SETULUS CINTA LUNA (END)

By gadisempang

8.2M 331K 17.9K

COMPLETED Luna amat mencintai Galang, tapi Galang sangat membencinya. Luna mengharapkan Galang, tapi Galang m... More

CINTA=PERJUANGAN
DAN AKHIRNYA
❤KENCAN PERTAMA❤
DIA KEMBALI
AKU KAMU DAN MANTANMU
BERJUANG LAGI
AKU BAIK-BAIK SAJA
GADIS KERAS KEPALA
SELAMAT ULANG TAHUN...SAYANG
ADA APA DENGAN LUNA
WAKTU YANG KAU BERI
DUA BULAN SAJA
CINTA vs BENCI
TERJADI SESUATU
AKU JANJI
CINTA SEGI TIGA
IMPIAN LUNA
PUTUS
TANPAMU
PATAH HATI
KUTEPATI JANJIKU
SAAT KAU PERGI
SEMUA TENTANG LUNA
TANPAMU
GALAU
SORRY...I LOVE YOU
PENYESALAN
KARMA
BERJUANG UNTUKMU
THREE YEAR LATER
1300 DAYS WITHOUT YOU
DARA
TIBA WAKTUNYA
PERMAINAN TAKDIR
MENGHINDAR JADI DEKAT
CEMBURU
HARUSKAH MENYERAH?
AKU KEMBALI
FALLIN IN LOVE WITH YOU AGAIN
GODAAN GALANG
KERAS KEPALA VS EGOIS
AWAL BARU UNTUK CINTA LAMA
SIAPA DIA??
FOUR YEARS AGO
JANJI GALANG
SIASAT SATYA
KENCAN??
MEET MY BESTFRIEND(a)
MEET MY BESTFRIEND(b)
CEMBURU MENGURAS HATI
SALAH PAHAM
PENJELASAN
DON'T LEAVE ME....PLEASE
BE MINE
COMEBACK HOME
MEET ORTU GALANG
GADIS BERUNTUNG
SEPANJANG JALAN KENANGAN
NGAMBEK
DOUBLE DATE
WEDDING SATYA
NIAT BAIK
WILL YOU?
EPILOGE:MY DESTINY
TENTANG SESEORANG YANG TAK DIANGGAP
WORK BARU
TERIMAKASIH
CI....LUK....BAAA.....DOOOR
TAHUN PERTAMA
CUKUP SAMPAI DISINI

DILEMA

121K 4.8K 138
By gadisempang

HAPPY READING...

"GUE CEMBURU,KARENA GUE CINTA DAN SAYANG SAMA LU LUNA"teriak Galang lantang,  Luna hanya terbengong matanya melotot dengan mulut menganga  karena syok,hatinya berdesir 'Galang mencintai gue, Galang sayang sama gue'batinnya.
.
.
"kamu jangan becanda Lang, kamu jangan ngaco"ucap Luna coba mengelak

"apa lu bilang perasaan gue becanda, heh maksudnya apa!!!"geram Galang mencengkram bahu Luna

"sakit, Galang"lirih Luna, Galang melepaskan cengkramannya

"saat kita pacaran dulu, kamu bilang cinta sama Aurel dan sekarang saat kamu bersama Aurel, kamu bilang cinta sama aku, apa itu bukan seperti becandaan Lang"Luna menatap lirih, Galang menghela napas panjang

"aku ga pernah kembali sama Aurel"ujar Galang santai

"APA!!"teriak Luna tak percaya

"aku ga pernah balikan sama Aurel"ulang Galang sedikit jengkel

"ga mungkin, kenapa?"tanya Luna dengan wajah cengonya

"karena aku mencintai orang lain"jawab Galang, Luna mengernyitkan dahinya

"aku udah ga cinta sama Aurel, aku kira saat itu perasaanku masih sama dia, tapi ternyata aku sadar kamu lah orang orang yang aku cintai. Baru menyadarinya saat kamu pergi, aku menyayangi kamu Luna kamu mau kan kembali sama aku"Galang menyatakan perasaan yang sesungguhnya, Luna hanya diam ia masih belum percaya dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi 'Galang mencintai gue, Galang ga balikan sama Aurel, Galang ingin balikan sama gue'itu yang sekarang memenuhi pikirannya.

"hey kenapa kamu diam, jawab pertanyaan aku"Galang mengusap lembut pipi Luna, Luna dilema dengan perasaannya saat ini

"maaf, aku ga bisa"ujarnya lirih

"APA"teriak Galang tak percaya

"maaf aku ga bisa, Galang"Luna mengulang ucapannya dengan menggelengkan kepalanya

"kenapa, apa kamu udah ga sayang sama aku"ujar Galang menatap Luna yang tertunduk.

