Elegant Romance

By riladata17

40 13 0

[ Clarisa Vionila Sherka] Gadis yang berstatus sebagai siswa baru di SMA BINA NUSA. Cantik dan pintar, tidak... More

2.Shocked

1. Pertemuan Pertama

29 7 0
By riladata17

Cahaya matahari pagi masuk melalui tirai dikamar seorang gadis yang telah sedari tadi berdiri di depan cermin memperhatikan penampilan nya dengan lekat. Dia harus tampil serapi mungkin, bagaimana tidak, hari ini adalah hari pertama nya masuk ke sekolah itu, karena dia merupakan siswa pindahan disana. SMA BINA NUSA. Tempat dia bersekolah nantinya.

[Clarisa Vionila Sherka]

"Vio. Sarapannya sudah selesai sayang." Ucap Natalit Husyena.

Gadis yang disebut Vio itu pun langsung meraih lipbalm di meja riasnya dan memakai kan nya dibibir mungilnya, setelah itu dia keluar dari kamar menuju ruang makan.

"pagi ma,pa,"

Sapanya saat tiba di ruang makan dan menemukan kedua orang tuanya sedang menyantap sarapannya.

"pagi sayang. Gimana udah siap buat masuk sekolah?" tanya Adriano Devanan.

"siap dong pa. Vio kan udah nunggu hari ini"

"semoga hari ini berjalan dengan lancar ya sayang" ucap Natarit Husyena sambil mencium kening Sybil putri sematawayang nya.

-SMA BINA NUSA-

Vio menuruni mobil Jazz merah miliknya dan langsung memasuki pekarangan sekolah dengan wajah yang bahagia. Bisa dilihat saat Dia tengah berjalan hampir semua mata yang melihatnya kini memandang dia tanpa berkedip.

Tubuh indah dan wajah yang cantik menjadi daya tarik tersendiri bagi gadis tersebut.

ͼͼͼ

[Alvaro Vinales]

Tampan, smart, dan dingin. Tiga kata itulah yang benar-benar menjelaskan bagaimana sosok seorang Alvaro Vinales, anak dari ketua yayasan SMA BINA NUSA yang memiliki kekuasaan dan uang dimana-mana. Jadi tidak heran jika Dia memiliki sifat sombong,dingin,dan berkuasa

.

Varo yang sudah tampak rapi dengan seragam putih abu-abu nya. Varo yang memiliki badan yang tegap,rambut hitam,ditambah dengan senyum yang karismatik. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 7 saat Dia melirik benda yang melingkar di pergelangan tangannya. Dia harus segera bergegas menuju sekolah, dengan cepat Dia mengenakan jaket dan menyambar tas dan berjalan menuju motor kesayangannya.

Pagi ini, Varo mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, Dia sama sekali tidak terlalu memusingkan guru piket yang akan memarahinya jika Dia datang terlambat kesekolah, karena bagi nya mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut guru piket tersebut sangatlah tidak ada guna nya.

Senyum Varo muncul ketika melewati satpam penjaga sekolah yang terlihat sudah memperhatikan nya dari jauh. Namun, bukan Varo nama nya jika harus memperhatikan tingkah satpam penjaga sekolah nya tersebut. Sesaat setelah memarkirkan motor nya di parkiran khusus siswa Dia melepaskan helm dan menuruni motornya.

Langkahnya terhenti saat hendak berjalan menuju kelas, ketika dilihatnya ada banyak orang yang berkumpul disana, namun Varo sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut dan memilih untuk pergi menunggalkan kerumunan orang tersebut.

ͼͼͼ

Vio yang telah memasuki pekarangan sekolah terlihat bingung dikarenakan Dia harus menuju kantor kepala sekolah, namun tidak mengetahui letak kantor tersebut.

"Haloo adek cantik" goda salah satu siswa

"Ma-maaf...kalian siapa ya? Perempuan itu berusaha memberikan senyum terbaiknya walaupun merasa sangat takut.

"oh kenalin, Gue Deny" ucapnya sembari menjulurkan tangannya.

"Lo pasti murid baru ya disini, soalnya baru liat cewe yang cantiknya kayak bidadari" lanjut Jason yang disambut dengan jitakan dikepalanya.

