Keesokan harinya....
Queen keluar dari Orlan apartemen yang akan dia tempati untuk beberapa bulan kedepan. Dengan menggunakan kaos berwarna putih polos celana jeans hitam dengan sedikit sobek dibagian lutut kiri dan jaket parka berwarna dongker serta rambut yang bergelombang berwarna hitam kecoklatan itu tergerai indah memancarkan kecantikan sempurna meski hanya menggunakan pakaian santai saja. Membuat semua mata para pria memandang tanpa berkedip dan para wanita menatapnya kagum serta iri.
Queen berjalan menyusuri kota New York yang indah namun dia sadar sejak dia keluar dari apartemennya dia sudah diikuti entah orang jahat atau hanya iseng mengikutinya dia tak perduli baginya menghirup udara segar dikota ini lebih baik. Tapi semakin lama penguntit itu semakin terang terangan membuatnya risih dan berbalik.
"Maaf tuan siapa anda ? Dan kenapa sejak tadi anda mengikuti saya ?" Ucap queen tidak suka
"E..ehh maaf nona saya tidak bermaksud begitu" ucap pria berbadan besar berpakaian rapi dan berkaca mata dengan gugup.
"Siapa yang menyuruhmu tuan ?" Ucap queen dengan nada mengancam.
"A..anu.. nona Tuan Aldrich"
"Aku ingin menemuinya bisakah kau antarkan aku tuan" ucap Queen sopan
"T..tentu nona. Mari ikut saya"
-Aldrich company-
Orlando masuk kedalam perusahaan dengan menggunakan setelan jas berwarna dongker dengan dasi berwarna merah dan sepatu berwarna hitam. Semua mata tertuju pada bos mereka yang baru datang. mata yang tak berkedip mengagumi Orlando yang sempurna apalagi mata para wanita dan banyak pujian dari mereka pula yang hanya di jadikan angin lalu oleh orlando tanpa menangapinya
"Tampan sekali dia"
"Sungguh pahatan Tuhan yang sempurna"
"Aku ingin menjadi kekasihnya" kata wanita dengan wajah yang cukup cantik
"Mana mungkin bisa saron saja yang setiap hari menggodanya tidak dapat menaklukannya" jelas wanita yang satu lagi
"Aku akan mencobanya" ucapnya kekeh pada pendiriannya
"Terserahkau saja"
Pintu lift terbuka Orlando memasuki lift khusus untuknya itu dengan kesal dan mengumpat setelah mendengar semua ucapan para kariyawan nya itu.
"Cih ingin menggodaku heh! Sebelum memnggodaku ku pastikan kau kehilangan pekerjaan mu" batin lando
Setelah sampai di depan ruangan dengan pintu kayu besar berwarna coklat nan mengkilat. Terlihat pula wanita dengan pakaian sexy nya tapi tak membuat orlando terpikat.
"Selamat pagi Mr.Aldrich" ucap Saron dengan genit tetapi tidak di tanggapi oleh Orlando dan langsung masuk kedalam pintu tersebut.
Orlando kemudian duduk di kursi kebesarannya tak lama berselang Iphone Black miliknya berdering
Tring..tring...tring....
"Ada apa?"
"Tuan aku sudah membawa nona queen bersama ku untuk menemuimu"
"Ya baiklah antarkan dia sampai kedepan meja Sekertarisku saja setelah itu kau boleh pergi"
"Baik Tuan"
Sambungan terputus...
Saat sedang asik memeriksa beberapa laporan dan berkas berkas kerja samanya terdengar pintu diketuk.
Tok...tok...tok
"Masuk" ucapnya datar
"Maaf Tuan anda ada rapat 20 menit lagi" ucap Saron mengingatkan
"Ya"
-15 menit berlalu-
Orlando berdiri dari kursi nya dan merapikan setelan jasnya keluar dari ruangannya dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Saron yang ingin di ajak kedalam meeting tersebut. Bagi Orlando selama dia sendiri bisa memanganinya mengapa harus membawa orang yang tidak berguna bersamannya.