"bukan kaya gitu, kita terlalu berbeda Lang"ujar Luna masih menunduk tak berani menatap Galang

"hey tatap mata aku, apa maksud kata-kata kamu"Galang mengangkat dagu Luna agar mereka bisa saling bertatapan

"kamu ga liat, kamu itu seorang CEO dari perusahaan besar, sedangkan aku hanya pelayan di sebuah cafe kecil kita terlalu berbeda Galang"

"aku ga peduli"jawab Galang cepat

"kamu pantes dapet yang lebih baik dari aku"

"aku ga mau"jawab Galang lagi

"galang please ngertiin aku"Luna mulai berkaca

"Aku harus ngertiin gimana Luna, alasan yang kamu buat itu ga masuk akal"emosinya kembali naik

"Kamuu harus kembali sama aku, dan kita akan balik ke jakarta besok"ucap Galang dengan arogan

"APA"teriak Luna

"kamu harus ikut aku kembali besok dan kita akan memulai semua disana"tegas Galang penuh penekanan

"aku ga bisa Lang"ujar Luna lirih

"ga bisa kenapa, astaga Luna jangan bikin aku jengkel dengan alasan yang ga masuk akal"geram Galang, Luna hanya terdiam

"NGOMONG SAMA GUE KENAPA LU NOLAK GUE!!"teriak Galang lagi melihat luna hanya terdiam

"APA PERASAAN LU UDAH BERUBAH, APA LU UDAH GA SAYANG SAMA GUE ATAU JANGAN-JANGAN UDAH ADA ORANG LAIN DI HATI LU JAWAB GUE LUNA!!"teriak Galang lagi, emosinya sudah memuncak untung tempat itu sepi, jika tidak mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian

"PLEASE NGERTIIN AKU LANG,INI GA MUDAH BUAT AKU"Luna ikut berteriak, ia sendiri bingung akan perasaannya saat ini.

"dulu kamu benci aku banget, sampe kamu minta aku pergi dan menghilang dari hidup kamu, aku terima dan jalanin semua walau sulit sampe aku terbiasa, tapi saat ini kamu bilang sayang sama aku dan ingin kembali, semua ga sama lagi seperti dulu Lang kamu ga liat perbedaan kita sangat kentara kita seperti langit dan bumi....hiiiks"Luna mulai terisak membayangkan kenyataan tentang perbedaan mereka membuat hatinya teramat sakit.

"jangan nangis aku ga suka liat kamu nangis"Galang mengusap rambut luna

"aku tau ini semua terlihat mendadak dan bikin kamu terkejut,ntapi ini kenyataan yang sebenarnya setelah kamu pergi, aku akan beri kamu waktu untuk berpikir"Galang melepas pelukannya membuat mereka saling bertatapan.

"aku beri kamu waktu sampe besok untuk berpikir, besok pesawat ku berangkat jam 2 siang, aku akan tunggu kamu di bandara, kalo kamu dateng berarti kamu terima aku dan kita akan kembali kejakarta"Galang menghapus airmata dipipi luna

"ayo kita pulang udah malam"Galang menggenggam tangan Luna membawanya masuk kedalam mobil
Mereka pergi meninggalkan tempat itu
Sepanjang perjalanan hanya terdiam, Galang mengerti jika Luna masih syok dengan kenyataan yang terjadi, iapun membiarkan saja hingga sampai di rumah gadis itu.

"kamu masuk sana"suruh Galang

"iya kamu hati-hati di jalan"jawab Luna, Galang menganguk

"Luna"panggil Galang saat Luna akan keluar dari mobil

"aku harap kamu besok dateng, karena kalau kamu ga dateng berarti apa yang aku pikirin tentang kamu bener, aku ga akan ganggu kamu lagi dan aku akan membenci kamu"Luna melotot mendengar kata terakhir Galang

"jadi kamu pikirin semua kata-kata aku, kalau kamu ga dateng berarti perasaan kamu berubah, kamu ga sayang aku lagi, dan aku akan membencimu, aku menjauh dan beneran nganggap kamu ga ada biar aku mudah ngelupain kamu, aku juga akan cari cewe lain yang lebih cantik dari kamu,ngerti"ancam
Galang dengan nada dingin, Luna memanyunkan bibirnya, ancaman Galang sungguh membebaninya.

"udah sana masuk"

'Cup'

Galang mengecup keningnya, Luna keluar dari mobil Galang,dan Galangpun meninggalkan rumah Luna.

Luna mendudukan dirinya diatas tempat tidur dengan menekuk kedua lututnya dan meletakan dagunya diatas lutut.