"ehh iya kak, aku murid baru disini. Aku lagi mau nyari kantor kepala..." ucapan nya berhenti saat sebuah bola basket mengenai kepalanya.

"awww.." perempuan itu meringis sambil memengangi kepala nya yang terasa sakit.

Dengan gerakan sedikit berlari pria yang tengah mengenakan baju basket itu menghampiri Vio, perempuan yang terkena lemparan bola basketnya. Dan saat Dia tiba ditempat perempuan itu berdiri, mereka sudah dikelilingi banyak siswa yang melihat kejadian tadi.

Hati perempuan itu bergumam saat melihat pria yang tengah berdiri dihadapannya tersebut. "Ini cowok cakep banget."

"maaf ya Gue gak sengaja." Ucap pria itu yang langsung disambut dengan tawa dari perempuan itu.

"iya gpp kok kak. Ini cuman kena dikit doang"

"ehh gpp apanya, itu kepala lo berdarah," sambil menyentuh kepala perempuan itu yang langsung disambut oleh sorakan dari sekeliling mereka.

"mending sekarang lo ikut Gue aja ke UKS. Biar nanti abis itu Gue yang ngantar Lo ke ruang kepala sekolah, Lo murid baru kan disini?" tanya nya memastikan.

Tanpa pikir panjang perempuan tersebut pun langsung mengangguk dan berjalan beriringan menuju ruang UKS.

Setiba nya di UKS, Pria itu langsung mengambil peralatan P3K dan membersihkan luka dikepala perempuan itu.

"kenalin Gue Axel Sivan." Ucapnya saat selesai membersihkan lukanya.

"Clarisa Vionila Sherka, panggil aja Vio." Balasnya dengan malu.

"egg Lo mau kemana?" tanya Sybil yang melihat Axel berdiri dari posisinya dan berjalan menuju pintu.

"Lo mau ke kantor kepala sekolah kan? Ayok ikut Gue" pintanya.

"ehh iya, tapi tungguin kek, kepala Gue kan pusing." Rengek perempuan itu.

Tidak ada percakapan diantara kedua nya saat berjalan menuju ruang kepala sekolah hingga Axel yang berjalan didepan Vio pun berhenti dan tanpa sengaja ditabrak oleh perempuan tersebut.

"Lo kalo mau berhenti bilang-bilang dong," Gerutunya.

"siapa suruh Lo jalan dibelakang Gue" balas pria itu yang ditanggapi dengan raut kesal Vio.

"yaudah sih, ini ruangan nya mana?"

"Noh yang didepan, Lo tinggal masuk aja kedalam, jan lupa ngetuk pintu dulu" lanjutnya. Saat sudah melihat Vio berjalan memasuki ruang kepala sekolah.

"Dasar cewe aneh." Batin Axel.

ͼͼͼ

Langkah Varo berhenti saat didepan pintu kelasnya, ditatap nya sekeliling dan tidak menemukan ada guru didalam nya. Kebiasaan anggota kelasnya saat guru sedang tidak ada keadaan kelas akan menjadi seperti pasar. Dengan cepat Dia pun berjalan menuju bangku nya dan menemukan ketiga teman nya yang sudah duduk manja di sana.

"ehh bro tumben lu dateng cepat" Deny menjadi orang pertama yang menginterogasinya hari itu.

"hayoo Lo pasti lagi jatuh cinta kan makanya gak terlambat kesekolah, biasanya juga Lo yang nutup ini sekolah. Woii akhirnya abang Alvaro jatuh cinta." ucap Jason setengah berteriak sehingga mengalihkan perhatian anak-anak kepada mereka.

"Aww!" Sebuah jitakan sukses lepas landas dan mendarat dikepala Jason.

"Jatuh cinta pala Lo peang" balas Anhar yang disambut dengan tawa seisi kelas.

"wahh kok jadi Anhar yang marah? " tanya salah satu siswi.

" ehh ia Har, kok jadi Lo yang sewot. Apa jangan-jangan Lo yang lagi jatuh cinta. Hahaha" balas Deny.

