoleh ke Raga yang sedang memasang wajah tengilnya. Dia mem...
Wattpad App - Unlock exclusive features