-2 jam berlalu-
Datanglah sosok wanita cantik yang keluar dari mobil mewah. Bejalan layaknya seorang model wajah yang sangat cantik rambut dan tubuh yang sempurna namun tatapannya yang tajam serta ekspersi wajah yang sangat datar membuatnya terlihat seperti wanita Arogan namun banyak yang mencibir nya karena pakaiannya yang terlalu santai itu dapat masuk ke perusahaan sebesar ini dengan pengawalan. Banyak karyawan yang bertanya siapa dia? Untuk apa datang kesini ? Banyak yang mencibir tapi dia tak perduli
"Sok cantik"
"Paling mau godain si bos"
"Kegatelan banget"
"Dasar jalang"
Tapi banyak pula yang mengaguminya seperti para karyawan pria
"Cantik sekali"
"Kurasa dia titisan dewi yunani"
"Badannya wajahnya sangat sempurna"
"Beruntung seklai pria yang dapat bersaamnya"
"Apa dia pegawai baru?"
"Sungguh luar biasa ciptaan mu tuhan"
"Aku harus berkenalan dengannya nanti"
"Mata dan ekspresi wajahnya benar benar membuat ku penasaran"
"Dia sexy"
Dan masih banyak lagi yang didengar Queen saat mau menunggu lift terbuka sampai lift pun terbuka masih saja banyak yang membicatakannya membuatnya jengah.
Sampailah dia di lantai 30 lantai tertinggi perusahaan ini diikutinya pria yang mengajaknya kemari dan pria itu berhebti berjalan lalu membalik badannya ke hadapan Queen dan mengucapkan
"Nona, saya hanya di tugaskan mengantarkan anda sampai didepan sini tanyakan pada sekertaris itu dimana keberadaan Mr.Aldrich dia akan mengantarmu nanti" ujar pria berbadan besar itu
"Ah baiklah Terimakasih Tuan" jawab Queen berterimakasih
"Ya nona sama sama itu sudah jadi tugas saya. Saya permisi nona"
"Ya Tuan" belalu lah pria tadi meninggalkan Queen yang kebinggungan sebenarnya siapa yang menyuruhnya datang kemari. Daripada dia penasaran dilangkahkan lah kakinya ke arah meja sekertaris yang dimaksud oleh pria tadi.
"Permisi" ucap Queen santai
"Ya" ucap wanita itu cuek masih dengan alat make up nya
"Dimana saya bisa bertemu dengan Mr.Aldrich ?" Ucap Queen
Wanita itu langsung menoleh dan melihat siapa yang mencari calon kekasihnya itu. Dilihatnya dari atas hingga bawah tidak menarik.
"Siapa kamu ada perlu apa mencari calon kekasihku ? " Ucap Saron dengan lantang
Membuat Queen yang berada didepannya mengerinyitkan dahi dan menaikan satu alisnya "kenapa wanita ini"cibirnya dalam hati.
"Saya memiliki urusan yang sangat penting dengannya" ucap Queen masih sopan
"Kau wanita jalang yang ingin menggodanya bukan mengaku ngaku hamil anaknya maaf itu tidak mempan padaku sekarang keluar dari sini sebelum aku menyuruh keamanan menyeretmu" ucap Saron
"Jalang ? Terserah apa katamu tapi dia memang menyuruhku datang kemari suka atau tidak suka aku tak peduli" ucap Queen datar
Dari ke jauahan Orlando telah selesai meeting dan akan kembali keruangannya namun dia melihat sekertarisnya berdebat dengan seorang wanita yang membelakanginya. Pria itu terkejut saat sekertarisnya menyebut wanitanya jalang dan hamil anaknya ? Namun wanita itu tak perduli dengan ucapan Saron yang membuat wajah Saron memerah penuh amarah.
"Pergi dari sini atau aku yang akan menyeretmu dengan tangan ku" ucap Saron marah
"Beginikah caramu menyambut tamu bos mu nona ? Cih Sangat tidak sopan" ujar Queen dengan sangat santai dan itu mampu membangkitkan amarah saron ke ubun ubun.