"apa maksudnya ini.."gumamnya

"Galang cinta gue? Galang ga balikan sama Aurel? astaga apa beneran ini nyata"Luna mengela napas panjang

"Kenapa Galang bisa sayang sama gue, bukannya selama ini dia benci banget sama gue, sebenarnya apa yang terjadi setelah gue pergi, kenapa kenyataannya malah berbanding terbalik dari yang gue pikirin selama ini"Luna merebahkan dirinya.

"aku bahagia, sungguh aku bahagia Lang atas pernyataan cinta kamu, ini yang aku tunggu selama ini.....tapi kenyataannya...hiiks"Luna mulai terisak.

"dulu kamu malu pacaran sama aku karena aku gadis biasa dan kamu mahasiswa populer itu aja udah buat kita berbeda jauh, dan sekarang aku masih gadis biasa sedangkan kamu udah jadi pengusaha sukses. Aku ga pantes buat kamu levelmu terlalu tinggi di atas aku lang, aku hanya akan buat kamu malu..hiks..hiks"luna terus menangis, rasanya hatinya sesak sekali menyadari kenyataan.

Luna tak salah jika berpikir seperti itu keadaan seperti ini sangat sensitiv untuknya, pikirannya sangat panjang jika menyangkut orang yang dia sayang, mana mungkin ia menerima cinta Galang jika akhirnya cintanya membebani Galang, karena perbedaan status mereka, Luna tak mau jika Galang akan mendapat ejekan, hinaan dan dipandang sebelah mata karena dirinya. Sekali lagi ini bukan tentang perasaannya tapi tentang perasaan orang yang ia sayang, terdengar naif bukan tapi itu kenyataannya, Luna memang gadis keras kepala tapi ia bukan gadis egois yang hanya mementingkan kebahagiannya, karena yang terpenting adalah kebahagian orang yang ia sayang. Karena jika Galang bahagia ia juga bahagia, itulah yang saat ini membuatnya galau dan dilema, ia ingin bersama galang, tapi bagaimana jika kebersamaan mereka malah membawa banyak masalah dalam hidup Galang, ingin menolak Galang tapi apa ia sanggup dengan ancaman Galang yang akan membencinya, apa Luna sanggup. Sungguh ia merasa dilema malam ini menentukan apa yang akan menjadi keputusannya.

Paginya Luna melangkah dengan lesu menuju tempat kerjanya, semalaman ia tak bisa tidur karena menangis, pikirannya kacau hatinya galau matanya masih terlihat sembab.

"pagi semua"sapanya dengan suara serak karena menangis semalaman.

"Dara kamu kenapa, kamu sakit"panik Stevi

Daaaraaa"seseorang berlari menghampiri Luna.

"kamu baik-baik aja?"tanyanya sambil memperhatikan Luna dari atas sampe bawah

"iya aku baik"jawab Luna lesu

"jangan boong,vwajah pucet, mata sembab dan dan bibir kamu juga sedikit bengkak, apa yang terjadi sama kamu Luna jujur sama aku"ujar Dalas mengguncang bahu Luna

"Las ga usah berlebihan deh"jengan Stevi

"kamu ga tau Stev semalem Dara di bawa seseorang"ujar Dalas khawatir

"siapa yang semalam bawa kamu, Vino bilang orang itu bawa kamu dengan emosi, apa dia nyakitin kamu, apa wajah kamu seperti ini karena orang itu, jawab Dara"panik Dalas,nmembuat Stevi cengo sendiri

"kamu ga lagi bercanda Las?"tanya s
Stevi masih tak percaya

"semalem aku ngenalin Dara ke temenku, tapi kata temenku semalem ada cowo yang nyamperin mereka dan bawa pergi Dara, kejadian selanjutnya, tanya Dara"jelas Dalas, Stevi menatap lekat Dara

"aku gapapa, kalian ga usah khawatir gitu"ujar Dara mengerti pikiran teman-temannya.

"udh ayo cafe bentar lagi buka"Luna meninggalkan dua temannya yang masih cengo.

Luna tidak bisa fokus kerja terus melirik jam dengan wajah terlihat was-was.
.
.
.
.
Galang membereskan barang-barangnya, ia melirik jam kulit warna coklat di tangannya. menunjukan sudah jam 10 pagi sebentar lagi dia harus menuju bandara.

"apa lu bakal dateng Luna, gue harap lu beneran dateng"Galang menghela napas berat.
.
.
Luna terus menggigit bibirnya untuk menutupi rasa gugupnya.

"apa yang harus gue lakuin sekarang, astaga gue bener-bener dilema"gumamnya

Waktu menunjukan pukul 12:56 perasaan Luna kian was-was. Sudah tidak bisa konsentrasi kerja, bahkan ia sudah dua kali salah membawa pesanan.