Anhar yang hendak berdiri dan memukul Deny pun seketika mengurungkan niatnya karena dilihat nya guru jam pelajaran pertama memasuki kelas.

"hey Anhar mau ngapain kamu?" tanya guru tersebut saat tiba diambang kelas.

"Anhar mau nyoba kabur dari kelas bu, karena takut ketemu sama ibu" potong Jason.

"iya bu, bener itu apa kata Jason, katanya ibu itu gak pernah pake parfume kesekolah jadi bau badan gitu bu" sambung Deny yang dibalas dengan tawa seisi kelas

Alvaro hanya bisa geleng kepala melihat tingkah aneh sahabat-sahabat nya yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

Anhar yang menjadi tersangka utama hanya bisa tertunduk dan diam saat Bu Sutri Guru bahasa mereka berteriak menyuruhnya untuk maju kedepan.

"iya bu sabar, ini saya lagi otw bu" balas Anhar tanpa rasa takut.

"Dasar kamu ya murid kurang ajar" jewer Bu Sutri yang dibalas dengan teriakan oleh Anhar.

"Jangan teriak kamu, ini saya bisa tuli lama-lama" ucap Bu Sutri smabil memengangi telinganya.

"makanya Bu jangan suka jewer telinga orang," seringainya yang dibalas dengan pukulan dikepala Anhar.

ͼͼͼ

Guru mata pelajaran belum juga menampakkan diri, namun keadaan kelas saat ini sangat aman terkendali dan tidak seperti keadaan kelas yang jika guru hanya terlambat beberapa menit dan keadaan kelas akan sangat tidak terkendali.

Pak Hasan berjalan kedalam kelas bersama dengan seorang siswi baru.

Seorang perempuan yang sangan susah jika tidak menyebut dirinya cantik. Dan sekarang semua mata tertuju kepada nya.

"Ada anak baru dikelas kita, mohon kerjasamanya untuk membantu dia mengejar pelajarannya," ucap beliau memberitahukan pada semua muridnya.

"Ayo perkenalkan dirimu," suruh kepala sekolah pada perempuan itu.

Perempuan itu mengangguk lalu berbicara,

"perkenalkan nama saya Clarisa Vionila Sherka. Panggil aja Vio. Mohon bantuannya untuk mengejar pelajaran yang tertinggal ya. "ucapnya lalu tersenyum dan memperlihatkan lesung pipi disebelah kirinya.

"nah sekarang kamu duduk disebelah Dia," tunjuk Pak Hasan kepada salah satu bangku kosong dikelas itu.

"baik pak" lanjutnya dan langsung berjalan menuju bangku tersebut.

"baiklah anak-anak, sekarang Bapak tinggal dan ingat jangan ada yang membuat keributan sampai guru kalian datang" Ingat kepala sekolah tersebut dan langsung meninggalkan ruangan kelas.

"hey Lo cewe yang tadi ditimpuk bola basket sama Axel kan.?" Selidik gadis yang duduk disebelah Vio tersebut.

"iya" jawabnya singkat.

"nama gue Shandra," ucapnya kemudian dan dibalas oleh senyum dari Vio.

ͼͼͼ

--jangan lupa di vote dan komen.. Terimakasihh-- :)

Continue Reading

You'll Also Like

378K 26.5K 46
Kalau kata orang, cinta itu bagian dari hidup. Tapi, tidak bagi Arsen. Arsen Raditya Arkharega, hanya seorang siswa SMK biasa yang menjadi pujaan ha...
105K 3.1K 35
- Amanda Vanessa Alvadira "Hingga pada akhirnya aku mengerti. Kehadiranku tidak pernah di inginkan dan rasaku berhenti hanya sebatas mengagumi entahl...
752K 28.8K 48
Bagaimana perasaan mu jika pacar mu hanya memanfaatkan mu agar bisa mendekati saudara kembar mu? Ini kisah tentang Viona Agrisya dan Viola Agrisya...
174 35 7
Dia Violet, 16 tahun. Terpaksa mengikuti olimpiade Kimia tingkat Nasional bersama seorang kakak kelas yang ia hindari. Sekuat apapun Violet menghinda...
Wattpad App - Unlock exclusive features