Tak lama Saron melangkah mendekati Queen dan ingin menamparnya sebelum Orlando ingin menahannya Queen lebih dulu menahannya dan membuatnya meringis kesakitan karena cengkraman kuat Queen pada pergelangan tangan nya.
Tanpa mereka sadari Orlando telah ada di dekat mereka menyaksikan itu semua dan membuat orlando tercengang dan Saron memucat adalah kata kata Queen yang terakhir
"Aku datang bukan untuk mengemis pertanggung jawaban nona. Aku datang karena undangan dari bosmu bahkan sebelum aku bertemu dengan mu disini aku diperlakukan layaknya seorang putri kerjaan oleh pengawal bosmu dan kau mencaciku saat aku bertanya sangat sopan padamu? Begitukah kau memandang ku nona? Bahkan dirimu tak lebih baik dariku katakan padaku nona kau bekerja disini hanya untuk menggoda bos mu bukan ? Tak perlu dijawab pakaian mu ini telah menunjukan siapa jalang sebenarnya"
"Ah..dan jika kau berani menyentuh ku bahkan sehelai rambutku berada di tangan mu akan kupastikan hari ini juga akan ku buat karir mu ah tidak hidupmu seperti dineraka dan akan ku buat dirimu berteriak meminta kematianmu sendiri" lanjut Queen dan melepaskan cengkramannya pada lengan Saron yang telah membiru. Dan melangkah masuk setelah melihat pintu besar yang dapat dipastikan itu adalah pintu CEO mereka. Tak lama pitu itu tertutup orlando berjalan mendekat ke arah Saron dan melihat nya dengan Tajam dan dingin membuat ketakutak Saron semakin bertambah.
"Kau dipecat" ucap Orlando singkat dan berlalu masuk
"Sudah menunggu lama nona?" Ucap Orlando hanya sekedar basa basi menyapa wanita cantik itu
"Ya" jawab Queen sekenanya
"Terimakasih sudah mau datang" kata orlando.
"Langsung saja Tuan apa maksud anda mengbuntutiku dan membawa saya kemari?"
"Baiklah aku juga tidak suka berbasa basi. Aku ingin menawarkan pekerjaan untukmu dengan gaji yang cukup tinggi" ucap orlando dengan bahasa tidak formal
"Pekerjaan ?" Ucap Queeb mengangkat satu alisnya
"Pekerjaan yang menguntungkan untuk mu dan untuk ku"
"Pekerjaan seperti apa? Tak ada pekerjaan yg dapat menguntungkan kedua belah pihak tanpa keuntungan yang berlebih pada pihak pemberi pekerjaan bukan" ucap Queen sarkistik
"Kau cukup pintar nona. Baiklah akan ku jelaskan. Bekerjalah denganku sebagai sekertarisku serta merangkap menjadi pengawal pribadiku"
"Atas dasar apa anda meminta saya menjadi pengawal pribadi anda ? Jika hanya karena saya pernah menolong anda bukan berarti saya bisa menjadi pengawal anda"
"Aku sudah mencari tau semua tentang mu nona atas dasar itu lah aku memintamu menjadi sekertaris dan pengawal pribadiku"
Flashback on...
Orlando mengangkat Iphone nya yang berdering
"Ya Jason"
"Saya telah mengirim apa yang anda minta di email anda Tuan"
"Baiklah terimakasih"
"Ya Tuan itu sudah tugas ku"
Sambungan diputuskan oleh Orlando
Dibukannya Email yang masuk dari jason lalu dibacanya semua informasi tentang wanita cantik yang telah menolongnya itu
Nama : Queensa Rose
Alamat : Orland'Apart Lantai 15 Nomor 1508
Tempat lahir : Berlin
Tanggal lahir : 8 agustus 1993
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Jerman
Pasangan : -
Pekerjaan : bekerja Part time menjaga apartemen milik Mrs.Millan dan akan menjadi karyawan tetap di perusahaan Millan Company apabila telah memenuhi syarat yaitu mendapatkan sponsor dan pemegang saham untuk mendirikan perusahaan cabang di Amerika.