"gue ga bisa terus kaya gini"Luna meninggalkan meja kerjanya

"hey, kamu mau kemana"teriak Kinta saat melihat Luna keluar dari cafe

"aku ada urusan penting"jawab Luna langsung meninggalkan cafe tersebut

"taksi"panggilnya saat ini Luna berada dipinggir jalan, taksipun berhenti dihadapannya

"bandara ya pak"ucapnya saat memasuki taksi.
.
.
Sepanjang perjalanan Luna tampak sangat was-was. terus melirik jamnya 'waktunya sebentar lagi apa Galang bakal nunggu gue'batinnya.

"pak bisa lebih cepat sedikit"pinta Luna.
.
.
.
Galang menarik sebuah koper memasuki bandara, matanya sesekali melirik kearah bandara mencari seseorang, sekarang ia duduk di ruang tunggu dengan perasaan gugup 'apa Luna bakal datang, gimana kalau dia gak datang'batinnya penuh kecemasan.

Waktu terus berjalan dan tinggal lima menit lagi sebelum waktu keberangkatan Galang.

"pak ayo pesawat kita sebentar lagi berangkat, kita harus cepat masuk"ajak Juan pada bosnya

"sebentar lagi Juan"ujar Galang sambil matanya terus melirik kesegala arah

"pak Galang mencari seseorang?"tanya Juan, Galang tidak menjawab matanya masih sibuk melihat kesegala arah 'dimana kamu Luna, apa benar kamu ga akan datang'batinnya mulai dihantui kepanikan karena belum ada tanda-tanda kedatangan Luna.

"pak ini udah pemberitahuan yang ketiga kalinya dan kita harus masuk pesawat"ujar Juan sambil menepuk bahu Galang.

"iya"jawab Galang lirih sambil melangkah menuju pesawat 'lu ga datang jelek apa lu ga ingin kembali sama gue'. sebulir air mata menetes di balik kaca mata hitamnya. mengiringi kepergiannya meninggalkan pulau itu.
.
.
.
Luna terus mondar mandir di pinggir jalan sambil menggigit kukunya.

"pak apa ini masih lama"tanya Luna

"sebentar lagi nona"ujar pak sopir yang sibuk mengganti bannya, ya mobil yang ia naiki mengalami ban kempes sehingga harus berhenti di jalan untuk di ganti.
.
.
Luna tiba juga di bandara dan langsung berlari mencari Galang, tapi tak ketemu, iapun menuju ke resepsionis.

"mba apa pesawat tujuan jakarta sudah berangkat"tanyanya sedikit ngosngosan

"sudah dari 15 menit yang lalu mba"jawab resepsionis yang sontak membuat Luna langsung tercengang 'gue terlambat'batinnya, Luna berjalan dengan gontai, sungguh seluruh tubuhnya terasa lemas ia terduduk di sebuah kursi dan menunduk.

"maafin aku Galang...maafin aku...hiiks"Luna mulai menangis hatinya teramat sakit saat ini.

"harusnya aku ikuti kata hatiku datang lebih awal..maafin aku Lang..hiiiks"Luna terus menangis merutuki dirinya sendiri hingga tiba-tiba ada seseorang yang memegang bahunya, Luna menoleh dan betapa kagetnya saat melihat siapa orang yang memegang bahunya lunapun melotot dengan mulut menganga.
.
.
.
.TBC

SORRY KALAU PART INI RADA NYEBELIN GEGARA MEREKA HARUS KEMBALI BERPISAH PADAHAL BARU BERTEMU TAPI TENANG AJA KALAU KATA AFGAN JODOH PASTI BERTEMU,KALAU KATA GUE GALANG HARUS MENUNGGU
NEXT CHAPTER GUYS DITUNGGU VOMENTNYA😚😚😚😚

Continue Reading

You'll Also Like

31.3K 1K 14
Cover book November 2018 Aku tahu, kita tidak akan baik-baik saja. Aku menyayangimu, akan tetap seperti itu. Jangan pernah paksa aku untuk membencimu...
2.4K 428 12
welcome my story>< 📌 Jangan lupa Follow sebelum membaca 📌Jangan lupa Vote and komen 🍀🍀🍀 "Kenapa semuanya pergi!" Gadis itu berhenti berlari. Hu...
7.1K 466 47
Untuk sebuah nama yang baru, Kugantungan harapanku... bersama perasaan itu. Aku sedang tidak bermain-main... seluruh dunia pun tau, aku pernah patah...
1.3K 88 57
Sekali berhembus Ilalang merunduk karena angin, tapi sekali merunduk Ilalang tetap mencintai angin...
Wattpad App - Unlock exclusive features