Arga Clinton.
Siapa yang tidak mengenal nya di kantor Secret Service USA?
Agent khusus dengan segudang prestasi. Belum lagi tampan nya yang rupawan, badan nya yang tegap, sexy, otak nya yang cemerlang, cara bertarung nya yang sulit di kalahkan. Sepertinya Tuhan sedang boros anugrah saat menciptakan nya.
Dia tidak pernah gagal dalam misi nya. Itulah yang membuat nya menjadi agent terbaik. Karena alasan ini pula banyak kasus yang hampir expaired di limpahkan pada nya untuk di selesaikan.
Kasus yang paling ngetrend saat ini adalah pemburuan pembunuh bayaran bernama Sexy Star. Jika di universitas kasus ini pasti sudah di DO karena sudah 7 tahun dan belum juga selesai.
Namun karena target Sexy Star belakangan ini lebih mengarah pada keluarga pemerintahan AS maka mau tidak mau, suka atau tidak Arga harus terlibat dalam perburuan nya. Bukan hanya terlibat tapi sekarang menjadi tanggung jawab nya untuk menangkap si belut nan licin itu.
Arga meneliti layar komputer yang ada di depan nya, tangan nya tidak berhenti menklik mouse kemudian mengarahkan nya ke kiri lalu ke kanan, memutar ke atas dan kebawah Tapi dia tetap saja merasa tidak puas.
Foto yang di pandang nya dalam kumputer itu tetap tida bisa memberikan gambaran dalam benak Arga seperti apa orang yang ada dalam balutan baju kulit hitam dan topeng di seluruh wajahnya.
Rasanya matanya akan kelilipan memandangi foto itu seharian dan dia masih stak di gambaran yang tidak jelas, harus bagaimana lagi. Hanya itu petunjuk yang dia punya. Jadi dia harus bertarung dengan petunjuk itu demi memuluskan pekerjaan nya.
Perhatian nya sedikit teralihkan saat Hendry mendekat padanya dengan secangkir kopi "Minum dulu bos, siapa tau kopi ini bisa menyegarkan sedikit otak bos" Tawar Hendry meletak kan kopi itu si samping komputer Arga.
"Saya yakin Sexy Star adalah laki-laki, dia hanya ingin kita berfikir bahwa dia adalah wanita" Tandas Arga, dia mulai stres menangani kasus ini selama hampir setahun dan belum menemukan petunjuk apapun tentang Sexy Star.
"Bagaimana bisa anda seyakin itu bos?" Tanya Hendry penasaran. Setiap teori yang di keluarkan Arga jelas memiliki dasar yang kuat.
"Bagaimana mungkin seorang wanita bisa mengangkat laki-laki seberat 105 kg dan mengantung nya di atas pohon seperti jemuran" Arga pun sedikit ragu dengan teori nya "Kecuali kalau dia sangat terlatih" Sambung nya.
"Kita berbicara tentang pembunuh bayaran yang sudah naik daun selama 7 tahun tanpa petunjuk apapun, dia bahkan bisa lalu lalang di sebuah hotel yang penuh CCTV dan kita hanya menangkap sosok ini dalam camera. Jelas dia sangat terlatih" tukas Hendry menunjuk foto yang sedari tadi ditatapi Arga.
"Kalau dia wanita aku akan mencium nya saat menangkap nya" Arga sesumbar saking gemas nya menangani kasus satu ini.
"Kalau dia tau, pasti bakal rela di tangkap bos. Jarang-jarang kan bos mau cium orang. Spesial tuh" Balas Hendry bercanda.
"Cium pake sepatu maksud nya" Arga meralat kata-kata nya
"Telat bos. Malaikat sudah catat, gak bisa di ralat lagi. Jadi nanti kalo tertangkap bos harus benar-benar mencium nya" Celah Hendry menggoda atasan nya selama tiga tahun terakhir.
"Sialan, memang nya kamu malaikat nya?" Cacar Arga di balas gelenggan gelengan oleh Hendry.
"Oh ya bos ada panggilan di line 7, itu mom" Lanjut Hendry, dia hampir lupa sudah hold telepon itu selama 5 menit.
Arga segera meraih gangan telepon yang ada di mejanya, dan menekan line 7 "Halo Bu?" Sapa Arga hangat sambil mengambil kopi yang di berikan Hendry menyeruputnya sedikit untuk menyembunyikan ketegangan nya.