Nama ayah : Robert Rose
Nama ibu : Elizabeth Rose
Saudara kandung : Maxiandro Rose dan Rixiandri Rose
Keahlian : menguasai semua bentuk beladiri pada tingkat sabuk hitam. Memiliki keahlian dalam berkuda, memanah, menembak, dan berenang dengan kemampuan level tertinggi.
Kemampuan lain : Memiliki otak dengan IQ diatas rata-rata. Namun karena kecantikan yang dimilikinya bagaikan keturunan dewi yunani membuat semua orang yang berada didekatnya mengangapnya sama dengan wanita lain tak berguna dan lemah.
Dll...
Flashback off..
"Apa benefit untuk saya tuan?"
"Apartemen yang kau sewa sekarang menjadi milikmu, aku juga akan memberikan kendaraan mewah dan khusus untukmu dan gaji yang cukup tinggi yang dapat membuatmu tak harus susah susah mencari saham untuk Millan Company itu"
"Hanya itu ? Aku melindungi nyawamu tapi kau hanya memberikan itu saja padaku? Iaku tidak tertarik dengan itu aku bukan wanita yang segila itu pada harta. Aku permisi tuan cari saja wanita yang lain yang mau berada disampingmu seperti sekertaris yang menghinaku tadi" ucap Queen lalu berbalik ingin keluar karena pembicaraan nya telah selesai
"Tunggu" kata orlando menahannya
"Akan aku tanamkan sahamku pada Millan Company dan memberi mereka sponsor dan akan ku jadikan Millan Company kaki tangganku agar bisa berjaya di Amerika apa itu cukup nona?"
"Terdengar menarik. Baiklah aku menyetujui kerja sama kita"
"Tunggu disini"
Orlando menelpon seseorang dan tak lama datanglah seorang pria membawa 3 map dan 1 amplop berwarna coklat
Satu map berisi surat kontrak kerja
Map kedua berisi surat kepemilikan apartemen dan ya g ketika surat kepemilikan sebuah mobil mewah dan amplop berisikan uang muka kesepakatan serta kunci mobil.
"Oh astaga ingatkan aku untuk memarahi Edwerd nanti aku seperti kekurangan uang saja kalau seperti ini andai saja dia tidak menawarkan ku saham untuk perusahaan keluargaku yang masih kurang padahal aku sudah menaruh saham seluruh perusahaan ku disana dan mendapat jaminan bahwa Millan company akan menjadi kaki tangan Aldrich company aku tak akan mau menerima semua ini. Sialan kau Edwerd kenapa membuat biografiku seperti itu" marah Queen dalam hati.
Lamunanya buyar ketika Orlando bosnya bicara
"Tanda tangani dan semua itu menjafi milikmu nona" ucap Orlando datar
"Aku tidak perlu semua ini Tuan jangan istimewakan aku hanya karena aku harus melindungi nyawa pewaris tunggal Aldrich. Katakan saja kapan aku harus mulai bekerja aku akan datang" ucap Queen berdiri dari tempatnya
"Ah.. baiklah kau menolak tidak apa. Kau bisa datang besok pagi ke rumahku sebelum pukul 7 pagi akan jason kirimkan alamatnya padamu"
"Ya" jawab Queen singkat tidak tertarik mendebatnya. tanpa permisi dia berbalik dan hilang di balik pintu.
"Aneh mana ada wanita yang mau menolak pemberian sebanyak ini apalagi darimu lan" ucap Jason binggung
"Ya kau benar aku dengan susah payah menawarkan semua yg kumiliki tapi dia memilih mengabaikannya sampai pada penawaranku dengan saham yg akan ku tanamkan pada Millan Company baru dia menyetujuinya" jelas Orlando dengan mengingat kejadian tadi
"Sepertinya sahabatku ini mulai tertarik pada wanita tadi"
"Jangan sembarangan"
"Tapi memang benar bukan haha"
"Terserah kau saja"
Terimakasih 😊
Salam Mayangg...