"Kamu di mana?" Tanya suara wanita di telepon.
"Di restaurant mom, hari ini Arga sedikit sibuk karena ada beberapa masalah dari client" Jawab Arga berbohong.
"Tapi kamu akan pulang lebaran di sini kan nak?" Tanya Ayu Ibunda Arga.
Mendengar pertanyaan ibunya, Arga langsung menyemprotkan kopi yang baru di seruputnya. Sial dia lupa kalau dirinya sedang puasa.
"Bos kenapa? kopinya tidak enak?" Tanya Hendry panik jika saja kopi buatan nya benar-benar tidak enak sehingga Arga langsung melepehkan nya.
Arga menutup ganggang telpon nya, berbalik menatap nanar pada Hendry "Sialan,aku lagi puasa. Ngapain kamu ngasih kopi" Maki Arga pada Hendry.
Hendry menepuk jidatnya "Maaf bos, saya pikir puasanya udah selesai" Sesal Hendry mengambil kopi itu dari atas meja Arga.
"Masih dua hari lagi, catet itu" Arga mengacungkan dua jarinya dua agar Hendry ingat baik-baik.
"Halo... halo nak' Ayu memanggil di dalam telpon karena tidak mendapatkan respon dari Arga.
Arga kembali berbicara di telpon "Iya mom, aku pasti lebaran di situ"
"Bener ya, mama tunggu. Anak tetangga udah pada datang dari perantauan. Mama akan sedih kalau kamu gak ada" Lanjut Ayu dengan suara lemah untuk semakin merayu anak nya.
"Iya mom, Arga pasti datang kok" Jawab Arga meyakin kan.
"Oh ya, kamu bawa calon istri gak?" Pertanyaan yang sangat tidak di harapkan Arga. Pertanyaan yang membuat nya malas pulang ke Indonesia. Calon istri? yang benar saja. Selama ini Arga bekerja sebagai agent intelegence Secret Service. Dia tidak punya waktu untuk mencari pasangan. Lagi pula sangat bahaya bagi orang sepertinya memiliki relationship karena musuh akan menganggap itu sebagai kelemahan nya.
"Kita bicarakan itu nanti ya mom" Arga mencoba berdamai dengan ibu nya
"Arga umur kamu itu sudah 32 tahun. Sudah saat nya kamu menikah" Ayu tidak lelah menasehati ini sejak Arga berumur 25 tahun "Tapi kamu tidak perlu khawatir. Biar mama yang kenalin sama orang Indonesia." Lanjut Ayu bersemangat.
"Baik lah, mama kita lihat nanti" Kata Arga loyo menutup telpon nya. Dari pada menghadapi pernikahan, Arga mungkin lebih suka menghadapi musuh. Dia jelas tau kapasitas dirinya jika berhadapan dengan senjata atau ilmu bela diri. Tapi dia sama sekali tidak tau bagaimana menghadapi wanita. Dia tidak terlatih untuk itu.
Dia sudah bergabung di interpol sejak umur 19 tahun. Dan sejak itu dia boleh di katakan jomblo. Meskipun sudah berkali-kali berpindah tempat kerja tapi hati nya masih saja kosong.
Yang ibu nya tau Arga bekerja di New york melanjutkan usaha ayahnya mengelolah restaurant. Penyamaran yang sangat rapih di jalani Arga selama ini bahkan dari ibunya sendiri. Sama seperti almarhum ayah nya yang selama ini juga menyembunyikan identitasnya sebagai agent FBI dari mantas istri nya.
Semakin rapih karena ayah dan ibunya telah berpisah jadi Ayu tetap jauh dari kehidupan keras mereka.
"Hendry sepertinya aku harus ke indonesia besok" Kata Arga begitu selesai menutup telpon nya.
"Apa di sana ada petunjuk tentang Sexy Star?" Tebak Hendry bersemangat
"Bukan, ini urusan pribadi. Tapi kamu bisa menghubungi ku jika ada kabar terbaru" Jawab Arga.
"Bos berapa hari di sana?" Tanya Hendry lagi.
"Tiga hari" Yakin Arga. Dirinya tidak mungkin berlama-lama pergi.
***
Kenalin nih.. Varun Dhawan sebagai Arga Clinton.
Menurut eikeh.. Dia cocok sih, ganteng yes, bodi yes, beberapa karakter yang dia peran kan yes banget untuk seorang Arga.